High Level Meeting TPID OKI 2026, Wabup Tekankan Sinergi Hingga Desa untuk Kendalikan Inflasi

Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menggelar High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten OKI Tahun 2026 di Ruang Rapat Bende Seguguk I (RRBS I) Pemkab OKI, Rabu (11/2/26). Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati OKI Supriyanto, Kepala BPS Sumsel Wahyu Yulianto, Sekda OKI, jajaran Kepala OPD, para Camat se-Kabupaten OKI, serta jajaran BPS Kabupaten OKI.
Dalam arahannya, Wakil Bupati OKI Supriyanto menegaskan bahwa pengendalian inflasi merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor hingga ke tingkat kecamatan dan desa. Menurutnya, sinergi yang kuat menjadi kunci menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Pengendalian inflasi harus melibatkan semua pihak, mulai dari OPD teknis, camat, kepala desa, hingga pelaku usaha. Kerja sama yang solid sampai ke tingkat desa sangat menentukan keberhasilan kita menjaga stabilitas harga,” tegas Supriyanto.
Ia juga menekankan pentingnya langkah antisipatif dalam menghadapi potensi kenaikan harga bahan pokok, terutama menjelang hari besar keagamaan dan momen tertentu yang berpotensi mendorong lonjakan permintaan. “Kita harus bergerak cepat, melakukan pemantauan rutin, operasi pasar jika diperlukan, serta memastikan distribusi barang kebutuhan pokok berjalan lancar,” ujarnya.
Supriyanto menambahkan, TPID OKI harus mampu memperkuat koordinasi data dan informasi agar kebijakan yang diambil tepat sasaran. “Data yang akurat menjadi dasar pengambilan keputusan. Dengan koordinasi yang baik dan respons yang cepat, kita optimistis inflasi di Kabupaten OKI tetap terkendali,” katanya.
Sementara itu, Kepala BPS Provinsi Sumatera Selatan, Wahyu Yulianto, menyampaikan apresiasinya terhadap komitmen dan langkah konkret yang dilakukan Pemkab OKI dalam pengendalian inflasi. Ia menilai sinergi antarperangkat daerah di OKI berjalan cukup baik dan konsisten.
“Kami mengapresiasi upaya Pemerintah Kabupaten OKI yang secara konsisten melakukan berbagai langkah pengendalian inflasi, mulai dari pemantauan harga, intervensi pasar, hingga penguatan koordinasi melalui TPID. Ini menunjukkan komitmen yang serius dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah,” ujar Wahyu.
Menurut Wahyu, pengendalian inflasi tidak hanya berdampak pada stabilitas harga, tetapi juga pada kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. “Ketika inflasi terkendali, daya beli masyarakat tetap terjaga dan pertumbuhan ekonomi daerah dapat berlangsung lebih sehat. Kolaborasi yang telah dibangun di OKI ini patut dipertahankan dan terus ditingkatkan,” tambahnya.
Melalui High Level Meeting TPID Tahun 2026 ini, Pemerintah Kabupaten OKI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi, meningkatkan kewaspadaan terhadap gejolak harga, serta mendorong peran aktif seluruh pemangku kepentingan dalam upaya menjaga inflasi tetap terkendali demi kesejahteraan masyarakat.



