Resmikan Jalan CSR OKI Pulp, Herman Deru Dorong Sinergi Korporasi

Resmikan Jalan CSR OKI Pulp, Herman Deru Dorong Sinergi Korporasi

OKI — Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, meresmikan jalan rabat beton sepanjang 1,4 kilometer yang dibangun melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PT OKI Pulp & Paper Mills di Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Jumat (13/2).

Peresmian itu menjadi penanda kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor swasta dalam mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah yang dikenal sebagai kabupaten terluas di Sumatera itu.

Dalam sambutannya, Deru menegaskan, luasnya wilayah OKI menjadi tantangan tersendiri dalam mewujudkan pemerataan pembangunan. Dengan keterbatasan kemampuan anggaran pemerintah daerah, keterlibatan dunia usaha dinilai menjadi kebutuhan yang tidak terelakkan.

“Kabupaten OKI ini wilayahnya sangat luas. Pemerataan pembangunan tidak mungkin hanya mengandalkan APBD. Karena itu, sinergi dengan dunia usaha menjadi kebutuhan yang harus dibangun secara terkoordinasi,” ujar Deru.

Menurutnya, dengan puluhan izin usaha perkebunan (IUP) yang tersebar di OKI, sinergi antara pemerintah dan korporasi dapat mempercepat pembangunan sekaligus membantu penanganan persoalan lingkungan, termasuk kebakaran hutan dan lahan.

“Apa yang dilakukan PT OKI Pulp & Paper Mills melalui program CSR ini patut diapresiasi. Ini bukan sekadar membangun jalan, tetapi membuka akses ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Deru.

Bupati OKI, Muchendi, menyebut kontribusi PT OKI Pulp tidak berhenti pada pembangunan jalan sepanjang 1,4 kilometer tersebut. Sebelumnya, perusahaan itu juga membangun jalan sepanjang 4,3 kilometer secara kolaboratif.

“Kontribusi perusahaan sangat membantu percepatan pembangunan infrastruktur di Air Sugihan. Kolaborasi seperti ini penting agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Muchendi.

Selain dukungan korporasi, pemerintah daerah juga mengalokasikan dana Bantuan Keuangan Bersifat Khusus (BKBK) dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk pembangunan jalan cor sepanjang 1,2 kilometer di ibu kota Kecamatan Desa Kerta Mukti, Jalur 27 Air Sugihan.

Muchendi menambahkan, saat meninjau lokasi banjir beberapa waktu lalu, pihak perusahaan juga berkomitmen melakukan normalisasi sungai serta mendukung penyediaan air bersih bagi masyarakat.

“Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut dan menjadi model kemitraan pembangunan di wilayah lain di OKI,” kata Muchendi.

Terkait penguatan layanan dasar, ia menjelaskan bahwa pembangunan Sarana Pengolahan Air Minum (SPAM) Air Sugihan akan dilanjutkan tahun ini melalui pembangunan Instalasi Pengelolaan Air (IPA) oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Instalasi tersebut akan memanfaatkan intake dari PT OKI Pulp, dengan target 7.200 sambungan rumah yang diupayakan oleh pemerintah provinsi dan kabupaten.

Sementara itu, Vice Director PT OKI Pulp & Paper Mills, Gadang Harto Hartawan, menjelaskan bahwa proyek jalan tersebut mencakup pengecoran setebal 21 sentimeter dengan lebar 8 meter. Konstruksi menggunakan wire mesh serta disertai penataan ruang milik jalan (RMJ) guna mencegah penyempitan badan jalan akibat pertumbuhan permukiman dan aktivitas usaha di sekitar Pasar Jeti Sungai Baung.

“Pembangunan jalan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung konektivitas dan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional kami,” ujar Gadang.

Pembangunan dimulai pada Oktober 2025 dengan estimasi pengerjaan sekitar dua bulan. Jalan yang sebelumnya rusak dan sulit dilalui itu kini diharapkan memperlancar arus transportasi dan perdagangan, sekaligus memperkuat konektivitas sosial dan ekonomi masyarakat Bukit Batu dan Air Sugihan sebagai jalur distribusi penting menuju kawasan industri dan permukiman warga.

Resmikan Jalan CSR OKI Pulp, Herman Deru Dorong Sinergi Korporasi Read More »

Pemkab OKI Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Ramadan

Pemkab OKI Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Ramadan

Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) bergerak cepat mengantisipasi potensi lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang Bulan Suci Ramadhan. Melalui kegiatan Inspeksi Mendadak (Sidak) Pasar yang dirangkaikan dengan Operasi Pasar Murah di Halaman Parkir Pasar Bertingkat Kayuagung, Kamis (12/2/2026), pemkab memastikan stabilitas harga dan ketersediaan pasokan tetap terjaga.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati OKI Supriyanto. Ia meninjau satu per satu lapak pedagang untuk memantau harga serta memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar. Dialog dilakukan secara terbuka dengan pedagang dan pembeli guna memperoleh gambaran riil kondisi pasar.

“Kami ingin memastikan secara langsung kondisi harga dan stok kebutuhan pokok menjelang Ramadhan. Pemerintah harus hadir di tengah masyarakat, agar kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan,” ujar Supriyanto.

Dari hasil sidak, terpantau sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga, terutama cabai dan bawang. Pedagang menyebut faktor distribusi dan pasokan menjadi penyebab utama. Sementara itu, masyarakat berharap ada langkah konkret pemerintah untuk menahan laju kenaikan harga agar tidak membebani daya beli.

Menanggapi hal tersebut, Supriyanto menegaskan bahwa temuan lapangan menjadi dasar evaluasi dan langkah antisipatif pemkab. Pemerintah daerah, kata dia, akan memperkuat koordinasi dengan distributor dan instansi terkait guna memastikan pasokan tetap aman.

“Menjelang Ramadhan, permintaan biasanya meningkat. Karena itu kami melakukan langkah antisipasi lebih awal. Jika diperlukan, operasi pasar akan diperluas dan pengawasan distribusi diperketat agar tidak terjadi lonjakan harga yang signifikan,” tegasnya.

Sebagai bentuk intervensi langsung, Pemkab OKI menggelar Operasi Pasar Murah dengan menyediakan berbagai komoditas bersubsidi, antara lain paket minyak goreng dan beras, daging ayam ras, telur, cabai merah, serta bawang merah. Program ini disambut antusias masyarakat yang memanfaatkan kesempatan untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Upaya ini menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah, khususnya menjelang hari besar keagamaan yang identik dengan peningkatan konsumsi. Pemkab OKI menegaskan akan terus memantau pergerakan harga dan melakukan langkah cepat apabila terjadi gejolak di pasaran.

Dengan langkah preventif melalui sidak dan operasi pasar murah, Pemkab OKI berharap stabilitas harga tetap terjaga sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan tenang tanpa terbebani kenaikan harga kebutuhan pokok.

Pemkab OKI Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Ramadan Read More »

High Level Meeting TPID OKI 2026, Wabup Tekankan Sinergi Hingga Desa untuk Kendalikan Inflasi

High Level Meeting TPID OKI 2026, Wabup Tekankan Sinergi Hingga Desa untuk Kendalikan Inflasi

Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menggelar High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten OKI Tahun 2026 di Ruang Rapat Bende Seguguk I (RRBS I) Pemkab OKI, Rabu (11/2/26). Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati OKI Supriyanto, Kepala BPS Sumsel Wahyu Yulianto, Sekda OKI, jajaran Kepala OPD, para Camat se-Kabupaten OKI, serta jajaran BPS Kabupaten OKI.

Dalam arahannya, Wakil Bupati OKI Supriyanto menegaskan bahwa pengendalian inflasi merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor hingga ke tingkat kecamatan dan desa. Menurutnya, sinergi yang kuat menjadi kunci menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Pengendalian inflasi harus melibatkan semua pihak, mulai dari OPD teknis, camat, kepala desa, hingga pelaku usaha. Kerja sama yang solid sampai ke tingkat desa sangat menentukan keberhasilan kita menjaga stabilitas harga,” tegas Supriyanto.

Ia juga menekankan pentingnya langkah antisipatif dalam menghadapi potensi kenaikan harga bahan pokok, terutama menjelang hari besar keagamaan dan momen tertentu yang berpotensi mendorong lonjakan permintaan. “Kita harus bergerak cepat, melakukan pemantauan rutin, operasi pasar jika diperlukan, serta memastikan distribusi barang kebutuhan pokok berjalan lancar,” ujarnya.

Supriyanto menambahkan, TPID OKI harus mampu memperkuat koordinasi data dan informasi agar kebijakan yang diambil tepat sasaran. “Data yang akurat menjadi dasar pengambilan keputusan. Dengan koordinasi yang baik dan respons yang cepat, kita optimistis inflasi di Kabupaten OKI tetap terkendali,” katanya.

Sementara itu, Kepala BPS Provinsi Sumatera Selatan, Wahyu Yulianto, menyampaikan apresiasinya terhadap komitmen dan langkah konkret yang dilakukan Pemkab OKI dalam pengendalian inflasi. Ia menilai sinergi antarperangkat daerah di OKI berjalan cukup baik dan konsisten.

“Kami mengapresiasi upaya Pemerintah Kabupaten OKI yang secara konsisten melakukan berbagai langkah pengendalian inflasi, mulai dari pemantauan harga, intervensi pasar, hingga penguatan koordinasi melalui TPID. Ini menunjukkan komitmen yang serius dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah,” ujar Wahyu.

Menurut Wahyu, pengendalian inflasi tidak hanya berdampak pada stabilitas harga, tetapi juga pada kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. “Ketika inflasi terkendali, daya beli masyarakat tetap terjaga dan pertumbuhan ekonomi daerah dapat berlangsung lebih sehat. Kolaborasi yang telah dibangun di OKI ini patut dipertahankan dan terus ditingkatkan,” tambahnya.

Melalui High Level Meeting TPID Tahun 2026 ini, Pemerintah Kabupaten OKI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi, meningkatkan kewaspadaan terhadap gejolak harga, serta mendorong peran aktif seluruh pemangku kepentingan dalam upaya menjaga inflasi tetap terkendali demi kesejahteraan masyarakat.

High Level Meeting TPID OKI 2026, Wabup Tekankan Sinergi Hingga Desa untuk Kendalikan Inflasi Read More »

Pemkab OKI Dukung Telkom Perluas Jaringan Serat Optik untuk Internet Cepat di Air Sugihan

Pemkab OKI Dukung Telkom Perluas Jaringan Serat Optik untuk Internet Cepat di Air Sugihan

Perluasan jaringan serat optik atau fiberisasi itu diharapkan meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan telekomunikasi di wilayah perairan OKI. Dengan tersambung ke jaringan fiber optic, transmisi data antar-BTS akan lebih cepat dan stabil, sekaligus menopang percepatan digitalisasi di kawasan tersebut.

.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika OKI, Adi Yanto, mengatakan saat ini terdapat 20 site BTS di Air Sugihan yang masih menggunakan transmisi radio IP. Kondisinya, menurut dia, telah mengalami kelebihan kapasitas sehingga berdampak pada lambatnya layanan internet.

.

“Data dari Telkomsel menunjukkan ada 20 site BTS di kecamatan ini yang selama ini menggunakan transmisi IP radio. Kondisinya sudah over capacity sehingga jaringan menjadi lambat dan lemah. Melalui serat optik diharapkan layanan internet semakin cepat, minim hambatan, dan mengurangi buffering maupun lag,” kata Adi saat meninjau pembangunan kabel serat optik di Air Sugihan, Selasa (10/2/2026).

.

Adi menyebut pemerintah daerah mengapresiasi keterlibatan operator telekomunikasi dalam membangun infrastruktur digital di OKI. Sebab, hingga kini kualitas sinyal belum merata di seluruh wilayah kabupaten yang memiliki bentang geografis luas dan sebagian berupa perairan serta rawa.

.

Menurut dia, masih terdapat 47 titik blank spot dan puluhan desa dengan kualitas sinyal lemah. Pemerintah daerah, kata Adi, terus mengupayakan penyelesaiannya secara bertahap dan berharap dukungan penuh dari para penyedia layanan.

“Pemerintah daerah berkomitmen memfasilitasi kemudahan perizinan, dukungan lahan dari pemerintah desa serta sinkronisasi data wilayah prioritas bagi operator yang akan membangun infrastruktur telekomunikasi. Dukungan masyarakat juga menjadi faktor kunci,” ujar Adi.

.

Ia menegaskan, percepatan digitalisasi memerlukan kolaborasi berbagai pihak. 

.

“Digitalisasi tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, operator, dan masyarakat. Tanpa koordinasi yang baik, percepatan konektivitas hanya akan menjadi jargon,” katanya.

.

Manager Telkom Infrastruktur Area Sumbagsel, Nasution, menjelaskan pembangunan jaringan serat optik sepanjang 73 kilometer itu menjadi bagian dari penguatan infrastruktur digital di Sumatera Selatan. Jaringan tersebut akan mendukung fiberisasi sekitar 20 menara BTS eksisting.

.

“Proyek ini sejalan dengan upaya penguatan jaringan 4G oleh operator seluler, guna meningkatkan kualitas layanan mobile broadband,” ujar Nasution.

.

Ia mengakui tantangan utama pembangunan jaringan di Air Sugihan adalah kondisi geografis berupa perairan dan rawa yang membentang luas. Untuk mengatasinya, Telkom memaksimalkan jaringan eksisting dari wilayah Muara Padang dan Banyuasin, lalu menarik kabel mendekati site BTS di Air Sugihan.

.

Upaya tersebut mendapat respons positif dari pemerintah desa dan masyarakat. Kepala Desa Rengas Abang, Agus Suseno, mengatakan penguatan sinyal sangat dibutuhkan, terutama di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur.

.

“Sinyal kuat dibutuhkan untuk komunikasi masyarakat dan peningkatan layanan pemerintahan desa,” ujar Agus. Ia berharap setiap tahapan pekerjaan disosialisasikan kepada warga agar mendapat dukungan penuh.

.

“Kalau untuk penguatan sinyal tentu masyarakat mendukung. Sosialisasi memang penting agar semua memahami manfaatnya,” katanya.

Pemkab OKI Dukung Telkom Perluas Jaringan Serat Optik untuk Internet Cepat di Air Sugihan Read More »

385 CJH OKI Dibekali Manasik Jelang Berangkat ke Tanah Suci

385 CJH OKI Dibekali Manasik Jelang Berangkat ke Tanah Suci

Pembukaan Manasik Haji Terintegrasi tingkat Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) resmi digelar di Masjid Al Ikhlas, Kelurahan Jua-Jua, Kayuagung, (09/2/2025). Kegiatan ini diikuti oleh 385 calon jemaah haji sebagai bagian dari rangkaian persiapan menuju pelaksanaan ibadah haji.

Dalam kesempatan tersebut Bupati OKI yang di wakili Assisten l Bidang Pemerintahan dan Kesra OKI. Alamsyah menyampaikan ucapan selamat kepada Bapak dan Ibu calon jemaah haji yang telah mendapatkan panggilan Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk menunaikan rukun Islam kelima. Ibadah haji bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan perjalanan spiritual yang menuntut kesiapan fisik, mental, serta pemahaman ilmu agar dapat dilaksanakan dengan khusyuk dan sempurna.

“Pelaksanaan manasik haji ini sangatlah penting sebagai bekal utama bagi calon jemaah. Manasik tidak hanya bersifat formal, tetapi menjadi sarana pembelajaran untuk memahami tata cara ibadah haji sesuai tuntunan syariat, sekaligus mempersiapkan jemaah menghadapi kondisi dan situasi di Tanah Suci yang berbeda dengan daerah kita,” ujarnya. 

Ia mengapresiasi para petugas haji asal Kabupaten Ogan Komering Ilir yang telah dipercaya untuk mendampingi dan melayani jemaah. Diharapkan para petugas dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, serta mengutamakan pelayanan terbaik bagi seluruh jemaah haji Kabupaten OKI.

“Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir terus berkomitmen dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji. Dukungan tersebut diberikan mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan manasik, pemberangkatan, hingga kepulangan jemaah ke tanah air,” ungkapnya. 

Sementata itu Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten OKI. Mutawali mengatakan Kegiatan manasik haji ini merupakan agenda tahunan hasil kerja sama antara Pemerintah Kabupaten OKI dengan Kementerian Haji dan Umrah, yang dikoordinatori oleh Bidang Kesejahteraan Rakyat Pemkab OKI sebagai bagian dari upaya pembinaan dan peningkatan kualitas pelayanan calon jemaah haji.

‘Jumlah jemaah haji Kabupaten OKI tercatat sebanyak 385 orang, terdiri dari 167 jemaah KBIH dan 218 jemaah mandiri. Diharapkan seluruh jemaah dapat mengikuti manasik dengan sungguh-sungguh, menjaga kesehatan, serta memahami rangkaian ibadah haji dengan baik sehingga mampu menunaikan ibadah secara lancar dan meraih predikat haji yang mabrur,” pungkasnya.

385 CJH OKI Dibekali Manasik Jelang Berangkat ke Tanah Suci Read More »

Jamin Karir ASN, Pemkab OKI Mantap Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Data

Jamin Karir ASN, Pemkab OKI Mantap Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Data

OKI — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) berkomitmen mempercepat penerapan manajemen talenta aparatur sipil negara (ASN) berbasis data sebagai fondasi reformasi birokrasi dan penguatan sistem merit. Kebijakan ini diarahkan untuk menjamin kepastian jenjang karier ASN sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Komitmen tersebut ditegaskan Bupati OKI, H. Muchendi, dalam Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Manajemen Talenta ASN yang digelar bersama Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional VII Palembang di Ruang Bende Seguguk, Kantor Bupati OKI, Jumat (6/2/2026), yang diikuti jajaran pimpinan daerah serta ribuan ASN secara luring dan daring.

Muchendi menegaskan bahwa manajemen talenta merupakan pilar penting reformasi birokrasi karena memastikan pengelolaan ASN berjalan secara objektif dan berbasis kinerja.

“Manajemen talenta ini adalah fondasi reformasi birokrasi. Kami membutuhkan talenta-talenta andal yang dihasilkan melalui sistem merit untuk mempercepat pelaksanaan program prioritas daerah,” ujarnya.

Ia menambahkan, melalui manajemen talenta, penilaian jabatan tidak lagi bersifat subjektif, melainkan didasarkan pada kinerja dan potensi ASN yang terukur.

Sistem ini juga dinilai mampu meningkatkan efisiensi waktu dan anggaran dalam proses seleksi jabatan.
.
“Ini bukan hanya efisiensi waktu, tetapi juga efisiensi anggaran. Sangat membantu pemerintah daerah,” kata Muchendi.

Kepala BKPSDM OKI, Antonius Leonardo, menyampaikan bahwa secara nasional penerapan manajemen talenta ASN ditargetkan rampung pada 2029. Namun, Pemkab OKI memilih melakukan percepatan.
.
“Kita tidak ingin menunggu sampai 2029. Dengan dukungan penuh Bupati OKI dan BKN Regional VII Palembang, kami menargetkan manajemen talenta di lingkungan Pemkab OKI dapat diselesaikan sebelum Lebaran 2026,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Regional VII BKN Palembang, Heni Sri Wahyuni, menegaskan bahwa manajemen talenta bukan sekadar kegiatan administratif, melainkan langkah strategis dalam membangun birokrasi profesional.
.
“Melalui sistem merit, paradigma lama akan berubah. Penilaian jabatan tidak lagi didasarkan pada kedekatan atau persepsi, tetapi pada kinerja dan potensi ASN yang terukur melalui sistem,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa manajemen talenta menggunakan pemetaan sembilan kotak (nine box) yang menjadi dasar pengambilan kebijakan kepegawaian oleh kepala daerah. Menurut Heni, sistem ini merupakan investasi jangka panjang yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan publik.

Jamin Karir ASN, Pemkab OKI Mantap Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Data Read More »

Pemkab OKI–Telkomsel Susun Rencana Aksi Pengentasan Wilayah Blankspot 2026

Pemkab OKI–Telkomsel Susun Rencana Aksi Pengentasan Wilayah Blankspot 2026

OGAN KOMERING ILIR — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) bersama Telkomsel memperkuat sinergi untuk mengatasi wilayah tanpa sinyal (blankspot) sebagai bagian dari upaya pemerataan akses informasi dan percepatan transformasi digital di daerah.
Langkah tersebut diwujudkan melalui Rapat Rencana Aksi Penanggulangan Blankspot tahun 2026 yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) OKI bersama Telkomsel di Kantor Wilayah Telkomsel Sumbagsel, Rabu (4/2/2025).
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Pemkab OKI dan Telkomsel dalam memetakan titik-titik blankspot sekaligus menindaklanjuti usulan pembangunan menara telekomunikasi (BTS) di wilayah yang belum terjangkau layanan internet dan seluler.
Kepala Dinas Kominfo OKI, Adi Yanto, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi daerah untuk mendukung visi nasional menuju zero blankspot pada 2029.
“Pemerintah Kabupaten OKI berkomitmen mewujudkan pemerataan akses telekomunikasi di seluruh wilayah. Masih terdapat daerah yang belum memiliki jaringan memadai, sehingga berdampak pada pelayanan publik, pendidikan digital, dan aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, pendataan titik blankspot menjadi dasar penting bagi langkah pembangunan ke depan,” ujarnya.
Pemkab OKI juga mengapresiasi dukungan Telkomsel dalam penguatan infrastruktur digital, khususnya di wilayah pedesaan. Sepanjang 2025, sebanyak lima desa berhasil dientaskan dari blankspot melalui program internet gotong royong.
Program tersebut merupakan kolaborasi Telkomsel dan Pemkab OKI yang melibatkan peran pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat. Pemerintah desa menyediakan infrastruktur pasif seperti menara atau gedung, pemerintah daerah berperan sebagai koordinator, sementara Telkomsel menghadirkan teknologi jaringan. Skema kolaboratif ini dinilai mampu menekan biaya konstruksi sehingga konektivitas dapat diwujudkan di wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau sinyal.
“Tahun lalu kita telah mengentaskan lima desa melalui program internet gotong royong bersama Telkomsel. Pada awal tahun ini, kami berharap kerja sama tersebut terus diperkuat untuk menjangkau desa-desa lain yang belum tersentuh. Data wilayahnya sudah kami siapkan,” kata Adi.
Manager Network Operation and Productivity (NOP) Telkomsel Palembang Riki Irawan menegaskan komitmen pihaknya untuk terus memperluas jangkauan layanan telekomunikasi hingga ke pelosok daerah.
“Kami menyambut baik sinergi ini. Telkomsel berupaya menghadirkan layanan yang merata agar masyarakat dapat menikmati akses internet cepat di seluruh wilayah,” ujarnya.
Ia menambahkan, Telkomsel akan terus mendukung Kabupaten OKI terbebas dari blankspot sebagai bagian dari percepatan transformasi digital serta peningkatan layanan publik berbasis teknologi. Dari puluhan program pembangunan jaringan reguler di wilayah kerja Telkomsel Sumatera Selatan, sebanyak 17 titik di antaranya dibangun di Kabupaten OKI pada tahun lalu.
Pada tahun ini, selain melalui program reguler, Telkomsel juga akan melanjutkan instalasi BTS melalui skema internet gotong royong sekaligus peningkatan layanan pada BTS mobile yang telah dibangun sebelumnya. BTS hasil program tersebut akan ditingkatkan menjadi BTS permanen, sementara perangkat penerima (receiver) eksisting dapat dipindahkan ke wilayah lain yang belum terjangkau jaringan guna mempercepat pengentasan blankspot di OKI.
Sebelum rapat koordinasi berlangsung, Diskominfo OKI telah melakukan pendataan wilayah blankspot melalui masing-masing kecamatan hingga awal November. Data tersebut menjadi dasar pemetaan bersama operator untuk menentukan prioritas pembangunan jaringan pada tahun mendatang.
Berdasarkan hasil koordinasi, telah teridentifikasi sejumlah titik prioritas di Kabupaten OKI yang menjadi fokus penanganan pada 2026. Melalui kolaborasi ini, Pemkab OKI berharap seluruh wilayah segera menikmati konektivitas digital yang merata, sejalan dengan upaya mewujudkan Indonesia yang semakin terkoneksi, digital, dan maju.

Pemkab OKI–Telkomsel Susun Rencana Aksi Pengentasan Wilayah Blankspot 2026 Read More »

Orkestrasi Komunikasi Daerah, Diskominfo OKI Gelar Rembuk Admin Medsos OPD

Orkestrasi Komunikasi Daerah, Diskominfo OKI Gelar Rembuk Admin Medsos OPD

OKI — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika menggelar rembuk admin media sosial organisasi perangkat daerah (OPD) sebagai upaya mengorkestrasi komunikasi publik pemerintah daerah agar lebih terarah, seragam, dan efektif di ruang digital.,

Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Bende Seguguk (RRBS) II dan diikuti oleh seluruh admin media sosial OPD se-Kabupaten OKI pada Rabu, (4/2/2025).

Rembuk admin tersebut juga bertujuan meningkatkan efektivitas komunikasi publik pemerintah daerah melalui pengelolaan media sosial yang informatif, akurat, dan bertanggung jawab. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat peran media sosial sebagai salah satu kanal penyampaian informasi pembangunan kepada masyarakat.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika OKI, Adi Yanto, mengatakan bahwa admin media sosial OPD memiliki peran strategis sebagai ujung tombak komunikasi pemerintah daerah di ruang digital.
.
“Media sosial OPD bukan sekadar sarana publikasi kegiatan, tetapi telah menjadi kanal komunikasi publik. Admin harus mampu menyampaikan informasi yang jelas, cepat, dan mudah dipahami masyarakat, sekaligus menjaga citra positif pemerintah daerah,” ujar Adi Yanto dalam sambutannya.

Menurut dia, pengelolaan media sosial yang profesional dan terkoordinasi akan membantu pemerintah daerah dalam menyampaikan kebijakan dan program pembangunan secara efektif kepada masyarakat.

Adi Yanto juga menekankan pentingnya sinergi antaradmin media sosial OPD agar pesan-pesan pembangunan yang disampaikan Pemkab OKI dapat selaras dan tidak saling tumpang tindih.

“Melalui rembuk ini, kami berharap seluruh admin memiliki pemahaman yang sama dalam mengelola konten, sehingga informasi yang disampaikan sejalan dengan kebijakan serta arahan pimpinan daerah,” katanya.

Melalui kegiatan ini, Pemkab OKI berharap pengelolaan media sosial OPD semakin profesional serta mampu menjadi sarana komunikasi publik yang transparan, edukatif, dan responsif terhadap kebutuhan informasi masyarakat.

Orkestrasi Komunikasi Daerah, Diskominfo OKI Gelar Rembuk Admin Medsos OPD Read More »

Festival Rumah Peradaban ke-6 Angkat Tema Ketahanan Pangan

Kayuagung, Selasa (3/2/26) – Yayasan Rumah Peradaban Kayuagung kembali menggelar Festival Rumah Peradaban ke-6 yang diikuti oleh siswa-siswi se-Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Tahun ini, festival mengusung tema “Food Security for Sustainable Future” yang selaras dengan tema pembangunan nasional.

Ketua Yayasan Rumah Peradaban Kayuagung, Syamsu Riadi, mengatakan festival ini menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengekspresikan kreativitas mereka melalui berbagai ajang perlombaan edukatif.

“Festival Peradaban ini menjadi panggung bagi anak-anak kita untuk menampilkan kreasi dan bakatnya. Harapannya, anak-anak tumbuh menjadi generasi yang kreatif, inovatif, dan memiliki kepedulian terhadap isu ketahanan pangan sejak dini,” ujar Syamsu Riadi.

Ia menjelaskan, pengangkatan tema ketahanan pangan bertujuan mengenalkan konsep food security kepada anak-anak sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.

“Tema ketahanan pangan ini sesuai dengan tema nasional, agar anak-anak lebih mengenal pentingnya menjaga ketersediaan pangan untuk masa depan yang berkelanjutan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten OKI, M. Refly, menyampaikan apresiasi tinggi atas konsistensi penyelenggaraan Festival Rumah Peradaban yang telah memasuki tahun ke-6.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten OKI, kami menyampaikan apresiasi yang luar biasa kepada Sekolah Peradaban. Enam tahun berturut-turut menyelenggarakan festival ini tentu bukan hal yang mudah, dan ini menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung pendidikan karakter dan kreativitas anak,” ungkap M. Refly.

Menurutnya, tema Food Security for Sustainable Future sangat relevan untuk membangun kesadaran generasi muda tentang pentingnya ketahanan pangan.

“Tema ini sangat bagus karena mengenalkan anak-anak tentang ketahanan pangan untuk masa depan. Pemerintah Kabupaten OKI mendukung penuh kegiatan ini dan berharap Festival Rumah Peradaban terus berkembang serta memberi dampak positif bagi dunia pendidikan,” jelasnya.

Syamsu Riadi juga menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh Pemerintah Kabupaten OKI terhadap pelaksanaan festival tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemkab OKI yang selama ini selalu hadir dan mendukung kegiatan Festival Rumah Peradaban. Dukungan ini menjadi semangat bagi kami untuk terus berkontribusi dalam mencetak generasi muda yang kreatif dan peduli terhadap ketahanan pangan,” tutupnya.

Melalui Festival Rumah Peradaban ke-6 ini, diharapkan nilai-nilai kreativitas, kemandirian, serta kesadaran akan ketahanan pangan dapat tertanam kuat pada diri siswa-siswi sebagai generasi penerus Kabupaten OKI.

Festival Rumah Peradaban ke-6 Angkat Tema Ketahanan Pangan Read More »

Retribusi Tak Capai Target, Dishub OKI Ganti Pengelola Parkir Pasar Shopping Kayuagung

OKI — Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mengganti pengelola parkir di kawasan Pasar Shopping Kayuagung mulai awal 2026. Kebijakan ini diambil karena realisasi retribusi parkir dinilai tidak mencapai target serta untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten OKI.

.

Kepala Dishub OKI, Dr. M. Iqbal, menjelaskan izin pengelolaan parkir sebelumnya telah berakhir masa berlakunya dan tidak diperpanjang. Dengan berakhirnya izin tersebut, secara administratif hak pengelolaan juga berakhir, sehingga pemerintah daerah berkewajiban melakukan penataan ulang.

.

“Sejak 1 Januari 2026, pengelolaan dialihkan kepada pengelola baru yang dinilai mampu memberikan target setoran retribusi lebih tinggi,” kata Iqbal, Selasa (3/2).

.

Iqbal menegaskan, pergantian pengelola telah melalui mekanisme dan prosedur yang berlaku. Evaluasi pengelolaan parkir dilakukan secara rutin setiap akhir tahun melalui uji petik dan penilaian kinerja.

.

Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, Dishub OKI menetapkan pengelola baru karena dinilai mampu menyampaikan target PAD yang lebih tinggi dibandingkan pengelola sebelumnya.

.

“Kami memilih penawaran yang paling menguntungkan daerah. Prinsipnya untuk kepentingan PAD Kabupaten OKI,” ujar Iqbal.

.

Ia menambahkan, kewenangan pengelolaan parkir berada di bawah Dishub OKI. Kerja sama dengan pihak ketiga dimungkinkan, baik melalui penunjukan langsung maupun seleksi, tergantung pada kondisi dan jumlah peminat.

.

Dishub OKI juga meminta pengelola baru tetap memberdayakan juru parkir yang telah bekerja di lokasi tersebut, sehingga tidak seluruh tenaga kerja diganti. Selain itu, mediasi telah dilakukan agar pengelola lama dan pengelola baru dapat berkoordinasi selama masa peralihan.

.

Selain capaian target PAD, Dishub OKI mencatat setoran retribusi dari pengelola lama dalam beberapa bulan terakhir tidak sesuai dengan target yang telah disepakati, sehingga menjadi bahan evaluasi utama.

.

Pengelola baru akan menjalankan tugas hingga akhir 2026. Selanjutnya, Dishub OKI akan kembali melakukan evaluasi dan tidak menutup kemungkinan pergantian pengelola apabila target retribusi tidak tercapai.

.

“Evaluasi akan terus dilakukan sesuai ketentuan,” ucap Iqbal.

Retribusi Tak Capai Target, Dishub OKI Ganti Pengelola Parkir Pasar Shopping Kayuagung Read More »

Scroll to Top