Rumah Dipugar, Kepercayaan Diri Dipulihkan: Jalan Aisyah Kembali ke Sekolah

Rumah Dipugar, Kepercayaan Diri Dipulihkan: Jalan Aisyah Kembali ke Sekolah

OKI — Sudah tiga tahun Aisyah (bukan nama sebenarnya), warga Desa Tanjung Sari I, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), tidak lagi bersekolah. Gadis berusia 13 tahun itu terakhir duduk di kelas V sekolah dasar. Sejak kedua orang tuanya meninggal dunia, ia tinggal bersama neneknya, Saimah (69), di sebuah rumah kayu sederhana yang sebelumnya tidak layak huni.

.

Kondisi tersebut terungkap saat Bupati Ogan Komering Ilir, H. Muchendi, bersama Ketua Tim Penggerak PKK OKI, Hj. Ike Muchendi, berkunjung dalam agenda Safari Ramadhan. Pada Rabu, (4/3/2025)

Dalam perbincangan di rumah itu, diketahui bahwa Aisyah telah lama meninggalkan bangku sekolah.

.

Dengan suara pelan, Aisyah mengaku enggan kembali belajar karena kerap menerima ejekan dari teman sebaya. Pengalaman tersebut membuatnya merasa tidak nyaman berada di lingkungan sekolah. Ketidakhadiran yang semula hanya sesekali, lambat laun berujung pada keputusan berhenti.

.

Fenomena anak putus sekolah tidak selalu berkaitan dengan persoalan ekonomi. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan angka partisipasi sekolah usia 13–15 tahun di Kabupaten OKI tergolong tinggi, yakni 89,12 persen. Namun, masih terdapat anak yang terhenti pendidikannya akibat faktor sosial dan psikologis. Pada usia remaja awal, penerimaan sosial berpengaruh kuat terhadap rasa percaya diri dan motivasi belajar.

.

Dalam pertemuan itu, Muchendi menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan membantu agar Aisyah dapat kembali melanjutkan pendidikan.

“Pendidikan tetap penting, apa pun keadaan keluarga. Pemerintah akan memfasilitasi kebutuhan yang diperlukan agar ia bisa kembali belajar,” ujarnya.

.

Untuk mengejar ketertinggalannya, Aisyah akan didampingi mengikuti pendidikan kesetaraan melalui Program Paket A setara sekolah dasar guna menuntaskan jenjangnya. Sementara itu, kebutuhan seragam sekolahnya dipenuhi melalui program bantuan seragam sekolah gratis dari pemerintah daerah.

.

Selain memastikan akses pendidikan, Pemerintah Kabupaten OKI juga memugar rumah Saimah melalui program perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH). Rumah kayu yang sebelumnya rapuh kini diperbaiki agar lebih aman dan layak ditempati.

.

Bagi Saimah, bantuan tersebut meringankan beban yang selama ini ia tanggung seorang diri. “Saya hanya ingin cucu saya sekolah lagi, supaya nasibnya lebih baik dari kami,” katanya dengan mata berkaca-kaca.

.

Ketua TP PKK OKI, Ike Muchendi, menekankan pentingnya dukungan keluarga dan lingkungan dalam proses tumbuh kembang anak perempuan seusia Aisyah.

.

“Anak-anak pada usia ini sedang mencari jati diri. Mereka perlu didengar dan didampingi. Kita ingin memastikan ia tumbuh dengan percaya diri dan tidak merasa sendiri,” ujarnya.

.

Ia menambahkan, TP PKK akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, perangkat desa, dan pihak sekolah untuk memberikan pendampingan berkelanjutan, termasuk memastikan kesiapan psikologis Aisyah saat kembali belajar.

.

Saat ditanya, Aisyah mengaku masih memiliki keinginan untuk melanjutkan sekolah. “Saya sebenarnya ingin sekolah lagi,” ucapnya singkat.

.

Kisah Aisyah menunjukkan bahwa upaya mengembalikan anak ke bangku pendidikan memerlukan pendekatan menyeluruh. Perbaikan hunian melalui program RTLH menjadi bagian dari pemenuhan kebutuhan dasar, sementara pemulihan rasa aman dan kepercayaan diri menjadi prasyarat agar semangat belajar dapat tumbuh kembali.

Rumah Dipugar, Kepercayaan Diri Dipulihkan: Jalan Aisyah Kembali ke Sekolah Read More »

PUPR OKI Turunkan Alat Berat, Bersihkan Gulma di Jembatan Belanti

PUPR OKI Turunkan Alat Berat, Bersihkan Gulma di Jembatan Belanti

OKI—Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) terus berjibaku membersihkan tumpukan gulma yang menutupi aliran sungai di Jembatan Desa Belanti, Kecamatan Sirah Pulau Padang, OKI.
.
Alat berat diturunkan untuk mengeruk eceng gondok yang menutupi area seluas sekitar satu hektare dengan ketebalan mencapai satu meter. Tumpukan gulma yang semakin padat dinilai menghambat kelancaran aliran sungai dan berpotensi memicu banjir.
.
Kepala Dinas PUPR OKI, Man Winardi, didampingi Kepala Bidang SDA, Ir. Amir Muhyidin mengatakan proses pembersihan dilakukan secara bertahap. Gulma berukuran kecil dihanyutkan mengikuti arus air, sementara gulma yang sudah padat dan bercampur sampah diangkut ke pinggir sungai secara estafet oleh petugas. Selanjutnya, material tersebut dimuat ke dump truk untuk dibuang ke tempat pembuangan akhir.
.
“Gulma kecil dihanyutkan, sedangkan gulma padat dan sampah dibawa ke pinggir secara estafet, lalu dimuat ke dump truk untuk dibuang ke tempat pembuangan sampah,” ujar Man, Sabtu (28/2).
.
Menurutnya, upaya pembersihan sebenarnya telah dilakukan sejak beberapa bulan terakhir melalui kegiatan kerja bakti bersama masyarakat. Namun, pertumbuhan eceng gondok yang sangat cepat membuat penanganan manual tidak lagi memadai sehingga diperlukan pengerahan alat berat.
.
Ia menegaskan, pembersihan akan terus dilakukan hingga aliran sungai kembali lancar dan terbebas dari tumpukan eceng gondok.
.
“Masih kita kerjakan terus sampai benar-benar bersih,” tegasnya.
.
Untuk penanganan jangka panjang, Man Winardi menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten OKI akan berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VII guna mendapatkan dukungan teknis dan penanganan yang lebih komprehensif.
.
Sementara itu, pemerintah desa setempat akan tetap aktif melakukan pengawasan serta berkoordinasi dengan pihak terkait guna mencegah penumpukan eceng gondok kembali terjadi.
.
Upaya kolaboratif ini diharapkan mampu menjaga kelestarian sungai sekaligus meminimalisasi risiko banjir di wilayah tersebut.

PUPR OKI Turunkan Alat Berat, Bersihkan Gulma di Jembatan Belanti Read More »

Berkah Ramadan bagi Warga: Rumah Layak, Kesehatan Terjaga

Berkah Ramadan bagi Warga: Rumah Layak, Kesehatan Terjaga

OKI — Ramadan tahun ini membawa berkah nyata bagi warga Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Di tengah ibadah puasa, Isa (58) dan Larso (50) akhirnya melihat rumah mereka yang lapuk diperbaiki, sementara warga Desa Debuk Makmur mendapat layanan kesehatan gratis untuk menjaga kondisi tubuh selama Ramadan.

Rangkaian ini menjadi bagian dari Safari Ramadan 1447 Hijriah, yang digelar Pemkab OKI sebagai bentuk silaturahmi sekaligus pelayanan nyata kepada masyarakat.

Di Desa Pematang Panggang, Kecamatan Mesuji, Bupati OKI, Muchendi, meninjau rumah Isa dan Larso. Kondisi hunian keduanya sangat memprihatinkan: dinding papan rapuh, atap bocor, dan dapur rusak. Melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pemerintah daerah memugar rumah agar lebih aman dan nyaman.

“Ramadan bukan hanya soal meningkatkan ibadah, tapi juga memperkuat kepedulian sosial. Kami ingin warga bisa tinggal di rumah yang lebih layak,” kata Muchendi saat menyerahkan bantuan.

Isa pun tak bisa menahan rasa harunya. “Saya tidak menyangka rumah kami akan diperbaiki. Selama ini kalau hujan kami khawatir karena atap bocor dan dinding lapuk. Terima kasih Pak Bupati dan pemerintah. Ini benar-benar berkah Ramadan bagi keluarga kami,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Larso menambahkan, “Kami sangat terbantu. Setelah diperbaiki, rumah kami bisa lebih aman dan nyaman untuk anak-anak. Ini menjadi berkah nyata di bulan puasa.”

Di Desa Debuk Makmur, Kecamatan Mesuji Raya, Safari Ramadan dipimpin Wakil Bupati OKI, Supriyanto. Selain bersilaturahmi dan berdialog dengan warga, Supriyanto menghadirkan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Pemeriksaan meliputi tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan konsultasi medis, yang disambut antusias warga sejak pagi.

“Safari Ramadan menjadi momentum mendekatkan pelayanan publik sekaligus menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Kehadiran pemerintah di tengah warga harus memberi manfaat nyata,” ujar Supriyanto.

Rangkaian kegiatan ini menegaskan bahwa Safari Ramadan Pemkab OKI tidak sekadar agenda seremonial. Di bulan suci, pemerintah daerah menghadirkan manfaat konkret bagi warga, mulai dari hunian yang lebih layak hingga layanan kesehatan yang menjaga kondisi masyarakat.

Berkah Ramadan bagi Warga: Rumah Layak, Kesehatan Terjaga Read More »

Menyiasati Tekanan Fiskal, Daerah Perlu Opsi Pembiayaan Alternatif

Menyiasati Tekanan Fiskal, Daerah Perlu Opsi Pembiayaan Alternatif

OKI — Di tengah tekanan fiskal dan keterbatasan ruang anggaran, pemerintah daerah dituntut lebih kreatif mencari sumber pembiayaan agar pembangunan tetap berjalan dan pelayanan publik terjaga. Optimalisasi APBD dinilai harus dibarengi strategi pemanfaatan berbagai sumber pendanaan alternatif.

Kepala Bappeda Sumatera Selatan, Dody Eka Prasetyo, mengatakan kepala daerah memiliki kewenangan konstitusional dalam pengelolaan keuangan. Karena itu, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) wajib memahami siklus perencanaan hingga pertanggungjawaban anggaran. 

“Perencanaan yang matang menentukan apa yang dianggarkan, dilaksanakan, dan dipertanggungjawabkan,” ujarnya dalam Forum Konsultasi Publik RKPD Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Tahun 2027 di Kayuagung, Kamis (26/2).

Menurut Dody, setidaknya ada sembilan sumber pendanaan yang bisa dioptimalkan: Pendapatan Asli Daerah (PAD), dana transfer pusat, BUMD, BLUD, pemanfaatan aset daerah, pinjaman melalui obligasi dan sukuk, skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha, CSR, serta dukungan anggaran kementerian dan lembaga. Ia mengakui Transfer Keuangan Daerah menurun, namun sebagian kembali ke daerah dalam bentuk program nasional.

Selain memperluas sumber dana, OPD diminta menerjemahkan visi-misi kepala daerah ke dalam program terukur. Percepatan realisasi belanja, inovasi pengelolaan PAD tanpa membebani masyarakat, pemanfaatan program strategis nasional, serta kemudahan investasi bagi swasta menjadi empat langkah yang dinilai dapat menopang pertumbuhan ekonomi daerah.

Bupati Ogan Komering Ilir, H. Muchendi Mahzareki, melalui Asisten Bidang Ekonomi dan Keuangan Setda OKI Muhammad Lubis, menegaskan RKPD 2027 memiliki posisi strategis dalam periode RPJMD 2025–2029. Dokumen itu akan menjadi dasar penyusunan KUA-PPAS hingga APBD 2027. “Perencanaan yang matang menjadi fondasi arah pembangunan dan keberhasilannya,” kata Lubis membacakan sambutan bupati.

Pemerintah Kabupaten OKI menyebut capaian tahun pertama RPJMD menunjukkan tren positif, antara lain pertumbuhan ekonomi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penurunan angka kemiskinan dan pengangguran. Namun, tantangan fiskal dinilai tetap menuntut kehati-hatian sekaligus inovasi dalam pengelolaan pembiayaan daerah.

Menyiasati Tekanan Fiskal, Daerah Perlu Opsi Pembiayaan Alternatif Read More »

Safari Ramadhan Pemkab OKI: Ibadah Khusuk, Pelayanan Publik Tetap Jalan

Safari Ramadhan Pemkab OKI: Ibadah Khusuk, Pelayanan Publik Tetap Jalan

OKI — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menghadirkan konsep berbeda dalam pelaksanaan Safari Ramadhan tahun ini. Kegiatan yang biasanya digelar menjelang berbuka puasa hingga malam hari, kini dilaksanakan pada siang hari, seusai salat Zuhur dan Ashar.
Langkah tersebut diambil agar bisa memberi layanan kepada warga selama pelaksanaan safari serta tidak mengganggu waktu berbuka puasa dan salat tarawih masyarakat bersama keluarga.
.
Bupati Ogan Komering Ilir, H. Muchendi, mengatakan perubahan pola ini merupakan upaya pemerintah daerah untuk tetap menjalin silaturahmi, menyerap aspirasi, sekaligus mendekatkan layanan kepada warga tanpa mengurangi kekhusyukan ibadah di bulan suci.
.
“Safari Ramadhan tahun ini tetap bermakna tanpa mengurangi kualitas ibadah masyarakat. Karena itu kami laksanakan siang hari, supaya malamnya warga bisa fokus berbuka dan tarawih bersama keluarga,” ujar Muchendi saat menggelar Safari Ramadhan perdana di Desa Bumi Agung, Kecamatan Lempuing, Rabu (25/2/2025).

Menurut dia, Safari Ramadhan bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat.
“Pemerintah harus hadir di tengah masyarakat. Bukan hanya membawa program, tetapi juga mendengar langsung aspirasi warga. Dengan turun ke desa, kita tahu apa yang benar-benar dibutuhkan,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Pemkab OKI menyalurkan berbagai bantuan, di antaranya bantuan dari Baznas untuk fakir miskin dan anak yatim, bantuan Al Quran untuk masjid, serta program bedah rumah bagi warga Desa Bumi Agung.

Muchendi menegaskan, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan terhentinya pelayanan dan pembangunan.
“Walau dalam kondisi terbatas, pemerintah tetap ada. Pelayanan administrasi akan tetap berjalan, pembangunan tetap kita upayakan, dan masyarakat harus merasakan manfaatnya,” tegasnya.

Tahun ini, Safari Ramadhan dijadwalkan berlangsung di 20 titik. Setiap rombongan dipimpin langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati.

Selain silaturahmi, kegiatan juga dirangkaikan dengan pelayanan publik melalui program Layanan Terpadu di Desa (Lentera Desa), seperti pemeriksaan kesehatan gratis dan layanan administrasi kependudukan. Warga dapat mengurus KTP maupun Kartu Keluarga secara langsung di lokasi kegiatan.

Melalui momentum Ramadhan, Muchendi berpesan agar masyarakat tetap menjaga kekhusyukan ibadah, sementara pemerintah memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal.

“Di bulan suci ini, mari kita jaga ibadah tetap khusyuk. Pemerintah pun memastikan pelayanan kepada masyarakat tidak berhenti,” ujarnya.

Safari Ramadhan Pemkab OKI: Ibadah Khusuk, Pelayanan Publik Tetap Jalan Read More »

Kejari OKI Musnahkan Barang Bukti Perkara, Catat PNBP Senilai Rp1,23 Miliar

Kejari OKI Musnahkan Barang Bukti Perkara, Catat PNBP Senilai Rp1,23 Miliar

OKI — Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ilir (OKI) melaksanakan kegiatan pemusnahan barang bukti perkara tindak pidana umum yang telah memiliki kekuatan hukum tetap (inkracht) periode September hingga Desember 2025. Kamis,(19/2) di Halaman Kantor Kejari OKI.

Kepala Kejaksaan Negeri OKI, I Gede Widhartama, SH., MH menyampaikan bahwa pemusnahan barang bukti merupakan pelaksanaan tugas penuntut umum dalam mengeksekusi putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap.

“Pemusnahan barang bukti ini merupakan bagian dari pelaksanaan putusan pengadilan yang telah inkracht. Ini adalah bentuk tanggung jawab kami dalam memastikan setiap putusan hukum benar-benar dieksekusi secara tuntas dan akuntabel,” ujar I Gede.

Ia menegaskan, pemusnahan dilakukan untuk mencegah barang bukti disalahgunakan serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Kejari OKI.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah agar barang bukti tidak hilang dari tempat penyimpanan maupun dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Dengan demikian, kita berharap angka kejahatan dapat ditekan dan situasi wilayah tetap aman dan kondusif,” tambahnya.

Adapun barang bukti yang dimusnahkan meliputi 20 berkas perkara narkotika, terdiri dari sabu-sabu seberat total ±46,411 gram, ekstasi sebanyak 7 butir dengan berat total ±73,303 gram, serta ganja seberat ±0,362 gram. Barang bukti narkotika dimusnahkan dengan cara diblender dan dicampur deterjen sebelum dibuang ke dalam saluran pembuangan.

Selain itu, turut dimusnahkan barang bukti dari 3 berkas perkara senjata api berupa 3 pucuk senjata api dan 6 butir amunisi aktif, yang dirusak menggunakan gerinda dan kemudian dikubur. Sebanyak 19 bilah senjata tajam dari 18 berkas perkara juga dimusnahkan dengan cara dirusak, serta 61 berkas perkara lainnya berupa pakaian dan barang lain yang dimusnahkan dengan cara dibakar.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan capaian Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) bidang Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti Kejari OKI periode Januari hingga Desember 2025 yang mencapai Rp1.236.563.300,00.

Bupati OKI, H. Muchendi Mahzareki, mengapresiasi langkah Kejari OKI dalam menjaga integritas dan transparansi penegakan hukum.

“Kami memberikan apresiasi atas komitmen Kejaksaan Negeri OKI dalam menegakkan hukum secara profesional dan transparan. Kegiatan pemusnahan ini menunjukkan keseriusan aparat penegak hukum dalam menjaga kepercayaan masyarakat,” ujar Muchendi.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antarinstansi dalam menciptakan situasi daerah yang aman dan tertib.

“Pemerintah Kabupaten OKI siap terus bersinergi dengan seluruh unsur Forkopimda. Dengan kerja sama yang solid, kita optimis dapat menekan angka kejahatan serta menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi masyarakat,” tutupnya.

Kejari OKI Musnahkan Barang Bukti Perkara, Catat PNBP Senilai Rp1,23 Miliar Read More »

OKI Mart Keliling Sediakan Pangan Murah saat Ramadan

OKI Mart Keliling Sediakan Pangan Murah saat Ramadan

KAYUAGUNG – Menjelang Ramadan, Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mengoperasikan OKI Mart Keliling untuk menyediakan bahan pangan murah bagi masyarakat sekaligus mengantisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok.

Program pasar murah keliling tersebut diluncurkan secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten OKI, Asmar, saat apel bulanan yang digelar di Lapangan Kantor Bupati OKI, Rabu (18/2/2026), dan diikuti seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab OKI.

“Hari ini kita luncurkan OKI Mart Keliling sebagai langkah konkret pengendalian inflasi jelang Ramadan. Kita ingin memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia dan harganya terjangkau,” ujar Asmar.

OKI Mart Keliling akan beroperasi di seluruh desa dan kelurahan se-Kecamatan Kayuagung. Pada tahap awal, layanan dimulai dari Kelurahan Kayuagung dan selanjutnya bergerak secara bertahap ke wilayah lain.

Komoditas yang dijual difokuskan pada kebutuhan pokok utama, terutama beras dan minyak goreng. Kedua komoditas tersebut telah disubsidi oleh Pemkab OKI sehingga dapat dibeli masyarakat dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar.

Dengan sistem keliling, warga tidak perlu datang ke pasar karena layanan ini langsung mendatangi lingkungan permukiman. Pemerintah daerah berharap langkah ini mampu menjaga daya beli masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan selama Ramadan.

Asmar menambahkan, peningkatan permintaan bahan pokok menjelang Ramadan kerap memicu kenaikan harga. Karena itu, intervensi pemerintah diperlukan agar harga tetap stabil.

“Menjelang Ramadan kebutuhan masyarakat pasti meningkat. Karena itu, beras dan minyak goreng sudah kita subsidi agar masyarakat bisa membeli dengan harga lebih ringan,” katanya.

Pemkab OKI memastikan pelaksanaan program ini akan terus dipantau agar berjalan lancar, tepat sasaran, dan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.

OKI Mart Keliling Sediakan Pangan Murah saat Ramadan Read More »

Ratusan Pekerja Sawit di OKI Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

Ratusan Pekerja Sawit di OKI Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

OKI — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menunjukkan komitmennya dalam memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada masyarakat, khususnya pekerja sektor sawit. Hal tersebut ditandai dengan penyerahan santunan jaminan kematian dan kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis dalam kegiatan apel bulanan Pemkab OKI.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Bidang Kepesertaan KSA BPJS Ketenagakerjaan Cabang Palembang, Aris Tri Saputra, yang mewakili Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Palembang, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten OKI atas perhatian dan dukungannya terhadap perlindungan pekerja melalui program BPJS Ketenagakerjaan.

Iuran untuk program yang melindungi 714 pekerja rentan ini dibayar sepenuhnya oleh Pemerintah Kabupaten OKI melalui Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit. Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan santunan jaminan kematian secara simbolis kepada dua ahli waris, masing-masing atas nama Deni Setiawan dan Siti Maimunah, dengan nilai santunan sebesar Rp42 juta per orang.

Selain itu, dilakukan pula penyerahan kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan kepada perwakilan petani sawit di wilayah Kabupaten OKI yang diserahkan langsung oleh Sekda OKI, didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja.

“Pemerintah Kabupaten OKI berkomitmen memastikan para pekerja, termasuk di sektor sawit, mendapatkan perlindungan yang layak. Ini adalah bagian dari tanggung jawab kita untuk menghadirkan rasa aman dan kepastian bagi keluarga pekerja,” ujar Sekda OKI, Ir. Asmar Wijaya dalam kegiatan apel bulanan di Halaman Kantor Bupati OKI. Rabu,(18/2).

Ia juga menegaskan bahwa program ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi memiliki dampak langsung bagi keberlangsungan hidup keluarga pekerja.

“Santunan yang diberikan hari ini bukan sekadar angka, tetapi wujud nyata kepedulian negara melalui pemerintah daerah. Kita ingin memastikan bahwa ketika risiko terjadi, keluarga yang ditinggalkan tetap memiliki penopang ekonomi,” tambahnya.

Sementara itu, Aris Tri Saputra menyampaikan apresiasi atas dukungan dan sinergi yang terjalin antara BPJS Ketenagakerjaan dan Pemkab OKI.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten OKI yang telah memberikan perhatian besar terhadap perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, khususnya bagi 714 pekerja sektor sawit,” ungkap Aris.

Ia juga berharap kolaborasi yang telah terjalin dapat terus diperluas agar semakin banyak pekerja yang mendapatkan perlindungan.

Ratusan Pekerja Sawit di OKI Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan Read More »

Sumbang Devisa, Tambak Udang OKI Dipasok Listrik Andal

Sumbang Devisa, Tambak Udang OKI Dipasok Listrik Andal

OKI — Sentra tambak udang vaname di Desa Bumi Pratama Mandira, Kecamatan Sungai Menang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, selama ini menjadi salah satu penyumbang devisa melalui ekspor komoditas perikanan. Untuk mengoptimalkan produksi dan memperluas area budidaya, pasokan listrik yang andal dan memadai menjadi kebutuhan utama.
.
Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, meminta PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB) meningkatkan kapasitas serta keandalan listrik di kawasan tambak Wahyuni Mandira. Permintaan itu disampaikan saat panen raya udang vaname di desa tersebut, Selasa (17/2).
.
Menurut Deru, produksi udang vaname dari Sumatera Selatan mencapai sekitar 15.000 ton per tahun, dengan sebagian di antaranya berasal dari kawasan Wahyuni Mandira. Namun, kontribusi tersebut belum seluruhnya tercatat sebagai ekspor Sumatera Selatan karena pengirimannya masih melalui pelabuhan di luar provinsi.
“Produksi ini menyumbang devisa yang besar. Karena itu, para petambak juga harus tertib mencatatkan produksinya agar kontribusinya terhadap daerah jelas,” ujar Deru.
.
Ia menjelaskan, sebelum 2021 para petambak mengandalkan genset berbahan bakar solar untuk menggerakkan kincir air dan peralatan tambak. Setelah jaringan PLN masuk, biaya operasional menjadi lebih efisien. Meski demikian, kebutuhan daya terus meningkat seiring rencana perluasan lahan budidaya yang saat ini baru dimanfaatkan sekitar 60 persen.
“Awalnya daya 3.300 VA cukup, tetapi sekarang kebutuhan bertambah. Jika pasokan listrik diperkuat, potensi pengembangan tambak masih sangat besar,” katanya.

Deru juga meminta dilakukan pendataan jumlah petambak dan luas lahan sebagai dasar perencanaan kebutuhan listrik. Selain itu, pembinaan teknis serta pengawasan mutu produksi dinilai penting untuk menjaga kualitas udang agar tetap berdaya saing di pasar ekspor.

Bupati OKI, Muchendi, mengatakan kawasan tambak tersebut merupakan sisa aset PT Wahyuni Mandira yang kini dikelola masyarakat. Karena itu, dukungan infrastruktur dasar, terutama listrik, menjadi kebutuhan mendesak.

“Listrik yang andal dan peningkatan infrastruktur sangat dibutuhkan petambak untuk meningkatkan hasil produksi,” ujar Muchendi.

Ia menambahkan, sejumlah wilayah pesisir di OKI seperti Tulung Selapan, Cengal, dan Sungai Menang masih menghadapi keterbatasan daya serta persoalan tegangan rendah. Bahkan, terdapat jaringan dan tiang listrik yang telah terpasang tetapi belum dialiri listrik.
“Kami berharap ada solusi konkret dari PLN agar potensi pesisir bisa berkembang optimal,” katanya.

Sementara itu, General Manager PLN UID S2JB, Adhi Herlambang, menyatakan PLN telah menyiapkan sembilan unit transformator untuk memperkuat pasokan listrik di sentra udang tersebut. PLN juga membuka peluang pembangunan jaringan baru dengan estimasi investasi Rp 13 miliar hingga Rp 15 miliar guna mendukung pengembangan sektor perikanan dan kelautan di wilayah itu.

“Kami tidak hanya menyalurkan listrik, tetapi menghadirkan energi sebagai penggerak ekonomi masyarakat. PLN siap mendukung pertumbuhan sektor perikanan di daerah ini,” ujar Adhi.

Perwakilan Perkumpulan Pertambakan Udang Wahyuni Mandira, Taufik Yusuf, menambahkan keterbatasan daya listrik kerap menyebabkan gangguan operasional tambak. Para petambak sebelumnya telah mengusulkan penambahan transformator serta pembangunan pos pelayanan PLN yang lebih dekat dengan lokasi tambak agar penanganan gangguan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.

Sumbang Devisa, Tambak Udang OKI Dipasok Listrik Andal Read More »

951 Sekolah OKI Beralih ke Digital, Smart Board dan Internet Satelit Jangkau Pelosok

951 Sekolah OKI Beralih ke Digital, Smart Board dan Internet Satelit Jangkau Pelosok

OKI — Pemerintah Kabupaten Kabupaten Ogan Komering Ilir mulai menjalankan program digitalisasi pembelajaran di sekolah-sekolah. Sebanyak 951 satuan pendidikan kini dilengkapi papan interaktif digital atau Interactive Flat Panel(IFP), laptop, serta dukungan internet satelit bagi wilayah dengan keterbatasan jaringan.

.

Program ini  bagian dari upaya pemerataan kualitas pendidikan berbasis teknologi yang didorong Presiden Prabowo dan diimplementasikan pemerintah daerah.

.

Kepala Dinas Pendidikan OKI, M. Refly, merinci perangkat telah disalurkan ke 479 sekolah dasar negeri dan swasta serta 150 sekolah menengah pertama. Tujuh sekolah di daerah dengan sinyal lemah juga memperoleh akses internet melalui layanan Starlink.

.

Untuk jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), dari total 560 lembaga di OKI, baru 256 yang menerima perangkat. Sisanya, sekitar 304 lembaga, ditargetkan menyusul pada tahun ini.

.

“Sekolah dasar dan menengah pertama sudah menerima dan kini memasuki tahap optimalisasi pemanfaatan. PAUD akan menerima secara bertahap,” kata Refly saat peluncuran program dan pelatihan pemanfaatan perangkat digital di SMPN 6 Kayuagung, Sabtu, 14 Februari 2025.

.

Menurut Refly, perangkat baru bisa digunakan setelah terpasang di ruang kelas dan guru memperoleh pelatihan teknis. Sejumlah guru yang sebelumnya mengikuti pelatihan di Jakarta dilibatkan sebagai narasumber untuk berbagi pengalaman penggunaan smart board dan integrasi materi ajar berbasis digital.

.

Sejalan Agenda Nasional

.

Bupati OKI, H. Muchendi, mengatakan digitalisasi sekolah merupakan bagian dari agenda prioritas Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam mendorong transformasi pendidikan nasional.

.

“Program ini adalah lompatan kemajuan. Tapi jangan sampai perangkat hanya menjadi pajangan. Kuncinya ada pada kesiapan dan kompetensi guru,” ujar Muchendi.

.

Ia menekankan, teknologi harus digunakan untuk memperkuat literasi, meningkatkan keterampilan digital siswa, serta mendorong metode pembelajaran yang lebih partisipatif dan kontekstual.

.

“Anak-anak kita hidup di era digital. Kalau sekolah tidak beradaptasi, kita akan tertinggal. Digitalisasi ini bukan pilihan, melainkan kebutuhan,” katanya.

.

Muchendi juga menyoroti pentingnya keberlanjutan program, terutama dalam aspek pemeliharaan perangkat agar program tidak berhenti pada tahap distribusi alat.

.

Soroti Kesejahteraan dan Manajemen Talenta

.

Selain perangkat, Muchendi menyinggung persoalan kesejahteraan guru. Ia menjelaskan bahwa pembayaran gaji guru non-PNS yang sebelumnya melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) kini dialihkan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah melalui APBD.

.

“Ada penyesuaian gaji PPPK, khususnya PPPK Paruh waktu yang menyesuaikan kemampuan fiskal daerah. Namun kami berupaya memberi kepastian status, termasuk pengangkatan guru PPPK dan PPPK Paruh Waktu serta peningkatan kesejahteraan,” ujarnya.

.

Ia juga mengingatkan para guru agar tidak mudah percaya pada oknum yang menjanjikan jabatan, terutama dalam proses pengisian kepala sekolah. Pemerintah daerah, kata dia, menerapkan manajemen talenta berbasis kinerja dan prestasi.

.

“Tunjukkan kinerja dan dedikasi. Jangan mencari jalan pintas,” kata Muchendi.

.

Dampak di Lapangan

.

Sejumlah guru mengaku perubahan mulai terasa. Sebelumnya, sebagian tenaga pendidik mengandalkan paket data pribadi dengan kecepatan terbatas untuk mengakses materi daring.

.

Novi, guru SDN 1 Desa Jermun Pampangan, mengatakan pembelajaran kini lebih interaktif. 

.

“Kami bisa menampilkan video, gambar, dan materi secara langsung. Siswa lebih tertarik dan aktif,” ujarnya.

Ratna, Kepala SMPN 7 Sungai Menang, menyebut akses internet satelit membantu sekolah di wilayah terpencil menjalankan pembelajaran daring dan mengakses referensi digital tanpa kendala jaringan.

“Kami yang berada di pelosok sekarang punya kesempatan yang sama untuk mengakses sumber belajar digital,” katanya.

951 Sekolah OKI Beralih ke Digital, Smart Board dan Internet Satelit Jangkau Pelosok Read More »

Scroll to Top