Warga Kompak Setuju, Exit Tol Mataram Jaya Siap Penlok

Mesuji Raya — Warga Desa Mataram Jaya menyatakan kompak mendukung rencana pembangunan Exit Tol Mataram Jaya. Dukungan itu mengemuka dalam kegiatan konsultasi publik pengadaan tanah yang digelar di Balai Desa Mataram Jaya, Kecamatan Mesuji Raya, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), pada Jumat (7/11/2025). 

Dengan kesepakatan warga ini, proses pengadaan tanah siap berlanjut ke tahap Penetapan Lokasi (Penlok) oleh Bupati OKI.

Kepala Desa Mataram Jaya, Triono, mengapresiasi antusiasme dan partisipasi warga dalam proses tersebut.

“Alhamdulillah, warga kami sepakat dan mendukung pembangunan exit tol ini. Kami berharap proses berikutnya berjalan lancar dan membawa manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Triono juga mengimbau warga terdampak agar segera melengkapi persyaratan administrasi seperti fotokopi KTP, Kartu Keluarga, surat tanah, serta dokumen ahli waris atau balik nama.

“Mohon agar seluruh berkas dilengkapi karena itu penting untuk proses selanjutnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda OKI, H. Alamsyah, selaku Ketua Panitia Persiapan Pengadaan Tanah, menjelaskan bahwa konsultasi publik menjadi langkah penting memastikan dukungan warga.

“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat setuju dengan rencana pembangunan ini. Kalau sudah sepakat, maka proses Penlok bisa segera diterbitkan,” kata Alamsyah.

Ia menambahkan, sebelum tahap ini, tim telah melakukan pendataan lapangan berdasarkan dokumen rencana pembebasan tanah (DPPT). Dari hasil pengecekan, sebagian besar data seluas sekitar 16 hektare telah sesuai, meski ada beberapa penyesuaian minor di lapangan.

Adapun Kepala Dinas Pertanahan Kabupaten OKI, Alexsander, menegaskan bahwa keterbukaan menjadi prinsip utama dalam setiap tahap pengadaan tanah.

“Semua proses dilakukan secara transparan dan seterbuka mungkin. Tidak ada yang ditutupi. Setiap warga berhak mengetahui dan menyampaikan pendapatnya,” ujarnya.

Alexsander menjelaskan, hasil konsultasi publik akan menjadi dasar bagi Pemkab OKI untuk menerbitkan SK Penetapan Lokasi oleh Bupati OKI. Setelah itu, tahapan pelaksanaan akan dikoordinasikan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Kelompok Kerja Penilai (KGPP) untuk menentukan nilai ganti rugi yang wajar.

Dalam kesempatan tersebut ditegaskan pula bahwa warga terdampak tidak akan dirugikan, karena setiap lahan, bangunan, dan tanaman yang terkena proyek akan mendapat ganti rugi sesuai penilaian tim independen.

Proyek Exit Tol Mataram Jaya sendiri merupakan bagian dari pengembangan infrastruktur strategis di Kabupaten OKI. Kehadirannya diharapkan memperlancar konektivitas, mendorong arus logistik, serta membuka peluang ekonomi baru bagi warga Mesuji Raya dan sekitarnya.

Warga Kompak Setuju, Exit Tol Mataram Jaya Siap Penlok Read More »

TKD Menyusut, Muchendi Gencar Bangun Sinergi dengan Pemerintah Pusat

OKI — Bupati Ogan Komering Ilir, H. Muchendi Mahzareki, bergerak cepat merespons penyusutan Transfer ke Daerah (TKD) tahun 2026. Ia berkeliling ke sejumlah kementerian dan lembaga pusat untuk mengamankan dukungan program agar pembangunan di OKI tak tersendat.

.

OKI diperkirakan kehilangan Rp245 miliar dari transfer pusat tahun depan. Tekanan fiskal ini membuat pemerintah daerah harus putar otak.

.

“Ini untuk mensinkronkan program pusat dan daerah. Meski TKD turun, OKI tetap harus dapat dukungan program strategis,” kata Muchendi seusai bertemu Kepala Badan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) di Jakarta, Kamis, 6 November 2025.

.

Muchendi menilai komunikasi langsung dengan kementerian menjadi kunci agar kebijakan daerah sejalan dengan arah pembangunan nasional. 

.

“Penting untuk menjaga sinkronisasi kebijakan,” ujarnya.

.

Bahas Infrastruktur, RTLH, hingga Kampung Nelayan

.

Di BP Taskin, Bupati Muchendi diterima langsung oleh Kepala Badan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sujatmiko. Pembahasan difokuskan pada dukungan pendanaan pembangunan infrastruktur dasar, sanitasi dan air bersih, perbaikan Rumah Tidak Layak Huni, hingga penguatan ekonomi masyarakat. Salah satu yang dibahas ialah Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) program arahan Presiden Prabowo yang digarap Kementerian Kelautan dan Perikanan.

“OKI sudah mengusulkan delapan desa di empat kecamatan. Kami berharap BP Taskin mengawal usulan ini,” kata Muchendi.

.

BP Taskin Siapkan Intervensi Sembilan Sektor

.

Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko menyatakan lembaganya akan mengintervensi sembilan sektor strategis: pangan, hunian, pengolahan, industri kreatif, kesehatan, digital, pendidikan, transportasi, dan energi terbarukan.

.

“Pendekatan ini untuk menggerakkan ekonomi masyarakat miskin secara langsung,” ujarnya.

.

Sementara Deputi BP Taskin, Dr. Zaidirina, menjelaskan bahwa lembaganya menyiapkan Rencana Induk (Rimduk) sebagai pedoman daerah dalam menjalankan program lintas kementerian. Ia juga memaparkan pola pemberdayaan pertanian yang akan dijalankan: identifikasi warga miskin secara langsung, lalu pemberian bantuan sesuai kondisi.

.

“Kalau punya lahan, kita beri alat dan mesin pertanian. Kalau lahannya sempit, kami bantu ternak ayam 50 ekor. Dua tahun cukup untuk keluar dari garis kemiskinan,” kata Zaidirina.

Program itu menjadi pilot project di sepuluh kabupaten dengan tingkat kemiskinan relatif tinggi namun dipimpin kepala daerah yang dianggap progresif.

.

“Tujuannya bukan sekadar menyalurkan bantuan, tetapi mengubah struktur ekonomi lokal melalui pertanian rakyat dan usaha kecil,” ujarnya.

TKD Menyusut, Muchendi Gencar Bangun Sinergi dengan Pemerintah Pusat Read More »

ASN PPPK OKI Dibekali Nilai Dasar dan Integritas

OKI — Sebanyak 1.498 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mengikuti kegiatan orientasi formasi tahun 2023 dan 2024 yang digelar di Gedung Diklat Teluk Gelam, (03/11/25).

Kepala Badan BKPSDM OKI. Antonius Leonardo dalam laporannya mengatakan Orientasi PPPK dilaksanakan untuk mendukung terwujudnya visi dan misi organisasi serta membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan agar bekerja profesional, memahami tugas ASN, dan menerapkan nilai-nilai ASN BerAKHLAK.

“Kegiatan ini diikuti oleh 1.498 peserta yang terbagi dalam 12 gelombang, terdiri dari tenaga teknis, kesehatan, dan guru. Melalui orientasi ini, PPPK diharapkan mampu beradaptasi dan berkontribusi optimal dalam peningkatan kinerja dan pelayanan publik di Kabupaten Ogan Komering Ilir,” pungkasnya.

Dalam sambutannya Wakil Bupati OKI. Supriyanto mengatakan Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari pengembangan kompetensi bagi PPPK sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018, yang pelaksanaannya disesuaikan dengan hasil penilaian kinerja.

“Orientasi ini wajib diikuti oleh seluruh PPPK dan bertujuan memperkenalkan nilai, tugas, serta fungsi Aparatur Sipil Negara (ASN), agar para pegawai memahami peran dan tanggung jawabnya dalam memberikan pelayanan publik,” katanya.

Selain itu Supriyanto juga berharap agar orientasi ini menjadi langkah penting mengingat sebagian besar PPPK berasal dari luar lingkungan ASN, sehingga diperlukan pemahaman mendalam tentang sistem dan budaya birokrasi pemerintahan.

“Saya berharap kepada para peserta supaya mampu menanamkan sikap sinergi, loyalitas, dan integritas, sehingga dapat mendukung terwujudnya visi dan misi organisasi secara optimal,”harapnya.

ASN PPPK OKI Dibekali Nilai Dasar dan Integritas Read More »

TP PKK OKI Ajak Orang Tua Perkuat Pola Asuh Anak di Era Gawai

Kayuagung – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Hj. Ike Muchendi mengajak para orang tua untuk lebih bijak mendampingi anak dalam menggunakan gawai. Melalui program Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital (PAREDI), PKK OKI berupaya membangun kesadaran keluarga agar tidak lepas tangan menghadapi tantangan dunia digital yang kian kompleks.

Ketua TP PKK, Ike Muchendi, mengatakan bahwa kemajuan teknologi membawa dua sisi: kemudahan dan risiko. “Anak-anak kita tumbuh di dunia digital yang serba cepat. Tugas kita sebagai orang tua bukan melarang, tapi mendampingi dan mengarahkan agar teknologi membawa manfaat, bukan mudarat,” ujar Ike saat melakukan Supervisi, Pembinaan, Evaluasi, dan Monitoring TP PKK Kecamatan dan Desa di Mesuji Makmur dan Lempuing, Senin (3/11).

Ike menjelaskan, gawai kini bukan sekadar alat komunikasi, melainkan juga sarana belajar dan hiburan. Namun tanpa pengawasan, anak-anak mudah terpapar konten yang tidak sesuai usia, kecanduan gim, hingga kehilangan interaksi sosial. Karena itu, PKK mengimbau orang tua untuk membatasi waktu penggunaan gawai, memantau aktivitas daring anak, serta mendorong kegiatan positif di luar layar seperti membaca, bermain, dan berolahraga bersama keluarga.

“Orang tua juga harus menjadi teladan digital. Jangan sampai anak diminta mengurangi bermain gawai, sementara kita sendiri tak lepas dari ponsel,” kata Ike mengingatkan.

Bupati Ogan Komering Ilir, H. Muchendi Mahzareki, menyambut baik langkah PKK tersebut. Ia menilai, peran keluarga menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi muda yang tangguh di tengah derasnya arus informasi.

“Saya mengapresiasi langkah TP PKK yang konsisten mengedukasi masyarakat. Teknologi memang tidak bisa dihindari, tapi bisa diarahkan. Di sinilah pentingnya peran orang tua sebagai pendamping dan pembimbing pertama bagi anak,” ujar Muchendi.

Bupati menegaskan, Pemerintah Kabupaten OKI berkomitmen memperkuat literasi digital keluarga melalui kerja sama lintas sektor. “Kita ingin anak-anak OKI tumbuh bukan hanya cerdas digital, tetapi juga berkarakter dan berakhlak baik,” katanya.

TP PKK OKI Ajak Orang Tua Perkuat Pola Asuh Anak di Era Gawai Read More »

Ajak Gen Z Peduli Lingkungan lewat Komunitas Green Generation

Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), Muchendi Mahzareki, mendorong generasi muda menjadi pelopor perubahan menuju masa depan yang lebih hijau. Hal itu disampaikan dalam pelantikan pengurus Green Generation OKI periode 2025–2026 di Kayuagung, Jumat, 1 November 2025.

Muchendi memuji semangat anak-anak muda yang tergabung dalam Green Generation, sebuah komunitas pelajar peduli lingkungan. Ia menilai generasi Z memiliki peran penting sebagai penggerak perubahan menuju lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.

“Green Generation bisa menjadi teladan lewat hal sederhana—membuang sampah pada tempatnya, menghemat air, dan listrik. Kesadaran kecil ini harus tumbuh dari sekolah hingga rumah,” ujarnya.

Muchendi juga mengajak anak muda memanfaatkan kreativitas dan media sosial untuk menyebarkan pesan peduli lingkungan. Ia mencontohkan Pandawara Group sebagai inspirasi aksi nyata yang konsisten menjaga kebersihan alam.

“Pemerintah Kabupaten OKI berkomitmen mendukung gerakan hijau ini. Kami berharap Green Generation terus berkolaborasi dan menjadi motor perubahan bagi generasi muda di seluruh OKI,” katanya.

Ketua Green Generation OKI, Deskira Rahma, menyatakan pengurus baru siap melanjutkan gerakan hijau dengan program nyata yang melibatkan pelajar, komunitas, dan masyarakat.

“Kami fokus pada kampanye dan aksi bersih sungai untuk menjaga sumber kehidupan, serta pembentukan bank sampah di TPS 3R agar masyarakat terbiasa mengelola sampah secara bijak dan bernilai ekonomi,” ujar Deskira.

Selain itu, organisasi ini akan menggelar program Green Generation Goes to School, pelatihan, dan lomba kreatif bertema lingkungan. Deskira juga membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah, sponsor, dan komunitas hijau lainnya.

“Dengan dukungan berbagai pihak, kami siap menjadi agen perubahan menuju masyarakat yang peduli dan berbudaya lingkungan,” katanya.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup OKI, Alamsyah, menjelaskan Green Generation merupakan organisasi pelajar peduli lingkungan yang berdiri sejak 22 Agustus 2009 di SMPN 3 Balikpapan. Kini, gerakan itu telah berkembang secara nasional.

“Green Generation menjadi wadah bagi pelajar SMA dan sederajat untuk berkontribusi menjaga kelestarian alam sekaligus mendukung program pemerintah di bidang lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan,” ujar Alamsyah.

Ajak Gen Z Peduli Lingkungan lewat Komunitas Green Generation Read More »

Jaring Inovasi Daerah Lewat SINOKI

OKI, – Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) OKI resmi meluncurkan SINOKI (Sistem Informasi Inovasi OKI).

Platform yang mendokumentasikan dan mempublikasikan inovasi daerah secara terbuka, sekaligus mendorong peningkatan pelayanan publik dan pembangunan daerah ini merupakan hasil kerja sama Brida OKI dengan Diskominfo OKI.

Kepala Brida OKI, H. Reswandi, SP, MM, menjelaskan bahwa sistem ini hadir untuk mendukung Penilaian Indeks Inovasi Daerah (IID) dan menjadi dasar Penghargaan Innovative Government Award.
.
“SINOKI bertujuan mendorong kompetisi positif, meningkatkan pelayanan publik, dan mempercepat pembangunan guna kesejahteraan masyarakat” ujar Reswandi pada Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) SINOKI di Aula Kantor Brida OKI pada Kamis (30/10/2025).

Bupati OKI, melalui Asisten Bidang Administrasi Umum, Hj. Nursula menegaskan bahwa pemerintah daerah terus mendorong ASN, OPD, pemerintah desa, dan masyarakat untuk berinovasi.
.
“Berdasarkan Perbup No 20 Tahun 2022, Pemkab OKI menetapkan kebijakan “Satu Instansi, Satu Inovasi” dan “Satu Desa, Satu Inovasi”. Inovasi diharapkan bersifat berkelanjutan, bukan proyek sementara, sehingga memberi dampak nyata bagi masyarakat.”. Ujat Nursula.

Sebagai narasumber, Kepala Bidang Layanan e-Government Diskominfo OKI, Muttaqin NS, yang juga pengembang SINOKI, menjelaskan bahwa seluruh inovasi daerah akan terdokumentasi dalam sistem ini, bersifat terbuka, dan dapat menjadi best-practices bagi siapa saja.

Acara tersebut juga menjadi momen pemberian penghargaan bagi OPD inovatif, antara lain: Disdukcapil, Diskominfo, Disdik, Disdag, Dinas PMD, Puskesmas Pematang Panggang IV, Puskesmas Muara Burnai, Puskesmas Pengarayan, Puskesmas Jejawi dan Puskesmas Sugihwaras
.
Penilaian dilakukan berdasarkan tingkat kemanfaatan, keaktifan dan kerja sama, kelengkapan data inovasi, serta skor pada Aplikasi Kemendagri RI.

Dengan hadirnya SINOKI, setiap inovasi daerah tercatat, tersosialisasikan, dan dapat dimanfaatkan secara optimal, sekaligus menjadi dorongan bagi semua pihak untuk terus berinovasi demi pembangunan yang lebih baik.

Jaring Inovasi Daerah Lewat SINOKI Read More »

Bupati OKI Dekatkan Layanan Administrasi ke Warga Lewat Pelayanan Terpadu di Kecamatan

OKI —Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), H. Muchendi Mahzareki, memboyong jajarannya ke Kantor Camat Mesuji untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses layanan publik, Kamis (30/10).

Dalam kegiatan Pelayanan Administrasi Terpadu tersebut, sejumlah instansi lintas sektor ikut berpartisipasi memberikan layanan langsung kepada masyarakat. Tercatat lebih dari 20 jenis layanan publik diberikan, mulai dari penerbitan dokumen kependudukan, pelayanan pajak, konsultasi pertanahan, hingga pendaftaran BPJS.

Selain instansi internal Pemkab OKI, kegiatan ini juga melibatkan Samsat Tugu Mulyo, PLN, BPJS Ketenagakerjaan, serta Badan Pertanahan Nasional (BPN)

“Pemerintah Kabupaten OKI hadir di Mesuji untuk memberikan pelayanan administrasi langsung kepada masyarakat. Antusiasme warga menunjukkan bahwa kehadiran pemerintah di tengah masyarakat sangat dibutuhkan,” ujar Muchendi saat membuka kegiatan.

Pelaksanaan pelayanan terpadu ini sebelumnya telah dilakukan secara bergiliran di beberapa kecamatan di Kabupaten Ogan Komering Ilir dan akan terus dilaksanakan di kecamatan lain yang belum mendapatkan layanan. Tujuannya agar seluruh masyarakat dapat merasakan kemudahan layanan publik secara merata.

Menurut Bupati Muchendi, pelayanan administrasi merupakan kebutuhan dasar yang menjadi syarat untuk mengakses berbagai program pemerintah, seperti bantuan sosial dan BPJS. Karena itu, pemerintah berkewajiban memberikan kemudahan pelayanan sebagai bentuk pemenuhan hak masyarakat.

“Kita ingin memastikan tidak ada lagi alasan jarak dan biaya menjadi kendala masyarakat dalam mengurus administrasi. Pemerintah harus hadir di tengah rakyat,” tegasnya.

Bupati Muchendi juga mengimbau para camat dan kepala desa untuk aktif menyosialisasikan berbagai program pemerintah serta membantu masyarakat dalam mengakses layanan publik.

“Kepala desa tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga harus hadir membantu masyarakat dalam berbagai kebutuhan sosial,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Surya Adi, Taufik, menyampaikan apresiasi atas perhatian Bupati OKI yang telah membawa pelayanan terpadu langsung ke masyarakat.

“Program ini sangat memudahkan warga dalam mengurus dokumen seperti KTP dan Kartu Keluarga tanpa harus ke kabupaten. Terobosan ini bukan hanya menghemat waktu dan biaya, tetapi juga menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan cepat, dekat, dan nyata bagi warga,” ujar Taufik.

Warga Kecamatan Mesuji pun menyambut positif kegiatan ini. Siti Rahma (37), warga Desa Sungai Sodong, mengaku sangat terbantu karena bisa mengurus dokumen tanpa harus menempuh jarak jauh ke Kayuagung.

“Biasanya kami harus ke kabupaten, naik kendaraan hampir empat jam. Sekarang cukup datang ke kecamatan, semua bisa diurus di satu tempat. Sangat membantu sekali,” kata Siti.

Hal senada disampaikan Rudi Hartono (45), warga Desa Pagar Dewa, yang mengurus pendaftaran BPJS.

“Pelayanan cepat dan petugasnya ramah. Semoga kegiatan seperti ini rutin dilakukan, supaya masyarakat tidak kesulitan lagi,” ujarnya.

Bupati OKI Dekatkan Layanan Administrasi ke Warga Lewat Pelayanan Terpadu di Kecamatan Read More »

Lahan Terdampak Akses Tol Mataram Jaya Mulai Didata

OKI — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mulai melakukan pendataan awal lahan yang akan terkena proyek pembangunan trase akses Tol Mataram Jaya, Kecamatan Mesuji Raya, Rabu (29/10).
.
Pendataan ini dipimpin Ketua Tim Persiapan Pemkab OKI, Asisten I Setda OKI H. Alamsyah, bersama jajaran lintas instansi seperti Dinas Pertanahan, BPN OKI, Dinas Perkebunan, Dinas PUPR, Disperkim, Dinas PMD, Diskominfo, Bagian Hukum, Bagian Pemerintahan, Camat, Kepala Desa, serta perwakilan dari PT Hutama Karya.

Tim gabungan turun langsung ke lapangan mendata lahan, bangunan, dan tanaman tumbuh milik warga di sepanjang trase jalan. Petugas juga mencatat dokumen kepemilikan untuk memastikan status dan batas lahan yang terdampak.

Terdapat 121 persil tanah dengan luas total sekitar 16 hektare yang dibutuhkan untuk proyek ini. Trase jalan akan diperlebar ke kanan dan kiri guna menyesuaikan akses kendaraan besar yang keluar-masuk Tol Terbangi–Pematang Panggang–Kayuagung (Terpeka).

“Prinsipnya, kita bekerja cermat dan hati-hati agar tak ada kendala di kemudian hari,” kata Alamsyah.

Kepala Dinas Pertanahan OKI, Alexsander Bustomi, menjelaskan bahwa tim persiapan bertugas melakukan inventarisasi dan identifikasi awal terhadap subjek dan objek tanah yang terdampak, termasuk status kepemilikan, luas, serta penggunaannya.
.
Pada tahap ini, juga dilakukan verifikasi dan pencocokan data antara dokumen administrasi seperti DPPT (Daftar Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan, dan Pemanfaatan Tanah) dengan kondisi riil di lapangan. Hasil pendataan ini akan menjadi dasar untuk konsultasi publik, yaitu forum terbuka bagi masyarakat terdampak untuk memberikan tanggapan terhadap rencana lokasi proyek.
.
“Setelah konsultasi publik selesai dan tidak ada keberatan signifikan, akan dilakukan Penetapan Lokasi (Penlok). Dokumen ini menjadi dasar hukum untuk masuk ke tahap berikutnya, yakni pelaksanaan pengadaan tanah,” jelas Alex.
.
Warga sambut antusias
.
Warga Desa Mataram Jaya menyambut baik langkah pemerintah ini. I Wayan Eko, salah satu warga terdampak, mengatakan masyarakat mendukung penuh pembangunan akses tol karena akan mempercepat mobilitas dan membuka peluang ekonomi baru.

“Kami mendukung penuh, karena manfaatnya besar untuk warga dan daerah,” ujarnya.
.
Konektivitas dan Pertumbuhan Ekonomi
.
Sebelumnya Bupati OKI, H. Muchendi Mahzareki, menekankan bahwa akses Tol Mataram Jaya memiliki nilai strategis bagi peningkatan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi wilayah lintas timur OKI.

“Akses ke jalan Tol ini bukan hanya menghubungkan wilayah, tapi juga membuka akses ekonomi baru, memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta menarik investasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, dukungan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan proyek strategis tersebut.

“Kami berharap warga terus mendukung, karena pembangunan ini untuk kepentingan bersama. Pemerintah daerah akan memastikan semua hak masyarakat terlindungi dengan baik,” pungkas Bupati Muchendi.

Lahan Terdampak Akses Tol Mataram Jaya Mulai Didata Read More »

Bupati Muchendi Rayakan Sumpah Pemuda Bersama Mahasiswa UNISKI

OKI — Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), H. Muchendi Mahzareki, memperingati hari sumpah pemuda bersama mahasiswa Universitas Islam OKI (UNISKI), Selasa, (28/8/25). 

Dalam kesempatan itu, Muchendi mengajak generasi muda berperan aktif membangun daerah dan menyiapkan diri menuju Indonesia Emas 2045.

Dalam sambutannya, Muchendi  menegaskan peran generasi muda sebagai penggerak masa depan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

.

“Pemuda hari ini adalah bagian penting dari perjalanan bangsa di masa depan. Dari kampus ini kita berharap lahir gagasan, karya, dan inovasi yang menjadi energi penggerak menuju Indonesia Emas 2045.”

Ujar Bupati Muchendi.

.

Bupati menekankan komitmen Pemerintah Kabupaten OKI dalam membangun sumber daya manusia, terutama di kalangan generasi muda dan pelajar. Dunia pendidikan, katanya, harus menjadi pusat tumbuhnya nilai, karakter, dan semangat kebangsaan.

.

“Kemajuan daerah akan terwujud bila dunia pendidikan menjadi pusat tumbuhnya nilai, karakter, dan semangat kebangsaan,” tuturnya.

.

Ia mengajak mahasiswa menjadikan peringatan Sumpah Pemuda sebagai ruang refleksi untuk memperkuat cinta tanah air dan semangat persatuan.

.

“Mari berkarya, berani bermimpi besar, dari kampus ini, kita kirimkan optimisme bahwa generasi muda siap meneruskan cita-cita luhur para pendiri bangsa.”Serunya.

Kegiatan di kampus Universitas Islam OKI ini ditutup dengan dialog kebangsaan dan orasi dari perwakilan organisasi mahasiswa

Bupati Muchendi Rayakan Sumpah Pemuda Bersama Mahasiswa UNISKI Read More »

Scroll to Top