Informasi Serta Merta

KAHMI OKI Perkuat Peran Intelektual, Siap Kawal Pembangunan Daerah

KAHMI OKI Perkuat Peran Intelektual, Siap Kawal Pembangunan Daerah

KAYUAGUNG—-Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menegaskan komitmennya memperkuat peran intelektual dalam mengawal pembangunan daerah. Melalui gagasan, kajian, dan rekomendasi kebijakan berbasis data, organisasi alumni HMI itu siap menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten OKI dalam merumuskan arah pembangunan yang lebih partisipatif dan berkelanjutan.

Komitmen tersebut disampaikan Ketua Umum MD KAHMI OKI Alexsander Bastomi saat pelantikan kepengurusan MD KAHMI OKI periode 2026–2031 di Pendopo Rumah Dinas Bupati OKI, Sabtu (25/7).

Alexsander mengatakan, KAHMI tidak boleh sekadar menjadi wadah silaturahmi para alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), tetapi harus berkembang menjadi komunitas intelektual yang mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.

“KAHMI harus menjadi komunitas epistemik, yaitu jaringan intelektual yang menghasilkan gagasan berbasis ilmu pengetahuan untuk membantu menyelesaikan persoalan daerah,” ujarnya.

Salah satu bentuk kontribusi yang disiapkan, lanjut Alexsander, adalah berpartisipasi aktif dalam proses perencanaan pembangunan melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

Menurut dia, alumni HMI memiliki latar belakang keilmuan dan profesi yang beragam sehingga dapat memperkaya perspektif dalam penyusunan kebijakan pembangunan.

“Kami ingin ikut berada di ruang-ruang perencanaan. Potensi intelektual yang dimiliki alumni HMI harus diterjemahkan menjadi rekomendasi yang memberi manfaat bagi pembangunan Kabupaten OKI,” katanya.

Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki menyambut baik komitmen tersebut. Ia menilai KAHMI memiliki modal intelektual yang kuat untuk mendukung pemerintah dalam merumuskan kebijakan sekaligus menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks.

“Kami berharap KAHMI dapat berpartisipasi dalam Musrenbang dan menyampaikan ide-ide konstruktif. Dengan latar belakang keilmuan dan profesi yang beragam, kami yakin KAHMI mampu memberikan masukan yang bernilai bagi pembangunan daerah,” kata Muchendi.

Menurut Muchendi, pembangunan tidak dapat dijalankan pemerintah sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Dalam konteks itu, KAHMI dinilai dapat berperan sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat melalui pendekatan intelektual dan dialog yang objektif.

“Kami siap bersinergi. Kontribusi pemikiran dari kader dan alumni HMI sangat dibutuhkan untuk membantu menjelaskan berbagai dinamika pembangunan daerah maupun isu nasional kepada masyarakat. KAHMI juga diharapkan menjadi penyejuk yang membuka ruang dialog dan menghadirkan solusi,” ujarnya.

Ketua Umum Majelis Wilayah KAHMI Sumatera Selatan H. Joncik Muhammad mengatakan, KAHMI harus mampu menjaga relevansi perannya di tengah perubahan zaman dengan terus menghadirkan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan intelektualitas dalam kehidupan publik.

“KAHMI harus menjadi kekuatan intelektual yang memberi manfaat. Ketika terjadi polarisasi, KAHMI menjadi penyejuk. Ketika ada perbedaan, menjadi jembatan. Dan ketika menghadapi kebuntuan, menghadirkan solusi,” katanya.

Pelantikan kepengurusan MD KAHMI OKI periode 2026–2031 menjadi momentum mempertegas peran organisasi sebagai kekuatan intelektual yang tidak hanya mempererat jejaring alumni, tetapi juga aktif mengawal pembangunan daerah melalui pemikiran, kritik yang konstruktif, dan kolaborasi bersama pemerintah serta masyarakat.

KAHMI OKI Perkuat Peran Intelektual, Siap Kawal Pembangunan Daerah Read More »

Dua Putra OKI Resmi Jadi Letda TNI AD

Dua Putra OKI Resmi Jadi Letda TNI AD

OGAN KOMERING ILIR, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, kembali menorehkan kebanggaan di tingkat nasional. Dua putra terbaik daerah, Linggar Kusuma dan Syahraja Tanua, resmi menyandang pangkat Letnan Dua (Letda) TNI Angkatan Darat usai dilantik Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam Upacara Prasetya Perwira (Praspa) Taruna-Taruni Akademi TNI dan Akademi Kepolisian Tahun 2026 di Istana Merdeka Jakarta, Rabu (22/7/2026) kemarin.

Pelantikan tersebut menandai awal pengabdian kedua putra OKI sebagai perwira remaja TNI AD yang siap mengemban tugas menjaga kedaulatan negara dan mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Prosesi pelantikan dilaksanakan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 69/TNI/2026 dan Keputusan Presiden Nomor 70/Polri/2026 tentang Pengangkatan Taruna-Taruni Akademi TNI dan Akademi Kepolisian menjadi Perwira TNI dan Perwira Polri.

Dalam upacara yang berlangsung khidmat itu, Presiden Prabowo memimpin langsung pengambilan sumpah jabatan seluruh perwira baru TNI dan Polri. Para lulusan mengucapkan ikrar setia kepada bangsa dan negara, menjunjung tinggi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Sapta Marga, serta siap mengorbankan jiwa dan raga demi kepentingan bangsa.

“Hari ini bukan sekadar upacara, bukan garis akhir, tetapi awal sebuah pengabdian kepada bangsa, negara, dan rakyat Indonesia. Saudara-saudara telah bersumpah untuk bila perlu memberikan jiwa dan raga bagi bangsa dan negara,” tegas Presiden Prabowo dalam amanatnya.

Pada kesempatan yang sama, Presiden juga menyematkan tanda pangkat kepada empat lulusan terbaik penerima Adhi Makayasa, yakni Calvin Tidar Sakti dari Akademi Militer, M. Rizqi Wira Utama dari Akademi Angkatan Laut, Yehezkiel Bonaventura dari Akademi Angkatan Udara, serta Harindra Arsandho dari Akademi Kepolisian.

Sebanyak 1.177 calon perwira remaja resmi dilantik tahun ini, terdiri atas 512 perwira TNI AD, 229 TNI AL, 154 TNI AU, dan 282 perwira Polri. Upacara tersebut turut disaksikan lebih dari 4.000 anggota keluarga taruna dan taruni serta dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, jajaran Menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan TNI-Polri, dan tamu undangan lainnya.

Keberhasilan Linggar Kusuma dan Syahraja Tanua mendapat apresiasi dari Bupati Ogan Komering Ilir, H. Muchendi Mahzareki. Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi kebanggaan bagi seluruh masyarakat OKI sekaligus membuktikan bahwa putra daerah mampu bersaing dan berprestasi di tingkat nasional.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten OKI dan seluruh masyarakat, saya mengucapkan selamat kepada Linggar Kusuma dan Syahraja Tanua yang telah resmi dilantik sebagai Perwira TNI Angkatan Darat. Ini adalah prestasi yang sangat membanggakan dan menjadi kebanggaan bagi Kabupaten OKI,” ujar Muchendi.

Ia berharap kedua perwira muda tersebut mampu menjalankan amanah dengan profesionalisme, disiplin, integritas, dan dedikasi tinggi dalam setiap penugasan.

“Semoga keduanya menjadi perwira yang profesional, berintegritas, dan selalu menjaga nama baik daerah. Kami berharap keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi generasi muda OKI untuk berani bercita-cita tinggi, bekerja keras, dan terus mengukir prestasi demi Indonesia,” pungkasnya. (Eko Saputra)

Dua Putra OKI Resmi Jadi Letda TNI AD Read More »

Bupati OKI Minta Dukungan KLH Perkuat Penanganan Karhutla dan Pengelolaan Sampah

Bupati OKI Minta Dukungan KLH Perkuat Penanganan Karhutla dan Pengelolaan Sampah

JAKARTA – Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) Muchendi Mahzareki meminta dukungan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta meningkatkan pengelolaan sampah di daerahnya. Permintaan itu disampaikan saat bertemu Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh. Jumhur Hidayat, di Plaza Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (21/7/2026).
.
Dalam pertemuan tersebut, Muchendi memaparkan tantangan yang dihadapi Kabupaten OKI sebagai salah satu wilayah dengan ekosistem gambut terluas di Sumatera Selatan. Sekitar 60,15 persen wilayah OKI merupakan kawasan gambut atau mencakup 49,3 persen dari total ekosistem gambut di provinsi itu. Kondisi tersebut membuat OKI berperan penting dalam menjaga ekosistem gambut, sekaligus memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran hutan dan lahan, terutama saat musim kemarau.
.
“Musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih panjang. Karena itu kami terus memperkuat upaya pencegahan dengan melibatkan Forkopimda, pemerintah kecamatan, hingga pemerintah desa,” kata Muchendi.
.
Selain persoalan karhutla, Muchendi juga menyampaikan bahwa cakupan layanan pengelolaan sampah di Kabupaten OKI baru mencapai 9,44 persen. Rendahnya pelayanan tersebut dipengaruhi keterbatasan armada dan sarana pendukung.
.
Untuk meningkatkan pengelolaan sampah, Pemerintah Kabupaten OKI menjalankan Gerakan OKI Lestari untuk Indonesia Asri melalui kegiatan gotong royong rutin di lingkungan pemerintahan dan masyarakat. Pemkab juga mengembangkan bank sampah di sejumlah perangkat daerah guna mendorong pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat.
.
Pada kesempatan itu, Pemkab OKI mengajukan sejumlah usulan kepada Kementerian Lingkungan Hidup, yakni percepatan pembangunan Daerah Operasional (Daop) Penanggulangan Kebakaran Lahan, bantuan sarana persampahan berupa dump truck dan kendaraan roda tiga, serta percepatan penerbitan rekomendasi Tim Uji Kelayakan Lingkungan Hidup Kabupaten OKI.
.
Menanggapi usulan tersebut, Menteri Lingkungan Hidup Moh. Jumhur Hidayat menyatakan pemerintah pusat akan memberikan perhatian terhadap kebutuhan Kabupaten OKI.
.
“Persoalan lingkungan hidup adalah tanggung jawab bersama. Usulan dari Pemerintah Kabupaten OKI akan kami tindak lanjuti sesuai prioritas,” ujar Jumhur.
.
Ia mengatakan pembangunan Daop Penanggulangan Kebakaran Lahan di Kabupaten OKI diprioritaskan mulai 2027. Pemerintah Kabupaten OKI telah menyiapkan lahan bersertifikat sebagai syarat pembangunan fasilitas tersebut.
.
“Kesiapan daerah sudah 100 persen. Tahun depan kami alokasikan pendanaan struktural untuk memulai pembangunannya,” kata Jumhur.
.
Pembangunan Daop diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp33 miliar. Fasilitas tersebut akan menjadi pusat operasional pengendalian karhutla di Kabupaten OKI.
.
Selain itu, Kementerian Lingkungan Hidup juga akan mengalokasikan bantuan sarana dan prasarana persampahan pada tahun anggaran berikutnya. Sementara itu, rekomendasi Tim Uji Kelayakan Lingkungan Hidup Kabupaten OKI ditandatangani langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup pada hari yang sama.

Bupati OKI Minta Dukungan KLH Perkuat Penanganan Karhutla dan Pengelolaan Sampah Read More »

Kementerian LH Prioritaskan Pembangunan Daop Karhutla di OKI pada 2027

Kementerian LH Prioritaskan Pembangunan Daop Karhutla di OKI pada 2027

JAKARTA – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memprioritaskan pembangunan Daerah Operasional (Daop) Penanggulangan Kebakaran Lahan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, pada 2027. Pembangunan fasilitas dengan anggaran sekitar Rp33 miliar itu menjadi bagian dari penguatan upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di salah satu kawasan gambut terluas di Indonesia.
.
Komitmen tersebut disampaikan Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh. Jumhur Hidayat, saat menerima kunjungan Bupati Ogan Komering Ilir, Muchendi Mahzareki, di Plaza Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (21/7/2026).
.
Menurut Jumhur, pembangunan Daop akan mulai direalisasikan pada 2027 karena Pemerintah Kabupaten OKI telah memenuhi salah satu persyaratan utama, yakni menyediakan lahan yang telah bersertifikat.
.
“Kesiapan lokal sudah 100 persen. Tahun depan kami alokasikan pendanaan struktural untuk pelaksanaan pembangunannya,” kata Jumhur.
.
Daop Penanggulangan Kebakaran Lahan akan menjadi pusat operasional dalam pencegahan dan penanganan karhutla di Kabupaten OKI. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mempercepat koordinasi, mobilisasi personel dan peralatan, serta meningkatkan efektivitas penanganan kebakaran, terutama di kawasan gambut yang memiliki tingkat kerawanan tinggi pada musim kemarau.
.
Kabupaten OKI memiliki sekitar 60,15 persen wilayah berupa ekosistem gambut atau sekitar 49,3 persen dari total kawasan gambut di Provinsi Sumatera Selatan. Luasan tersebut menjadikan OKI sebagai daerah strategis dalam upaya perlindungan ekosistem gambut sekaligus salah satu wilayah prioritas pengendalian karhutla.
.
Bupati OKI Muchendi Mahzareki mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan lahan sebagai bentuk dukungan terhadap rencana pembangunan Daop. Menurut dia, keberadaan fasilitas tersebut akan memperkuat kapasitas daerah dalam mengantisipasi ancaman karhutla yang diperkirakan meningkat seiring musim kemarau yang lebih panjang.
.
“Daop akan menjadi penguat sistem penanganan karhutla di OKI. Kami siap mendukung penuh pelaksanaan pembangunan agar operasional pengendalian kebakaran di daerah semakin efektif,” ujar Muchendi.
.
Dalam pertemuan itu, Pemerintah Kabupaten OKI juga mengusulkan bantuan sarana dan prasarana pengelolaan sampah berupa dump truck dan kendaraan roda tiga, serta percepatan penerbitan rekomendasi Tim Uji Kelayakan Lingkungan Hidup Kabupaten OKI.
.
Menanggapi usulan tersebut, Jumhur menyatakan kementeriannya akan menindaklanjuti kebutuhan daerah secara bertahap. Bantuan sarana persampahan direncanakan dialokasikan pada tahun anggaran berikutnya, sementara rekomendasi Tim Uji Kelayakan Lingkungan Hidup Kabupaten OKI ditandatangani langsung pada hari yang sama.
.
Pembangunan Daop Penanggulangan Kebakaran Lahan di OKI diharapkan memperkuat kesiapsiagaan pemerintah dalam menghadapi ancaman karhutla, sekaligus mendukung perlindungan ekosistem gambut yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan menekan emisi karbon.

Kementerian LH Prioritaskan Pembangunan Daop Karhutla di OKI pada 2027 Read More »

Soroti Mentalitas “Absen Lalu Hilang”, Sekda Ajak ASN OKI Tingkatkan Kinerja dan Disiplin

Soroti Mentalitas “Absen Lalu Hilang”, Sekda Ajak ASN OKI Tingkatkan Kinerja dan Disiplin

KAYUAGUNG – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menegaskan komitmennya memperkuat budaya kerja aparatur sipil negara (ASN) yang disiplin, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik.
.
Hal ini menyikapi adanya sorotan terhadap mentalitas aparatur yang hanya datang untuk mengisi absensi lalu meninggalkan tempat kerja, Sekretaris Daerah Kabupaten OKI Asmar Wijaya mengingatkan seluruh ASN menjadikan disiplin sebagai budaya kerja sekaligus meningkatkan kinerja agar kehadiran aparatur benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
.
“Jangan karena ulah segelintir orang, citra seluruh ASN menjadi buruk. Masih banyak pegawai yang bekerja sungguh-sungguh, melayani masyarakat dengan penuh tanggung jawab, dan patut menjadi teladan. Yang harus kita benahi adalah oknumnya, bukan menghakimi seluruh ASN,” tegas Asmar, saat memimpin Apel Bulanan Pemerintah Kabupaten OKI di halaman Kantor Bupati OKI, Senin (20/7).

Diterangkan Asmar, hasil pengawasan masih menemukan sejumlah oknum ASN, undispliner.

Karena itu, Sekda meminta seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) memperkuat pengawasan terhadap disiplin dan kinerja pegawai. Ia menginstruksikan agar setiap pelanggaran disiplin maupun rendahnya kinerja segera dilaporkan kepada Inspektorat Kabupaten OKI untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain disiplin kerja, Sekda juga mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap aturan berpakaian dinas. Menurutnya, penggunaan seragam dan atribut resmi secara benar merupakan bagian dari disiplin sekaligus mencerminkan wibawa aparatur pemerintah.

Dalam kesempatan itu, Asmar turut mengevaluasi pelaksanaan kebijakan Work From Home (WFH) di lingkungan Pemkab OKI. Berdasarkan hasil evaluasi dan inspeksi mendadak, masih ditemukan ASN yang tidak dapat dihubungi saat menjalankan tugas dari rumah, baik melalui telepon maupun panggilan video.
.
“WFH bukanlah bentuk kelonggaran yang membebaskan ASN dari tanggung jawab pekerjaan, melainkan pola kerja yang tetap menuntut kesiapsiagaan, produktivitas, dan kemudahan koordinasi. WFH bukan libur.” Tegasnya.

Pemerintah Kabupaten OKI berharap seluruh ASN terus memperkuat integritas, disiplin, dan etos kerja sehingga kepercayaan masyarakat terhadap birokrasi semakin meningkat. Pemerintah juga memastikan pembinaan dan pengawasan akan terus dilakukan agar pelayanan publik berjalan optimal dan profesional.

Soroti Mentalitas “Absen Lalu Hilang”, Sekda Ajak ASN OKI Tingkatkan Kinerja dan Disiplin Read More »

Nobar Final Piala Dunia 2026, Pemkab OKI Hadirkan Ruang Kebersamaan bagi Masyarakat

Nobar Final Piala Dunia 2026, Pemkab OKI Hadirkan Ruang Kebersamaan bagi Masyarakat

KAYUAGUNG – Suasana Pendopo Rumah Dinas Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) dipenuhi antusiasme masyarakat saat Pemerintah Kabupaten OKI menggelar nonton bareng (nobar) final Piala Dunia FIFA 2026 antara Spanyol melawan Argentina, Senin (20/7) dini hari mulai pukul 02.00 WIB.

Ratusan warga dari berbagai kalangan memadati lokasi nobar. Mereka datang mengenakan atribut tim favorit masing-masing. Pendukung Argentina dan Spanyol memenuhi area pendopo, menciptakan atmosfer layaknya berada di stadion dengan sorak-sorai, yel-yel, hingga tepuk tangan yang bergemuruh setiap kali peluang tercipta.

Selain menyaksikan pertandingan, masyarakat juga disuguhi berbagai rangkaian hiburan, termasuk pembagian doorprize berhadiah yang didukung oleh Bank Sumsel Babel. Beragam hadiah dibagikan kepada penonton melalui undian dan kuis interaktif, sehingga semakin menambah semarak suasana nobar sekaligus menjadi bentuk apresiasi kepada masyarakat yang hadir memeriahkan kegiatan tersebut.

Laga final berlangsung ketat, kedua tim saling menekan sepanjang waktu normal tanpa gol. Spanyol akhirnya memastikan gelar juara dunia setelah penyerang Ferran Torres mencetak gol pada menit ke-106 babak perpanjangan waktu. Gol tunggal tersebut memastikan kemenangan 1-0 sekaligus mengantarkan La Roja meraih trofi Piala Dunia 2026.

Bupati OKI, H. Muchendi Mahzareki, yang turut hadir bersama masyarakat mengatakan kegiatan nobar bukan sekadar menyaksikan pertandingan sepak bola, melainkan menjadi ruang kebersamaan yang mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.

“Sepak bola selalu punya cara menyatukan banyak orang. Malam ini kita melihat pendukung Spanyol dan Argentina duduk berdampingan, saling bersorak, saling bercanda, tetapi tetap menjaga sportivitas. Ruang-ruang seperti ini penting karena mengingatkan kita bahwa perbedaan pilihan tidak harus melahirkan perpecahan,” ujar Muchendi.

Menurut Muchendi, antusiasme masyarakat yang rela berkumpul sejak dini hari menunjukkan bahwa olahraga mampu menjadi perekat sosial sekaligus menghadirkan hiburan yang positif.

“Pemerintah Kabupaten OKI ingin menghadirkan ruang kebersamaan yang sederhana, tetapi bermakna. Ketika masyarakat bisa berkumpul, menikmati pertandingan bersama, berbagi kegembiraan, itulah semangat kebersamaan yang ingin terus kita bangun di OKI,” katanya.

Sorak kemenangan pecah di Pendopo Rumah Dinas Bupati sesaat setelah wasit meniup peluit panjang. Pendukung Spanyol merayakan keberhasilan tim kesayangannya, sementara para pendukung Argentina tetap memberikan tepuk tangan sebagai bentuk penghormatan atas pertandingan yang berlangsung sengit hingga babak tambahan waktu.

Kegiatan nobar yang difasilitasi Pemkab OKI berlangsung tertib, aman, dan penuh keakraban hingga pertandingan usai, menjadi penutup manis pesta sepak bola dunia yang dinikmati bersama masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Nobar Final Piala Dunia 2026, Pemkab OKI Hadirkan Ruang Kebersamaan bagi Masyarakat Read More »

Diskominfo OKI Bekali Siswa Baru Etika Digital

Diskominfo OKI Bekali Siswa Baru Etika Digital

KAYUAGUNG – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) membekali siswa baru SMA Negeri 1 Kayuagung dengan pemahaman tentang etika digital melalui kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027.

Pembekalan tersebut bertujuan membentuk generasi muda yang tidak hanya cakap memanfaatkan teknologi, tetapi juga memiliki karakter, tanggung jawab, dan kesadaran dalam berinteraksi di ruang digital sebagai Pahlawan Digital.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatasi Kabupaten OKI, Adi Yanto, S.Pd., M.Si., mengatakan bahwa kemampuan digital harus berjalan beriringan dengan etika, sehingga para pelajar mampu menggunakan teknologi secara positif, aman, dan bertanggung jawab.

“Jejak digital adalah cerminan karakter. Apa yang kita unggah, komentari, maupun bagikan akan menjadi rekam jejak yang dapat memengaruhi masa depan. Karena itu, gunakan media digital untuk belajar, berkarya, dan menyebarkan hal-hal yang bermanfaat,” ujar Adi Yanto.

Ia menjelaskan, etika digital mencakup kemampuan berkomunikasi dengan sopan, menghargai perbedaan pendapat, menjaga keamanan data pribadi, berpikir kritis sebelum menyebarkan informasi, serta menolak segala bentuk hoaks, ujaran kebencian, dan perundungan siber (cyberbullying).

“Jangan mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Terapkan prinsip berpikir sebelum mengunggah, karena setiap tindakan di dunia digital memiliki konsekuensi. Jadilah generasi yang cerdas, berintegritas, dan mampu menjadi teladan di ruang digital,” tambahnya.

Dalam sesi pembekalan, para siswa menerima materi mengenai pentingnya menjaga jejak digital, etika bermedia sosial, perlindungan data pribadi, ancaman siber, berpikir kritis dalam menyaring informasi, serta pemanfaatan internet sebagai sarana belajar, berinovasi, dan membangun prestasi.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme siswa yang aktif berdiskusi mengenai berbagai persoalan di ruang digital, mulai dari keamanan akun media sosial, cara mengenali hoaks, hingga membangun citra diri yang positif melalui karya dan perilaku yang baik di internet.

Melalui kegiatan ini, Diskominfo Kabupaten OKI berharap para pelajar mampu menjadi generasi yang cerdas bermedia digital, berkarakter, serta mampu menciptakan ekosistem digital yang aman, sehat, produktif, dan beretika sebagai bekal menghadapi tantangan di era transformasi digital.

Diskominfo OKI Bekali Siswa Baru Etika Digital Read More »

Lomba Balita Sehat, Sarana Edukasi Pola Asuh Anak

Lomba Balita Sehat, Sarana Edukasi Pola Asuh Anak

KAYUAGUNG — Pola asuh yang tepat menjadi salah satu faktor penting dalam membentuk tumbuh kembang anak. Selain pemenuhan gizi dan layanan kesehatan, perhatian orang tua pada masa emas anak turut menentukan kualitas kesehatan, perkembangan, hingga kecerdasan pada masa depan. Pesan itu mengemuka dalam Lomba Balita Indonesia Tingkat Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati OKI, Rabu (15/7).

Bagi Pemerintah Kabupaten OKI, lomba tersebut bukan sekadar ajang memilih balita sehat, melainkan sarana mengedukasi keluarga mengenai pentingnya pola asuh yang baik sebagai bagian dari upaya mencegah stunting dan menyiapkan generasi berkualitas sejak dini.

Mewakili Bupati OKI, Sekretaris Daerah Kabupaten OKI Asmar Wijaya mengatakan, kualitas sumber daya manusia dibangun sejak usia dini melalui pemenuhan gizi, pelayanan kesehatan, serta lingkungan pengasuhan yang mendukung tumbuh kembang anak.

“Anak adalah anugerah sekaligus amanah. Masa depan daerah dan bangsa ditentukan oleh bagaimana kita memenuhi kebutuhan gizi, kesehatan, dan tumbuh kembang mereka sejak usia dini,”* ujar Asmar.

Menurut dia, stunting tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik, tetapi juga perkembangan otak, kemampuan belajar, hingga produktivitas di masa depan. Karena itu, pencegahannya membutuhkan keterlibatan keluarga, tenaga kesehatan, dan berbagai pemangku kepentingan.

Pemerintah Kabupaten OKI, lanjut Asmar, terus memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak melalui optimalisasi puskesmas dan posyandu, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, perluasan imunisasi, edukasi gizi, serta kolaborasi lintas sektor untuk menurunkan prevalensi stunting.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten OKI Ike Meilina Muchendi mengatakan, keluarga merupakan lingkungan pertama yang membentuk kualitas anak. Menurut dia, usia nol hingga lima tahun merupakan masa emas perkembangan sehingga membutuhkan perhatian penuh dari orang tua, baik dalam pemenuhan gizi maupun pola pengasuhan.

Ia mengajak keluarga mengutamakan konsumsi makanan bergizi berbahan alami (real food) dan membangun lingkungan rumah yang aman serta penuh kasih sayang.

“Rumah harus menjadi tempat paling aman dan nyaman bagi anak. Keberanian mereka menghadapi dunia luar tumbuh dari kedekatan dan kasih sayang orang tua,” kata Ike.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten OKI Alamsyah mengatakan, Lomba Balita Indonesia diikuti 36 balita hasil seleksi dari seluruh kecamatan yang terbagi dalam kategori usia 6–24 bulan dan 24–59 bulan, Penilaian dilakukan oleh tim multidisiplin yang terdiri atas dokter spesialis anak, dokter, psikolog, ahli gizi, serta Tim Penggerak PKK dengan menilai aspek kesehatan, pertumbuhan, perkembangan, dan pola asuh keluarga.

Para pemenang selanjutnya akan mewakili Kabupaten OKI pada Lomba Balita Indonesia tingkat Provinsi Sumatera Selatan.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten OKI berharap edukasi tentang pola asuh tidak berhenti pada arena perlombaan, tetapi menjadi praktik yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, investasi terbaik bagi masa depan daerah dimulai dari keluarga yang mampu memastikan setiap anak tumbuh sehat, cerdas, dan berkembang optimal sejak masa emas kehidupannya.

Lomba Balita Sehat, Sarana Edukasi Pola Asuh Anak Read More »

Sinergi Pemkab OKI dan Kejari Perkuat Tata Kelola Pajak Daerah

Sinergi Pemkab OKI dan Kejari Perkuat Tata Kelola Pajak Daerah

KAYUAGUNG – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) OKI memperkuat sinergi dalam membangun tata kelola pajak daerah yang lebih transparan, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan kepatuhan wajib pajak. Langkah ini diharapkan mampu mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus mendukung pembiayaan pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam peringatan Hari Pajak Nasional yang digelar Badan Pengelola Pajak Daerah (BPPD) Kabupaten OKI, Senin (14/7). Selain memberikan penghargaan kepada wajib pajak teladan, desa berprestasi, dan mitra strategis, kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan aparat penegak hukum dalam membangun sistem perpajakan daerah yang lebih efektif, transparan, dan berkelanjutan.
.
Wakil Bupati OKI, Supriyanto, mengatakan pajak daerah merupakan fondasi penting pembiayaan pembangunan. Karena itu, kepatuhan membayar pajak bukan hanya kewajiban administratif, tetapi juga bentuk nyata gotong royong masyarakat dalam membangun Kabupaten OKI.
.
“Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir mengapresiasi Badan Pengelola Pajak Daerah beserta seluruh mitra strategis yang terus memperkuat tata kelola perpajakan daerah. Wajib Pajak Teladan yang menerima penghargaan hari ini merupakan contoh nyata bahwa kepatuhan memberikan kontribusi langsung bagi pembangunan Kabupaten OKI,” ujar Supriyanto.
.
Menurutnya, penghargaan tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun budaya sadar dan patuh pajak. Pemerintah juga memberikan apresiasi kepada desa-desa dengan capaian terbaik dalam pengelolaan pajak daerah agar menjadi motivasi bagi desa dan kelurahan lainnya.
.
“Saya harap BPPD untuk terus menghadirkan layanan perpajakan yang mudah, cepat, transparan, dan akuntabel sehingga mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan pajak daerah,” ucapnya.
.
Sementara itu, Kajari OKI. Gede Widhartama menegaskan bahwa Kejaksaan tidak hanya berperan dalam penegakan hukum, tetapi juga mengedepankan langkah pencegahan dan pembinaan agar kepatuhan pajak tumbuh secara berkelanjutan.
.
“Ke depan, kami mendorong pengawasan wajib pajak secara real-time melalui integrasi teknologi, termasuk pemanfaatan dashboard pemantauan CCTV, sehingga potensi selisih pelaporan pajak dapat diminimalkan,” ujar Kajari.
.
Gede menjelaskan, digitalisasi pengawasan tersebut diharapkan mampu membangun sistem self-assessment yang semakin transparan, andal, dan akuntabel. Namun demikian, Kejaksaan bersama Pemerintah Daerah tetap mengedepankan pendekatan persuasif agar iklim investasi dan dunia usaha di Kabupaten OKI tetap tumbuh dengan baik.
.
“Kami berharap masa pembinaan selama tiga bulan ke depan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh seluruh wajib pajak untuk melengkapi seluruh persyaratan administrasi, mulai dari pengurusan izin SIPA hingga pemasangan instalasi flow meter,” tegas Kajari.
.
Ia juga mengingatkan bahwa apabila masa pembinaan tersebut tidak dimanfaatkan secara optimal, Kejaksaan akan mendukung langkah penertiban sesuai ketentuan yang berlaku.
.
“Apabila ruang pembinaan kooperatif tersebut tidak ditindaklanjuti dalam batas waktu yang ditentukan, Kejaksaan akan mendukung penuh langkah penertiban secara tegas sesuai amanat Peraturan Daerah,” katanya.
.
Sementara itu, Kepala BPPD OKI, M. Putra Taufan, menjelaskan peringatan Hari Pajak Nasional menjadi momentum meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pajak daerah, mendorong kepatuhan wajib pajak secara berkelanjutan, serta memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan Kabupaten OKI.
.
“Tahun ini, penghargaan diprioritaskan pada kategori Pajak Air Tanah serta Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) untuk tingkat desa dan kelurahan. Kegiatan dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, camat, lurah, kepala desa, penerima penghargaan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Pelaksanaan kegiatan didanai melalui APBD Kabupaten OKI dengan dukungan sponsorship dari Bank Sumsel Babel,” ucapnya.

Sinergi Pemkab OKI dan Kejari Perkuat Tata Kelola Pajak Daerah Read More »

Aduan Warga Capai 608 Kasus, Pemkab OKI Perkuat Respons Aduan Publik

Aduan Warga Capai 608 Kasus, Pemkab OKI Perkuat Respons Aduan Publik

KAYUAGUNG – Sebanyak 608 pengaduan dan aspirasi masyarakat diterima Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) melalui Saluran Lapor Bupati selama periode 14 Juli 2025 hingga 30 Juni 2026. Dari jumlah tersebut, 500 laporan atau 82,2 persen berhasil ditindaklanjuti, sementara sisanya masih dalam proses penyelesaian, terutama terkait pekerjaan infrastruktur yang memerlukan tahapan verifikasi teknis dan penyesuaian siklus penganggaran.

Capaian sekaligus evaluasi tersebut menjadi perhatian dalam Lokakarya “Kelola Aduan, Bangun Kepercayaan” bertema Strategi Pengelolaan Aduan Layanan Publik yang Responsif, Akuntabel, dan Berdampak yang digelar Pemkab OKI di Kayuagung, Selasa (14/7/2026). Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah memperkuat komitmen meningkatkan kecepatan, kualitas, dan akuntabilitas penanganan pengaduan sebagai bagian dari reformasi birokrasi dan peningkatan pelayanan publik.

Dalam sambutan tertulis Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki yang dibacakan Sekretaris Daerah OKI Asmar Wijaya, ditegaskan bahwa setiap pengaduan masyarakat harus dipandang sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, bukan sekadar beban administrasi.

“Setiap keluhan, kritik, maupun masukan yang disampaikan masyarakat harus kita pandang sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas pelayanan. Masyarakat ingin didengar, memperoleh kepastian, dan melihat bahwa setiap laporan benar-benar ditindaklanjuti,” ujar Asmar membacakan sambutan Bupati.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten OKI Adi Yanto memaparkan, laporan yang masuk didominasi pengaduan masyarakat sebanyak 540 laporan atau 88,8 persen, Selain itu terdapat 59 aspirasi masyarakat (9,7 persen) dan 9 laporan whistleblowing (1,5 persen)

Partisipasi masyarakat melalui Saluran Lapor Bupati juga menunjukkan tren yang stabil. Setiap bulan tercatat sekitar 40 hingga 60 laporan, dengan jumlah tertinggi terjadi pada Maret 2026 yang mencapai 58 laporan.

Meski tingkat penyelesaian laporan cukup tinggi, evaluasi juga menunjukkan masih terdapat tantangan pada sektor infrastruktur. Sekitar 77 persen laporan yang masih berproses berkaitan dengan pembangunan jalan dan jembatan di bawah kewenangan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Proses penyelesaiannya memerlukan verifikasi teknis serta penyesuaian dengan siklus penganggaran APBD.

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Sumatera Selatan, M. Adrian Agustiansyah, mengatakan keberhasilan sistem pengaduan tidak hanya ditentukan oleh kecepatan respons pemerintah, tetapi juga kemampuan melindungi identitas masyarakat yang menyampaikan laporan.

Menurut Adrian, implementasi Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap sistem pengaduan.

“Pemerintah daerah sebagai pengendali data wajib melindungi identitas pelapor dan memitigasi risiko kebocoran data agar masyarakat merasa aman menyampaikan laporan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pelayanan Media Informasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Selatan, Azim Baidillah, menjelaskan bahwa pengelolaan pengaduan melalui SP4N-LAPOR! menerapkan prinsip No Wrong Door Policy Melalui prinsip tersebut, setiap pengaduan, aspirasi, maupun permintaan informasi yang disampaikan masyarakat melalui kanal apa pun akan diterima, diverifikasi, dan diteruskan kepada instansi yang berwenang.

Azim menambahkan, sistem pengaduan yang terintegrasi menjadi bagian penting dalam mendukung transformasi tata kelola pemerintahan berbasis digital menuju pelayanan publik yang lebih partisipatif, transparan, dan akuntabel.

Melalui lokakarya ini, Pemkab OKI juga mendorong percepatan integrasi seluruh kanal pengaduan daerah ke dalam SP4N-LAPOR! sebagai sistem nasional pengelolaan pengaduan pelayanan publik. Langkah tersebut diharapkan memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah sehingga setiap laporan masyarakat dapat ditangani lebih cepat, tepat, dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik.

Aduan Warga Capai 608 Kasus, Pemkab OKI Perkuat Respons Aduan Publik Read More »

Scroll to Top