Informasi Serta Merta

Muchendi Hadirkan Lentera Desa di Lempuing, Warga Antusias Mengakses Layanan

Muchendi Hadirkan Lentera Desa di Lempuing, Warga Antusias Mengakses Layanan

OKI — Bupati Ogan Komering Ilir H. Muchendi Mahzareki kembali menggulirkan program Lentera Desa (Layanan Terpadu di Desa). Program yang menghadirkan berbagai layanan pemerintahan dan sosial dalam satu lokasi ini disambut antusias masyarakat karena memudahkan warga mengakses pelayanan tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke ibu kota kabupaten.
.
Antusiasme warga terlihat sejak pagi di halaman Kantor Camat Lempuing, Kamis (25/6), lokasi pelaksanaan Lentera Desa. Masyarakat dari berbagai desa di Kecamatan tersebut memanfaatkan puluhan layanan yang dihadirkan pemerintah daerah, mulai dari administrasi kependudukan, kesehatan hingga berbagai layanan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
.
Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki mengatakan Lentera Desa merupakan wujud komitmen pemerintah untuk menghadirkan pelayanan yang lebih dekat, cepat, dan mudah dijangkau masyarakat.
.
“Tujuan utama program ini adalah mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Kami ingin pemerintah, mulai dari bupati, perangkat daerah, camat hingga kepala desa benar-benar hadir, bertemu, dan melayani masyarakat secara langsung,” kata Muchendi.
Menurut Muchendi, pelayanan publik harus tetap menjadi prioritas meskipun pemerintah daerah tengah menghadapi tantangan keterbatasan anggaran.
.
“Di tengah keterbatasan anggaran, pelayanan publik tidak boleh ikut terbatas. Justru saat seperti ini dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, desa, dunia usaha, dan masyarakat agar pembangunan tetap berjalan,” ujarnya.
.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan administrasi kependudukan, seperti perekaman KTP elektronik, penerbitan dan perubahan Kartu Keluarga, akta kelahiran, akta kematian, serta dokumen kependudukan lainnya. Sejumlah layanan lain juga tersedia, antara lain pelayanan keluarga berencana (KB), donor darah, perizinan, pembuatan NPWP, pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pelayanan Samsat untuk pajak kendaraan bermotor tahunan, layanan Dinas Sosial, pembuatan kartu pencari kerja (AK-1), penerbitan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), perpustakaan keliling, pelayanan kesehatan hewan, hingga pendampingan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
.
Camat Lempuing Jamhari mengatakan Lentera Desa menjadi salah satu program yang paling dinantikan masyarakat. Selama ini, jarak menuju Kayuagung menjadi kendala bagi sebagian warga dalam mengurus berbagai administrasi.
.
“Lentera Desa sangat dinantikan masyarakat. Dengan hadirnya berbagai layanan di kecamatan, warga tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke Kayuagung. Berbagai kebutuhan administrasi dapat diselesaikan dalam satu tempat,” ujarnya.
.
Selain pelayanan publik, kegiatan juga diisi berbagai program sosial. Khitanan massal yang digelar dalam rangkaian kegiatan diikuti lebih dari 100 anak. Sebanyak 31 peserta dari Desa Bumi Agung juga mengikuti wisuda Sekolah Lansia.
.
Suasana kegiatan semakin semarak dengan penyelenggaraan Lempuing Motor Show yang diikuti peserta dari delapan kategori komunitas pecinta motor. Kegiatan tersebut menjadi ruang kreativitas anak muda sekaligus hiburan bagi masyarakat yang hadir.
.
Pada kesempatan yang sama, PT Niaga Utama Kencana menyerahkan hasil program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) berupa pembangunan jalan cor beton sepanjang 325 meter dengan lebar enam meter di Desa Tugu Agung kepada Pemerintah Kabupaten OKI. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas perekonomian desa.
.
Bagi warga, manfaat program ini dirasakan secara langsung. Rizki (24), warga Desa Cahya Maju, mengaku terbantu dengan hadirnya berbagai layanan dalam satu lokasi.
“Biasanya kalau mengurus administrasi harus ke Kayuagung dan menghabiskan waktu seharian. Sekarang cukup datang ke Lentera Desa, semua layanan tersedia di sini. Sangat membantu masyarakat, terutama kami yang tinggal jauh dari ibu kota kabupaten,” katanya.
.
Hal serupa disampaikan Sulastri (56), warga Desa Bumi Agung. Ia menilai pelayanan administrasi kependudukan yang diterimanya berlangsung cepat dan mudah dipahami.
.
“Saya datang untuk mengurus administrasi kependudukan. Pelayanannya cepat, petugas juga memberikan penjelasan dengan baik. Semoga kegiatan seperti ini bisa rutin dilaksanakan karena sangat memudahkan masyarakat,” ujarnya

Muchendi Hadirkan Lentera Desa di Lempuing, Warga Antusias Mengakses Layanan Read More »

Jaga Kondusivitas, Pemkab dan Polres OKI Rangkul Warga Tebing Suluh Lewat Dialog

Jaga Kondusivitas, Pemkab dan Polres OKI Rangkul Warga Tebing Suluh Lewat Dialog

OKI — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir bersama Kepolisian Resor Ogan Komering Ilir (OKI) mendatangi Desa Tebing Suluh, pada Rabu, (24/6).
.
Pasca insiden di area PT Buluh Cawang Plantation, Desa Dabuk Rejo, aparat dan pemerintah membuka ruang dialog dengan masyarakat untuk meredakan situasi sekaligus mencari jalan keluar atas persoalan yang terjadi.
.
Pertemuan yang berlangsung di Masjid Nurul Yaqin itu dihadiri Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto, S.H., S.I.K., M.H, Camat Lempuing Jamhari Ilyas, perangkat desa, serta tokoh masyarakat. Selama lebih dari satu jam, warga menyampaikan berbagai tuntutan dan keluhan yang selama ini mereka rasakan.

Perwakilan masyarakat Mat Arif, Aprikal dan Deni meminta perusahaan bertanggung jawab atas biaya pengobatan dan memberikan santunan kepada korban.
.
Dalam kesempatan yang sama, warga mengeluhkan minimnya akses kerja di perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah mereka.
.
Menanggapi berbagai aspirasi itu, Kapolres OKI menegaskan bahwa kehadiran pemerintah dan kepolisian di Desa Tebing Suluh merupakan bentuk komitmen negara untuk hadir di tengah masyarakat saat menghadapi persoalan.
.
“Kami hadir di Desa Tebing Suluh untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat sekaligus memastikan bahwa setiap persoalan yang muncul dapat diselesaikan melalui dialog dan mekanisme hukum yang berlaku,” kata Eko.
.
Menurut dia, tidak ada pihak yang menginginkan insiden tersebut terjadi hingga menimbulkan korban. Karena itu, seluruh pihak perlu mengedepankan komunikasi dan menahan diri agar situasi tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
.
“Tidak ada pihak yang menginginkan peristiwa ini terjadi. Yang menjadi fokus kami saat ini adalah memastikan penanganan korban berjalan maksimal, proses hukum berlangsung transparan, dan situasi tetap kondusif,” ujarnya.
.
Kapolres memastikan korban telah mendapatkan perawatan dan akan terus memperoleh pendampingan hingga proses pemulihannya selesai. Adapun perkembangan penanganan perkara, kata dia, akan disampaikan kepada masyarakat melalui koordinasi dengan pemerintah kecamatan.
.
Dalam dialog itu, pemerintah dan kepolisian juga menekankan pentingnya menjaga keamanan bersama. Di sisi lain, juga mengingatkan bahwa tindakan perusakan maupun pembakaran yang mengakibatkan korban jiwa tidak dapat dibenarkan.
.
Sementara itu, Camat Lempuing, Jamhari Ilyas mengatakan pemerintah kecamatan akan terus memfasilitasi komunikasi antara masyarakat, perusahaan, dan aparat penegak hukum guna mendorong penyelesaian masalah secara damai.
.
“Pemerintah hadir untuk mendengarkan dan menjembatani komunikasi antara masyarakat, perusahaan, dan aparat penegak hukum. Semua aspirasi yang disampaikan warga akan kami catat dan tindak lanjuti melalui mekanisme yang ada,” kata Jamhari.
.
Pertemuan ditutup dengan doa bersama dan warga membubarkan diri secara tertib.

Jaga Kondusivitas, Pemkab dan Polres OKI Rangkul Warga Tebing Suluh Lewat Dialog Read More »

Muchendi Dorong Rumah Adat OKI di Anjungan Sumsel Jadi Pusat Kegiatan Masyarakat

Muchendi Dorong Rumah Adat OKI di Anjungan Sumsel Jadi Pusat Kegiatan Masyarakat

Palembang — Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), Muchendi Mahzareki, mendorong Rumah Adat OKI di kawasan Anjungan Kabupaten/Kota Sumatera Selatan, Jakabaring, Palembang, agar dimanfaatkan secara optimal sebagai pusat kegiatan masyarakat, ruang promosi budaya, sekaligus wadah pengembangan ekonomi kreatif daerah.

Hal tersebut disampaikan Muchendi saat menghadiri Festival Seni Adat dan Tradisi Sumatera Selatan 2026 yang digelar di kawasan Rumah Adat Dekranasda Sumsel, Palembang, pada 24–25 Juni 2026.

Menurut Muchendi, rumah adat tidak hanya berfungsi sebagai simbol budaya atau representasi daerah, tetapi harus menjadi ruang yang hidup dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menurutnya, optimalisasi Rumah Adat OKI sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten OKI dalam memperluas ruang pelestarian budaya di tengah masyarakat. Selain menjadi representasi daerah, anjungan diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan seni dan budaya, ruang promosi UMKM, serta wadah silaturahmi masyarakat OKI.

“Rumah Adat OKI harus menjadi rumah bersama. Tempat masyarakat berkumpul, melestarikan budaya, mempromosikan produk daerah, sekaligus memperkuat identitas dan kebanggaan sebagai warga OKI,” ujar Muchendi.

Festival yang diikuti 17 kabupaten dan kota se-Sumatera Selatan tersebut menjadi momentum untuk menghidupkan kembali fungsi anjungan sebagai etalase budaya daerah. Pada kesempatan itu, Kabupaten OKI menampilkan berbagai kekayaan budaya mulai dari seni pertunjukan, kuliner tradisional, wastra, hingga kerajinan khas daerah.

Di Anjungan OKI, pengunjung disuguhi beragam kuliner tradisional seperti gulo puan, serikayo ketan, kerupuk kemplang Kayuagung, kemplang panggang, dan pempek hitam. Berbagai produk wastra dan kerajinan unggulan juga turut dipamerkan, di antaranya songket Bidak Cukit, batik motif Perahu Kajang, serta anyaman purun Pedamaran yang mencerminkan kekayaan budaya masyarakat sungai dan rawa di Kabupaten OKI.

Ketua Dekranasda Sumsel, Feby Herman Deru, yang mengunjungi Anjungan OKI mengapresiasi upaya pemerintah daerah dalam menampilkan dan melestarikan kekayaan budaya lokal. Menurutnya, anjungan memiliki peran strategis sebagai ruang representasi budaya daerah.

“Anjungan merupakan etalase budaya Sumatera Selatan yang memperlihatkan keragaman tradisi dari 17 kabupaten dan kota. Kehadirannya menjadi ruang representasi yang memudahkan masyarakat maupun tamu dari luar daerah mengenal wajah kebudayaan Sumatera Selatan tanpa harus mengunjungi seluruh wilayah secara langsung,” kata Feby.

Dalam kunjungannya, Feby juga meninjau produk-produk kerajinan dan wastra yang dipamerkan para perajin OKI. Ia turut membeli sejumlah produk anyaman purun Pedamaran sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku UMKM dan perajin lokal.

Gagasan menghidupkan kembali fungsi anjungan juga sejalan dengan arahan Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru. Ia meminta seluruh pemerintah kabupaten dan kota mengoptimalkan pemanfaatan anjungan sebagai pusat kegiatan budaya sekaligus kantor penghubung daerah.

“Budaya harus menjadi penuntun generasi muda agar tidak kehilangan akar dan identitasnya,” ujar Herman Deru.

Menurut Herman Deru, pelestarian budaya tidak boleh bergantung pada pergantian kepemimpinan, melainkan harus menjadi komitmen bersama yang dijaga secara berkelanjutan. Karena itu, anjungan perlu terus dihidupkan melalui berbagai aktivitas budaya, sosial, dan ekonomi yang melibatkan masyarakat.

Muchendi Dorong Rumah Adat OKI di Anjungan Sumsel Jadi Pusat Kegiatan Masyarakat Read More »

Tarian OKI Jadi Pembuka Festival Budaya Sumsel

Tarian OKI Jadi Pembuka Festival Budaya Sumsel

Palembang — Penampilan seni tari dari Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) membuka Festival Seni Adat dan Tradisi Sumatera Selatan 2026 di kawasan Rumah Adat Dekranasda Sumsel, Jakabaring, Palembang, Rabu (24/6). Kehormatan tersebut menjadi penanda hadirnya kekayaan budaya OKI dalam ajang yang mempertemukan ragam tradisi dari 17 kabupaten dan kota se-Sumatera Selatan.

Gerak para penari yang memadukan unsur tradisi dan kearifan lokal masyarakat OKI memukau para tamu undangan dan pengunjung yang memadati kawasan anjungan budaya. Penampilan tersebut menjadi pembuka rangkaian festival yang berlangsung selama dua hari, 24–25 Juni 2026.

Selain menampilkan seni pertunjukan, Kabupaten OKI juga menghadirkan beragam warisan budaya melalui sajian kuliner dan wastra khas daerah. Di Anjungan Kabupaten OKI, pengunjung dapat menikmati gulo puan, serikayo ketan, kerupuk kemplang Kayuagung, kemplang panggang, hingga pempek hitam yang menjadi bagian dari identitas kuliner masyarakat setempat.

Tidak hanya itu, OKI juga menampilkan karya wastra dan kerajinan unggulan seperti songket Bidak Cukit, batik motif Perahu Kajang, serta anyaman purun Pedamaran yang mencerminkan kekayaan budaya masyarakat sungai dan rawa.

Ketua Dekranasda Sumsel, Feby Herman Deru, yang mengunjungi Anjungan OKI berkesempatan mencicipi berbagai kuliner khas serta melihat langsung produk kerajinan dan wastra yang dipamerkan. Ia juga membeli sejumlah produk anyaman purun Pedamaran sebagai bentuk dukungan terhadap para perajin lokal.

Menurut Feby, keberadaan anjungan kabupaten dan kota memiliki peran penting sebagai etalase budaya yang memperlihatkan keragaman tradisi Sumatera Selatan.

“Anjungan merupakan etalase budaya Sumatera Selatan yang memperlihatkan keragaman tradisi dari 17 kabupaten dan kota. Kehadirannya menjadi ruang representasi yang memudahkan masyarakat maupun tamu dari luar daerah mengenal wajah kebudayaan Sumatera Selatan tanpa harus mengunjungi seluruh wilayah secara langsung,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menegaskan bahwa budaya harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari identitas daerah.

“Budaya harus menjadi penuntun generasi muda agar tidak kehilangan akar dan identitasnya,” kata Herman Deru.

Ia juga mendorong agar Festival Seni Adat dan Tradisi Sumsel menjadi agenda tahunan yang berkelanjutan serta didukung dengan regulasi yang kuat agar pelestarian budaya tidak bergantung pada pergantian kepemimpinan.

Bupati Ogan Komering Ilir, Muchendi Mahzareki, mengatakan keikutsertaan OKI dalam festival ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga dan memperkenalkan warisan budaya kepada masyarakat yang lebih luas.

“Melalui festival ini, kita tidak hanya menampilkan seni dan tradisi, tetapi juga memperkenalkan potensi daerah yang menjadi kebanggaan masyarakat OKI,” ujar Muchendi.

Menurut Muchendi, seni pertunjukan, kuliner tradisional, wastra, dan kerajinan yang ditampilkan merupakan bagian dari identitas budaya masyarakat OKI yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Tarian OKI Jadi Pembuka Festival Budaya Sumsel Read More »

OKI Tampilkan Warisan Rasa dan Wastra di Festival Budaya Sumsel

OKI Tampilkan Warisan Rasa dan Wastra di Festival Budaya Sumsel

Palembang — Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menghadirkan warisan rasa dan wastra yang tumbuh dari tradisi masyarakat sungai dan rawa pada Festival Seni Adat dan Tradisi Sumatera Selatan 2026 di kawasan Rumah Adat Dekranasda Sumsel, Jakabaring, Palembang, 24–25 Juni 2026.

Melalui sajian kuliner khas seperti gulo puan, serikayo ketan, kemplang Kayuagung, hingga karya songket Bidak Cukit dan anyaman purun Pedamaran, OKI memperkenalkan kekayaan budaya yang diwariskan lintas generasi.

Di Anjungan Kabupaten OKI, pengunjung disuguhi beragam kuliner tradisional yang menjadi kebanggaan masyarakat setempat. Gulo puan, panganan khas berbahan dasar susu kerbau rawa yang telah lama menjadi ikon kuliner OKI, hadir berdampingan dengan serikayo ketan, kerupuk kemplang Kayuagung, kemplang panggang, serta pempek hitam yang merepresentasikan kekayaan cita rasa daerah.

Selain kuliner, OKI juga menampilkan beragam wastra dan kerajinan unggulan daerah. Songket Bidak Cukit, batik motif Perahu Kajang, serta anyaman purun Pedamaran menjadi representasi kekayaan budaya yang lahir dari kreativitas masyarakat dan kearifan lokal yang terus dipertahankan hingga kini.

Ketua Dekranasda Sumsel, Feby Herman Deru, yang mengunjungi Anjungan Kabupaten OKI berkesempatan mencicipi sejumlah kuliner khas serta melihat langsung produk wastra dan kerajinan yang dipamerkan. Ia juga membeli sejumlah produk anyaman purun Pedamaran sebagai bentuk dukungan terhadap para perajin lokal.

Menurut Feby, anjungan kabupaten dan kota memiliki peran penting sebagai ruang promosi budaya yang memperlihatkan keragaman tradisi Sumatera Selatan.

“Anjungan merupakan etalase budaya Sumatera Selatan yang memperlihatkan keragaman tradisi dari 17 kabupaten dan kota. Kehadirannya menjadi ruang representasi yang memudahkan masyarakat maupun tamu dari luar daerah mengenal wajah kebudayaan Sumatera Selatan tanpa harus mengunjungi seluruh wilayah secara langsung,”ujar Feby.

Ia juga mengajak seluruh pemerintah daerah untuk terus merawat dan menghidupkan rumah adat beserta berbagai kekayaan budaya yang dimiliki.

“Rumah adat dan anjungan ini bukan sekadar bangunan, tetapi menjadi ruang untuk memperkenalkan budaya, kerajinan, kuliner, dan identitas daerah kepada masyarakat luas,”tambahnya.

Festival yang diikuti 17 kabupaten dan kota se-Sumatera Selatan itu juga mendapat perhatian dari Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru. Menurutnya, budaya harus menjadi fondasi yang menjaga jati diri masyarakat di tengah perubahan zaman.

“Budaya harus menjadi penuntun generasi muda agar tidak kehilangan akar dan identitasnya,” kata Herman Deru.

Karena itu, ia berharap Festival Seni Adat dan Tradisi Sumsel dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi agenda tetap yang didukung oleh seluruh pemerintah daerah.

“Pelestarian budaya tidak boleh bergantung pada siapa pemimpinnya. Budaya harus terus hidup dan diwariskan karena inilah yang menjadi kekuatan dan identitas daerah kita,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Ogan Komering Ilir, Muchendi Mahzareki, mengatakan keikutsertaan OKI dalam festival ini merupakan bagian dari upaya memperkenalkan potensi budaya daerah sekaligus memperkuat pelestarian warisan leluhur.

“Melalui festival ini, kita tidak hanya menampilkan seni dan tradisi, tetapi juga memperkenalkan potensi daerah yang menjadi kebanggaan masyarakat OKI,” ujar Muchendi.

Menurut Muchendi, kuliner tradisional, wastra, dan kerajinan yang ditampilkan bukan sekadar produk budaya, tetapi juga cerminan perjalanan sejarah dan kehidupan masyarakat OKI.

*”Gulo puan, songket, batik, maupun anyaman purun adalah warisan budaya yang menyimpan cerita tentang masyarakat OKI. Tugas kita hari ini adalah menjaga, mengembangkan, dan mengenalkannya kepada generasi muda agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman,” kata Muchendi.

OKI Tampilkan Warisan Rasa dan Wastra di Festival Budaya Sumsel Read More »

PA-KPA OKI Dibekali Kompetensi untuk Pengadaan Berintegritas

PA-KPA OKI Dibekali Kompetensi untuk Pengadaan Berintegritas

KAYUAGUNG — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) membekali Pengguna Anggaran (PA) dan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dengan peningkatan kompetensi di bidang pengadaan barang dan jasa pemerintah sebagai upaya memperkuat integritas dan tata kelola pemerintahan yang akuntabel.

Penguatan kapasitas tersebut dilakukan melalui bimbingan teknis (bimtek) yang digelar bekerja sama dengan Politeknik Pengadaan Nasional di Ruang Rapat Bende Seguguk, Minggu (22/6/2026).

Sekretaris Daerah Kabupaten OKI Asmar Wijaya mengatakan, pengadaan barang dan jasa pemerintah merupakan instrumen strategis yang menentukan kualitas pembangunan dan pelayanan publik. Karena itu, pelaksanaannya harus dilakukan secara profesional dengan menjunjung tinggi prinsip efektivitas, efisiensi, keterbukaan, persaingan sehat, keadilan, dan akuntabilitas.

“Pengadaan barang dan jasa merupakan instrumen penting dalam pembangunan daerah. Kualitas pelaksanaannya akan berpengaruh langsung terhadap kualitas pelayanan publik dan hasil pembangunan yang dirasakan masyarakat,” ujar Asmar.

Menurut dia, peningkatan kompetensi PA dan KPA menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengadaan yang berintegritas. Kesamaan pemahaman di antara pejabat yang terlibat dalam proses pengadaan diperlukan agar setiap kewenangan dapat dijalankan secara profesional dan bertanggung jawab.

Melalui kegiatan tersebut, para peserta memperoleh penguatan pemahaman mengenai seluruh siklus pengadaan barang dan jasa, mulai dari perencanaan dan persiapan pengadaan, proses pemilihan penyedia, pengelolaan kontrak, hingga serah terima hasil pekerjaan.

Asmar meminta peserta memanfaatkan forum tersebut secara optimal. Selain memperdalam pemahaman terhadap regulasi, kegiatan itu juga menjadi ruang berbagi pengalaman dan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan pengadaan.

“Kesamaan pemahaman menjadi penting agar seluruh pejabat yang terlibat dalam pengadaan dapat menjalankan amanah secara profesional dan bertanggung jawab,” kata dia.

Direktur Politeknik Pengadaan Nasional Komala Sari mengatakan, peningkatan kompetensi bagi PA dan KPA merupakan amanat regulasi sekaligus kebutuhan untuk memastikan proses pengadaan berjalan sesuai prinsip tata kelola yang baik.

Menurut Komala, pelatihan tersebut bukan untuk menggurui para pejabat yang telah berpengalaman, melainkan menjadi sarana memperbarui pengetahuan seiring perkembangan regulasi dan praktik pengadaan yang terus berkembang.

“Setiap PA dan KPA memiliki kewajiban untuk terus meningkatkan kompetensinya. Ini merupakan tuntutan aturan sekaligus kebutuhan untuk memastikan proses pengadaan berjalan sesuai prinsip tata kelola yang baik,” ujar Komala.

Dalam kesempatan itu, Politeknik Pengadaan Nasional juga menawarkan program beasiswa bagi 30 orang masyarakat maupun aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab OKI. Program tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mencetak sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Komala menyebut sejumlah daerah, seperti Kabupaten Langkat, Kabupaten Natuna, dan beberapa kabupaten di Sumatera Barat, telah memanfaatkan program serupa untuk meningkatkan kualitas aparatur dan sumber daya manusia di daerah masing-masing.

PA-KPA OKI Dibekali Kompetensi untuk Pengadaan Berintegritas Read More »

Lepas Kafilah MTQ XXXI Sumsel, Bupati OKI: Prestasi Penting, Akhlak Lebih Utama

Lepas Kafilah MTQ XXXI Sumsel, Bupati OKI: Prestasi Penting, Akhlak Lebih Utama

OKI —Bupati Ogan Komering Ilir H. Muchendi Mahzareki menekankan pentingnya akhlak dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an kepada para peserta Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2026. Menurut dia, keberhasilan dalam MTQ tidak semata-mata diukur dari raihan prestasi, tetapi juga dari keteladanan yang ditunjukkan peserta dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan tersebut disampaikan Muchendi saat melepas 90 anggota kafilah Kabupaten Ogan Komering Ilir yang akan mengikuti MTQ Tingkat Provinsi Sumatera Selatan di Kabupaten Lahat pada 23 Juni hingga 2 Juli 2026.

“Hari ini kita berkumpul bukan sekadar melepas keberangkatan, tetapi mengantarkan duta-duta terbaik Kabupaten OKI untuk membawa nama baik daerah. Keberhasilan tidak hanya diukur dari gelar juara, tetapi dari semangat, kedisiplinan, kerja keras, dan akhlak yang ditunjukkan selama mengikuti perlombaan,” kata Muchendi saat pelepasan kafilah di Pendopo Kabupaten, Minggu (21/6/2026).

Ia mengingatkan agar ilmu Al-Qur’an yang telah dipelajari dari para guru tidak berhenti pada arena perlombaan, melainkan menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan.

“Prestasi tentu penting, tetapi yang lebih utama adalah bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an dan hadis menjadi bekal dalam menjalani kehidupan serta menjadi teladan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda OKI, M. Danni Oktaviano, mengatakan sebanyak 90 anggota kafilah diberangkatkan untuk mengikuti MTQ Tingkat Provinsi Sumatera Selatan 2026. Mereka terdiri atas 55 peserta, 15 pendamping dan official, serta 20 panitia.

Menurut Danni, tahun ini Kabupaten OKI mengikuti seluruh delapan cabang perlombaan yang dipertandingkan. Para peserta berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari siswa sekolah dasar, anggota Polri, aparatur sipil negara, hingga penyandang disabilitas netra.

“Alhamdulillah, tahun ini Kafilah Kabupaten OKI mengikuti seluruh cabang perlombaan. Ini menunjukkan pembinaan Al-Qur’an di Kabupaten OKI terbuka bagi semua kalangan,” kata Danni.

Ia menambahkan, persiapan telah dilakukan melalui pemusatan latihan dan pendampingan intensif dengan melibatkan para pelatih, pembina, akademisi, serta imam masjid.

“Kami berupaya memberikan pendampingan terbaik kepada para peserta, termasuk menghadirkan pelatih untuk cabang karya tulis ilmiah Al-Qur’an serta memperkuat tim pembina di setiap cabang. Harapannya seluruh kafilah dapat tampil maksimal dan mengharumkan nama Kabupaten Ogan Komering Ilir,” ujarnya.

Pada MTQ Tingkat Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2026, Kabupaten Ogan Komering Ilir mengikuti seluruh delapan cabang perlombaan, yakni Tilawah Al-Qur’an, Hifzh Al-Qur’an (Tahfidz), Tafsir Al-Qur’an, Syarhil Qur’an, Fahmil Qur’an, Khat Al-Qur’an (Kaligrafi), Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ), dan Musabaqah Hadits Nabi.

Lepas Kafilah MTQ XXXI Sumsel, Bupati OKI: Prestasi Penting, Akhlak Lebih Utama Read More »

Kerjasama Indonesia-Korea Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla di OKI

Kerjasama Indonesia-Korea Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla di OKI

OKI— Kerja sama Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Republik Korea memperkuat kesiapsiagaan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, melalui pengembangan sistem berbasis teknologi yang terpusat di Forest and Land Fire Management Center di Markas Daops Manggala Agni OKI, Sepucuk, Kayuagung.

Penguatan sistem tersebut menjadi bagian dari upaya menghadapi ancaman fenomena El Niño yang diperkirakan memicu musim kemarau lebih panjang dan meningkatkan risiko karhutla, terutama di kawasan gambut.

Bupati Ogan Komering Ilir, Muchendi Mahzareki, mengatakan tantangan perubahan iklim menuntut strategi pengendalian karhutla yang lebih adaptif dan terpadu. Menurut dia, upaya pencegahan tidak lagi cukup mengandalkan cara-cara konvensional, tetapi membutuhkan dukungan teknologi, kesiapsiagaan personel di lapangan, serta kolaborasi yang berkelanjutan.

“Upaya pengendalian karhutla tidak dapat dilakukan secara mandiri. Kerja sama ini penting untuk mendorong pertukaran pengetahuan, pengalaman, serta pemanfaatan teknologi guna memperkuat kapasitas pengendalian karhutla secara lebih efektif dan terpadu,” kata Muchendi saat mengunjungi Daops Manggala Agni OKI, Jumat (19/6/2026).

Menurut Muchendi, secanggih apa pun teknologi yang dimiliki tidak akan optimal tanpa didukung kesiapan petugas di lapangan. Karena itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam pengendalian karhutla.

Selain itu, kata dia, keberhasilan mencegah kebakaran juga bergantung pada sinergi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, perusahaan pemegang konsesi, hingga masyarakat.

“Teknologi menjadi alat bantu yang penting, tetapi kunci keberhasilan pengendalian karhutla tetap terletak pada kesiapsiagaan petugas serta kolaborasi semua pihak. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Perusahaan pemegang konsesi harus aktif melakukan pencegahan, dan yang tidak kalah penting adalah kesadaran masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar,” ujar Muchendi.

Kepala Daops Manggala Agni OKI, Edi Satriawan, mengatakan pengembangan Forest and Land Fire Management Center mencakup pembangunan pusat komando dan pelatihan, peningkatan kapasitas personel, penyediaan sarana pendukung, serta pengembangan sistem teknologi informasi untuk deteksi dan penanganan karhutla.

Melalui sistem tersebut, petugas dapat memantau tingkat kelembaban lahan gambut secara real time dengan ambang batas toleransi 40 persen. Saat tingkat kelembaban berada di bawah batas tersebut, potensi kebakaran meningkat sehingga langkah-langkah pencegahan dapat segera dilakukan.

Sistem itu juga mampu mendeteksi titik panas (hotspot), memonitor pergerakan petugas di lapangan, serta menyediakan data yang dibutuhkan untuk mendukung pengambilan keputusan secara cepat dan tepat.

Menurut Edi, penguatan fasilitas pendukung juga terus dilakukan. Saat ini pembangunan Asrama Manggala Agni tengah berlangsung sebagai bagian dari proyek Development of Forest and Land Fire Management System in South Sumatra yang dijalankan melalui kerja sama Indonesia-Korea di sektor kehutanan.

Sejak diresmikan, Gedung Forest and Land Fire Management Center telah dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan peningkatan kapasitas. Salah satunya pelatihan internasional penanggulangan karhutla gambut yang diselenggarakan Asian Forest Cooperation Organization (AFoCo) pada 20-24 April 2026 dan diikuti peserta dari enam negara.

Kerjasama Indonesia-Korea Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla di OKI Read More »

Muchendi Pimpin Aksi Bersih Lingkungan, ASN, TNI, Polri, dan Warga Bergotong Royong

Muchendi Pimpin Aksi Bersih Lingkungan, ASN, TNI, Polri, dan Warga Bergotong Royong

u

KAYUAGUNG — Ribuan aparatur sipil negara (ASN), personel TNI dan Polri, pelajar, komunitas lingkungan, serta masyarakat umum bergotong royong membersihkan sejumlah titik di Kota Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Kamis, (18/6/ 2026). Aksi yang dipimpin langsung Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki itu digelar dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 sekaligus menumbuhkan budaya hidup bersih dan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

.

Sejak pukul 07.00 WIB, peserta berdatangan ke sejumlah kelurahan di dalam Kota Kayuagung dengan membawa berbagai perlengkapan kebersihan, mulai dari sapu, pengait sampah, karung, hingga kantong plastik berukuran besar. Sampah plastik, limbah rumah tangga, ranting kayu, serta sampah organik menjadi sasaran utama pembersihan.

.

Suasana gotong royong tampak di berbagai titik, terutama di kawasan tepian Sungai Komering. Selain memungut sampah, sejumlah peserta juga mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan.

.

Muchendi mengatakan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia harus dimaknai sebagai gerakan bersama untuk menjaga bumi melalui tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Menurut dia, persoalan lingkungan tidak dapat diselesaikan hanya melalui kebijakan pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

.

“Gerakan menjaga lingkungan harus dimulai dari hal-hal kecil, seperti tidak membuang sampah sembarangan dan mengurangi penggunaan plastik. Jika dilakukan bersama-sama dan terus-menerus, langkah kecil ini akan memberikan dampak besar bagi keberlanjutan lingkungan,” kata Muchendi saat membuka kegiatan.

.

Ia mengingatkan bahwa ancaman perubahan iklim kini bukan lagi sekadar isu masa depan. Fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung sejak akhir Juni hingga September mendatang berpotensi memicu musim kemarau yang lebih panjang dan peningkatan suhu ekstrem.

.

Menurut Muchendi, kondisi tersebut menjadi peringatan bagi seluruh pihak untuk semakin peduli terhadap kelestarian lingkungan.

.

“Kesadaran menjaga lingkungan tidak bisa ditunda. Ancaman perubahan iklim sudah kita rasakan, sehingga diperlukan tindakan nyata dari seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

.

Sebagai upaya membangun kebiasaan hidup bersih, Pemerintah Kabupaten OKI menetapkan kegiatan bersih lingkungan secara rutin setiap Kamis yang melibatkan ASN di lingkungan pemerintah daerah. Program tersebut diharapkan mampu menumbuhkan budaya menjaga kebersihan yang kemudian menular kepada masyarakat luas.

.

Dalam kesempatan itu, Muchendi juga menyoroti pentingnya Sungai Komering sebagai bagian dari identitas dan sumber kehidupan masyarakat Kayuagung. Ia mengapresiasi tradisi masyarakat yang membangun rumah menghadap sungai serta berbagai upaya yang telah dilakukan untuk mengurangi aktivitas mandi, cuci, dan kakus (MCK) di sungai guna menjaga kualitas air baku.

.

“Kebersihan kota mencerminkan karakter masyarakatnya. Karena itu, gerakan ini tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan harus menjadi budaya yang diwariskan untuk menjaga kesehatan dan kualitas hidup generasi mendatang,” katanya.

.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten OKI, Muktaqid, mengatakan aksi bersih lingkungan yang digelar pada hari kedua peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia itu dilaksanakan di sejumlah titik di Kota Kayuagung. ASN dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) disebar ke sejumlah kelurahan untuk membersihkan sampah sekaligus menata lingkungan sekitar.

.

Menurut Muktaqid, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memperkuat semangat gotong royong.

.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi pemicu tumbuhnya kepedulian bersama terhadap lingkungan sehingga tercipta kawasan yang bersih, sehat, dan nyaman untuk ditinggali,” katanya.

Muchendi Pimpin Aksi Bersih Lingkungan, ASN, TNI, Polri, dan Warga Bergotong Royong Read More »

DLH OKI Dorong Budaya Pilah Sampah dari Sumbernya

DLH OKI Dorong Budaya Pilah Sampah dari Sumbernya

Pemilahan sampah sejak dari sumber atau rumah tangga merupakan langkah besar yang menjadi kunci keberhasilan mengatasi persoalan sampah di masa depan. Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Pemkab OKI menggelar Seminar Pengelolaan Sampah bertajuk “Sulap Sampah Jadi Cuan” di Ruang Rapat Dinesti Land OKI, Rabu (17/6).

.

Wakil Bupati OKI, Supriyanto, mengatakan persoalan sampah tidak dapat lagi dipandang semata sebagai masalah lingkungan. Di tengah meningkatnya volume sampah rumah tangga dan aktivitas ekonomi masyarakat, sampah justru dapat menjadi sumber nilai ekonomi jika dikelola secara tepat.

.

“Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia harus menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan. Kita ingin masyarakat melihat sampah bukan hanya sebagai persoalan yang harus dibuang, tetapi sebagai sumber daya yang memiliki nilai dan manfaat ekonomi,” kata Supriyanti saat membuka seminar.

.

Menurut dia, berbagai praktik pengelolaan sampah yang berkembang di masyarakat telah membuktikan bahwa limbah dapat diolah menjadi produk bernilai jual. Bank sampah, pembuatan kompos, hingga kerajinan berbahan dasar sampah menjadi contoh nyata bagaimana pengelolaan lingkungan dapat berjalan seiring dengan peningkatan pendapatan masyarakat.

.

Karena itu, Supriyanto mengajak masyarakat mulai menerapkan langkah-langkah sederhana namun berdampak besar, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah sejak dari rumah, sekolah, kantor, dan tempat usaha, serta mendukung pengembangan bank sampah dan ekonomi sirkular.

.

“Saya menekankan pentingnya membangun budaya hidup bersih dan menjadikan pengelolaan sampah sebagai tanggung jawab bersama menjaga lingkungan hari ini berarti menjaga masa depan generasi yang akan datang,” ujarnya.

.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup OKI, Muktaqid, menjelaskan kegiatanSemina tersebut menghadirkan materi mengenai pemilahan sampah, pengolahan sampah organik menjadi kompos, hingga budidaya maggot sebagai alternatif pengelolaan limbah yang bernilai ekonomi.

.

Selain seminar, rangkaian kegiatan juga diisi dengan aksi bersih-bersih bersama sebagai bentuk kampanye nyata kepedulian terhadap lingkungan. Kegiatan ini mendapat dukungan dari sejumlah perusahaan dan pelaku usaha yang berpartisipasi dalam upaya pengelolaan lingkungan di Kabupaten OKI.

.

Muktaqid mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan memperkuat kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah sekaligus meningkatkan peran bank sampah sebagai instrumen ekonomi berbasis lingkungan.

.

“Melalui pengelolaan sampah yang lebih baik, kita berharap volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir dapat berkurang, masyarakat memperoleh manfaat ekonomi, dan capaian pengelolaan lingkungan Kabupaten OKI pada tahun 2026 semakin meningkat,” kata dia.

DLH OKI Dorong Budaya Pilah Sampah dari Sumbernya Read More »

Scroll to Top