Uncategorized

Muchendi Jadi Responden Pertama SE 2026, Warga OKI Diminta Sampaikan Data Akurat

Muchendi Jadi Responden Pertama SE 2026, Warga OKI Diminta Sampaikan Data Akurat

KAYUAGUNG — Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) H Muchendi Mahzareki menjadi responden pertama dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten OKI. Pendataan yang berlangsung di Rumah Dinas Bupati, Senin (15/6/2026), itu menandai dimulainya sensus door to door yang akan menjangkau pelaku usaha dan aktivitas ekonomi masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten OKI.

Pada kesempatan tersebut, Muchendi mengajak masyarakat memberikan data yang benar dan sesuai kondisi sebenarnya saat didatangi petugas BPS. Menurut dia, kualitas data yang terkumpul akan sangat menentukan ketepatan kebijakan dan program pembangunan yang disusun pemerintah.

“Data yang akurat menjadi fondasi dalam penyusunan kebijakan. Karena itu, saya mengajak masyarakat menerima petugas sensus dengan baik dan menyampaikan informasi apa adanya. Semakin baik data yang diperoleh, semakin tepat pula program pembangunan yang dapat dirumuskan pemerintah,” kata Muchendi.

Ia menegaskan, Sensus Ekonomi tidak sekadar kegiatan statistik yang bersifat administratif, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk memotret kondisi riil perekonomian daerah, mulai dari usaha mikro hingga sektor usaha berskala lebih besar.

Menurut Muchendi, keberhasilan sensus tidak hanya bergantung pada kemampuan petugas lapangan, tetapi juga ditentukan oleh tingkat partisipasi masyarakat. Tanpa keterbukaan responden, data yang dihasilkan berpotensi tidak mencerminkan kondisi ekonomi yang sebenarnya.

“Pemerintah membutuhkan data yang valid untuk mengambil keputusan yang tepat. Karena itu, partisipasi masyarakat menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilan Sensus Ekonomi 2026,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu memberikan keterangan kepada petugas yang bertugas. Seluruh petugas sensus, kata dia, dibekali identitas resmi dan bekerja sesuai prosedur yang ditetapkan BPS.

Bagi Pemerintah Kabupaten OKI, pelaksanaan Sensus Ekonomi memiliki arti strategis di tengah upaya mempercepat pembangunan daerah. Kabupaten dengan wilayah yang luas dan aktivitas ekonomi yang beragam itu membutuhkan basis data yang kuat agar setiap kebijakan yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten OKI Muhammad Dedy mengatakan, Sensus Ekonomi 2026 merupakan pendataan yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali untuk menghimpun data berbagai kegiatan usaha dan aktivitas ekonomi masyarakat di luar sektor pertanian.

Melalui sensus tersebut, BPS akan memperoleh gambaran mengenai jumlah usaha, jenis usaha, persebaran kegiatan ekonomi, serta potensi ekonomi daerah. Data itu akan menjadi dasar bagi pemerintah dan berbagai pihak dalam menyusun program pembangunan.

“Hasil Sensus Ekonomi 2026 diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi perekonomian daerah sehingga kebijakan yang diambil dapat lebih tepat sasaran dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” kata Dedy.

Karena itu, BPS mengajak masyarakat memberikan data yang benar dan lengkap agar hasil sensus dapat mendukung perencanaan pembangunan yang lebih baik pada masa mendatang.

Muchendi Jadi Responden Pertama SE 2026, Warga OKI Diminta Sampaikan Data Akurat Read More »

Empat Jembatan Baru di OKI Buka Akses dan Gerakkan Ekonomi Desa

Empat Jembatan Baru di OKI Buka Akses dan Gerakkan Ekonomi Desa

OKI—Pembangunan Empat jembatan baru di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, berhasil membuka akses antarwilayah dan memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat. Infrastruktur yang dibangun melalui Bantuan Keuangan Bersifat Khusus (BKBK) Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan itu diharapkan mempermudah distribusi hasil pertanian dan perkebunan sekaligus memperkuat konektivitas desa-desa yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.

.

Jembatan tersebut berada di Desa Ulak Jermun, Kecamatan Sirah Pulau Padang, Desa Bubusan, Kecamatan Jejawi, Desa Gading Sari, Kecamatan Mesuji Raya, serta satu titik lainnya di wilayah Mesuji. 

.

Keberadaan infrastruktur ini dinilai menjadi penopang penting bagi mobilitas warga dan pertumbuhan ekonomi di kawasan pedesaan.

.

Bupati Ogan Komering Ilir, Muchendi Mahzareki, mengatakan dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui program bantuan keuangan khusus menjadi bagian penting dalam upaya mempercepat pembangunan infrastruktur di daerah.

.

Menurut Muchendi, keberadaan jembatan-jembatan tersebut akan memperlancar hubungan antarwilayah dan membuka akses yang lebih baik bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas ekonomi.

.

“Alhamdulillah, Kabupaten OKI menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian dalam pembangunan infrastruktur. Empat jembatan yang dibangun ini diharapkan dapat memperkuat konektivitas dan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat,” kata Muchendi, Ahad, (14/6/2026).

.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengatakan pembangunan infrastruktur merupakan salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Akses yang semakin baik, menurut dia, akan mendukung mobilitas warga serta memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan yang menjadi sumber penghidupan sebagian besar masyarakat di Kabupaten OKI.

.

“Kita terus berbenah untuk kemajuan Sumatera Selatan. Infrastruktur yang dibangun harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Herman Deru.

.

Manfaat tersebut telah dirasakan warga Desa Ulak Jermun. Kepala Desa Ulak Jermun, Fitrianti, mengatakan jembatan baru mempermudah aktivitas masyarakat sehari-hari, terutama dalam mengangkut hasil pertanian dan perkebunan.

.

Sebelumnya, akses yang terbatas kerap menjadi kendala bagi warga dalam melakukan perjalanan maupun membawa hasil produksi. Dengan adanya jembatan tersebut, waktu tempuh menjadi lebih singkat dan aktivitas masyarakat berlangsung lebih lancar.

.

“Jembatan ini sangat membantu masyarakat. Akses menjadi lebih mudah sehingga pengangkutan hasil pertanian dan kebutuhan lainnya juga lebih lancar,” kata Fitrianti.

.

Gubernur Deru dan Bupati Muchendi  juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga Riera Echo Rienalda yang telah menghibahkan sebagian lahannya untuk mendukung pembangunan jembatan. Dukungan masyarakat tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam mempercepat penyediaan infrastruktur yang dapat dimanfaatkan secara luas.

.

Melalui pembangunan infrastruktur tersebut, pemerintah berharap konektivitas antarwilayah di Kabupaten OKI semakin baik sehingga mampu mendukung aktivitas ekonomi masyarakat dan mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan.

Empat Jembatan Baru di OKI Buka Akses dan Gerakkan Ekonomi Desa Read More »

Keluhan Menahun Terjawab, Listrik Andal Mulai Hadir di Air Sugihan

Keluhan Menahun Terjawab, Listrik Andal Mulai Hadir di Air Sugihan

KAYUAGUNG — Harapan masyarakat Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), untuk menikmati pasokan listrik yang lebih stabil mulai terwujud. Setelah bertahun-tahun menghadapi tegangan rendah dan pemadaman yang kerap merusak peralatan elektronik warga, PT PLN (Persero) bersama Pemerintah Kabupaten OKI mulai melakukan serangkaian langkah perbaikan. Pada Sabtu, (13/6/2026), PLN memasang trafo tapping khusus berkapasitas 100 kVA di Kecamatan Air Sugihan.

.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem kelistrikan di kawasan perairan itu yang selama ini menghadapi keterbatasan pasokan akibat kondisi geografis dan panjangnya jaringan distribusi. Perbaikan itu diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas layanan listrik bagi masyarakat, tetapi juga mendukung berbagai program pelayanan dasar, termasuk penyediaan air bersih yang tengah disiapkan Pemerintah Kabupaten OKI.

.

Ketua Forum Kepala Desa Air Sugihan, M. Fadly, mengatakan masyarakat selama ini harus hidup dengan kondisi listrik yang kerap padam dan bertengangan rendah. Persoalan yang berlangsung selama bertahun-tahun itu telah menyebabkan banyak peralatan elektronik milik warga mengalami kerusakan.

.

“Masalah ini sudah berlangsung bertahun-tahun. Tegangan listrik rendah dan sering padam sangat merugikan masyarakat karena banyak perangkat elektronik yang rusak,” ujar Fadly.

.

Menurut dia, pasokan listrik yang andal juga menjadi kebutuhan mendesak seiring rencana pemerintah membangun instalasi air bersih di Air Sugihan. Ketersediaan listrik yang stabil dibutuhkan untuk mengoperasikan pompa air dan booster agar distribusi air bersih kepada masyarakat dapat berjalan optimal.

.

Manajer PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Palembang, Arif Azanny, menjelaskan tantangan utama kelistrikan di Air Sugihan dipengaruhi kondisi geografis dan panjang jaringan distribusi dari Gardu Induk Mariana menuju Air Sugihan yang mencapai sekitar 300 kilometer.

Akibat jarak yang sangat panjang tersebut, tegangan listrik yang semula berada pada standar 20 kilovolt (kV) mengalami penurunan hingga hanya sekitar 9 hingga 10 kV ketika sampai di Air Sugihan.

.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, PLN menyiapkan tujuh langkah perbaikan. Pertama, melakukan perbaikan titik sambung jaringan tegangan menengah sehingga tegangan meningkat menjadi sekitar 11,06 kV. Kedua, memasang 22 unit trafo tapping khusus untuk meningkatkan tegangan sekunder hingga mencapai 205 volt. Pemasangan tahap awal telah dimulai di Desa Kerta Mukti, Negeri Sakti, Mukti Jaya, dan Suka Mulya.

.

Langkah ketiga dilakukan melalui uprating jaringan tegangan menengah dari Muara Padang hingga Simpang Heran Air Sugihan. Selanjutnya, PLN akan melakukan pemecahan beban jaringan untuk meningkatkan keandalan distribusi listrik.

.

Langkah kelima adalah penambahan penyulang jaringan tegangan menengah murni sepanjang 21,7 kilometer sirkuit. PLN juga menjajaki pembelian excess power dari PT OKI Pulp sebagai sumber tambahan pasokan listrik.

.

Sebagai solusi jangka panjang, PLN mengusulkan pembangunan Gardu Induk Air Sugihan agar kualitas layanan listrik bagi masyarakat di wilayah perairan tersebut dapat semakin meningkat.

.

“Perbaikan dilakukan secara bertahap agar masyarakat Air Sugihan memperoleh pasokan listrik yang semakin andal sehingga dapat mendukung aktivitas rumah tangga, pelayanan publik, dan pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut,” kata Arif.

.

Bupati OKI H. Muchendi mengatakan keterbatasan geografis tidak boleh menjadi penghalang dalam menghadirkan layanan dasar bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pelosok dan perairan.

.

“Kalau kita punya komitmen, akan ada jalannya untuk menghadirkan listrik yang lebih baik bagi masyarakat yang berada di pelosok. Listrik yang andal bukan hanya untuk penerangan, tetapi juga menjadi fondasi bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Muchendi.

.

Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan PLN dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Air Sugihan. Dengan pasokan listrik yang lebih stabil, berbagai program pembangunan, termasuk penyediaan air bersih, diharapkan dapat berjalan lebih optimal sehingga kesejahteraan masyarakat di kawasan perairan Kabupaten OKI semakin meningkat.

.

Bagi ribuan warga Air Sugihan, perbaikan sistem kelistrikan ini menjadi harapan baru setelah bertahun-tahun hidup dengan keterbatasan pasokan listrik. Kehadiran listrik yang lebih andal diharapkan membuka akses yang lebih luas terhadap pelayanan dasar sekaligus mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan perairan Kabupaten OKI.

Keluhan Menahun Terjawab, Listrik Andal Mulai Hadir di Air Sugihan Read More »

Pertahankan WTP ke-15, Muchendi Fokus Perbaikan Tata Kelola dan Layanan Publik

Palembang — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) kembali mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025. Raihan tersebut menjadi opini WTP ke-15 yang diperoleh Kabupaten OKI secara berturut-turut. 

.

Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki menegaskan bahwa capaian itu harus bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan publik dan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

.

Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas LKPD Tahun Anggaran 2025 diserahkan Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sumatera Selatan, Rio Tirta, kepada Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki di Kantor BPK Perwakilan Sumatera Selatan, Palembang, Selasa, 9 Juni 2026.

.

Muchendi mengatakan opini WTP bukan sekadar penghargaan administratif dalam tata kelola keuangan daerah. Menurut dia, keberhasilan pemerintah daerah harus diukur dari sejauh mana pembangunan dan pelayanan publik memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

.

“Alhamdulillah, opini WTP yang kembali diraih secara beruntun ini menjadi bukti komitmen bersama dalam menghadirkan tata kelola pemerintahan yang baik. Kami akan terus melakukan pembenahan dan peningkatan kualitas pengelolaan keuangan daerah demi mendukung pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.” kata Muchendi.

.

Ia menilai keberhasilan mempertahankan opini WTP selama 15 tahun berturut-turut merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur pemerintahan daerah. Mulai dari DPRD, organisasi perangkat daerah (OPD), hingga pegawai yang terlibat dalam pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan daerah.

.

Muchendi juga menyampaikan apresiasi kepada DPRD OKI dan BPK RI Perwakilan Sumatera Selatan yang selama ini memberikan pengawasan, evaluasi, serta masukan bagi perbaikan tata kelola pemerintahan.

.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada DPRD OKI, BPK RI Perwakilan Sumsel, serta seluruh jajaran pegawai, mulai dari kepala OPD hingga staf yang menyusun pertanggungjawaban keuangan. Capaian ini merupakan hasil kerja bersama,” ujarnya.

.

Sementara itu, Kepala BPK Perwakilan Sumatera Selatan Rio Tirta menjelaskan bahwa opini atas laporan keuangan merupakan pernyataan profesional auditor mengenai kewajaran penyajian laporan keuangan pemerintah berdasarkan kesesuaiannya dengan Standar Akuntansi Pemerintahan.

.

Menurut Rio, opini yang diberikan BPK diperoleh melalui proses pemeriksaan yang ketat dan mengacu pada standar pemeriksaan yang berlaku. Setiap kesimpulan harus didukung oleh bukti yang memadai dan dapat dipertanggungjawabkan.

.

“Opini yang diberikan BPK disusun melalui proses pemeriksaan yang ketat. Setiap kesimpulan harus didukung bukti yang cukup dan relevan,” ujar Rio.

.

Meski demikian, Rio mengingatkan bahwa opini WTP bukan tujuan akhir dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Ia menegaskan bahwa rekomendasi hasil pemeriksaan harus terus ditindaklanjuti agar kualitas tata kelola dan pengelolaan keuangan daerah semakin baik.

.

“Di balik setiap opini terdapat pertaruhan kredibilitas lembaga pemeriksa maupun entitas yang diperiksa. Karena itu, rekomendasi hasil pemeriksaan harus terus ditindaklanjuti sebagai bagian dari perbaikan yang berkelanjutan,” katanya.

.

Dengan raihan tersebut, Pemerintah Kabupaten OKI kembali mempertahankan rekam jejak opini WTP selama 15 tahun berturut-turut sekaligus menegaskan komitmennya terhadap prinsip akuntabilitas, transparansi, dan kepatuhan dalam pengelolaan keuangan daerah.

Pertahankan WTP ke-15, Muchendi Fokus Perbaikan Tata Kelola dan Layanan Publik Read More »

Semangat Membangun Masjid Harus Sejalan dengan Memakmurkannya

Semangat Membangun Masjid Harus Sejalan dengan Memakmurkannya

OKI,— Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) H. Muchendi Mahzareki mengingatkan bahwa semangat masyarakat dalam membangun masjid harus diimbangi dengan komitmen untuk memakmurkannya. Masjid tidak hanya berfungsi sebagai bangunan fisik, tetapi juga menjadi pusat ibadah, pembinaan umat, dan aktivitas sosial keagamaan.

Pesan itu disampaikan Muchendi saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Masjid Baitul Muttaqin di Desa Gading Raja, Kecamatan Pedamaran Timur, Kamis (4/6).

Menurut Muchendi, pembangunan rumah ibadah merupakan wujud kebersamaan masyarakat yang patut diapresiasi. Namun, keberhasilan sebuah masjid tidak hanya diukur dari megahnya bangunan, melainkan juga dari kehidupan keagamaan yang tumbuh di dalamnya.

“Semangat membangun masjid harus sejalan dengan semangat memakmurkannya. Setelah berdiri nanti, masjid harus hidup dengan salat berjamaah, pengajian, dan berbagai kegiatan keagamaan lainnya,” kata Muchendi.

Ia mengapresiasi inisiatif warga Desa Gading Raja yang secara swadaya memulai pembangunan masjid. Menurut dia, banyak rumah ibadah di Kabupaten OKI dapat berdiri dan berkembang berkat kekompakan masyarakat.

“Membangun rumah Allah membutuhkan keyakinan, keikhlasan, dan kebersamaan. Manfaatnya juga akan dirasakan bersama oleh masyarakat,” ujarnya.

Muchendi menambahkan, percepatan pembangunan masjid membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk dunia usaha yang beroperasi di wilayah Pedamaran Timur. Pemerintah Kabupaten OKI, kata dia, akan berupaya mendorong perusahaan-perusahaan di sekitar lokasi untuk turut berpartisipasi.

“Kami berharap perusahaan yang berada di sekitar wilayah ini dapat ikut membantu. Dengan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha, pembangunan akan lebih cepat terwujud,” katanya.

Selain menghadiri peletakan batu pertama, Muchendi juga menerima aspirasi masyarakat terkait kondisi infrastruktur jalan di Desa Gading Raja. Ia memastikan pembangunan jalan akan dilanjutkan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah.

Ketua Panitia Pembangunan Masjid Baitul Muttaqin Ahmad Jailani mengatakan pembangunan masjid baru dilakukan karena bangunan lama tidak lagi mampu menampung jumlah jamaah, terutama saat Idul Fitri, Idul Adha, dan kegiatan keagamaan selama Ramadhan.

“Selama tiga tahun terakhir kami menghimpun dana dari masyarakat. Alhamdulillah, hari ini pembangunan bisa dimulai,” ujarnya.

Menurut Ahmad, hingga saat ini panitia telah mengumpulkan sekitar Rp 300 juta dari infak masyarakat. Selain itu, sejumlah warga dan dermawan juga memberikan bantuan material berupa pasir, semen, dan besi.

Ia memperkirakan kebutuhan dana tahap awal pembangunan, mulai dari pondasi hingga berdirinya tiang utama masjid, mencapai sekitar Rp 550 juta. Karena itu, panitia masih membuka kesempatan bagi masyarakat, perusahaan, maupun donatur untuk berpartisipasi.

Kepala Desa Gading Raja Budiyanto mengajak masyarakat mendukung pembangunan masjid melalui sumbangan dana maupun tenaga gotong royong.

“Partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan agar pembangunan dapat berjalan lebih cepat dan lancar,” katanya.

Pembangunan Masjid Baitul Muttaqin diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan sarana ibadah yang lebih representatif sekaligus menjadi pusat kegiatan keagamaan bagi warga Desa Gading Raja dan sekitarnya.

Semangat Membangun Masjid Harus Sejalan dengan Memakmurkannya Read More »

Gaji Ke-13 ASN OKI Cair, Bupati Ingatkan Dahulukan Biaya Sekolah

Gaji Ke-13 ASN OKI Cair, Bupati Ingatkan Dahulukan Biaya Sekolah

KAYUAGUNG, — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mulai mencairkan gaji ke-13 bagi aparatur sipil negara (ASN) pada Rabu (3/6/2026). Sementara itu, gaji reguler ASN untuk bulan Juni 2026 telah lebih dahulu dibayarkan pada Senin (1/6/2026).

.

Percepatan penyaluran hak pegawai tersebut didukung penerapan Sistem Perintah Pencairan Dana (SPPD) secara daring yang memungkinkan pembayaran dilakukan serentak langsung ke rekening masing-masing ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten OKI.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) OKI, Farlidena Burniat, mengatakan pemerintah daerah menyiapkan anggaran sebesar Rp 45,54 miliar untuk pembayaran gaji ke-13 tahun ini.

.

Dana tersebut diperuntukkan bagi 9.621 ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten OKI, termasuk 4.134 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Dari total anggaran itu, sekitar Rp 16,74 miliar dialokasikan khusus untuk pembayaran gaji ke-13 PPPK.

.

Bupati OKI, Muchendi Mahzareki, mengatakan pencairan gaji ke-13 merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memenuhi hak aparatur sekaligus membantu kebutuhan keluarga menjelang tahun ajaran baru.

.

“Gaji bulan Juni telah dibayarkan pada 1 Juni, sedangkan gaji ke-13 mulai dicairkan hari ini. Kami berharap pembayaran ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para ASN, terutama untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak dan kebutuhan keluarga lainnya,” ujar Muchendi.

.

Ia mengimbau para ASN agar memprioritaskan penggunaan gaji ke-13 untuk membiayai kebutuhan sekolah anak. Menurut dia, tambahan penghasilan tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga saat memasuki tahun ajaran baru.

.

Selain membantu kebutuhan rumah tangga, pencairan gaji ke-13 juga diyakini akan memberikan efek positif terhadap perekonomian daerah melalui peningkatan daya beli masyarakat.

.

“Dengan peredaran uang yang meningkat di masyarakat, kami berharap aktivitas ekonomi lokal ikut bergerak dan memberikan dampak positif bagi pelaku usaha di daerah,” kata Muchendi.

.

Pemerintah Kabupaten OKI memastikan seluruh proses pembayaran dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku sehingga hak para ASN dapat diterima tepat waktu dan tepat sasaran.

Gaji Ke-13 ASN OKI Cair, Bupati Ingatkan Dahulukan Biaya Sekolah Read More »

Digitalisasi Pajak Daerah, ASN OKI Jadi Pelopor Peningkatan PAD

Digitalisasi Pajak Daerah, ASN OKI Jadi Pelopor Peningkatan PAD

OKI — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mendorong aparatur sipil negara (ASN) menjadi pelopor peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui digitalisasi pembayaran pajak daerah. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan ASN Sadar dan Ikut Kontribusi Pajak Daerah (ASIK Pajak) serta implementasi aplikasi SiDOMON Pajak (Sistem Digital Online Mempermudah Optimalisasi Pembayaran Pajak Daerah) sebagai bagian dari transformasi digital sektor perpajakan di Kabupaten OKI.

Bupati OKI, H. Muchendi Mahzareki, mengatakan optimalisasi PAD merupakan salah satu fondasi penting dalam mewujudkan kemandirian fiskal daerah. Menurutnya, kemampuan daerah dalam membiayai pembangunan dan meningkatkan pelayanan publik sangat bergantung pada kekuatan pendapatan daerah yang dikelola secara efektif.

“PAD yang kuat akan memberikan ruang yang lebih luas bagi pemerintah daerah untuk membiayai pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong kesejahteraan masyarakat. Karena itu, optimalisasi penerimaan daerah harus terus kita lakukan melalui berbagai inovasi,” kata Muchendi dalam sambutannya di Halaman Kantor Bupati OKI, Selasa (2/6).

Ia menjelaskan, selain menggali potensi pajak daerah, pemerintah juga harus memastikan kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan pembayaran. Karena itu, digitalisasi menjadi pilihan strategis untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak sekaligus memperkuat tata kelola keuangan daerah.

“Melalui aplikasi SiDOMON Pajak, masyarakat kini dapat membayar pajak daerah dengan lebih mudah, cepat, aman, dan transparan. Digitalisasi ini bukan hanya memudahkan pelayanan, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan memperkuat pendapatan daerah secara berkelanjutan,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Muchendi juga mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten OKI menjadi teladan dalam mendukung digitalisasi pembayaran pajak daerah. ASN, menurutnya, harus tampil sebagai pelopor dan agen perubahan di tengah masyarakat.

“ASN harus menjadi contoh bagi masyarakat. Jika aparatur pemerintah sudah terbiasa membayar pajak secara digital melalui SiDOMON, maka masyarakat akan semakin yakin dan terdorong untuk memanfaatkan layanan yang sama,” katanya.

Kegiatan ASIK Pajak dan implementasi SiDOMON Pajak menjadi bagian dari langkah Pemerintah Kabupaten OKI dalam memperluas pemanfaatan layanan pembayaran pajak secara digital sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dan ASN terhadap kewajiban perpajakan daerah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono, menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten OKI dalam mempercepat digitalisasi transaksi pemerintah daerah melalui pemanfaatan teknologi pembayaran digital.

“Implementasi pembayaran pajak secara digital melalui SiDOMON merupakan langkah konkret dalam mendukung Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah. Sistem ini akan meningkatkan efisiensi, transparansi, serta akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah,” ujar Bambang.

Menurut dia, digitalisasi pembayaran pajak juga berperan dalam memperluas inklusi keuangan dan mendorong budaya transaksi non-tunai di masyarakat.

“Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten OKI, Bank Indonesia, dan Bank Sumsel Babel menjadi contoh sinergi yang baik dalam mendorong transformasi digital daerah. Semakin mudah masyarakat membayar pajak, semakin besar pula potensi peningkatan penerimaan daerah yang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan,” kata Bambang.

Melalui kegiatan ASIK Pajak dan implementasi aplikasi SiDOMON, Pemerintah Kabupaten OKI berharap tingkat kepatuhan wajib pajak terus meningkat, basis pajak semakin luas, serta penerimaan PAD dapat tumbuh secara berkelanjutan guna mendukung percepatan pembangunan daerah. ASN diharapkan menjadi garda terdepan dalam mengampanyekan dan memberi contoh pemanfaatan layanan pembayaran pajak digital kepada masyarakat

Digitalisasi Pajak Daerah, ASN OKI Jadi Pelopor Peningkatan PAD Read More »

Hari Lahir Pancasila, Bupati OKI Ingatkan Bahaya Hoaks terhadap Persatuan Bangsa

Hari Lahir Pancasila, Bupati OKI Ingatkan Bahaya Hoaks terhadap Persatuan Bangsa

OKI — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menggelar apel peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Lapangan Kantor Bupati OKI, (02/6). Peringatan itu tidak hanya dimaknai sebagai agenda seremonial tahunan, tetapi menjadi ruang penegasan kembali posisi Pancasila sebagai fondasi kehidupan berbangsa di tengah tantangan sosial dan perkembangan teknologi yang kian kompleks.

Dalam amanatnya, Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki menegaskan bahwa Hari Lahir Pancasila harus dipahami sebagai momentum refleksi nasional. Menurut dia, Indonesia dibangun di atas kesepakatan nilai yang menempatkan persatuan, gotong royong, dan penghormatan terhadap keberagaman sebagai pilar utama.

“Pancasila bukan sekadar slogan atau hafalan. Nilainya harus hidup dalam tindakan sehari-hari,” kata Muchendi.

Ia menyoroti peran Pancasila sebagai perekat bangsa di tengah realitas Indonesia yang majemuk, dengan keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa. Dalam konteks itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga persatuan untuk mewujudkan cita-cita Indonesia yang adil, maju, dan sejahtera.

“Menilai implementasi Pancasila tidak berhenti pada ruang pidato atau dokumen kebijakan. Nilai-nilainya, harus tercermin dalam perilaku sosial, cara bekerja, hingga proses pengambilan keputusan. Sikap saling menghormati, menjunjung keadilan, dan menempatkan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi maupun kelompok disebutnya sebagai bentuk konkret pengamalan Pancasila,”ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh unsur pemerintahan, lembaga pendidikan, pelaku usaha, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh elemen masyarakat di Kabupaten OKI untuk menjadikan Pancasila sebagai landasan dalam bekerja dan melayani masyarakat.

“Pembangunan daerah semestinya tidak hanya mengejar capaian fisik dan pertumbuhan infrastruktur. Program pembangunan harus memuat semangat keadilan sosial, memperkuat kohesi sosial, serta memberi keberpihakan kepada masyarakat kecil tanpa membedakan latar belakang,”katanya.

Muchendi turut menyinggung tantangan era digital yang ditandai derasnya arus informasi dan meningkatnya dinamika sosial-ekonomi. Di tengah situasi itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terseret oleh hoaks, fitnah, maupun polarisasi akibat perbedaan pandangan.

“Perbedaan jangan menjadi alasan perpecahan. Justru harus menjadi kekuatan untuk memperkuat persaudaraan dan kebersamaan,” ujarnya.

Selain pembangunan fisik, Pemerintah Kabupaten OKI, kata Muchendi, menaruh perhatian pada pembangunan karakter, penguatan persatuan, dan kepedulian sosial. Ia secara khusus menaruh harapan kepada generasi muda agar terus menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Generasi muda, menurut dia, diharapkan tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat, mencintai tanah air, serta mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat,” fungkasnya.

Hari Lahir Pancasila, Bupati OKI Ingatkan Bahaya Hoaks terhadap Persatuan Bangsa Read More »

H. Muchendi Sandang Gelar Kehormatan Adat Minang “Sutan Rajo Mudo Nan Sati”

H. Muchendi Sandang Gelar Kehormatan Adat Minang “Sutan Rajo Mudo Nan Sati”

OKI, – Ninik mamak masyarakat Minangkabau di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menganugerahkan gelar kehormatan adat kepada Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki. Ia resmi menyandang gelar “Sutan Rajo Mudo Nan Sati”.

Penganugerahan gelar tersebut berlangsung bersamaan dengan pengukuhan Dewan Pengurus Bundo Kanduang (DPBK) OKI periode 2026–2030, di Pendopo Kabupaten OKI, Minggu (12/4).

Pemberian gelar adat ini menjadi bentuk pengakuan masyarakat Minangkabau OKI terhadap peran kepala daerah, tidak hanya sebagai penyelenggara pemerintahan, tetapi juga bagian dari struktur sosial serta penjaga nilai-nilai budaya di tengah masyarakat majemuk.

Dalam sambutannya, Muchendi menyampaikan bahwa gelar yang diterimanya bukan sekadar penghormatan, melainkan amanah moral untuk menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat di Kabupaten OKI.

“Gelar ini bukan sekadar kehormatan, tetapi amanah untuk menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat masyarakat OKI yang beragam,” ujar Muchendi.

Ia menegaskan, amanah tersebut akan menjadi landasan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, tokoh adat, dan seluruh lapisan masyarakat dalam menjaga harmoni sosial serta mendorong pembangunan berbasis kearifan lokal.

“Kami merasa sangat terhormat dan bangga dengan gelar ini. Ini bukan hanya tentang pengakuan, tetapi juga tentang tanggung jawab untuk terus berbuat baik dan melayani masyarakat,” kata dia.

Ketua Umum Badan Musyawarah Keluarga Minangkabau (BMKM) Sumatera Selatan, Nofrizon DT, menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga adat dalam menjaga keberlanjutan nilai budaya di tengah perkembangan zaman.

Ia juga berharap Bundo Kanduang yang baru dikukuhkan dapat berperan aktif dalam pelestarian adat serta memperkuat peran perempuan dalam kehidupan sosial masyarakat.

Sementara itu, Ketua Bundo Kanduang OKI terpilih, Yuliarti Nafion, menyatakan kesiapannya mengemban amanah tersebut. Ia berkomitmen memperkuat peran perempuan dalam menjaga nilai adat, membina keluarga, serta mendukung pembangunan daerah berbasis kearifan lokal.

Penganugerahan gelar adat kepada Bupati OKI tersebut menjadi simbol harmonisasi antara pemerintah daerah dan masyarakat Minang. Kedekatan serta kolaborasi keduanya dinilai menjadi fondasi penting dalam memperkuat  kebersamaan dalam keberagaman masyarakat Kabupaten OKI

H. Muchendi Sandang Gelar Kehormatan Adat Minang “Sutan Rajo Mudo Nan Sati” Read More »

A world of excitement awaits as players seek to master their moves in the daman game with an impress

A world of excitement awaits as players seek to master their moves in the daman game with an impressive 70% success rate!

The daman game has captured the attention and thrill-seeking instincts of numerous players across the globe. Renowned for its engaging gameplay and strategy, this exhilarating casino game is set against a backdrop of chance, skill, and opportunity. As players sit down to engage, they often find themselves captivated by the rapid shifts in fortune that can occur with each round. The mechanics involved are not merely random; players are compelled to hone their skills, making decisions that can tilt the odds in their favor. With reports suggesting a staggering 70% success rate for well-strategized plays, it’s no wonder enthusiasts are flocking to casinos and online platforms alike to test their mettle in this dynamic game.
The structure of the daman game is simple yet profound. Players utilize a unique set of cards, often leading to diverse strategies that add layers to the overall experience. At its core, the game is about understanding probabilities, mastering tactics, and connecting with fellow players. Whether one is a seasoned gambler or a novice, the game accommodates all, providing an inviting atmosphere to learn and grow. Additionally, the game’s combination of luck and strategy fosters a sense of camaraderie among players, heightening engagement levels as each participant vies for victory.
What sets the daman game apart from others is the euphoric blend of risk and reward. Players experience the rush of uncertainty as they make decisions that could lead to substantial wins or unexpected losses. This tension is part of the draw, along with the community aspect of the casino experience. Individuals often find themselves discussing strategies, sharing tips, and celebrating wins together, making each encounter not just a game, but a social event.

Throughout daman game this article, we will delve into various aspects of the daman game, exploring its rules, strategies, and tips for enhancing performance. Understanding these components will empower players to approach the game with confidence, increasing their chances of success while maximizing the excitement that comes with each play.

Understanding the Basics of the Daman Game

The foundation of the daman game lies in its core rules and mechanics, which are essential for anyone looking to play effectively. The game is generally played with a standard deck of cards, with players competing to get the best hand. Although rules may vary slightly depending on the casino or online platform, the essential gameplay remains consistent. Recognizing the basic structure allows players to formulate strategies and make informed decisions as they partake in matches.

Players begin by placing bets, which can escalate based on their confidence in their hand compared to their opponents. Once bets are established, cards are dealt, revealing the potential strengths of each player’s hand. This stage of the game is particularly critical, as careful observation and consideration of other players’ behavior can yield insights into their strategies. By analyzing betting patterns, players can gain a competitive advantage, allowing them to craft their game plan as the rounds progress.

Aspect
Description
Deck of Cards Standard 52-card deck used for gameplay.
Number of Players Typically ranges from 2 to 6 players per game.
Betting Rounds Multiple rounds where players can place bets based on their hands.
Winning Criteria Best hand wins, based on standard poker rankings.

As the game progresses, players must rely on a mix of intuition and probability assessment to decide whether to stay in a hand or fold. It’s crucial to understand card rankings and realize the importance of bluffing at the right moments to capitalize on opponents’ uncertainties. By fostering an environment of strategic thinking, the daman game becomes more than a simple card game; it evolves into a battleground of wits where players strive to outsmart one another while also catering to luck’s unpredictable whims.

Exploring Card Rankings in the Daman Game

In the context of the daman game, understanding card rankings is of utmost importance. The basic hierarchy generally follows traditional poker rules, where combinations of cards are ranked from highest to lowest. The game typically recognizes combinations such as Royal Flush, Straight Flush, and Four of a Kind, which are crucial for determining winners at each round.

Knowing these rankings not only helps players gauge the strength of their hands but also allows them to make informed decisions on their gameplay. For instance, if a player is dealt a pair, they may choose to hold onto those cards and play more cautiously. Conversely, the visibility of better prospects can lead to bolder plays, emphasizing the psychological aspect of the game.

Developing a strong grasp of the card rankings will significantly boost a player’s confidence. Recognizing winning hands as they develop provides players with critical information to assess their own strength while also evaluating their competitors’ potential hands, ultimately increasing their success rate during gameplay.

Strategies to Enhance Your Game Play

Walking into a game of daman without a strategy can be a gamble. To improve gameplay, players should devise solid strategies tailored to their style. One effective approach is to analyze the betting patterns of opponents continually. By observing how others bet or fold, players can adjust their gameplay to better exploit their opponents’ weaknesses.

Additionally, establishing a pre-game strategy can significantly impact overall success. Players usually benefit from deciding in advance how much they are willing to wager, which can help them in making strategic decisions during the game. This mindset allows players to control their finances and reduce impulsive actions that often lead to losses.

Moreover, learning specific tactics such as bluffing is crucial. Timing plays a significant role in when to feign weakness or strength to manipulate opponents’ perceptions. Successful bluffs can create advantageous situations, leading to wins regardless of the actual strength of one’s hand.

Engaging with the Daman Community

The social aspect of the daman game cannot be overlooked. Players often engage with others during gameplay, sharing insights and strategies as they aim to improve their skills. This connectedness creates a vibrant atmosphere that enhances the overall experience, ultimately making the game more enjoyable. Interaction with fellow players provides a valuable exchange of ideas, which can be particularly advantageous for newcomers seeking to learn the ropes.

Additionally, many casinos and online platforms offer forums and community discussions where players exchange tips, report successes, and analyze losses. This communal approach fosters a sense of belonging among players, encouraging them to return and continue developing their skills within the game.

  • Join online forums to connect with other daman enthusiasts and gain valuable insights.
  • Attend local meetups where players gather to discuss strategies and improve their skills.
  • Follow expert players through social media or streaming platforms to learn advanced tactics.

Moreover, forming or joining local clubs that focus on the daman game can foster a deeper understanding of its nuances and dynamics. Regular practice sessions with fellow enthusiasts increase comfort levels while playing. This supportive environment allows participants to experiment with strategies in a low-pressure setting, ultimately enhancing their overall performance during official matches.

The Rise of Online Daman Game Platforms

In recent years, the landscape of the daman game has evolved with a growing number of online platforms catering specifically to players. This shift has provided individuals with a convenient means to access games, offering multiple variations and settings that appeal to different player preferences. Online platforms often feature live dealer options, enhancing the sense of realism and engagement for players.

Moreover, these platforms frequently host tournaments and competitive events, allowing players to put their skills against others globally. Such competitions often feature leaderboards and prizes, adding an extra layer of excitement to the gaming experience. Players find themselves not only engaging with friends or local competitors but competing with a broader pool of talent, testing their abilities and strategies to new heights.

Players must select reputable online casinos that offer secure gaming environments and fair play experiences. Understanding how to evaluate these platforms effectively can help players ensure that they remain protected while maximizing their enjoyment of the daman game.

Managing Your Bankroll Effectively

One of the cornerstones of successful gambling is effective bankroll management. In the daman game, players should commit to a budget prior to playing, determining how much money they are willing to dedicate to the game. This pre-established budget fosters disciplined decision-making and reduces the temptation to overspend in the heat of the moment.

Understanding how to allocate your bankroll across multiple sessions can be game-changing. With clear strategies in place, players can effectively manage their funds while continuing to enjoy their time at the table. Players might consider setting aside a portion for each session, allowing them to enjoy the thrill of the game without the risk of excessive losses.

  1. Set a budget and stick to it to maintain control over your finances.
  2. Track your wins and losses to analyze your performance and adjust your strategies accordingly.
  3. Withdraw winnings regularly to ensure that you leave your session with a profit rather than risking it all.

Ultimately, creating a solid plan for bankroll management fosters long-term playability and increases the enjoyment derived from the daman game. When players can immerse themselves in the experience without constant worry about finances, they can better focus on their gameplay, strategies, and social interactions in the casino setting.

Tips for Newcomers to The Daman Game

Embarking on your journey into the daman game can be both exciting and intimidating, especially for newcomers unfamiliar with gaming dynamics. To ensure a smooth entry into the gaming world, beginners should familiarize themselves with basic rules and strategies before joining a table. Preparation lays the foundation for increased confidence and enhances the overall experience.

Another valuable tip for new players is to practice patience. Rushing into decisions often leads to errors or missed opportunities. Taking the time to observe fellow players allows newcomers to comprehend the flow of the game and pick up on strategies that might not be immediately apparent. Watching others sometimes reveals critical information about how to play specific hands, ultimately aiding learning curves.

Finally, newcomers should understand that losses are a part of the process. Accepting this truth is vital in cultivating a positive mindset toward the game. Viewing losses as learning opportunities allows players to analyze what went wrong and adjust their approach moving forward, building resilience that ultimately leads to increased success in future games.

By applying these tips, new players can cultivate a foundation for success in the daman game, enhancing their overall enjoyment and improving their gameplay as they engage with others in this exciting casino experience.

The world of the daman game is rich with opportunities and challenges, offering players of all skill levels a chance to engage competitively while forming connections with others. By understanding the intricacies of the game, developing effective strategies, and embracing a communal spirit, players can find themselves not only having fun but also on the path to mastering their gameplay, leading to thrilling victories along the way. So, whether you are a seasoned player or just beginning your journey, the daman game awaits you with open arms and endless excitement.

A world of excitement awaits as players seek to master their moves in the daman game with an impress Read More »

Scroll to Top