Keadaan Ketenagakerjaan Provinsi Sumatera Selatan Agustus 2023
Keadaan Ketenagakerjaan Provinsi Sumatera Selatan Agustus 2023 Read More »
u




KAYUAGUNG — Ribuan aparatur sipil negara (ASN), personel TNI dan Polri, pelajar, komunitas lingkungan, serta masyarakat umum bergotong royong membersihkan sejumlah titik di Kota Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Kamis, (18/6/ 2026). Aksi yang dipimpin langsung Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki itu digelar dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 sekaligus menumbuhkan budaya hidup bersih dan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
.
Sejak pukul 07.00 WIB, peserta berdatangan ke sejumlah kelurahan di dalam Kota Kayuagung dengan membawa berbagai perlengkapan kebersihan, mulai dari sapu, pengait sampah, karung, hingga kantong plastik berukuran besar. Sampah plastik, limbah rumah tangga, ranting kayu, serta sampah organik menjadi sasaran utama pembersihan.
.
Suasana gotong royong tampak di berbagai titik, terutama di kawasan tepian Sungai Komering. Selain memungut sampah, sejumlah peserta juga mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan.
.
Muchendi mengatakan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia harus dimaknai sebagai gerakan bersama untuk menjaga bumi melalui tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Menurut dia, persoalan lingkungan tidak dapat diselesaikan hanya melalui kebijakan pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
.
“Gerakan menjaga lingkungan harus dimulai dari hal-hal kecil, seperti tidak membuang sampah sembarangan dan mengurangi penggunaan plastik. Jika dilakukan bersama-sama dan terus-menerus, langkah kecil ini akan memberikan dampak besar bagi keberlanjutan lingkungan,” kata Muchendi saat membuka kegiatan.
.
Ia mengingatkan bahwa ancaman perubahan iklim kini bukan lagi sekadar isu masa depan. Fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung sejak akhir Juni hingga September mendatang berpotensi memicu musim kemarau yang lebih panjang dan peningkatan suhu ekstrem.
.
Menurut Muchendi, kondisi tersebut menjadi peringatan bagi seluruh pihak untuk semakin peduli terhadap kelestarian lingkungan.
.
“Kesadaran menjaga lingkungan tidak bisa ditunda. Ancaman perubahan iklim sudah kita rasakan, sehingga diperlukan tindakan nyata dari seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
.
Sebagai upaya membangun kebiasaan hidup bersih, Pemerintah Kabupaten OKI menetapkan kegiatan bersih lingkungan secara rutin setiap Kamis yang melibatkan ASN di lingkungan pemerintah daerah. Program tersebut diharapkan mampu menumbuhkan budaya menjaga kebersihan yang kemudian menular kepada masyarakat luas.
.
Dalam kesempatan itu, Muchendi juga menyoroti pentingnya Sungai Komering sebagai bagian dari identitas dan sumber kehidupan masyarakat Kayuagung. Ia mengapresiasi tradisi masyarakat yang membangun rumah menghadap sungai serta berbagai upaya yang telah dilakukan untuk mengurangi aktivitas mandi, cuci, dan kakus (MCK) di sungai guna menjaga kualitas air baku.
.
“Kebersihan kota mencerminkan karakter masyarakatnya. Karena itu, gerakan ini tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan harus menjadi budaya yang diwariskan untuk menjaga kesehatan dan kualitas hidup generasi mendatang,” katanya.
.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten OKI, Muktaqid, mengatakan aksi bersih lingkungan yang digelar pada hari kedua peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia itu dilaksanakan di sejumlah titik di Kota Kayuagung. ASN dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) disebar ke sejumlah kelurahan untuk membersihkan sampah sekaligus menata lingkungan sekitar.
.
Menurut Muktaqid, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memperkuat semangat gotong royong.
.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi pemicu tumbuhnya kepedulian bersama terhadap lingkungan sehingga tercipta kawasan yang bersih, sehat, dan nyaman untuk ditinggali,” katanya.
Muchendi Pimpin Aksi Bersih Lingkungan, ASN, TNI, Polri, dan Warga Bergotong Royong Read More »



Pemilahan sampah sejak dari sumber atau rumah tangga merupakan langkah besar yang menjadi kunci keberhasilan mengatasi persoalan sampah di masa depan. Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Pemkab OKI menggelar Seminar Pengelolaan Sampah bertajuk “Sulap Sampah Jadi Cuan” di Ruang Rapat Dinesti Land OKI, Rabu (17/6).
.
Wakil Bupati OKI, Supriyanto, mengatakan persoalan sampah tidak dapat lagi dipandang semata sebagai masalah lingkungan. Di tengah meningkatnya volume sampah rumah tangga dan aktivitas ekonomi masyarakat, sampah justru dapat menjadi sumber nilai ekonomi jika dikelola secara tepat.
.
“Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia harus menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan. Kita ingin masyarakat melihat sampah bukan hanya sebagai persoalan yang harus dibuang, tetapi sebagai sumber daya yang memiliki nilai dan manfaat ekonomi,” kata Supriyanti saat membuka seminar.
.
Menurut dia, berbagai praktik pengelolaan sampah yang berkembang di masyarakat telah membuktikan bahwa limbah dapat diolah menjadi produk bernilai jual. Bank sampah, pembuatan kompos, hingga kerajinan berbahan dasar sampah menjadi contoh nyata bagaimana pengelolaan lingkungan dapat berjalan seiring dengan peningkatan pendapatan masyarakat.
.
Karena itu, Supriyanto mengajak masyarakat mulai menerapkan langkah-langkah sederhana namun berdampak besar, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah sejak dari rumah, sekolah, kantor, dan tempat usaha, serta mendukung pengembangan bank sampah dan ekonomi sirkular.
.
“Saya menekankan pentingnya membangun budaya hidup bersih dan menjadikan pengelolaan sampah sebagai tanggung jawab bersama menjaga lingkungan hari ini berarti menjaga masa depan generasi yang akan datang,” ujarnya.
.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup OKI, Muktaqid, menjelaskan kegiatanSemina tersebut menghadirkan materi mengenai pemilahan sampah, pengolahan sampah organik menjadi kompos, hingga budidaya maggot sebagai alternatif pengelolaan limbah yang bernilai ekonomi.
.
Selain seminar, rangkaian kegiatan juga diisi dengan aksi bersih-bersih bersama sebagai bentuk kampanye nyata kepedulian terhadap lingkungan. Kegiatan ini mendapat dukungan dari sejumlah perusahaan dan pelaku usaha yang berpartisipasi dalam upaya pengelolaan lingkungan di Kabupaten OKI.
.
Muktaqid mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan memperkuat kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah sekaligus meningkatkan peran bank sampah sebagai instrumen ekonomi berbasis lingkungan.
.
“Melalui pengelolaan sampah yang lebih baik, kita berharap volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir dapat berkurang, masyarakat memperoleh manfaat ekonomi, dan capaian pengelolaan lingkungan Kabupaten OKI pada tahun 2026 semakin meningkat,” kata dia.
DLH OKI Dorong Budaya Pilah Sampah dari Sumbernya Read More »


KAYUAGUNG — Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) H Muchendi Mahzareki menjadi responden pertama dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten OKI. Pendataan yang berlangsung di Rumah Dinas Bupati, Senin (15/6/2026), itu menandai dimulainya sensus door to door yang akan menjangkau pelaku usaha dan aktivitas ekonomi masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten OKI.
Pada kesempatan tersebut, Muchendi mengajak masyarakat memberikan data yang benar dan sesuai kondisi sebenarnya saat didatangi petugas BPS. Menurut dia, kualitas data yang terkumpul akan sangat menentukan ketepatan kebijakan dan program pembangunan yang disusun pemerintah.
“Data yang akurat menjadi fondasi dalam penyusunan kebijakan. Karena itu, saya mengajak masyarakat menerima petugas sensus dengan baik dan menyampaikan informasi apa adanya. Semakin baik data yang diperoleh, semakin tepat pula program pembangunan yang dapat dirumuskan pemerintah,” kata Muchendi.
Ia menegaskan, Sensus Ekonomi tidak sekadar kegiatan statistik yang bersifat administratif, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk memotret kondisi riil perekonomian daerah, mulai dari usaha mikro hingga sektor usaha berskala lebih besar.
Menurut Muchendi, keberhasilan sensus tidak hanya bergantung pada kemampuan petugas lapangan, tetapi juga ditentukan oleh tingkat partisipasi masyarakat. Tanpa keterbukaan responden, data yang dihasilkan berpotensi tidak mencerminkan kondisi ekonomi yang sebenarnya.
“Pemerintah membutuhkan data yang valid untuk mengambil keputusan yang tepat. Karena itu, partisipasi masyarakat menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilan Sensus Ekonomi 2026,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu memberikan keterangan kepada petugas yang bertugas. Seluruh petugas sensus, kata dia, dibekali identitas resmi dan bekerja sesuai prosedur yang ditetapkan BPS.
Bagi Pemerintah Kabupaten OKI, pelaksanaan Sensus Ekonomi memiliki arti strategis di tengah upaya mempercepat pembangunan daerah. Kabupaten dengan wilayah yang luas dan aktivitas ekonomi yang beragam itu membutuhkan basis data yang kuat agar setiap kebijakan yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten OKI Muhammad Dedy mengatakan, Sensus Ekonomi 2026 merupakan pendataan yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali untuk menghimpun data berbagai kegiatan usaha dan aktivitas ekonomi masyarakat di luar sektor pertanian.
Melalui sensus tersebut, BPS akan memperoleh gambaran mengenai jumlah usaha, jenis usaha, persebaran kegiatan ekonomi, serta potensi ekonomi daerah. Data itu akan menjadi dasar bagi pemerintah dan berbagai pihak dalam menyusun program pembangunan.
“Hasil Sensus Ekonomi 2026 diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi perekonomian daerah sehingga kebijakan yang diambil dapat lebih tepat sasaran dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” kata Dedy.
Karena itu, BPS mengajak masyarakat memberikan data yang benar dan lengkap agar hasil sensus dapat mendukung perencanaan pembangunan yang lebih baik pada masa mendatang.
Muchendi Jadi Responden Pertama SE 2026, Warga OKI Diminta Sampaikan Data Akurat Read More »




OKI—Pembangunan Empat jembatan baru di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, berhasil membuka akses antarwilayah dan memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat. Infrastruktur yang dibangun melalui Bantuan Keuangan Bersifat Khusus (BKBK) Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan itu diharapkan mempermudah distribusi hasil pertanian dan perkebunan sekaligus memperkuat konektivitas desa-desa yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.
.
Jembatan tersebut berada di Desa Ulak Jermun, Kecamatan Sirah Pulau Padang, Desa Bubusan, Kecamatan Jejawi, Desa Gading Sari, Kecamatan Mesuji Raya, serta satu titik lainnya di wilayah Mesuji.
.
Keberadaan infrastruktur ini dinilai menjadi penopang penting bagi mobilitas warga dan pertumbuhan ekonomi di kawasan pedesaan.
.
Bupati Ogan Komering Ilir, Muchendi Mahzareki, mengatakan dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui program bantuan keuangan khusus menjadi bagian penting dalam upaya mempercepat pembangunan infrastruktur di daerah.
.
Menurut Muchendi, keberadaan jembatan-jembatan tersebut akan memperlancar hubungan antarwilayah dan membuka akses yang lebih baik bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas ekonomi.
.
“Alhamdulillah, Kabupaten OKI menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian dalam pembangunan infrastruktur. Empat jembatan yang dibangun ini diharapkan dapat memperkuat konektivitas dan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat,” kata Muchendi, Ahad, (14/6/2026).
.
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengatakan pembangunan infrastruktur merupakan salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Akses yang semakin baik, menurut dia, akan mendukung mobilitas warga serta memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan yang menjadi sumber penghidupan sebagian besar masyarakat di Kabupaten OKI.
.
“Kita terus berbenah untuk kemajuan Sumatera Selatan. Infrastruktur yang dibangun harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Herman Deru.
.
Manfaat tersebut telah dirasakan warga Desa Ulak Jermun. Kepala Desa Ulak Jermun, Fitrianti, mengatakan jembatan baru mempermudah aktivitas masyarakat sehari-hari, terutama dalam mengangkut hasil pertanian dan perkebunan.
.
Sebelumnya, akses yang terbatas kerap menjadi kendala bagi warga dalam melakukan perjalanan maupun membawa hasil produksi. Dengan adanya jembatan tersebut, waktu tempuh menjadi lebih singkat dan aktivitas masyarakat berlangsung lebih lancar.
.
“Jembatan ini sangat membantu masyarakat. Akses menjadi lebih mudah sehingga pengangkutan hasil pertanian dan kebutuhan lainnya juga lebih lancar,” kata Fitrianti.
.
Gubernur Deru dan Bupati Muchendi juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga Riera Echo Rienalda yang telah menghibahkan sebagian lahannya untuk mendukung pembangunan jembatan. Dukungan masyarakat tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam mempercepat penyediaan infrastruktur yang dapat dimanfaatkan secara luas.
.
Melalui pembangunan infrastruktur tersebut, pemerintah berharap konektivitas antarwilayah di Kabupaten OKI semakin baik sehingga mampu mendukung aktivitas ekonomi masyarakat dan mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan.
Empat Jembatan Baru di OKI Buka Akses dan Gerakkan Ekonomi Desa Read More »


KAYUAGUNG — Harapan masyarakat Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), untuk menikmati pasokan listrik yang lebih stabil mulai terwujud. Setelah bertahun-tahun menghadapi tegangan rendah dan pemadaman yang kerap merusak peralatan elektronik warga, PT PLN (Persero) bersama Pemerintah Kabupaten OKI mulai melakukan serangkaian langkah perbaikan. Pada Sabtu, (13/6/2026), PLN memasang trafo tapping khusus berkapasitas 100 kVA di Kecamatan Air Sugihan.
.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem kelistrikan di kawasan perairan itu yang selama ini menghadapi keterbatasan pasokan akibat kondisi geografis dan panjangnya jaringan distribusi. Perbaikan itu diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas layanan listrik bagi masyarakat, tetapi juga mendukung berbagai program pelayanan dasar, termasuk penyediaan air bersih yang tengah disiapkan Pemerintah Kabupaten OKI.
.
Ketua Forum Kepala Desa Air Sugihan, M. Fadly, mengatakan masyarakat selama ini harus hidup dengan kondisi listrik yang kerap padam dan bertengangan rendah. Persoalan yang berlangsung selama bertahun-tahun itu telah menyebabkan banyak peralatan elektronik milik warga mengalami kerusakan.
.
“Masalah ini sudah berlangsung bertahun-tahun. Tegangan listrik rendah dan sering padam sangat merugikan masyarakat karena banyak perangkat elektronik yang rusak,” ujar Fadly.
.
Menurut dia, pasokan listrik yang andal juga menjadi kebutuhan mendesak seiring rencana pemerintah membangun instalasi air bersih di Air Sugihan. Ketersediaan listrik yang stabil dibutuhkan untuk mengoperasikan pompa air dan booster agar distribusi air bersih kepada masyarakat dapat berjalan optimal.
.
Manajer PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Palembang, Arif Azanny, menjelaskan tantangan utama kelistrikan di Air Sugihan dipengaruhi kondisi geografis dan panjang jaringan distribusi dari Gardu Induk Mariana menuju Air Sugihan yang mencapai sekitar 300 kilometer.
Akibat jarak yang sangat panjang tersebut, tegangan listrik yang semula berada pada standar 20 kilovolt (kV) mengalami penurunan hingga hanya sekitar 9 hingga 10 kV ketika sampai di Air Sugihan.
.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, PLN menyiapkan tujuh langkah perbaikan. Pertama, melakukan perbaikan titik sambung jaringan tegangan menengah sehingga tegangan meningkat menjadi sekitar 11,06 kV. Kedua, memasang 22 unit trafo tapping khusus untuk meningkatkan tegangan sekunder hingga mencapai 205 volt. Pemasangan tahap awal telah dimulai di Desa Kerta Mukti, Negeri Sakti, Mukti Jaya, dan Suka Mulya.
.
Langkah ketiga dilakukan melalui uprating jaringan tegangan menengah dari Muara Padang hingga Simpang Heran Air Sugihan. Selanjutnya, PLN akan melakukan pemecahan beban jaringan untuk meningkatkan keandalan distribusi listrik.
.
Langkah kelima adalah penambahan penyulang jaringan tegangan menengah murni sepanjang 21,7 kilometer sirkuit. PLN juga menjajaki pembelian excess power dari PT OKI Pulp sebagai sumber tambahan pasokan listrik.
.
Sebagai solusi jangka panjang, PLN mengusulkan pembangunan Gardu Induk Air Sugihan agar kualitas layanan listrik bagi masyarakat di wilayah perairan tersebut dapat semakin meningkat.
.
“Perbaikan dilakukan secara bertahap agar masyarakat Air Sugihan memperoleh pasokan listrik yang semakin andal sehingga dapat mendukung aktivitas rumah tangga, pelayanan publik, dan pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut,” kata Arif.
.
Bupati OKI H. Muchendi mengatakan keterbatasan geografis tidak boleh menjadi penghalang dalam menghadirkan layanan dasar bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pelosok dan perairan.
.
“Kalau kita punya komitmen, akan ada jalannya untuk menghadirkan listrik yang lebih baik bagi masyarakat yang berada di pelosok. Listrik yang andal bukan hanya untuk penerangan, tetapi juga menjadi fondasi bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Muchendi.
.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan PLN dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Air Sugihan. Dengan pasokan listrik yang lebih stabil, berbagai program pembangunan, termasuk penyediaan air bersih, diharapkan dapat berjalan lebih optimal sehingga kesejahteraan masyarakat di kawasan perairan Kabupaten OKI semakin meningkat.
.
Bagi ribuan warga Air Sugihan, perbaikan sistem kelistrikan ini menjadi harapan baru setelah bertahun-tahun hidup dengan keterbatasan pasokan listrik. Kehadiran listrik yang lebih andal diharapkan membuka akses yang lebih luas terhadap pelayanan dasar sekaligus mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan perairan Kabupaten OKI.
Keluhan Menahun Terjawab, Listrik Andal Mulai Hadir di Air Sugihan Read More »


Palembang — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) kembali mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025. Raihan tersebut menjadi opini WTP ke-15 yang diperoleh Kabupaten OKI secara berturut-turut.
.
Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki menegaskan bahwa capaian itu harus bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan publik dan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
.
Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas LKPD Tahun Anggaran 2025 diserahkan Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sumatera Selatan, Rio Tirta, kepada Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki di Kantor BPK Perwakilan Sumatera Selatan, Palembang, Selasa, 9 Juni 2026.
.
Muchendi mengatakan opini WTP bukan sekadar penghargaan administratif dalam tata kelola keuangan daerah. Menurut dia, keberhasilan pemerintah daerah harus diukur dari sejauh mana pembangunan dan pelayanan publik memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
.
“Alhamdulillah, opini WTP yang kembali diraih secara beruntun ini menjadi bukti komitmen bersama dalam menghadirkan tata kelola pemerintahan yang baik. Kami akan terus melakukan pembenahan dan peningkatan kualitas pengelolaan keuangan daerah demi mendukung pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.” kata Muchendi.
.
Ia menilai keberhasilan mempertahankan opini WTP selama 15 tahun berturut-turut merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur pemerintahan daerah. Mulai dari DPRD, organisasi perangkat daerah (OPD), hingga pegawai yang terlibat dalam pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan daerah.
.
Muchendi juga menyampaikan apresiasi kepada DPRD OKI dan BPK RI Perwakilan Sumatera Selatan yang selama ini memberikan pengawasan, evaluasi, serta masukan bagi perbaikan tata kelola pemerintahan.
.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada DPRD OKI, BPK RI Perwakilan Sumsel, serta seluruh jajaran pegawai, mulai dari kepala OPD hingga staf yang menyusun pertanggungjawaban keuangan. Capaian ini merupakan hasil kerja bersama,” ujarnya.
.
Sementara itu, Kepala BPK Perwakilan Sumatera Selatan Rio Tirta menjelaskan bahwa opini atas laporan keuangan merupakan pernyataan profesional auditor mengenai kewajaran penyajian laporan keuangan pemerintah berdasarkan kesesuaiannya dengan Standar Akuntansi Pemerintahan.
.
Menurut Rio, opini yang diberikan BPK diperoleh melalui proses pemeriksaan yang ketat dan mengacu pada standar pemeriksaan yang berlaku. Setiap kesimpulan harus didukung oleh bukti yang memadai dan dapat dipertanggungjawabkan.
.
“Opini yang diberikan BPK disusun melalui proses pemeriksaan yang ketat. Setiap kesimpulan harus didukung bukti yang cukup dan relevan,” ujar Rio.
.
Meski demikian, Rio mengingatkan bahwa opini WTP bukan tujuan akhir dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Ia menegaskan bahwa rekomendasi hasil pemeriksaan harus terus ditindaklanjuti agar kualitas tata kelola dan pengelolaan keuangan daerah semakin baik.
.
“Di balik setiap opini terdapat pertaruhan kredibilitas lembaga pemeriksa maupun entitas yang diperiksa. Karena itu, rekomendasi hasil pemeriksaan harus terus ditindaklanjuti sebagai bagian dari perbaikan yang berkelanjutan,” katanya.
.
Dengan raihan tersebut, Pemerintah Kabupaten OKI kembali mempertahankan rekam jejak opini WTP selama 15 tahun berturut-turut sekaligus menegaskan komitmennya terhadap prinsip akuntabilitas, transparansi, dan kepatuhan dalam pengelolaan keuangan daerah.
Pertahankan WTP ke-15, Muchendi Fokus Perbaikan Tata Kelola dan Layanan Publik Read More »



OKI,— Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) H. Muchendi Mahzareki mengingatkan bahwa semangat masyarakat dalam membangun masjid harus diimbangi dengan komitmen untuk memakmurkannya. Masjid tidak hanya berfungsi sebagai bangunan fisik, tetapi juga menjadi pusat ibadah, pembinaan umat, dan aktivitas sosial keagamaan.
Pesan itu disampaikan Muchendi saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Masjid Baitul Muttaqin di Desa Gading Raja, Kecamatan Pedamaran Timur, Kamis (4/6).
Menurut Muchendi, pembangunan rumah ibadah merupakan wujud kebersamaan masyarakat yang patut diapresiasi. Namun, keberhasilan sebuah masjid tidak hanya diukur dari megahnya bangunan, melainkan juga dari kehidupan keagamaan yang tumbuh di dalamnya.
“Semangat membangun masjid harus sejalan dengan semangat memakmurkannya. Setelah berdiri nanti, masjid harus hidup dengan salat berjamaah, pengajian, dan berbagai kegiatan keagamaan lainnya,” kata Muchendi.
Ia mengapresiasi inisiatif warga Desa Gading Raja yang secara swadaya memulai pembangunan masjid. Menurut dia, banyak rumah ibadah di Kabupaten OKI dapat berdiri dan berkembang berkat kekompakan masyarakat.
“Membangun rumah Allah membutuhkan keyakinan, keikhlasan, dan kebersamaan. Manfaatnya juga akan dirasakan bersama oleh masyarakat,” ujarnya.
Muchendi menambahkan, percepatan pembangunan masjid membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk dunia usaha yang beroperasi di wilayah Pedamaran Timur. Pemerintah Kabupaten OKI, kata dia, akan berupaya mendorong perusahaan-perusahaan di sekitar lokasi untuk turut berpartisipasi.
“Kami berharap perusahaan yang berada di sekitar wilayah ini dapat ikut membantu. Dengan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha, pembangunan akan lebih cepat terwujud,” katanya.
Selain menghadiri peletakan batu pertama, Muchendi juga menerima aspirasi masyarakat terkait kondisi infrastruktur jalan di Desa Gading Raja. Ia memastikan pembangunan jalan akan dilanjutkan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah.
Ketua Panitia Pembangunan Masjid Baitul Muttaqin Ahmad Jailani mengatakan pembangunan masjid baru dilakukan karena bangunan lama tidak lagi mampu menampung jumlah jamaah, terutama saat Idul Fitri, Idul Adha, dan kegiatan keagamaan selama Ramadhan.
“Selama tiga tahun terakhir kami menghimpun dana dari masyarakat. Alhamdulillah, hari ini pembangunan bisa dimulai,” ujarnya.
Menurut Ahmad, hingga saat ini panitia telah mengumpulkan sekitar Rp 300 juta dari infak masyarakat. Selain itu, sejumlah warga dan dermawan juga memberikan bantuan material berupa pasir, semen, dan besi.
Ia memperkirakan kebutuhan dana tahap awal pembangunan, mulai dari pondasi hingga berdirinya tiang utama masjid, mencapai sekitar Rp 550 juta. Karena itu, panitia masih membuka kesempatan bagi masyarakat, perusahaan, maupun donatur untuk berpartisipasi.
Kepala Desa Gading Raja Budiyanto mengajak masyarakat mendukung pembangunan masjid melalui sumbangan dana maupun tenaga gotong royong.
“Partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan agar pembangunan dapat berjalan lebih cepat dan lancar,” katanya.
Pembangunan Masjid Baitul Muttaqin diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan sarana ibadah yang lebih representatif sekaligus menjadi pusat kegiatan keagamaan bagi warga Desa Gading Raja dan sekitarnya.
Semangat Membangun Masjid Harus Sejalan dengan Memakmurkannya Read More »


KAYUAGUNG, — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mulai mencairkan gaji ke-13 bagi aparatur sipil negara (ASN) pada Rabu (3/6/2026). Sementara itu, gaji reguler ASN untuk bulan Juni 2026 telah lebih dahulu dibayarkan pada Senin (1/6/2026).
.
Percepatan penyaluran hak pegawai tersebut didukung penerapan Sistem Perintah Pencairan Dana (SPPD) secara daring yang memungkinkan pembayaran dilakukan serentak langsung ke rekening masing-masing ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten OKI.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) OKI, Farlidena Burniat, mengatakan pemerintah daerah menyiapkan anggaran sebesar Rp 45,54 miliar untuk pembayaran gaji ke-13 tahun ini.
.
Dana tersebut diperuntukkan bagi 9.621 ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten OKI, termasuk 4.134 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Dari total anggaran itu, sekitar Rp 16,74 miliar dialokasikan khusus untuk pembayaran gaji ke-13 PPPK.
.
Bupati OKI, Muchendi Mahzareki, mengatakan pencairan gaji ke-13 merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memenuhi hak aparatur sekaligus membantu kebutuhan keluarga menjelang tahun ajaran baru.
.
“Gaji bulan Juni telah dibayarkan pada 1 Juni, sedangkan gaji ke-13 mulai dicairkan hari ini. Kami berharap pembayaran ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para ASN, terutama untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak dan kebutuhan keluarga lainnya,” ujar Muchendi.
.
Ia mengimbau para ASN agar memprioritaskan penggunaan gaji ke-13 untuk membiayai kebutuhan sekolah anak. Menurut dia, tambahan penghasilan tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga saat memasuki tahun ajaran baru.
.
Selain membantu kebutuhan rumah tangga, pencairan gaji ke-13 juga diyakini akan memberikan efek positif terhadap perekonomian daerah melalui peningkatan daya beli masyarakat.
.
“Dengan peredaran uang yang meningkat di masyarakat, kami berharap aktivitas ekonomi lokal ikut bergerak dan memberikan dampak positif bagi pelaku usaha di daerah,” kata Muchendi.
.
Pemerintah Kabupaten OKI memastikan seluruh proses pembayaran dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku sehingga hak para ASN dapat diterima tepat waktu dan tepat sasaran.
Gaji Ke-13 ASN OKI Cair, Bupati Ingatkan Dahulukan Biaya Sekolah Read More »


OKI — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mendorong aparatur sipil negara (ASN) menjadi pelopor peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui digitalisasi pembayaran pajak daerah. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan ASN Sadar dan Ikut Kontribusi Pajak Daerah (ASIK Pajak) serta implementasi aplikasi SiDOMON Pajak (Sistem Digital Online Mempermudah Optimalisasi Pembayaran Pajak Daerah) sebagai bagian dari transformasi digital sektor perpajakan di Kabupaten OKI.
Bupati OKI, H. Muchendi Mahzareki, mengatakan optimalisasi PAD merupakan salah satu fondasi penting dalam mewujudkan kemandirian fiskal daerah. Menurutnya, kemampuan daerah dalam membiayai pembangunan dan meningkatkan pelayanan publik sangat bergantung pada kekuatan pendapatan daerah yang dikelola secara efektif.
“PAD yang kuat akan memberikan ruang yang lebih luas bagi pemerintah daerah untuk membiayai pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong kesejahteraan masyarakat. Karena itu, optimalisasi penerimaan daerah harus terus kita lakukan melalui berbagai inovasi,” kata Muchendi dalam sambutannya di Halaman Kantor Bupati OKI, Selasa (2/6).
Ia menjelaskan, selain menggali potensi pajak daerah, pemerintah juga harus memastikan kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan pembayaran. Karena itu, digitalisasi menjadi pilihan strategis untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak sekaligus memperkuat tata kelola keuangan daerah.
“Melalui aplikasi SiDOMON Pajak, masyarakat kini dapat membayar pajak daerah dengan lebih mudah, cepat, aman, dan transparan. Digitalisasi ini bukan hanya memudahkan pelayanan, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan memperkuat pendapatan daerah secara berkelanjutan,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Muchendi juga mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten OKI menjadi teladan dalam mendukung digitalisasi pembayaran pajak daerah. ASN, menurutnya, harus tampil sebagai pelopor dan agen perubahan di tengah masyarakat.
“ASN harus menjadi contoh bagi masyarakat. Jika aparatur pemerintah sudah terbiasa membayar pajak secara digital melalui SiDOMON, maka masyarakat akan semakin yakin dan terdorong untuk memanfaatkan layanan yang sama,” katanya.
Kegiatan ASIK Pajak dan implementasi SiDOMON Pajak menjadi bagian dari langkah Pemerintah Kabupaten OKI dalam memperluas pemanfaatan layanan pembayaran pajak secara digital sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dan ASN terhadap kewajiban perpajakan daerah.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono, menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten OKI dalam mempercepat digitalisasi transaksi pemerintah daerah melalui pemanfaatan teknologi pembayaran digital.
“Implementasi pembayaran pajak secara digital melalui SiDOMON merupakan langkah konkret dalam mendukung Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah. Sistem ini akan meningkatkan efisiensi, transparansi, serta akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah,” ujar Bambang.
Menurut dia, digitalisasi pembayaran pajak juga berperan dalam memperluas inklusi keuangan dan mendorong budaya transaksi non-tunai di masyarakat.
“Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten OKI, Bank Indonesia, dan Bank Sumsel Babel menjadi contoh sinergi yang baik dalam mendorong transformasi digital daerah. Semakin mudah masyarakat membayar pajak, semakin besar pula potensi peningkatan penerimaan daerah yang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan,” kata Bambang.
Melalui kegiatan ASIK Pajak dan implementasi aplikasi SiDOMON, Pemerintah Kabupaten OKI berharap tingkat kepatuhan wajib pajak terus meningkat, basis pajak semakin luas, serta penerimaan PAD dapat tumbuh secara berkelanjutan guna mendukung percepatan pembangunan daerah. ASN diharapkan menjadi garda terdepan dalam mengampanyekan dan memberi contoh pemanfaatan layanan pembayaran pajak digital kepada masyarakat
Digitalisasi Pajak Daerah, ASN OKI Jadi Pelopor Peningkatan PAD Read More »



OKI — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menggelar apel peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Lapangan Kantor Bupati OKI, (02/6). Peringatan itu tidak hanya dimaknai sebagai agenda seremonial tahunan, tetapi menjadi ruang penegasan kembali posisi Pancasila sebagai fondasi kehidupan berbangsa di tengah tantangan sosial dan perkembangan teknologi yang kian kompleks.
.
Dalam amanatnya, Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki menegaskan bahwa Hari Lahir Pancasila harus dipahami sebagai momentum refleksi nasional. Menurut dia, Indonesia dibangun di atas kesepakatan nilai yang menempatkan persatuan, gotong royong, dan penghormatan terhadap keberagaman sebagai pilar utama.
.
“Pancasila bukan sekadar slogan atau hafalan. Nilainya harus hidup dalam tindakan sehari-hari,” kata Muchendi.
.
Ia menyoroti peran Pancasila sebagai perekat bangsa di tengah realitas Indonesia yang majemuk, dengan keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa. Dalam konteks itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga persatuan untuk mewujudkan cita-cita Indonesia yang adil, maju, dan sejahtera.
.
“Menilai implementasi Pancasila tidak berhenti pada ruang pidato atau dokumen kebijakan. Nilai-nilainya, harus tercermin dalam perilaku sosial, cara bekerja, hingga proses pengambilan keputusan. Sikap saling menghormati, menjunjung keadilan, dan menempatkan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi maupun kelompok disebutnya sebagai bentuk konkret pengamalan Pancasila,”ujarnya.
.
Ia juga mengajak seluruh unsur pemerintahan, lembaga pendidikan, pelaku usaha, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh elemen masyarakat di Kabupaten OKI untuk menjadikan Pancasila sebagai landasan dalam bekerja dan melayani masyarakat.
.
“Pembangunan daerah semestinya tidak hanya mengejar capaian fisik dan pertumbuhan infrastruktur. Program pembangunan harus memuat semangat keadilan sosial, memperkuat kohesi sosial, serta memberi keberpihakan kepada masyarakat kecil tanpa membedakan latar belakang,”katanya.
.
Muchendi turut menyinggung tantangan era digital yang ditandai derasnya arus informasi dan meningkatnya dinamika sosial-ekonomi. Di tengah situasi itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terseret oleh hoaks, fitnah, maupun polarisasi akibat perbedaan pandangan.
.
“Perbedaan jangan menjadi alasan perpecahan. Justru harus menjadi kekuatan untuk memperkuat persaudaraan dan kebersamaan,” ujarnya.
.
Selain pembangunan fisik, Pemerintah Kabupaten OKI, kata Muchendi, menaruh perhatian pada pembangunan karakter, penguatan persatuan, dan kepedulian sosial. Ia secara khusus menaruh harapan kepada generasi muda agar terus menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
.
“Generasi muda, menurut dia, diharapkan tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat, mencintai tanah air, serta mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat,” fungkasnya.
Hari Lahir Pancasila, Bupati OKI Ingatkan Bahaya Hoaks terhadap Persatuan Bangsa Read More »