Editor

Semangat Membangun Masjid Harus Sejalan dengan Memakmurkannya

Semangat Membangun Masjid Harus Sejalan dengan Memakmurkannya

OKI,— Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) H. Muchendi Mahzareki mengingatkan bahwa semangat masyarakat dalam membangun masjid harus diimbangi dengan komitmen untuk memakmurkannya. Masjid tidak hanya berfungsi sebagai bangunan fisik, tetapi juga menjadi pusat ibadah, pembinaan umat, dan aktivitas sosial keagamaan.

Pesan itu disampaikan Muchendi saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Masjid Baitul Muttaqin di Desa Gading Raja, Kecamatan Pedamaran Timur, Kamis (4/6).

Menurut Muchendi, pembangunan rumah ibadah merupakan wujud kebersamaan masyarakat yang patut diapresiasi. Namun, keberhasilan sebuah masjid tidak hanya diukur dari megahnya bangunan, melainkan juga dari kehidupan keagamaan yang tumbuh di dalamnya.

“Semangat membangun masjid harus sejalan dengan semangat memakmurkannya. Setelah berdiri nanti, masjid harus hidup dengan salat berjamaah, pengajian, dan berbagai kegiatan keagamaan lainnya,” kata Muchendi.

Ia mengapresiasi inisiatif warga Desa Gading Raja yang secara swadaya memulai pembangunan masjid. Menurut dia, banyak rumah ibadah di Kabupaten OKI dapat berdiri dan berkembang berkat kekompakan masyarakat.

“Membangun rumah Allah membutuhkan keyakinan, keikhlasan, dan kebersamaan. Manfaatnya juga akan dirasakan bersama oleh masyarakat,” ujarnya.

Muchendi menambahkan, percepatan pembangunan masjid membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk dunia usaha yang beroperasi di wilayah Pedamaran Timur. Pemerintah Kabupaten OKI, kata dia, akan berupaya mendorong perusahaan-perusahaan di sekitar lokasi untuk turut berpartisipasi.

“Kami berharap perusahaan yang berada di sekitar wilayah ini dapat ikut membantu. Dengan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha, pembangunan akan lebih cepat terwujud,” katanya.

Selain menghadiri peletakan batu pertama, Muchendi juga menerima aspirasi masyarakat terkait kondisi infrastruktur jalan di Desa Gading Raja. Ia memastikan pembangunan jalan akan dilanjutkan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah.

Ketua Panitia Pembangunan Masjid Baitul Muttaqin Ahmad Jailani mengatakan pembangunan masjid baru dilakukan karena bangunan lama tidak lagi mampu menampung jumlah jamaah, terutama saat Idul Fitri, Idul Adha, dan kegiatan keagamaan selama Ramadhan.

“Selama tiga tahun terakhir kami menghimpun dana dari masyarakat. Alhamdulillah, hari ini pembangunan bisa dimulai,” ujarnya.

Menurut Ahmad, hingga saat ini panitia telah mengumpulkan sekitar Rp 300 juta dari infak masyarakat. Selain itu, sejumlah warga dan dermawan juga memberikan bantuan material berupa pasir, semen, dan besi.

Ia memperkirakan kebutuhan dana tahap awal pembangunan, mulai dari pondasi hingga berdirinya tiang utama masjid, mencapai sekitar Rp 550 juta. Karena itu, panitia masih membuka kesempatan bagi masyarakat, perusahaan, maupun donatur untuk berpartisipasi.

Kepala Desa Gading Raja Budiyanto mengajak masyarakat mendukung pembangunan masjid melalui sumbangan dana maupun tenaga gotong royong.

“Partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan agar pembangunan dapat berjalan lebih cepat dan lancar,” katanya.

Pembangunan Masjid Baitul Muttaqin diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan sarana ibadah yang lebih representatif sekaligus menjadi pusat kegiatan keagamaan bagi warga Desa Gading Raja dan sekitarnya.

Semangat Membangun Masjid Harus Sejalan dengan Memakmurkannya Read More »

Gaji Ke-13 ASN OKI Cair, Bupati Ingatkan Dahulukan Biaya Sekolah

Gaji Ke-13 ASN OKI Cair, Bupati Ingatkan Dahulukan Biaya Sekolah

KAYUAGUNG, — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mulai mencairkan gaji ke-13 bagi aparatur sipil negara (ASN) pada Rabu (3/6/2026). Sementara itu, gaji reguler ASN untuk bulan Juni 2026 telah lebih dahulu dibayarkan pada Senin (1/6/2026).

.

Percepatan penyaluran hak pegawai tersebut didukung penerapan Sistem Perintah Pencairan Dana (SPPD) secara daring yang memungkinkan pembayaran dilakukan serentak langsung ke rekening masing-masing ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten OKI.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) OKI, Farlidena Burniat, mengatakan pemerintah daerah menyiapkan anggaran sebesar Rp 45,54 miliar untuk pembayaran gaji ke-13 tahun ini.

.

Dana tersebut diperuntukkan bagi 9.621 ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten OKI, termasuk 4.134 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Dari total anggaran itu, sekitar Rp 16,74 miliar dialokasikan khusus untuk pembayaran gaji ke-13 PPPK.

.

Bupati OKI, Muchendi Mahzareki, mengatakan pencairan gaji ke-13 merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memenuhi hak aparatur sekaligus membantu kebutuhan keluarga menjelang tahun ajaran baru.

.

“Gaji bulan Juni telah dibayarkan pada 1 Juni, sedangkan gaji ke-13 mulai dicairkan hari ini. Kami berharap pembayaran ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para ASN, terutama untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak dan kebutuhan keluarga lainnya,” ujar Muchendi.

.

Ia mengimbau para ASN agar memprioritaskan penggunaan gaji ke-13 untuk membiayai kebutuhan sekolah anak. Menurut dia, tambahan penghasilan tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga saat memasuki tahun ajaran baru.

.

Selain membantu kebutuhan rumah tangga, pencairan gaji ke-13 juga diyakini akan memberikan efek positif terhadap perekonomian daerah melalui peningkatan daya beli masyarakat.

.

“Dengan peredaran uang yang meningkat di masyarakat, kami berharap aktivitas ekonomi lokal ikut bergerak dan memberikan dampak positif bagi pelaku usaha di daerah,” kata Muchendi.

.

Pemerintah Kabupaten OKI memastikan seluruh proses pembayaran dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku sehingga hak para ASN dapat diterima tepat waktu dan tepat sasaran.

Gaji Ke-13 ASN OKI Cair, Bupati Ingatkan Dahulukan Biaya Sekolah Read More »

Digitalisasi Pajak Daerah, ASN OKI Jadi Pelopor Peningkatan PAD

Digitalisasi Pajak Daerah, ASN OKI Jadi Pelopor Peningkatan PAD

OKI — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mendorong aparatur sipil negara (ASN) menjadi pelopor peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui digitalisasi pembayaran pajak daerah. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan ASN Sadar dan Ikut Kontribusi Pajak Daerah (ASIK Pajak) serta implementasi aplikasi SiDOMON Pajak (Sistem Digital Online Mempermudah Optimalisasi Pembayaran Pajak Daerah) sebagai bagian dari transformasi digital sektor perpajakan di Kabupaten OKI.

Bupati OKI, H. Muchendi Mahzareki, mengatakan optimalisasi PAD merupakan salah satu fondasi penting dalam mewujudkan kemandirian fiskal daerah. Menurutnya, kemampuan daerah dalam membiayai pembangunan dan meningkatkan pelayanan publik sangat bergantung pada kekuatan pendapatan daerah yang dikelola secara efektif.

“PAD yang kuat akan memberikan ruang yang lebih luas bagi pemerintah daerah untuk membiayai pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong kesejahteraan masyarakat. Karena itu, optimalisasi penerimaan daerah harus terus kita lakukan melalui berbagai inovasi,” kata Muchendi dalam sambutannya di Halaman Kantor Bupati OKI, Selasa (2/6).

Ia menjelaskan, selain menggali potensi pajak daerah, pemerintah juga harus memastikan kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan pembayaran. Karena itu, digitalisasi menjadi pilihan strategis untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak sekaligus memperkuat tata kelola keuangan daerah.

“Melalui aplikasi SiDOMON Pajak, masyarakat kini dapat membayar pajak daerah dengan lebih mudah, cepat, aman, dan transparan. Digitalisasi ini bukan hanya memudahkan pelayanan, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan memperkuat pendapatan daerah secara berkelanjutan,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Muchendi juga mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten OKI menjadi teladan dalam mendukung digitalisasi pembayaran pajak daerah. ASN, menurutnya, harus tampil sebagai pelopor dan agen perubahan di tengah masyarakat.

“ASN harus menjadi contoh bagi masyarakat. Jika aparatur pemerintah sudah terbiasa membayar pajak secara digital melalui SiDOMON, maka masyarakat akan semakin yakin dan terdorong untuk memanfaatkan layanan yang sama,” katanya.

Kegiatan ASIK Pajak dan implementasi SiDOMON Pajak menjadi bagian dari langkah Pemerintah Kabupaten OKI dalam memperluas pemanfaatan layanan pembayaran pajak secara digital sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dan ASN terhadap kewajiban perpajakan daerah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono, menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten OKI dalam mempercepat digitalisasi transaksi pemerintah daerah melalui pemanfaatan teknologi pembayaran digital.

“Implementasi pembayaran pajak secara digital melalui SiDOMON merupakan langkah konkret dalam mendukung Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah. Sistem ini akan meningkatkan efisiensi, transparansi, serta akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah,” ujar Bambang.

Menurut dia, digitalisasi pembayaran pajak juga berperan dalam memperluas inklusi keuangan dan mendorong budaya transaksi non-tunai di masyarakat.

“Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten OKI, Bank Indonesia, dan Bank Sumsel Babel menjadi contoh sinergi yang baik dalam mendorong transformasi digital daerah. Semakin mudah masyarakat membayar pajak, semakin besar pula potensi peningkatan penerimaan daerah yang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan,” kata Bambang.

Melalui kegiatan ASIK Pajak dan implementasi aplikasi SiDOMON, Pemerintah Kabupaten OKI berharap tingkat kepatuhan wajib pajak terus meningkat, basis pajak semakin luas, serta penerimaan PAD dapat tumbuh secara berkelanjutan guna mendukung percepatan pembangunan daerah. ASN diharapkan menjadi garda terdepan dalam mengampanyekan dan memberi contoh pemanfaatan layanan pembayaran pajak digital kepada masyarakat

Digitalisasi Pajak Daerah, ASN OKI Jadi Pelopor Peningkatan PAD Read More »

Hari Lahir Pancasila, Bupati OKI Ingatkan Bahaya Hoaks terhadap Persatuan Bangsa

Hari Lahir Pancasila, Bupati OKI Ingatkan Bahaya Hoaks terhadap Persatuan Bangsa

OKI — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menggelar apel peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Lapangan Kantor Bupati OKI, (02/6). Peringatan itu tidak hanya dimaknai sebagai agenda seremonial tahunan, tetapi menjadi ruang penegasan kembali posisi Pancasila sebagai fondasi kehidupan berbangsa di tengah tantangan sosial dan perkembangan teknologi yang kian kompleks.

Dalam amanatnya, Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki menegaskan bahwa Hari Lahir Pancasila harus dipahami sebagai momentum refleksi nasional. Menurut dia, Indonesia dibangun di atas kesepakatan nilai yang menempatkan persatuan, gotong royong, dan penghormatan terhadap keberagaman sebagai pilar utama.

“Pancasila bukan sekadar slogan atau hafalan. Nilainya harus hidup dalam tindakan sehari-hari,” kata Muchendi.

Ia menyoroti peran Pancasila sebagai perekat bangsa di tengah realitas Indonesia yang majemuk, dengan keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa. Dalam konteks itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga persatuan untuk mewujudkan cita-cita Indonesia yang adil, maju, dan sejahtera.

“Menilai implementasi Pancasila tidak berhenti pada ruang pidato atau dokumen kebijakan. Nilai-nilainya, harus tercermin dalam perilaku sosial, cara bekerja, hingga proses pengambilan keputusan. Sikap saling menghormati, menjunjung keadilan, dan menempatkan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi maupun kelompok disebutnya sebagai bentuk konkret pengamalan Pancasila,”ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh unsur pemerintahan, lembaga pendidikan, pelaku usaha, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh elemen masyarakat di Kabupaten OKI untuk menjadikan Pancasila sebagai landasan dalam bekerja dan melayani masyarakat.

“Pembangunan daerah semestinya tidak hanya mengejar capaian fisik dan pertumbuhan infrastruktur. Program pembangunan harus memuat semangat keadilan sosial, memperkuat kohesi sosial, serta memberi keberpihakan kepada masyarakat kecil tanpa membedakan latar belakang,”katanya.

Muchendi turut menyinggung tantangan era digital yang ditandai derasnya arus informasi dan meningkatnya dinamika sosial-ekonomi. Di tengah situasi itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terseret oleh hoaks, fitnah, maupun polarisasi akibat perbedaan pandangan.

“Perbedaan jangan menjadi alasan perpecahan. Justru harus menjadi kekuatan untuk memperkuat persaudaraan dan kebersamaan,” ujarnya.

Selain pembangunan fisik, Pemerintah Kabupaten OKI, kata Muchendi, menaruh perhatian pada pembangunan karakter, penguatan persatuan, dan kepedulian sosial. Ia secara khusus menaruh harapan kepada generasi muda agar terus menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Generasi muda, menurut dia, diharapkan tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat, mencintai tanah air, serta mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat,” fungkasnya.

Hari Lahir Pancasila, Bupati OKI Ingatkan Bahaya Hoaks terhadap Persatuan Bangsa Read More »

Sapi 1,1 Ton Milik Peternak OKI Jadi Pilihan Kurban Presiden Prabowo

Sapi 1,1 Ton Milik Peternak OKI Jadi Pilihan Kurban Presiden Prabowo

OKI — Seekor sapi berbobot 1,1 ton milik peternak asal Desa Sumber Deras, Kecamatan Mesuji, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), dibeli Presiden RI Prabowo Subianto untuk hewan kurban Idul Adha 1447 Hijriah.

.

Sapi jenis Simental tersebut  diserahkan ke Masjid Agung Sholihin Kayuagung sebagai hewan kurban Presiden untuk masyarakat Kabupaten OKI.

Bupati OKI, Muchendi, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas perhatian Presiden kepada masyarakat OKI melalui bantuan hewan kurban tersebut.

.

“Atas nama pemerintah dan seluruh masyarakat OKI, kami menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden Republik Indonesia atas perhatian dan kepeduliannya melalui bantuan sapi kurban ini,” kata Muchendi Rabu, (27/5).

Menurut Muchendi, pembelian hewan kurban dari peternak lokal menjadi bentuk kepercayaan pemerintah pusat terhadap kualitas peternakan di Kabupaten OKI. Ia juga mengapresiasi peternak lokal yang dinilai mampu menghasilkan ternak berkualitas.

.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) OKI, Dedy Kurniawan, mengatakan sapi tersebut milik Kasmudi, peternak asal Desa Sumber Deras, Kecamatan Mesuji.

.

“Sapi jenis Simental itu memiliki bobot sekitar 1,1 ton,” ujar Dedy.

.

Ia menjelaskan, sapi kurban Presiden telah melalui pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh dan dinyatakan layak sebagai hewan kurban.

.

“Tim kami sudah melakukan pemeriksaan kesehatan dan kondisi ternak secara menyeluruh,” katanya.

.

Selain pengawasan kesehatan ternak, Disbunnak OKI juga menggencarkan sosialisasi pelaksanaan kurban menjelang Idul Adha 2026. Edukasi dilakukan bersama Juru Sembelih Halal (Juleha), termasuk tata cara penyembelihan yang halal dan higienis.

.

Dedy menilai terpilihnya sapi milik peternak OKI sebagai hewan kurban Presiden menjadi bentuk apresiasi terhadap kualitas peternakan lokal di daerah tersebut.

.

“Kecamatan Mesuji selama ini memang menjadi salah satu daerah pemasok ternak sapi di OKI,” ujarnya.

.

Pemerintah Kabupaten OKI, lanjut Dedy, juga terus memperkuat pengendalian penyakit mulut dan kuku (PMK) melalui vaksinasi serta pengawasan lalu lintas ternak di pasar hewan menjelang Idul Adha.

Sapi 1,1 Ton Milik Peternak OKI Jadi Pilihan Kurban Presiden Prabowo Read More »

H. Muchendi Rayakan Idul Adha Bersama Warga Lempuing Jaya

H. Muchendi Rayakan Idul Adha Bersama Warga Lempuing Jaya

OKI — Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), H. Muchendi, melaksanakan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah bersama masyarakat di Masjid Nurul Muttaqin, Desa Muara Burnai, II, Kecamatan Lempuing Jaya, Rabu (27/5/2026).

Sejak pagi, masyarakat telah memadati area masjid untuk mengikuti salat Id sekaligus menyambut kehadiran kepala daerah tersebut. Suasana berlangsung khidmat dan penuh kehangatan.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Muchendi bersama Ketua TP PKK OKI, Ike Muchendi, tiba sekitar pukul 06.30 WIB dengan mengenakan busana muslim bernuansa putih. Keduanya langsung bergabung bersama jamaah di saf terdepan didampingi tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten OKI.

Dalam sambutannya, Muchendi mengajak masyarakat menjadikan Idul Adha sebagai momentum memperkuat semangat pengorbanan, kepedulian sosial, dan gotong royong dalam membangun daerah.

Menurut dia, keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS mengandung nilai keikhlasan serta pengabdian yang relevan dengan kehidupan masyarakat OKI yang selama ini dikenal menjunjung tinggi nilai religius dan kebersamaan.

“Momentum Idul Adha tahun ini mengingatkan kita bahwa pengorbanan tidak hanya diwujudkan melalui hewan kurban, tetapi juga melalui pengorbanan tenaga, pikiran, dan komitmen untuk membangun daerah yang kita cintai bersama,” ujar Muchendi.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dan optimisme di tengah berbagai tantangan pembangunan daerah. Menurut Muchendi, kemajuan daerah hanya dapat dicapai apabila pemerintah dan masyarakat berjalan beriringan.

“Jangan lelah mencintai daerah ini, jangan lelah bergotong royong membangun daerah ini. Kemajuan sebuah daerah tidak hanya ditentukan oleh besarnya sumber daya yang dimiliki, tetapi juga oleh kuatnya persatuan dan semangat masyarakatnya untuk terus bangkit dan melangkah maju bersama,” katanya.

Selain melaksanakan salat Id bersama warga, Pemerintah Kabupaten OKI juga menyalurkan bantuan hewan kurban untuk masyarakat Desa Muara Burnai sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan pada momentum Hari Raya Idul Adha.

Tokoh masyarakat Desa Muara Burnai, Suyanto, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati OKI beserta jajaran di tengah masyarakat.

“Kami merasa bangga dan bersyukur atas perhatian dari Bupati OKI dan jajaran Pemkab OKI yang telah memberikan bantuan sapi kurban di desa kami. Semoga kepedulian ini membawa keberkahan dan semakin mempererat hubungan pemerintah dengan masyarakat,” ujar Suyanto.

H. Muchendi Rayakan Idul Adha Bersama Warga Lempuing Jaya Read More »

ASN OKI Tebar 60 Hewan Kurban untuk Warga Kurang Mampu

ASN OKI Tebar 60 Hewan Kurban untuk Warga Kurang Mampu

OKI — Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menyalurkan sebanyak 60 hewan kurban pada Idul Adha 1447 Hijriah. Hewan kurban tersebut terdiri dari 31 ekor sapi dan 29 ekor kambing yang disebar ke sejumlah kecamatan di Kabupaten OKI.

Daging kurban diprioritaskan bagi masyarakat kurang mampu dan fakir miskin di berbagai wilayah. Seluruh hewan kurban berasal dari partisipasi pribadi ASN, pejabat daerah, serta dukungan sejumlah pihak tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda OKI, M. Danni Oktaviano, mengatakan jumlah hewan kurban tahun ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Total ada sekitar 60 hewan kurban dari individu-individu di lingkungan Pemkab OKI, ditambah satu ekor sapi bantuan Presiden,” kata Danni, Rabu (27/5/2026).

Menurut Danni, pada 2025 jumlah hewan kurban ASN OKI baru mencapai sembilan ekor sapi. Namun, tingginya antusiasme ASN untuk berkurban membuat jumlah tersebut meningkat tajam pada tahun ini.

Ia menjelaskan, sejak Juni 2025, Bupati OKI Muchendi telah mengimbau jajaran ASN untuk kembali menghidupkan semangat berbagi dan kepedulian sosial melalui ibadah kurban.

“Kurang lebih dalam jangka waktu satu tahun, ASN mencicil melalui sistem arisan sehingga terkumpul sejumlah hewan kurban tersebut,” ujar Danni.

Penyaluran hewan kurban mulai dilakukan secara bertahap sejak Senin ke sejumlah titik penerima di berbagai kecamatan di Kabupaten OKI.

Bupati OKI, Muchendi, mengapresiasi semangat gotong royong dan kepedulian sosial para ASN, BUMD, serta mitra yang ikut berpartisipasi dalam program Tebar Kurban tersebut.

“Semangat berbagi ini menjadi bentuk nyata kepedulian kita, terutama bagi saudara-saudara yang membutuhkan,” kata Muchendi.

Ia juga mengajak masyarakat menjadikan momentum Idul Adha sebagai sarana introspeksi dan memperkuat solidaritas sosial.

“Mari kita tanamkan semangat berkurban dalam arti luas, yakni berkorban demi kepentingan bersama, rela menahan ego, memperkuat persatuan, serta menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat OKI,” ujarnya.

ASN OKI Tebar 60 Hewan Kurban untuk Warga Kurang Mampu Read More »

Gelar Pasar Murah, Pemkab OKI Intervensi Harga Sembako Jelang Idul Adha

Gelar Pasar Murah, Pemkab OKI Intervensi Harga Sembako Jelang Idul Adha

OKI — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menggelar Gerakan Operasi Pasar Murah guna menekan laju inflasi menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Kegiatan berlangsung di halaman Kantor UPTD Pasar Kayu Agung, Selasa,(26/5).

Wakil Bupati OKI, Supriyanto, mengatakan operasi pasar murah merupakan bentuk intervensi pemerintah daerah untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau di tengah kenaikan harga sejumlah komoditas.

“Pelaksanaan operasi pasar murah ini merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap kondisi masyarakat, khususnya dalam membantu memenuhi kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Adha,” kata Supriyanto saat membuka kegiatan tersebut.

Menurutnya, pemerintah daerah memahami kenaikan harga bahan pokok sangat dirasakan masyarakat, terutama menjelang hari besar keagamaan ketika permintaan meningkat. Karena itu, pemerintah hadir melalui kebijakan subsidi harga agar daya beli masyarakat tetap terjaga.

“Kami berharap kegiatan ini benar-benar bermanfaat dan dapat membantu meringankan beban ekonomi keluarga. Pemerintah daerah akan terus berupaya menjaga stabilitas harga dan memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia,” ujarnya.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten OKI, Sahrul, mengatakan sejumlah komoditas dijual di bawah harga pasar melalui subsidi pemerintah daerah. Langkah itu dilakukan untuk menjaga keterjangkauan harga sekaligus mengendalikan inflasi daerah.

“Beberapa komoditas yang disubsidi antara lain beras, minyak goreng, daging ayam, telur ayam, cabai merah, bawang merah, dan bawang putih. Harga yang dijual lebih rendah dibanding harga pasar,” kata Sahrul.

Ia merinci, beras kemasan 5 kilogram yang sebelumnya dijual Rp60 ribu menjadi Rp55 ribu. Daging ayam turun dari Rp38 ribu menjadi Rp33 ribu per kilogram, minyak goreng dari Rp22 ribu menjadi Rp17 ribu per liter, serta telur ayam dari Rp27 ribu menjadi Rp22 ribu per kilogram.

“Selain itu, cabai merah dijual Rp45 ribu per kilogram, bawang merah Rp40 ribu per kilogram, dan bawang putih Rp25 ribu per kilogram. Kami berharap operasi pasar murah ini dapat membantu masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga di pasaran,” ujar dia.

Gelar Pasar Murah, Pemkab OKI Intervensi Harga Sembako Jelang Idul Adha Read More »

Pemkab OKI Rutin Tertibkan Kabel Udara, Provider Nakal Masih Berulah

Pemkab OKI Rutin Tertibkan Kabel Udara, Provider Nakal Masih Berulah

OKI — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) secara rutin melakukan penertiban kabel udara di wilayah perkotaan Kayuagung, namun pelanggaran oleh provider masih ditemukan di lapangan. .

.

Penertiban terbaru dilakukan di sekitar Makam Pahlawan Kayuagung, Jumat, (22/05), sebagai lanjutan dari kegiatan sebelumnya di kawasan Segitiga Emas.

.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika OKI, Adi Yanto, mengatakan penataan dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Bupati OKI untuk mewujudkan tata kota yang rapi dan tertib. Ia menegaskan, kegiatan ini tidak hanya bertujuan merapikan kabel yang semrawut, tetapi juga memastikan seluruh penyedia layanan mematuhi ketentuan pemasangan jaringan utilitas.

.

Adi menyebut pihaknya juga memantau berbagai aduan masyarakat yang masuk melalui layanan Lapor Bupati, media sosial, media cetak, media daring, hingga media elektronik. Dari hasil pemantauan tersebut, serta peninjauan lapangan, masih ditemukan adanya praktik pemasangan kabel yang tidak sesuai aturan oleh provider.

.

“Penataan ini terus kami lakukan secara konsisten. Namun, berdasarkan hasil pemantauan, masih ditemukan provider nakal yang memasang kabel secara serampangan,” kata Adi di lokasi penertiban.

.

Menurutnya, salah satu pelanggaran yang kerap ditemukan adalah penumpukan kabel pada tiang utilitas sehingga tidak memenuhi standar ketinggian yang ditetapkan.

.

“Ada juga titik yang sudah dirapikan, tetapi kemudian kembali dipasang jaringan baru secara sembarangan,” ujarnya.

.

Ia menilai kondisi tersebut tidak hanya mengganggu estetika kota, tetapi juga berpotensi mengganggu keselamatan dan kenyamanan masyarakat. Padahal, fasilitas utilitas yang digunakan merupakan aset milik Pemerintah Kabupaten OKI.

.

Penataan kabel udara ini merupakan bagian dari program berkelanjutan Tim Penertiban Utilitas Kabupaten OKI yang melibatkan Dinas Kominfo dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) OKI. Fokus kegiatan diarahkan pada penertiban kabel provider yang masih semrawut, khususnya di jalan-jalan protokol.

.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah daerah menggandeng sejumlah penyedia layanan jaringan, di antaranya Biznet, Java Digital Nusantara, ICONNET, Telkom Indonesia, dan Lintasarta. Aparat kelurahan hingga kepala lingkungan juga dilibatkan untuk memperkuat pengawasan di lapangan.

Adi berharap seluruh provider dapat mematuhi aturan yang telah ditetapkan serta ikut menjaga ketertiban jaringan utilitas di wilayah OKI. 

.

Pemerintah Kabupaten OKI menargetkan penertiban dilakukan rutin satu kali setiap pekan guna mempercepat penanganan kabel semrawut di berbagai titik perkotaan.

Pemerintah daerah juga mengajak masyarakat berperan aktif melaporkan pelanggaran pemasangan jaringan utilitas, seperti tiang dengan tinggi di bawah lima meter atau penambahan kabel baru tanpa izin, kepada lurah maupun camat setempat.

Pemkab OKI Rutin Tertibkan Kabel Udara, Provider Nakal Masih Berulah Read More »

Pemkab OKI tata jaringan kabel utilitas udara semrawut

Pemkab OKI tata jaringan kabel utilitas udara semrawut

OKI — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mulai menata kabel jaringan telekomunikasi di Kota Kayuagung guna mewujudkan infrastruktur perkotaan yang tertib, aman, dan estetis. Jumat,(17/4).
.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati OKI, H. Muchendi dengan melibatkan Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perhubungan, Satpol PP bersama Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi, dengan fokus di kawasan strategis.

Penataan dilakukan di sekitar Kantor Bupati dan Taman Segitiga Emas Kayuagung, yang dinilai sebagai wajah kota. Kawasan ini menjadi prioritas karena tingginya aktivitas publik serta kebutuhan akan lingkungan yang lebih representatif.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika OKI, Adi Yanto mengatakan langkah tersebut merupakan upaya pemerintah daerah dalam memperbaiki tata kelola infrastruktur.

“Penataan kabel ini bukan sekadar merapikan tampilan, tetapi juga untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tertib bagi masyarakat,” ujarnya.

Penataan dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal, pemerintah bersama operator melakukan pengelompokan kabel agar lebih teratur dan tidak semrawut. Tahap berikutnya, pemerintah daerah merencanakan penerapan sistem ducting atau penanaman kabel di bawah tanah.

“Ke depan, kami mendorong penerapan sistem ducting dengan mempertimbangkan kesiapan teknis dan anggaran,” ungkap Adi.

Perwakilan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi, Imam menyatakan dukungan terhadap langkah tersebut. Para operator, kata perwakilan asosiasi, siap mengikuti arahan pemerintah daerah dalam proses penataan jaringan.

“Kami berkomitmen mendukung penataan kabel ini secara bertahap. Koordinasi dengan pemerintah daerah terus kami lakukan agar prosesnya berjalan lancar,” ujarnya.

Menurutnya, penataan kabel juga berdampak pada peningkatan kualitas layanan jaringan. Dengan kabel yang lebih tertata, risiko gangguan dapat ditekan dan pemeliharaan jaringan menjadi lebih mudah.

Pemkab OKI tata jaringan kabel utilitas udara semrawut Read More »

Scroll to Top