Final Bidar OKI Tutup Rangkaian HUT Ke-81 RI, Lubuk Dalam Kembali Juara
OKI – Desa Lubuk Dalam kembali mempertahankan gelar juara lomba bidar Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), kemenangan ini sekaligus menutup rangkaian perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar Pemerintah Kabupaten OKI. Kamis,(20/8).
Final lomba bidar berlangsung meriah dan ramai disaksikan masyarakat. Persaingan antarpeserta berlangsung ketat hingga babak akhir. Desa Lubuk Dalam keluar sebagai juara pertama setelah berhasil mencapai garis finish saat melawan tim dari Kelurahan Jua-jua sehingga keluar sebagai juara kedua. Sedangkan diperebutan juara ketiga, Kelurahan Kedaton B berhasil keluar menjadi pemenang dan Kelurahan Kedaton A sebagai juara keempat.
Masing-masing pemenang memperoleh piala dan uang tunai. Juara pertama mendapat Rp10 juta, juara kedua Rp7 juta, juara ketiga Rp5 juta, dan juara keempat Rp3 juta. Total hadiah yang disiapkan pemerintah daerah mencapai Rp25 juta.
Sekretaris Daerah OKI, Ir. Asmar Wijaya, M.Si., mengatakan lomba bidar menjadi bagian dari rangkaian kegiatan pemerintah daerah untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan masyarakat yang ikut menyukseskan kegiatan tersebut.
“Selamat kepada para pemenang. Bagi yang belum menang jangan berkecil hati. Tahun depan insyaallah kegiatan serupa akan dilaksanakan kembali, sehingga masih ada kesempatan untuk berlatih dan menjadi juara,” kata Asmar saat menutup kegiatan.
Asmar juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk perusahaan yang tergabung dalam Forum CSR serta Bank Sumsel Babel. Menurut dia, dukungan tersebut turut membantu pemerintah daerah menghadirkan rangkaian perayaan kemerdekaan yang dapat dinikmati masyarakat.
“Ini merupakan rangkaian akhir dari berbagai kegiatan yang telah kita laksanakan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Kami berharap tahun depan kegiatan seperti ini dapat kembali digelar dengan lebih meriah,” ujarnya.
Selain lomba bidar, rangkaian perayaan HUT ke-81 RI di Kabupaten OKI juga diisi berbagai kegiatan hiburan dan perlombaan masyarakat, antara lain gebuk bantal dan panjat pinang. Beragam kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul sekaligus merayakan kemerdekaan dengan semangat kebersamaan.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata OKI, Ahmadin Ilyas, mengatakan lomba bidar tidak hanya menjadi hiburan dalam perayaan kemerdekaan, tetapi juga bagian dari upaya menjaga tradisi dan budaya masyarakat OKI.
“Bidar merupakan bagian dari identitas budaya masyarakat OKI. Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin tradisi tersebut terus hidup dan dikenal oleh generasi berikutnya,” kata Ahmadin.
Kemenangan Desa Lubuk Dalam sekaligus memperpanjang dominasi mereka sebagai juara bertahan. Tahun depan, persaingan dipastikan kembali terbuka bagi seluruh peserta untuk merebut gelar juara dan membawa pulang hadiah yang disediakan pemerintah daerah.
Lomba Bidar dan Permainan Tradisional Meriahkan HUT Ke-81 RI di OKI
OKI — Lomba bidar dan berbagai permainan tradisional memeriahkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten OKI melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) itu berlangsung di tepian Sungai Komering, Kelurahan Perigi, Kayuagung. . Selain lomba bidar, kegiatan diisi panjat pinang dan gebuk bantal. Perlombaan tersebut menjadi hiburan bagi masyarakat sekaligus upaya melestarikan permainan tradisional dan budaya lokal.
Bupati OKI H Muchendi Mahzareki mengatakan, lomba bidar merupakan tradisi masyarakat Kayuagung yang terus dipertahankan setiap perayaan HUT Kemerdekaan RI.
“Di bulan Agustus ini, sebagaimana tahun lalu, kita kembali bisa melaksanakan kegiatan lomba bidar yang sudah menjadi tradisi warga masyarakat yang ada di Kota Kayuagung. Walaupun kondisi air sedang surut, tidak menyurutkan semangat masyarakat OKI, khususnya Kayuagung, untuk berpartisipasi,” ujar Muchendi.
Ia mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk Bank Sumsel Babel, TNI, dan Polres OKI. Muchendi berharap lomba tradisional tersebut dapat terus digelar setiap tahun sebagai bagian dari upaya menjaga adat dan budaya masyarakat OKI.
Kepala Disbudpar OKI Ahmadin Ilyas mengatakan, lomba bidar tahun ini diikuti 29 tim dari desa dan kelurahan. Antusiasme masyarakat terlihat dari sejumlah daerah yang mengirimkan lebih dari satu tim.
“Untuk lomba bidar tahun ini diikuti 29 tim. Seluruh desa dan kelurahan antusias mengirimkan peserta, bahkan ada yang mengirimkan dua tim,” kata Ahmadin.
Adapun lomba panjat pinang diikuti delapan tim dengan masing-masing empat peserta dan satu cadangan. Sementara lomba gebuk bantal merupakan inisiatif Lurah Perigi dan diikuti masyarakat secara acak.
Menurut Ahmadin, rangkaian perlombaan tersebut diharapkan tidak hanya memeriahkan HUT RI, tetapi juga menjaga permainan tradisional agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Rangkaian kegiatan HUT ke-81 RI di OKI sebelumnya telah diawali dengan upacara peringatan Proklamasi, tari massal, dan karnaval budaya. Kegiatan perlombaan turut mendapat dukungan unsur TNI dan Polri untuk pengamanan serta kelancaran lalu lintas.
Karnaval Budaya OKI Rayakan Keberagaman, Geliatkan Ekonomi Kerakyatan
KAYUAGUNG – Pakaian adat Minangkabau, Jawa, Sunda, Bali, hingga Lombok mewarnai jalan-jalan di Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Ribuan warga berdiri di sepanjang jalan, menyaksikan peserta karnaval berjalan, menari, dan memainkan musik dalam perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. . Karnaval Budaya OKI menjadi panggung bagi beragam identitas budaya yang hidup berdampingan di daerah tersebut. Pelajar, komunitas, paguyuban Nusantara, pemerintah daerah, hingga masyarakat umum ikut mengambil bagian.
Karnaval dimulai dari Lapangan Hatta, Kelurahan Sidakersa, dan berakhir di kawasan Dinas Sosial, Kelurahan Sukadana. Peserta PAUD dan TK menempuh rute lebih pendek, dari Lapangan Hatta hingga TK Bhayangkari Kayuagung.
Di sepanjang jalur, warga tak sekadar menonton. Sebagian mengangkat telepon seluler untuk merekam peserta yang melintas, sementara anak-anak mengikuti arak-arakan dengan penuh antusias.
Ribuan peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai PAUD dan TK hingga SMA/MA/SMK, ikut memeriahkan karnaval. Perwakilan kecamatan, perangkat daerah, serta paguyuban dari berbagai daerah di Nusantara juga hadir membawa identitas budaya masing-masing.
Kostum menjadi salah satu daya tarik utama. Pakaian adat dan ornamen khas daerah dipadukan dengan tarian, musik, serta pertunjukan teatrikal. Budaya Jawa, Minangkabau, Sunda, Sumatera Utara, Bali, Madura, Banten, dan Lombok tampil bergantian di hadapan warga.
Bupati OKI Muchendi Mahzareki mengatakan keberagaman yang tampil dalam karnaval tersebut merupakan gambaran kehidupan masyarakat OKI.
“Karnaval ini menunjukkan bahwa keberagaman adalah kekuatan kita. OKI merupakan rumah bagi berbagai suku, etnis, dan agama. Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin terus merawat persatuan dan kebersamaan,” kata Muchendi.
Karnaval juga membawa dampak lain di luar panggung budaya. Kerumunan warga menjadi peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menawarkan produk mereka.
Di sejumlah titik sepanjang rute, pedagang menjajakan makanan dan minuman. Warga yang datang menyaksikan karnaval sekaligus membeli dagangan yang tersedia.
Menurut Muchendi, geliat ekonomi tersebut menjadi bagian penting dari perayaan kemerdekaan.
“Yang tidak kalah penting, kegiatan ini juga menggerakkan ekonomi masyarakat. Ribuan orang hadir, UMKM ikut tumbuh, dan produk-produk lokal mendapat ruang untuk dikenal. Jadi semangat kemerdekaan hari ini juga kita wujudkan dengan menghidupkan ekonomi rakyat,” ujarnya.
Bagi Rina (34), warga yang datang bersama keluarganya, karnaval menjadi hiburan sekaligus kesempatan mengenal budaya dari daerah lain.
“Ramai sekali. Anak-anak juga senang melihat kostum yang berbeda-beda. Selain hiburan, kita jadi bisa mengenal budaya daerah lain tanpa harus pergi jauh,” kata Rina.
Hal serupa dirasakan Dimas (17), salah seorang peserta. Ia mengenakan pakaian adat Minangkabau lengkap dengan penutup kepala dan ornamen khas.
“Kami ingin menunjukkan bahwa budaya Indonesia itu beragam dan semuanya menarik untuk dikenalkan,” ujar Dimas.
Sukses Kawal Merah Putih, Muchendi Ajak Paskibraka OKI Terus Berkarya
OKI — Setelah sukses menjalankan tugas mengibarkan hingga menurunkan Sang Merah Putih dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mendapat apresiasi dari Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki.
Muchendi mengajjak para anggota Paskibraka untuk tidak menjadikan tugas tersebut sekadar bagian dari seremoni peringatan kemerdekaan. Pengalaman selama menjalani proses latihan dan bertugas diharapkan menjadi bekal untuk terus berprestasi, menjaga integritas, dan menghasilkan karya bagi keluarga, daerah, dan bangsa.
Apresiasi tersebut disampaikan Muchendi dalam Malam Ramah Tamah Kenegaraan HUT ke-81 RI Kabupaten OKI. Ia juga menyampaikan penghargaan kepada para penari massal, pelatih, pembina, koreografer, guru, TNI-Polri, panitia, serta seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan rangkaian peringatan kemerdekaan.
“Secara khusus penghargaan dan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada adik-adik Paskibraka, para penari massal, panitia dan seluruh petugas yang telah memberikan yang terbaik dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia,” kata Muchendi.
Menurut Muchendi, keberhasilan Paskibraka dan para penari massal dalam menjalankan tugas merupakan hasil dari proses panjang yang membutuhkan latihan, kedisiplinan, ketekunan, dan pengorbanan.
“Di balik penampilan yang sudah dilakukan tadi, kami semua tahu bahwa ada proses yang panjang. Ada latihan, ada kedisiplinan, sudah pasti lelah. Untuk semua pengorbanan itu kami menaruh rasa bangga dan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi para guru yang telah memberikan dukungan dengan mengirimkan siswa untuk terlibat dalam berbagai kegiatan peringatan kemerdekaan. Menurutnya, kehadiran Paskibraka dan penari massal tidak hanya menyemarakkan perayaan HUT RI, tetapi juga menghadirkan semangat, keindahan, dan kebanggaan bagi masyarakat OKI.
Bagi Muchendi, setiap penampilan yang dipersembahkan dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 RI merupakan bagian dari cerita daerah sekaligus bentuk kecintaan generasi muda terhadap bangsa dan negara.
Karena itu, ia berharap pengalaman menjadi bagian dari peringatan kemerdekaan dapat menjadi momentum bagi para pelajar untuk memahami makna perjuangan. Semangat para pahlawan, kata dia, harus diteruskan melalui prestasi, integritas, dan karya nyata.
“Kita ingin generasi ke depan menjadi generasi yang mampu menghormati para pejuang, menghormati para pahlawan, tetapi juga siap meneruskan perjuangan yang sudah dilakukan. Terus berprestasi, menjaga integritas dan menghasilkan karya nyata di masa yang akan datang,” ujar Muchendi.
Ia berharap pengalaman menjadi bagian dari Paskibraka dan rangkaian peringatan HUT ke-81 RI pada 2026 menjadi kenangan yang terus melekat bagi para pelajar. Kelak, pengalaman tersebut diharapkan menjadi pengingat bahwa mereka pernah mengambil bagian dalam salah satu momentum penting perjalanan bangsa.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada anak-anakku Paskibraka. Mudah-mudahan di masa yang akan datang menjadi generasi penerus yang bisa membanggakan keluarga, daerah dan bangsa negara Indonesia,” kata Muchendi.
Malam Ramah Tamah Kenegaraan tersebut sekaligus menjadi momentum silaturahmi dan apresiasi setelah rangkaian peringatan HUT ke-81 RI di Kabupaten OKI berlangsung sejak awal Agustus.
Muchendi berharap momentum tersebut tidak hanya mempererat kebersamaan antarlembaga dan masyarakat, tetapi juga menginspirasi generasi muda OKI untuk terus belajar, berkarya, dan membawa nama baik daerah serta Indonesia.
HUT ke-81 RI, 521 Warga Binaan Lapas Kayuagung Terima Remisi
OKI – Semangat kemerdekaan turut dirasakan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kayu Agung melalui pemberian Remisi Umum (RU) Tahun 2026 dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Senin,(17/8).
Sebanyak 521 warga binaan Lapas Kelas IIB Kayu Agung menerima Remisi Umum Tahun 2026. Pemberian remisi menjadi salah satu bentuk penghargaan atas pemenuhan syarat dan partisipasi warga binaan dalam mengikuti proses pembinaan selama menjalani masa pidana.
Dari total penerima remisi, sebanyak 492 orang mendapatkan Remisi Umum I (RU I), dengan rincian pengurangan masa pidana 1 bulan sebanyak 25 orang, 2 bulan sebanyak 102 orang, 3 bulan sebanyak 161 orang, 4 bulan sebanyak 126 orang, 5 bulan sebanyak 68 orang, dan 6 bulan sebanyak 10 orang.
Sementara itu, 29 orang menerima Remisi Umum II (RU II). Dari jumlah tersebut, 16 orang langsung bebas, sedangkan 13 orang masih harus menjalani pidana pengganti/subsider.
Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki mengatakan remisi bukan sekadar pengurangan masa pidana. Remisi merupakan bentuk penghargaan negara atas perubahan perilaku, kepatuhan terhadap aturan dan kesungguhan mengikuti program pembinaan.
“Pemberian remisi merupakan bentuk penghargaan negara atas perubahan perilaku, kepatuhan terhadap aturan, serta kesungguhan dalam mengikuti program pembinaan selama menjalani masa pidana,” kata Muchendi.
Ia meminta para penerima remisi tidak berhenti pada pengurangan masa hukuman. Momentum tersebut harus menjadi dorongan untuk memperbaiki diri dan menyiapkan kehidupan setelah kembali ke masyarakat.
“Jadikan pengurangan masa pidana ini sebagai motivasi untuk terus memperbaiki diri, meningkatkan kualitas kepribadian, memperkuat nilai-nilai moral dan spiritual, serta mempersiapkan diri untuk kembali menjadi anggota masyarakat yang produktif, mandiri dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Muchendi juga menyampaikan, Lapas pada hakikatnya bukan sekadar tempat menjalani hukuman. Lembaga pemasyarakatan merupakan wadah pembinaan agar warga binaan memiliki kesempatan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.
Sementara itu, Kalapas Kayuagung Chandra Syahputra Tarigan mengatakan remisi merupakan penghargaan negara bagi narapidana yang telah memenuhi persyaratan dan menunjukkan perubahan perilaku selama mengikuti pembinaan.
“Remisi bukan hanya pengurangan masa pidana, tetapi juga merupakan motivasi untuk terus memperbaiki diri dan membangun sikap serta karakter yang lebih baik,” kata Chandra.
Ia menilai dukungan pemerintah daerah dan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam proses pembinaan warga binaan. Bekal keterampilan dan perubahan perilaku diharapkan membantu mereka ketika kembali ke lingkungan masyarakat.
“Sinergi kami dengan pemerintah daerah serta seluruh pemangku kepentingan sangat penting dalam mendukung pelaksanaan pembinaan, sehingga warga binaan nantinya mampu kembali ke masyarakat dengan membawa perubahan positif, memiliki keterampilan dan mampu berkontribusi secara baik di tengah masyarakat,” ujarnya.
Momentum HUT Ke-81 Kemerdekaan RI ini menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan juga dapat diwujudkan melalui kesempatan untuk berubah, memperbaiki diri, dan kembali berkontribusi secara positif bagi keluarga serta masyarakat.
Tari Massal “Harmony Nusantara” Meriahkan HUT Ke-81 RI di OKI
KAYUAGUNG, OKI — Sebanyak 410 penari tampil dalam tari massal “Harmony Nusantara” untuk memeriahkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Senin (17/8/2026). . Pertunjukan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan kemerdekaan sekaligus panggung keberagaman budaya Indonesia. Ratusan penari membawakan ragam gerak dari sejumlah daerah di Nusantara sebelum menyatu dalam Tari Cang-Cang, tarian khas Kayuagung. . Sebanyak 400 pelajar tampil bersama 10 anak berkebutuhan khusus. Keterlibatan mereka membawa pesan tentang kebersamaan, inklusivitas, dan kesempatan yang setara dalam ruang budaya serta perayaan kemerdekaan. . Tari massal “Harmony Nusantara” dipersembahkan Pemerintah Kabupaten OKI bersama Bank Sumsel Babel. Bupati OKI menjadi pelindung, sedangkan Ketua TP PKK Kabupaten OKI, Hj. Ike Muchendi, memberikan pembinaan. . “Ini bukan sekadar pertunjukan tari, tetapi ruang bagi anak-anak untuk mengenal keberagaman, belajar kebersamaan, dan menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya Indonesia. Saya bangga melihat mereka tampil bersama,” ujar Ike. . Ia berharap kegiatan seni dan budaya serupa terus dikembangkan sebagai wadah bagi generasi muda OKI untuk melestarikan budaya sekaligus memperkuat persatuan. . Tujuh Tradisi dalam Satu Panggung . Pertunjukan dibuka dengan ragam tari dari tujuh daerah di Indonesia. . Tradisi Batak dari Sumatera Utara tampil melalui gerak manortor dan hentakan yang tegas. Dari Sumatera Barat, tari Minangkabau hadir dengan gerak tangan yang dinamis. Tari Lampung membawa karakter gerak yang anggun dan mencerminkan kebersamaan. Tari Bugis dari Sulawesi Selatan menampilkan gerak yang kokoh dan berwibawa, merepresentasikan keberanian dan keteguhan. Tradisi Bali hadir dengan gerak dinamis serta permainan mata yang khas. . Selanjutnya, tari Jawa menampilkan gerak yang halus, terukur, dan mengalir. Tari Sunda dari Jawa Barat melengkapi rangkaian dengan gerak yang lincah dan ceria. . Ragam tradisi tersebut kemudian diarahkan menuju satu titik, yakni Kayuagung sebagai tuan rumah pertunjukan. . Nusantara Bertemu Cang-Cang . Puncak pertunjukan ditandai dengan hadirnya Tari Cang-Cang, tarian khas Kayuagung. Seluruh penari kemudian menyatu dalam satu rangkaian gerak. . Tari Cang-Cang menjadi simbol tuan rumah yang merangkul berbagai tradisi Nusantara. Gerak dari berbagai daerah yang sebelumnya tampil secara terpisah kemudian melebur menjadi satu harmoni. . Konsep tersebut sejalan dengan pesan “Harmony Nusantara”: keberagaman tidak harus diseragamkan, tetapi dapat dipertemukan dalam semangat persatuan. . Keterlibatan 10 anak berkebutuhan khusus semakin memperkuat pesan tersebut. Mereka tampil bersama ratusan pelajar dalam satu panggung, menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan sekaligus ekspresi budaya masyarakat OKI. . Melalui “Harmony Nusantara”, ratusan pelajar OKI tidak hanya menampilkan kekayaan budaya Nusantara, tetapi juga menyampaikan pesan bahwa perbedaan dapat menjadi kekuatan ketika dipertemukan dalam kebersamaan.
HUT Ke-81 RI, Muchendi: Pemerataan Layanan Dasar Untuk Indonesia Adil dan Makmur
KAYUAGUNG, OKI — Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) H. Muchendi Mahzareki menegaskan pemerataan layanan dasar merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur. Pemerintah Kabupaten OKI terus mendorong agar masyarakat, termasuk yang berada di wilayah terpencil, memperoleh akses air bersih, listrik, dan kebutuhan dasar lainnya secara lebih merata. . Pesan tersebut disampaikan Muchendi saat menjadi inspektur upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Pemkab OKI, Senin (17/8/2026). . “Kita tentu ingin masyarakat sejahtera. Karena itu, program yang dijalankan harus betul-betul tepat sasaran. Kita ingin, dengan perjuangan bersama, menjadi daerah maju,” kata Muchendi. . Menurut dia, pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi dan pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan pemerintah memastikan layanan dasar dapat dirasakan seluruh masyarakat. . Luas wilayah OKI dengan kondisi geografis yang beragam menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, pemerataan membutuhkan kolaborasi pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya. . “Ini harus dilakukan dengan guyub, gotong royong, kebersamaan, dan saling peduli. Di Kabupaten OKI banyak suku, adat, dan budaya. Ini merupakan kekuatan dan anugerah bagi Kabupaten OKI,” ujarnya. . Perluas Akses Air Bersih . Salah satu layanan dasar yang menjadi perhatian pemerintah adalah akses air bersih. Muchendi mencontohkan Kecamatan Air Sugihan yang masih menghadapi keterbatasan sumber dan jaringan air bersih. . Pemerintah daerah bersama pemerintah pusat dan pihak perusahaan mendorong penyediaan layanan air bersih melalui kerja sama dengan PDAM. . “Di Air Sugihan sudah berdiri PDAM yang dikerjasamakan dengan perusahaan, dibantu pemerintah pusat dan daerah. Nanti akan berkontribusi menyambungkan ke rumah-rumah,” kata dia. . Enam Wilayah Ditargetkan Terlayani Listrik . Pemerataan layanan dasar juga dilakukan melalui perluasan akses listrik. Pemerintah Kabupaten OKI menargetkan enam desa dan dusun yang belum teraliri listrik memperoleh akses listrik paling lambat akhir Desember 2026. . Penyediaan listrik dilakukan melalui jaringan PLN maupun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) komunal, menyesuaikan kondisi masing-masing wilayah. . Enam wilayah tersebut yakni Dusun Lembah Sunyi, Sungutan Nyahmat, Bagan Sipur, dan Ladang Begantung di Desa Sungai Jeruju, Kecamatan Cengal; Dusun Talang Jawa di Desa Jukdadak, Kecamatan Tanjung Lubuk; serta Dusun Seriguna di Desa Seriguna, Kecamatan Teluk Gelam. . Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) OKI Beni Akbari mengatakan pemerintah terus mempercepat pembangunan infrastruktur kelistrikan di wilayah tersebut. “Targetnya, wilayah-wilayah tersebut sudah mendapatkan aliran listrik pada akhir Desember 2026,” kata Beni. . Namun, sejumlah wilayah masih menghadapi kendala geografis. Desa Gajah Mati dan Dusun SP 7 Desa Karang Sia, Kecamatan Sungai Menang, misalnya, sulit dijangkau jaringan listrik karena keterbatasan akses jalan dan kondisi wilayah yang berdekatan dengan perairan.
Untuk wilayah dengan kondisi tersebut, pemerintah mengusulkan PLTS komunal sebagai alternatif. Pemerintah desa diminta menyiapkan lahan untuk pembangunan pembangkit.
Gotong Royong untuk Pemerataan . Muchendi mengatakan keberagaman masyarakat OKI merupakan kekuatan yang perlu dirawat sekaligus menjadi modal dalam membangun daerah. . Menurut dia, semangat kemerdekaan harus diterjemahkan dalam kerja bersama untuk menghadirkan pembangunan yang manfaatnya dirasakan seluruh masyarakat. . Peringatan HUT ke-81 RI di Kabupaten OKI berlangsung khidmat. Sejumlah tamu undangan mengenakan pakaian adat Nusantara, sementara ratusan pelajar menampilkan Tari Nusantara sebelum upacara. . Pemkab OKI melalui Baznas juga menyerahkan tali asih dan sembako kepada delapan veteran serta memberikan penghargaan kepada sejumlah ASN yang telah mengabdi selama belasan hingga puluhan tahun. . Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan mengikuti upacara detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-81 yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto secara virtual.
OKI Gelar Renungan Suci, Kenang Jasa Para Pahlawan
OKI – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar Apel Kehormatan dan Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kesuma Bangsa, Kayuagung, Jum’at,(14/8) pukul 23.30 WIB.
Kegiatan tersebut berlangsung khidmat, lampu taman makam dipadamkan. Dua obor dinyalakan, memberikan penghormatan kepada para pahlawan yang telah gugur dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan.
Sebanyak 95 pahlawan dimakamkan di TMP Kesuma Bangsa. Dalam apel tersebut, Komandan Kodim (Dandim) 0402/OKI Letkol Inf Gunawan Wibisono, S.H bertindak selaku inspektur apel dan membacakan naskah Apel Kehormatan dan Renungan Suci.
Gunawan mengatakan renungan suci menjadi momentum untuk kembali mengenang jasa dan pengorbanan para pahlawan.
“Malam ini kita hadir untuk mengenang dan menghormati para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raganya demi kemerdekaan. Pengorbanan mereka menjadi amanah bagi generasi penerus untuk menjaga keutuhan bangsa dan negara,” ujarnya.
Ia mengatakan semangat perjuangan para pahlawan harus diteruskan dalam bentuk pengabdian sesuai tugas masing-masing.
“Perjuangan hari ini tentu berbeda dengan perjuangan pada masa lalu. Namun, semangatnya tetap sama, yakni memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara. Mari kita isi kemerdekaan dengan kerja nyata, menjaga persatuan dan memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat,” ungkap Gunawan.
Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki mengatakan renungan suci bukan sekadar kegiatan seremonial dalam rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk merefleksikan kembali nilai perjuangan yang diwariskan para pahlawan.
“Kemerdekaan yang kita rasakan hari ini tidak datang begitu saja. Ada pengorbanan, air mata bahkan nyawa yang diberikan para pahlawan. Karena itu, momentum renungan suci ini mengingatkan kita untuk tidak melupakan sejarah dan terus menghargai jasa mereka,” kata Muchendi.
Menurut Muchendi, generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk meneruskan perjuangan melalui pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Kalau dulu para pahlawan berjuang dengan senjata, hari ini perjuangan kita adalah membangun daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga persatuan. Semangat perjuangan itu harus terus kita hidupkan dalam setiap pengabdian,” ujarnya.
Suasana hening di TMP Kesuma Bangsa semakin terasa ketika pembacaan naskah renungan suci berlangsung di bawah cahaya dua obor. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa dan penghormatan kepada arwah para pahlawan.
Pramuka OKI Didorong Jadi Kader Pemimpin dan Pelopor Pencegahan Karhutla
OKI — Wakil Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) Supriyanto mengingatkan Gerakan Pramuka tidak boleh berhenti sebagai organisasi kepemudaan yang sibuk dengan kegiatan seremonial. Di tengah tantangan pembangunan dan perubahan zaman, Pramuka harus menjadi ruang pembentukan karakter sekaligus mencetak generasi yang siap mengambil peran dalam pembangunan daerah. . Pesan itu disampaikan Supriyanto saat menjadi pembina upacara puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Gerakan Pramuka ke-65 di halaman Kantor Bupati OKI,(13/8). Peringatan tersebut digelar bertepatan dengan rangkaian HUT ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. . Menurut Supriyanto, peringatan Hari Pramuka dan momentum kemerdekaan harus menjadi ruang untuk menghidupkan kembali kesadaran kebangsaan. Sebab, kemerdekaan yang dinikmati generasi sekarang lahir dari perjuangan panjang, persatuan, keberanian, dan pengorbanan para pendiri bangsa. . “Ini bukan sekadar apel seremonial, tetapi menjadi momentum bagi kita semua untuk kembali menghayati makna kemerdekaan sekaligus meneguhkan semangat kebangsaan dalam diri setiap anggota Gerakan Pramuka,” kata Supriyanto dalam amanatnya. . Delapan puluh satu tahun setelah kemerdekaan, kata dia, bentuk perjuangan generasi muda telah berubah. Tidak lagi mengangkat senjata, tetapi mengisi kemerdekaan melalui karya, pengabdian, prestasi dan kontribusi nyata bagi masyarakat. . Dalam konteks itu, Pramuka memiliki posisi strategis. Nilai Tri Satya dan Dasa Darma, menurut Supriyanto, harus diterjemahkan menjadi karakter yang hidup dalam keseharian anggota Pramuka: disiplin, mandiri, bertanggung jawab, memiliki kepedulian sosial, serta mampu bekerja dalam semangat gotong royong. . “Gerakan Pramuka memiliki peran yang sangat penting dalam mempersiapkan kader generasi muda untuk memiliki karakter yang kuat, disiplin, mandiri, bertanggung jawab, serta memiliki semangat gotong royong dan cinta tanah air,” ujarnya. . Supriyanto juga menyoroti tantangan yang muncul dari perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi. Kemajuan teknologi, menurut dia, seharusnya menjadi instrumen untuk memperluas pengetahuan dan meningkatkan produktivitas, bukan justru membuat generasi muda kehilangan pijakan terhadap nilai Pancasila, persatuan, gotong royong dan kecintaan kepada bangsa. . Karena itu, ia meminta anggota Pramuka OKI menjadi generasi yang mampu menghargai jasa para pahlawan dengan cara yang relevan dengan zamannya. . “Tunjukkan bahwa generasi muda Kabupaten Ogan Komering Ilir adalah generasi yang tangguh, berkarakter, berprestasi, dan siap menjadi pemimpin masa depan,” katanya. . Pramuka Diajak Peduli Karhutla . Pesan Supriyanto tidak hanya menyentuh persoalan karakter dan kepemimpinan. Kondisi kemarau dan cuaca kering di OKI juga menjadi perhatian. Ia mengajak seluruh anggota Pramuka ikut mengambil bagian dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). . Menurut dia, persoalan karhutla bukan semata tanggung jawab pemerintah dan aparat. Kesadaran masyarakat menjadi salah satu kunci untuk mencegah bencana yang berulang setiap musim kemarau. . “Kondisi saat ini cuaca kering kemarau. Ini menjadi atensi pemerintah pusat. Kita harus sama-sama peduli dengan kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya. . Supriyanto meminta jajaran pembina, pelatih, serta anggota Pramuka menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari pengabdian. Semangat gotong royong yang menjadi salah satu nilai utama kepramukaan harus diterjemahkan menjadi tindakan nyata di tengah masyarakat. . “Kepada Kakak-kakak dan anak-anakku semuanya, mari kita bersama-sama, bahu-membahu, satukan tekad untuk kita kontribusikan kepada Kabupaten Ogan Komering Ilir di setiap sendi kehidupan,” katanya. . Ia optimistis proses pendidikan kepramukaan yang dilakukan para pelatih dan pembina akan menjadi fondasi penting bagi lahirnya pemimpin-pemimpin masa depan OKI. . Nilai disiplin, karakter, kebersamaan dan tanggung jawab yang ditanamkan sejak dini dinilai akan menentukan kualitas sumber daya manusia daerah pada masa mendatang. . “Saya yakin dengan proses yang diberikan kepada pelatih pembina, nilai-nilai Pramuka tertanam dan terpancang pada diri setiap insan Pramuka. Kami tentunya berharap pada masa-masa yang akan datang akan lahir para pemimpin yang mempunyai karakter, disiplin, kebersamaan untuk membawa Kabupaten OKI ini jauh lebih maju,” tutur Supriyanto. . Ia mengingatkan bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Apa yang dilakukan terhadap generasi muda hari ini merupakan investasi untuk masa depan daerah. . “Setiap masa ada orangnya, dan setiap orang ada masanya. Pada masa anak-anakku semuanya nanti, sumber daya manusia kita harus sudah mumpuni. Hari ini tentu menjadi pondasi untuk jauh pada masa yang akan datang,” ujarnya. . Menutup amanatnya, Supriyanto mengajak seluruh anggota Pramuka memperkuat persatuan dan memperluas pengabdian. Bagi dia, usia ke-65 harus menjadi titik untuk mempertegas relevansi Pramuka dalam menjawab persoalan daerah, bukan sekadar menghitung perjalanan organisasi. . “Mari kita rapatkan barisan, kobarkan semangat persatuan, mantapkan pengabdian, dan terus berkarya untuk Kabupaten Ogan Komering Ilir yang semakin maju, mandiri, dan sejahtera,” tutupnya . Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 dan Hari Pramuka ke-65. Mari terus melaju untuk Indonesia maju.