Informasi Serta Merta

Semarakan HUT RI Ke-81, Pelajar OKI Unjuk Kekompakan Lewat Gerak Jalan Indah

Semarakan HUT RI Ke-81, Pelajar OKI Unjuk Kekompakan Lewat Gerak Jalan Indah

KAYUAGUNG – Sebanyak 92 regu dari tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mengikuti Lomba Gerak Jalan Indah untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Jalanan Kayuagung dipenuhi barisan pelajar berseragam unik dan warna-warni, serta menampilkan yel-yel andalan yang diiringi dengan gerakan-gerakan menarik. Kegiatan dimulai pada pukul 08.00 pagi, Rabu,(12/8). Lapangan Dinas Sosial Kelurahan Sukadana sebagai titik start hingga Lapangan Hatta Kelurahan Sidakersa sebagai garis finish.

Dari total peserta tersebut, 46 regu berasal dari tingkat SD, terdiri atas 19 regu putra dan 27 regu putri. Sementara tingkat SMP juga diikuti 46 regu, masing-masing 23 regu putra dan 23 regu putri. Peserta tidak hanya berasal dari Kecamatan Kayuagung, di Tahun ini juga diikuti oleh Kecamatan Sirah Pulau Padang dan juga Kecamatan Pedamaran.

Wakil Bupati OKI, Supriyanto mengatakan gerak jalan bukan sekadar perlombaan untuk merayakan kemerdekaan. Menurut dia, kegiatan itu menjadi ruang bagi pelajar untuk belajar disiplin, kekompakan dan sportivitas.

“Yang kita lihat hari ini bukan hanya gerak jalannya, tetapi bagaimana anak-anak belajar disiplin, kompak, dan percaya diri. Semangat seperti ini penting untuk membentuk generasi muda OKI,” kata Supriyanto.

Ia mengatakan semarak HUT ke-81 RI harus dirasakan masyarakat, termasuk anak-anak sekolah. Pemerintah daerah, kata dia, ingin momentum kemerdekaan tidak berhenti pada seremoni, tetapi menjadi kesempatan untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap daerah dan bangsa.

“Kami ingin peringatan kemerdekaan ini menjadi milik semua masyarakat. Anak-anak harus tumbuh dengan semangat kebersamaan dan rasa bangga menjadi bagian dari Kabupaten OKI dan Indonesia,” ujarnya.

Sepanjang rute lomba, warga Kayuagung berdiri di tepi jalan menyaksikan setiap regu melintas. Sebagian mengabadikan penampilan peserta menggunakan telepon seluler, sementara sorakan dan tepuk tangan terdengar ketika peserta menampilkan variasi gerakan.

Salah seorang warga yang menyaksikan gerak jalan, Santi (38) mengatakan kegiatan tersebut membuat suasana peringatan kemerdekaan di Kayuagung terasa lebih hidup dan paling ditunggu tiap tahunnya.

“Seru melihat anak-anak tampil dengan semangat. Selain menghibur, kegiatan seperti ini juga membuat suasana HUT RI lebih terasa di tengah masyarakat,” katanya.

Bagi peserta, lomba tersebut juga menjadi ajang menunjukkan hasil latihan bersama. Salah seorang peserta tingkat SMP, Intan (13) mengaku senang dapat ikut ambil bagian dalam perayaan HUT ke-81 RI.

“Kami sudah latihan bersama supaya gerakannya kompak. Senang bisa tampil hari ini dan ikut memeriahkan HUT RI bersama teman-teman,” ujar Intan.

Dengan total 92 regu, lomba gerak jalan indah menjadi salah satu kegiatan yang menyatukan pelajar dan masyarakat dalam suasana perayaan kemerdekaan. Barisan peserta yang bergerak dari Sukadana menuju Sidakersa sekaligus membawa pesan sederhana: kemerdekaan dirayakan dengan kebersamaan.

Semarakan HUT RI Ke-81, Pelajar OKI Unjuk Kekompakan Lewat Gerak Jalan Indah Read More »

Warga Sukamaju Ubah Sampah Jadi Kas Bersama

Warga Sukamaju Ubah Sampah Jadi Kas Bersama

OKI — Pengelolaan lingkungan berbasis gotong royong mulai memberi manfaat nyata bagi warga Desa Sukamaju, Kecamatan Lempuing Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Melalui pengelolaan sampah dan bank sampah di tingkat RT hingga desa, masyarakat tidak hanya menjaga lingkungan tetap bersih, tetapi juga mampu menambah kas bersama.
.
Hal itu menjadi sorotan Bupati OKI Muchendi Mahzareki saat menghadiri Lomba Kebersihan Lingkungan di Desa Sukamaju,(11/8). Menurut Muchendi, kebersihan lingkungan yang terjaga menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat dapat menjadi kekuatan utama dalam membangun desa.
.
Muchendi menilai Desa Sukamaju layak menjadi salah satu contoh dalam pengelolaan lingkungan dan penerapan semangat gotong royong. Kebersihan tidak berhenti pada kegiatan rutin membersihkan lingkungan, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama yang memberikan manfaat sosial dan ekonomi.
.
“Pengelolaan sampah dan bank sampah ini manfaatnya kembali kepada masyarakat. Kas yang terkumpul di tingkat RT maupun desa pada hakikatnya merupakan bentuk sedekah dan kebersamaan warga,” kata Muchendi.
.
Menurut dia, pola tersebut menunjukkan bahwa persoalan sampah dapat diubah menjadi peluang apabila dikelola secara kolektif. Masyarakat mendapatkan lingkungan yang lebih bersih, sementara hasil pengelolaan sampah dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan bersama.
.
Suasana Desa Sukamaju juga semakin semarak. Warga menghias bagian depan rumah masing-masing dengan beragam lampu dan ornamen beraneka karakter serta warna. Hiasan tersebut tidak hanya mempercantik lingkungan, tetapi turut membangun suasana kebersamaan dalam menyambut peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
.
Di balik keberhasilan warga menjaga lingkungan, Muchendi juga menyoroti persoalan infrastruktur yang masih menjadi kebutuhan masyarakat. Pemerintah Kabupaten OKI mencermati kondisi jalan kabupaten di wilayah tersebut sepanjang kurang lebih 10 kilometer yang membutuhkan perbaikan..
.
“Kita melihat ada jalan kabupaten sekitar 10 kilometer yang memang membutuhkan perhatian. Pemerintah daerah akan mengupayakan perbaikannya secara bertahap. Untuk jalan yang berada di kawasan perusahaan, kita juga berharap ada dukungan dari pihak perusahaan,” ujarnya.
.
Muchendi menekankan pembangunan desa tidak hanya bergantung pada pemerintah. Kekuatan masyarakat, dunia usaha dan seluruh pemangku kepentingan diperlukan agar berbagai persoalan dapat diselesaikan secara bersama.
.
Karena itu, ia meminta masyarakat Sukamaju mempertahankan kekompakan dan kerukunan yang selama ini menjadi modal sosial desa. Setiap persoalan yang muncul di tengah masyarakat, kata dia, sebaiknya diselesaikan melalui musyawarah, bukan dengan mempertajam perbedaan.
.
“Jaga kekompakan dan kerukunan. Kalau ada persoalan di desa, mari diselesaikan dengan musyawarah. Jangan sampai perbedaan menjadi alasan untuk memecah kebersamaan yang sudah terbangun,” kata Muchendi.
.
Sementara itu Kepala Desa Sukamaju. Kamsa mengatakan semangat warga dalam menghias lingkungan, mengelola sampah dan menjaga kebersihan merupakan hasil kebersamaan masyarakat. Pemerintah desa, kata dia, akan terus mendorong partisipasi warga agar kegiatan tersebut tidak hanya berlangsung saat perlombaan, tetapi menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati OKI yang telah hadir dan melihat langsung kondisi Desa Sukamaju. Kehadiran beliau menjadi motivasi bagi kami dan masyarakat untuk terus menjaga kebersihan, memperkuat gotong royong, serta membangun desa bersama-sama,” ujar Kamsa.

Warga Sukamaju Ubah Sampah Jadi Kas Bersama Read More »

Semarak Kemerdekaan, Warga Sungai Belida Dapat Bantuan dan Layanan Kesehatan

Semarak Kemerdekaan, Warga Sungai Belida Dapat Bantuan dan Layanan Kesehatan

OKI — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) tidak hanya diisi dengan seremoni dan perlombaan. Pemerintah Kabupaten OKI memilih memperkuat kepedulian sosial melalui kegiatan anjangsana dan penyaluran bantuan bagi masyarakat Desa Sungai Belida, Kecamatan Lempuing Jaya,(11/8).
.
Kegiatan yang digelar Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten OKI bersama Pemerintah Kabupaten OKI melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) serta Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) OKI itu menyasar warga yang membutuhkan, termasuk lanjut usia dan anak yatim.
.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten OKI, Ike Meilina Muchendi, mengatakan peringatan kemerdekaan semestinya menjadi ruang untuk kembali mengingat perjuangan para pahlawan. Menurut dia, kemerdekaan tidak cukup dimaknai melalui kegiatan seremonial, tetapi harus diterjemahkan dalam bentuk kepedulian dan kebermanfaatan bagi masyarakat.
.
“Peringatan HUT Kemerdekaan bukan hanya tentang seremoni dan perlombaan. Ini momentum untuk merenungkan kembali perjuangan para pahlawan dan mengisinya dengan hal-hal yang memberikan manfaat bagi sesama,” kata Ike.
.
Menurut Ike, anjangsana tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat silaturahmi antara pemerintah, organisasi wanita dan masyarakat. Selain menyerahkan bantuan sosial, kegiatan juga diisi dengan khitanan atau sunatan massal serta pemeriksaan kesehatan gratis bagi perempuan melalui layanan pap smear.
.
Ia menilai perhatian terhadap kesehatan perempuan perlu terus diperkuat. Sebab, kesehatan fisik dan mental kaum ibu memiliki kaitan erat dengan ketahanan dan kebahagiaan keluarga.
.
“Perempuan harus sehat secara fisik dan mental. Ketika ibu sehat dan berdaya, keluarga juga akan lebih kuat,” ujarnya.
.
Sementara itu, Bupati OKI Muchendi Mahzareki mengatakan anjangsana tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah daerah di tengah masyarakat, sekaligus momentum untuk mempererat hubungan dengan warga.
.
“Bantuan sosial yang disalurkan melalui organisasi wanita merupakan wujud kepedulian terhadap masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan di sejumlah dusun di Desa Sungai Belida,” ujarnya.
.
Ia berharap bantuan yang diberikan tidak sekadar menjadi simbol dalam rangkaian peringatan HUT RI, tetapi dapat meringankan beban masyarakat dan memperkuat semangat gotong royong.
.
Di tengah kondisi musim kemarau dan rangkaian kegiatan peringatan kemerdekaan, Muchendi juga mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga suasana kondusif. Ia meminta warga tidak mudah terprovokasi oleh informasi maupun isu yang dapat memicu perpecahan.
.
“Yang paling penting, mari kita jaga kerukunan dan ketenangan. Jangan mudah terpengaruh provokasi. Suasana kemerdekaan harus kita isi dengan kebersamaan dan hal-hal positif,” kata Muchendi.

Semarak Kemerdekaan, Warga Sungai Belida Dapat Bantuan dan Layanan Kesehatan Read More »

Bupati OKI Ingin KORMI Hadir hingga Desa, Olahraga untuk Semua

Bupati OKI Ingin KORMI Hadir hingga Desa, Olahraga untuk Semua

OKI – Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) H. Muchendi Mahzareki resmi membuka Musyawarah Kabupaten (Muskab) Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) OKI Tahun 2026 di Ruang Rapat Bende Seguguk 1, Kantor Pemerintah Kabupaten OKI, Selasa (11/8). Forum lima tahunan itu menjadi momentum evaluasi kepengurusan sekaligus memilih pengurus baru KORMI OKI periode 2026–2031.

Muchendi meminta Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) OKI tidak berhenti pada agenda pertandingan dan kejuaraan. Ia ingin olahraga rekreasi menjangkau desa dan menjadi kebiasaan warga, termasuk lansia, ibu-ibu, dan bapak-bapak.

“Kita ingin olahraga itu bisa menyentuh sampai ke level desa bahkan disemua kalangan. Membiasakan masyarakat untuk berolahraga, terutama anak-anak muda. Tetapi kita ingin lansia, ibu-ibu, bapak-bapak juga aktif berolahraga,” kata Muchendi.

Muskab, kata Muchendi, juga harus melahirkan kepengurusan yang bekerja aktif. Ia meminta pengurus baru segera menyusun program dan mempersiapkan kontingen OKI menghadapi Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat tingkat provinsi (Forprov) KORMI yang dijadwalkan berlangsung November mendatang.

“Kepengurusan KORMI harus yang mau bekerja, yang hobi olahraga, yang mau mengurus. Kalau sekadar nempel nama dalam kepengurusan, tidak usahlah, cari kerjaan lain saja. KORMI tidak ada gaji, jadi harus kreatif mencari sumber pendanaan dan tidak selalu mengharapkan APBD,” ujar dia.

Muchendi juga menargetkan OKI mempertahankan reputasinya sebagai salah satu daerah penyumbang medali bagi Sumatera Selatan. Ia berharap kepengurusan baru mampu memadukan agenda pembinaan olahraga masyarakat dengan penguatan prestasi.

Sekretaris KORMI Provinsi Sumatera Selatan Eko Agus Sugianto mengatakan OKI memiliki modal organisasi yang cukup besar. Saat ini terdapat sekitar 19 induk organisasi olahraga (inorga) di OKI. Jumlah tersebut dinilai cukup banyak dibandingkan sejumlah kabupaten lain di Sumatera Selatan.

Di tingkat provinsi, KORMI Sumsel memiliki 76 inorga, terdiri atas 57 anggota penuh dan 25 anggota sementara. Eko mendorong OKI mengaktifkan kembali inorga yang ada sekaligus membuka peluang bertambahnya organisasi olahraga masyarakat baru.

“OKI ini salah satu lumbung medali bagi KORMI Provinsi Sumatera Selatan. Pada FORNAS VII di Jawa Barat dan FORNAS VIII di Nusa Tenggara Barat, kontingen OKI konsisten memberikan sumbangsih medali emas untuk Sumsel. Salah satunya KSTI yang terus berprestasi,” kata Eko.

Sementara itu, Ketua Panitia Muskab KORMI OKI Solahudin mengatakan forum tersebut berlangsung sehari dengan agenda utama mengevaluasi program kerja periode sebelumnya, menyusun program kerja berikutnya, serta memilih kepengurusan KORMI OKI periode 2026–2031.

“Kami berharap forum ini berjalan lancar dan demokratis serta menghasilkan keputusan terbaik demi kemajuan olahraga masyarakat di Kabupaten Ogan Komering Ilir,” kata Solahudin.

Muskab KORMI OKI 2026 diharapkan menjadi titik awal penguatan olahraga masyarakat dari tingkat kabupaten hingga desa. Dengan kepengurusan baru, KORMI OKI dituntut tidak hanya mempertahankan prestasi, tetapi juga membuat olahraga menjadi aktivitas yang dekat dengan keseharian masyarakat.

Bupati OKI Ingin KORMI Hadir hingga Desa, Olahraga untuk Semua Read More »

Ke Jamnas 2026, Pramuka OKI Bawa Misi Kenalkan Daerah

Ke Jamnas 2026, Pramuka OKI Bawa Misi Kenalkan Daerah

OKI – Kontingen Pramuka Kwartir Cabang Ogan Komering Ilir (Kwarcab OKI) berangkat ke Jambore Nasional (Jamnas) 2026 di Cibubur, Jakarta Timur. Bukan sekadar untuk mengikuti perkemahan nasional, tetapi membawa misi memperkenalkan nama dan potensi daerah.

Bupati OKI, H. Muchendi Mahzareki, meminta para peserta memanfaatkan Jamnas sebagai ruang belajar, mengasah keterampilan, sekaligus memperluas pengalaman dan persahabatan dengan pramuka dari berbagai daerah.

“Ini kesempatan yang langka. Manfaatkan untuk belajar, menambah pengalaman, mengembangkan keterampilan, serta memperkenalkan nama dan potensi daerah,” kata Muchendi.

Kontingen Kwarcab OKI yang terdiri dari dua regu putra dan dua regu putri dengan total 40 peserta tersebut diharapkan tidak hanya membawa pulang pengalaman, tetapi juga memperkenalkan potensi daerah di tingkat nasional.

Muchendi mengingatkan, selama berada di luar daerah, perilaku peserta turut mencerminkan Kabupaten OKI. Karena itu, ia meminta seluruh peserta menjaga disiplin, kemandirian dan tanggung jawab selama mengikuti rangkaian Jamnas.

“Jaga nama baik Kabupaten OKI dengan menunjukkan sikap disiplin, mandiri dan bertanggung jawab. Junjung tinggi Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka serta patuhi seluruh aturan dan arahan pembina maupun pendamping,” ujarnya.

Menurut Muchendi, keberhasilan mengikuti Jamnas tidak semata-mata diukur dari prestasi yang diraih. Pengalaman, keterampilan, persahabatan serta kemampuan membawa nama baik daerah menjadi bekal yang tidak kalah penting.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pembina dan pendamping yang telah mempersiapkan kontingen. Pendampingan, kata dia, penting untuk memastikan seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan aman dan tertib.

Pemerintah Kabupaten OKI berharap kontingen dapat mengikuti seluruh rangkaian Jamnas dengan baik, menjaga kesehatan dan keselamatan, serta kembali ke daerah membawa pengalaman dan cerita baik dari perhelatan pramuka tingkat nasional tersebut.

Ke Jamnas 2026, Pramuka OKI Bawa Misi Kenalkan Daerah Read More »

184 Anak dari Keluarga Tak Mampu Mulai Bersekolah di Sekolah Rakyat OKI

184 Anak dari Keluarga Tak Mampu Mulai Bersekolah di Sekolah Rakyat OKI

TELUK GELAM, OKI— Sebanyak 184 anak dari keluarga tidak mampu mulai mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 1 Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Mereka berasal dari Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Kota Palembang dan kini mulai menjalani kehidupan baru di sekolah berasrama tersebut.

Bupati Ogan Komering Ilir H. Muchendi Mahzareki membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Senin, 10 Agustus 2026. Kegiatan ini menandai dimulainya aktivitas pendidikan di gedung baru Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 OKI.

Setahun lalu, lokasi sekolah tersebut masih berupa lahan kosong. Belum ada ruang kelas, asrama, lapangan olahraga, maupun aktivitas pendidikan. Kini, tempat itu berubah menjadi lingkungan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada anak-anak dari keluarga tidak mampu untuk mendapatkan pendidikan dan fasilitas pendukung secara gratis.

“Rasanya baru kemarin kita berdiri di sini, di hamparan lahan yang masih kosong,” kata Muchendi di hadapan para siswa.

Menurut Muchendi, mendapatkan program Sekolah Rakyat bukan perkara mudah. Banyak daerah menginginkan program yang digagas Presiden Prabowo Subianto tersebut. Pemerintah Kabupaten OKI kemudian berupaya agar program itu hadir di daerahnya.

“Yang dulu kami pikir sulit dan hampir mustahil, hari ini bisa terwujud,” ujarnya.

Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 OKI menyediakan fasilitas pendidikan dari jenjang SD hingga SMA. Para siswa juga mendapatkan fasilitas asrama, kantin, laboratorium komputer, perpustakaan, serta lapangan olahraga tanpa dipungut biaya.

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 OKI, Devi Mardianti, mengatakan fasilitas yang tersedia dirancang untuk menunjang proses belajar sekaligus perkembangan siswa. Sejumlah fasilitas juga memperhatikan aspek ramah anak.

“Fasilitas yang tersedia mudah-mudahan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh anak-anak. Kami berharap fasilitas ini bisa mendorong motivasi mereka untuk belajar, berkembang, dan meraih prestasi,” ujar Devi.

Bagi Muchendi, keberadaan Sekolah Rakyat bukan sekadar pembangunan fasilitas pendidikan. Program tersebut menunjukkan kehadiran negara dalam membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu.

Selain mendapatkan pendidikan formal, para siswa memperoleh tempat tinggal di asrama dan berbagai fasilitas penunjang. Muchendi meminta mereka memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sungguh-sungguh.

“Kalian adalah anak-anak yang terpilih. Negara sudah hadir, orang tua juga sudah menaruh harapan besar. Ikuti pendidikan dengan sungguh-sungguh dan jangan sampai putus di tengah jalan,” kata dia.

Muchendi berharap sekolah tersebut kelak melahirkan generasi yang mampu mengubah kehidupan keluarganya. Ia menyebut para siswa dapat tumbuh menjadi guru, pengusaha, anggota TNI dan Polri, hingga pemimpin daerah.

“Dari sini nanti muncul orang-orang yang bisa menjadi guru, pengusaha, TNI, Polri. Kami yakin di sini juga ada yang suatu hari bisa memimpin Kabupaten Ogan Komering Ilir,” ujarnya.

Devi mengatakan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 OKI ditargetkan berkembang menjadi sekolah unggulan sekaligus rujukan pendidikan berasrama di OKI. Sekolah itu, kata dia, akan mengembangkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga karakter dan potensi siswa.

“Saya berkomitmen membagikan praktik-praktik baik dan menjadikan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 OKI sebagai salah satu sekolah terbaik, sekolah unggulan dan rujukan sekolah berasrama yang memberikan layanan pendidikan bermutu,” kata Devi.

Menurut Devi, penyelenggaraan Sekolah Rakyat merupakan hasil kolaborasi lintas sektor. Kementerian Sosial, Pemerintah Kabupaten OKI, Dinas Sosial, PLN, PDAM, hingga Dinas Kesehatan terlibat dalam mendukung program tersebut.

“Program ini adalah mandat besar Presiden Prabowo untuk memuliakan masyarakat yang tidak mampu melalui pendidikan berasrama yang bermutu. Kami tidak bisa berjalan sendiri. Kami membutuhkan kehadiran dan komitmen semua sektor untuk membesarkan, merawat, dan menyukseskan Sekolah Rakyat,” ujar Devi.

Perwakilan Kementerian Sosial, Feri Aprianto, meminta para siswa tidak menyia-nyiakan kesempatan pendidikan yang mereka dapatkan. Ia menyampaikan pesan Presiden Prabowo agar para siswa menghargai kerja keras berbagai pihak yang telah memberikan mereka kesempatan untuk mendapatkan pendidikan.

“Belajar, belajar, belajar. Yang dilakukan hari ini akan menentukan masa depan kalian,” kata Feri.

184 Anak dari Keluarga Tak Mampu Mulai Bersekolah di Sekolah Rakyat OKI Read More »

Ikhtiar Hadapi Kemarau, Pemkab OKI Ajak Warga Gelar Shalat Istisqa

Ikhtiar Hadapi Kemarau, Pemkab OKI Ajak Warga Gelar Shalat Istisqa

OKI – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menggelar Shalat Istisqa di Halaman Kantor Bupati OKI, Kamis (6/8), sebagai ikhtiar bersama memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan di tengah musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah.

Shalat sunnah yang diikuti Wakil Bupati OKI Supriyanto, para kepala OPD, ASN, serta masyarakat itu berlangsung dengan khusyuk. Usai pelaksanaan salat, jamaah bersama-sama memanjatkan doa agar Allah SWT segera menurunkan hujan sehingga dapat mengurangi dampak kekeringan serta menekan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Wakil Bupati OKI, Supriyanto, mengatakan Shalat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar batin yang dilakukan pemerintah dan masyarakat di samping berbagai upaya penanganan karhutla yang terus dilakukan di lapangan.

“Melalui Shalat Istisqa ini kita bersama-sama bermunajat memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan di Kabupaten OKI. Semoga doa-doa yang kita panjatkan diijabah, sehingga kemarau segera berakhir dan masyarakat terhindar dari dampak kekeringan maupun kebakaran hutan dan lahan,” ujar Supriyanto.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan keimanan, memperbanyak istighfar, menjaga lingkungan, serta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

“Selain berdoa, mari kita bersama-sama menjaga alam dengan tidak membuka lahan menggunakan api. Ikhtiar lahir dan batin harus berjalan beriringan agar musibah dapat kita cegah bersama,” tambahnya.

Pelaksanaan Shalat Istisqa menjadi wujud kebersamaan pemerintah, ulama, dan masyarakat dalam memohon pertolongan Allah SWT, sekaligus memperkuat semangat gotong royong menghadapi musim kemarau yang tengah berlangsung.

Ikhtiar Hadapi Kemarau, Pemkab OKI Ajak Warga Gelar Shalat Istisqa Read More »

Bupati OKI Bagikan 3.000 Bendera Merah Putih, Ajak Warga Semarakkan HUT Ke-81 RI

Bupati OKI Bagikan 3.000 Bendera Merah Putih, Ajak Warga Semarakkan HUT Ke-81 RI

KAYUAGUNG – Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) H. Muchendi Mahzareki membagikan 3.000 bendera Merah Putih kepada masyarakat saat kegiatan Car Free Day (CFD) di Kayuagung, Minggu (2/8). Melalui gerakan tersebut, Muchendi mengajak masyarakat menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan mengibarkan Merah Putih di rumah, tempat usaha, hingga ruang-ruang publik.

Didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perangkat daerah, dan unsur terkait, Muchendi menyerahkan bendera secara langsung kepada warga yang mengikuti CFD maupun pengendara yang melintas. Sebanyak 3.000 bendera dibagikan sebagai bagian dari Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih yang digelar Pemerintah Kabupaten OKI.

Menurut Muchendi, bulan Agustus merupakan momentum untuk mengenang perjuangan para pahlawan sekaligus memperkuat semangat persatuan dan cinta tanah air.

“Agustus adalah bulan kemerdekaan. Merah melambangkan keberanian, sedangkan putih melambangkan kesucian. Dua warna ini tidak kita peroleh dengan mudah, tetapi melalui perjuangan dan pengorbanan para pendahulu bangsa,” ujar Muchendi.

Ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan pengibaran bendera Merah Putih sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan sekaligus wujud kecintaan terhadap Indonesia.

“Kita ingin Merah Putih berkibar di mana pun, tidak hanya di kantor pemerintahan, tetapi juga di rumah-rumah warga, pertokoan, sekolah, hingga ruang-ruang publik. Semoga semangat kemerdekaan semakin memperkuat rasa cinta kepada Indonesia dan mendorong kita terus memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” katanya.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten OKI, Irawan, mengatakan Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih bertujuan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menyemarakkan peringatan HUT Ke-81 RI sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme dan patriotisme.

“Melalui gerakan ini kami mengajak masyarakat untuk secara sukarela mengibarkan bendera Merah Putih selama bulan Agustus sebagai simbol persatuan dan penghormatan kepada jasa para pahlawan,” kata Irawan.

Ia menjelaskan, 3.000 bendera yang dibagikan merupakan hasil gotong royong berbagai pihak. Pengadaan bendera berasal dari partisipasi organisasi perangkat daerah (OPD) dan perusahaan yang beroperasi di Kabupaten OKI.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh OPD dan perusahaan yang telah berpartisipasi menyumbangkan bendera Merah Putih. Semangat gotong royong ini memungkinkan terkumpulnya 3.000 bendera yang hari ini dibagikan kepada masyarakat,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten OKI berharap gerakan tersebut mampu mendorong semakin banyak warga mengibarkan Merah Putih selama bulan Agustus, sehingga peringatan HUT Ke-81 RI tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga momentum memperkuat persatuan, nasionalisme, dan kecintaan terhadap bangsa.

Bupati OKI Bagikan 3.000 Bendera Merah Putih, Ajak Warga Semarakkan HUT Ke-81 RI Read More »

Pemkab OKI dan DJKN Sepakati Optimalisasi Aset dan Piutang Daerah

Pemkab OKI dan DJKN Sepakati Optimalisasi Aset dan Piutang Daerah

OKI – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Sumatera Selatan, Jambi, dan Bangka Belitung memperkuat kerja sama dalam pengelolaan barang milik daerah dan optimalisasi piutang daerah.

Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan dan perjanjian kerja sama antara Pemerintah Kabupaten OKI dan Kanwil DJKN Sumsel, Jambi, dan Babel. Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan tata kelola aset sekaligus mengoptimalkan potensi penerimaan daerah.

Bupati OKI, H. Muchendi Mahzareki, mengatakan pengelolaan aset daerah tidak hanya berkaitan dengan pencatatan dan administrasi, tetapi juga bagaimana aset yang dimiliki pemerintah dapat dikelola secara tertib, produktif, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

“Kerja sama ini menjadi langkah penting bagi Pemerintah Kabupaten OKI untuk memastikan seluruh barang milik daerah dikelola secara tertib dan optimal. Aset daerah harus memiliki nilai manfaat yang jelas dan dapat mendukung pelayanan publik serta pembangunan daerah,” kata Muchendi, Rabu (29/7/26)

Menurutnya, sinergi dengan DJKN diperlukan untuk memperkuat kapasitas pemerintah daerah dalam melakukan penataan, pemanfaatan, hingga optimalisasi aset.

“Melalui kerja sama ini kami berharap pengelolaan aset dan piutang daerah di Kabupaten OKI semakin baik. Kami ingin setiap potensi yang dimiliki daerah dapat dikelola secara akuntabel, transparan, dan memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kanwil DJKN, Ferdinan Lengkong menyampaikan bahwa kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten OKI dinilai menjadi bagian penting dalam mendorong pengelolaan kekayaan negara dan daerah yang lebih optimal. Sinergi tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah daerah menyelesaikan berbagai persoalan pengelolaan barang milik daerah, termasuk pemanfaatan aset yang belum optimal.

“Pengelolaan barang milik daerah membutuhkan sinergi dan komitmen bersama. DJKN siap memberikan dukungan dan pendampingan sesuai dengan kewenangan yang dimiliki agar aset daerah dapat dikelola secara tertib, optimal, dan memberikan manfaat yang lebih besar,” ujar perwakilan DJKN.

Ia mengatakan optimalisasi aset harus dilakukan dengan memperhatikan aspek legalitas, administrasi, serta nilai ekonomis. Dengan tata kelola yang baik, aset pemerintah tidak hanya tercatat sebagai kekayaan daerah, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.

“Selain pengelolaan aset, optimalisasi piutang daerah juga menjadi perhatian. Diperlukan langkah bersama untuk melakukan penanganan piutang secara terukur dan sesuai ketentuan sehingga potensi penerimaan daerah dapat dioptimalkan,” katanya.

Kerja sama tersebut mencakup pengelolaan barang milik daerah serta optimalisasi piutang daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten OKI. Melalui kesepakatan ini, pemerintah daerah dan DJKN diharapkan dapat memperkuat koordinasi dalam penataan aset, pemanfaatan barang milik daerah, serta penanganan piutang yang menjadi kewenangan pemerintah daerah.

Penandatanganan nota kesepakatan dan perjanjian kerja sama ini sekaligus menjadi komitmen bersama untuk membangun tata kelola kekayaan daerah yang lebih transparan, akuntabel, dan berorientasi pada manfaat.

Pemkab OKI dan DJKN Sepakati Optimalisasi Aset dan Piutang Daerah Read More »

OKI Puncaki SLIP PPID Award Sumsel, Terbaik dalam Layanan Informasi Publik

OKI Puncaki SLIP PPID Award Sumsel, Terbaik dalam Layanan Informasi Publik

PALEMBANG – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi yang terbaik dalam penyelenggaraan layanan informasi publik di Sumatera Selatan setelah meraih Juara I kategori Baik Sekali pada SLIP (Sistem Layanan Informasi Publik) PPID Award 2026. OKI memperoleh nilai sempurna 100, tertinggi di antara 17 kabupaten dan kota di Sumatera Selatan.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam Rapat Koordinasi dan Bimbingan Teknis Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) se-Sumatera Selatan Tahun 2026 di Graha Bina Praja, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Selasa (28/7/2026).

Kegiatan bertema “Transformasi Digital dan Penerapan Artificial Intelligence (AI) untuk Keterbukaan Informasi Publik yang Cepat, Akurat, dan Akuntabel” itu diikuti PPID Utama dan PPID Pelaksana dari seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Sumatera Selatan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Selatan Rika Efianti mengatakan, penguatan kapasitas PPID menjadi penting di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Menurut dia, transformasi digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan dapat meningkatkan kecepatan, ketepatan, serta kualitas pelayanan informasi publik.

“Keterbukaan informasi publik harus terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Transformasi digital dan kecerdasan buatan dapat menjadi instrumen untuk meningkatkan kualitas pelayanan informasi kepada masyarakat,” kata Rika.

Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Selatan Apriyadi mengatakan, PPID memiliki posisi strategis sebagai salah satu wajah pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Cara informasi publik dikelola dan disampaikan mencerminkan komitmen pemerintah terhadap transparansi dan keterbukaan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan juga memberikan penghargaan kepada pemerintah kabupaten dan kota yang menunjukkan kinerja terbaik dalam penyelenggaraan layanan informasi publik.

Kabupaten OKI menempati posisi teratas dengan predikat Baik Sekali dan nilai sempurna 100. Capaian itu menjadi pengakuan atas komitmen Pemerintah Kabupaten OKI dalam memperkuat tata kelola keterbukaan informasi melalui sinergi PPID Utama dan PPID Pelaksana di seluruh perangkat daerah.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten OKI Adi Yanto mengatakan, penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran PPID di lingkungan Pemerintah Kabupaten OKI. Capaian itu juga tidak terlepas dari komitmen Bupati OKI Muchendi Mahzareki dan Wakil Bupati OKI Supriyanto dalam mendorong keterbukaan informasi serta peningkatan kualitas layanan informasi kepada masyarakat.

“Alhamdulillah, capaian Juara I dengan nilai sempurna 100 menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan informasi publik. Prestasi ini merupakan wujud komitmen Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati dalam menghadirkan pemerintahan yang terbuka, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” kata Adi.

Menurut Adi, penghargaan tersebut juga merupakan hasil sinergi PPID Utama, PPID Pelaksana, dan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten OKI dalam menyediakan informasi publik yang cepat, akurat, akuntabel, dan mudah diakses.

“Capaian ini adalah hasil kerja bersama. Kolaborasi seluruh OPD menjadi kunci dalam memastikan layanan informasi publik dapat berjalan secara efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Adi menambahkan, Pemerintah Kabupaten OKI akan terus memperkuat tata kelola informasi publik melalui pemanfaatan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan, agar layanan informasi semakin berkualitas dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

“Ke depan, kami akan terus memperkuat tata kelola informasi publik melalui transformasi digital dan pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, agar pelayanan informasi di Kabupaten OKI semakin berkualitas, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” katanya.

OKI Puncaki SLIP PPID Award Sumsel, Terbaik dalam Layanan Informasi Publik Read More »

Scroll to Top