Harga Turun, Hasil Lelang Lebak Lebung Tembus Rp 5,3 Miliar

OKI — meski pemerintah kabupaten ogan komering ilir (oki) menurunkan standar harga objek lelang lebak lebung dan sungai (L3S tahun ini, pendapatan dari tradisi tahunan itu tetap menunjukkan performa positif. Pada tahap pertama yang digelar serentak di 15 kecamatan, pemerintah daerah mencatat pemasukan Rp 5,358 miliar dari 207 objek yang laku terjual. Penyesuaian harga dinilai membuat minat pengemin meningkat tanpa mengurangi kontribusi bagi daerah.

Kepala dinas perikanan kabupaten oki, Ubaidillah, menjelaskan bahwa penurunan standar harga dilakukan sebagai respons atas keluhan masyarakat pengemin terkait penurunan produktivitas perairan akibat perubahan iklim. Meski standar harga turun sekitar 10 persen dibanding tahun sebelumnya, pendapatan tetap stabil.

“kebijakan dari Bapak Bupati ini merupakan bentuk penyesuaian atas usulan para pengemin. Standar harga diturunkan sekitar 10 persen, namun hasil yang diperoleh pada periode pertama ini tetap maksimal,” ujar ubaidillah, rabu (19/11).

Ia menambahkan bahwa L3S bukan hanya kegiatan lelang rutin, tetapi juga memiliki fungsi ekologis. Pengemin yang memegang hak pemanfaatan perairan diwajibkan menjaga lingkungan agar tetap lestari, termasuk mencegah kebakaran hutan dan lahan yang berpotensi mengancam kawasan perairan.

Distribusi objek dan pendapatan

Tradisi L3S tahun ini dilaksanakan di 11 kecamatan. Pampangan menjadi wilayah dengan objek terbanyak, yaitu 62 titik. Sementara lempuing dan pedamaran timur masing-masing hanya memiliki satu objek.

Dari 329 objek yang dilelang pada tahap pertama, sebanyak 207 objek laku terjual. Hasilnya, Kecamatan jejawi tercatat sebagai penyumbang pendapatan terbesar dengan rp2,148 miliar, disusul pampangan rp1,037 miliar, lempuing jaya rp850,5 juta, dan pedamaran rp569,8 juta. Kecamatan lain seperti kayuagung, pangkalan lampam, tulung selapan, dan sungai menang turut memberikan kontribusi meski dengan skala objek yang lebih kecil.

Sementara sisa objek yang belum terjual akan kembali ditawarkan pada lelang tingkat kabupaten yang dijadwalkan berlangsung pada 3 desember 2025.

Pemerintah daerah menilai capaian ini menunjukkan bahwa penyesuaian harga justru mendorong kompetisi yang lebih sehat dan membuka ruang partisipasi lebih luas di tingkat masyarakat tanpa mengurangi potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kearifan lokal yang menjaga ekosistem

L3S merupakan tradisi berbasis kearifan lokal yang hanya ditemukan di beberapa kabupaten di Sumatera Selatan, seperti Oki, Ogan Ilir, Pali, Dan Musi Banyuasin. Tradisi ini menjadi wadah pemanfaatan perairan secara legal dan teratur, sekaligus menjaga keseimbangan ekologis di wilayah rawa dan sungai.

“tradisi ini menghidupi dua hal: ekosistem dan ekonomi,” ujar ubaidillah.

Pemerintah berharap praktik L3S terus berlangsung sebagai model pemanfaatan sumber daya perairan yang produktif, berkelanjutan, dan memberi manfaat bagi masyarakat luas.

“ini tradisi yang kita jaga bersama agar tetap produktif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Harga Turun, Hasil Lelang Lebak Lebung Tembus Rp 5,3 Miliar Read More »

Kejari OKI Menang Kasasi di MA, Aset Hutan Kota Sah Milik Pemkab OKI

OKI — Perjuangan panjang penegakan hukum atas kepemilikan Hutan Kota Kayuagung akhirnya mencapai titik akhir. Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ilir (OKI) melalui Jaksa Pengacara Negara (JPN) resmi memenangkan sengketa aset hutan kota senilai Rp 66 miliar setelah Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan kasasi pihak penggugat. Putusan MA RI Nomor 2902 K/Pdt/2025 itu sekaligus menguatkan bahwa Hutan Kota Kayuagung sah menjadi aset Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKI.
Kepastian hukum ini disampaikan Kajari OKI, H. Sumantri, saat beraudiensi dengan Bupati OKI, H. Muchendi Mahzareki, di Kayuagung, Selasa (18/11/2025).
Sumantri menyebut kemenangan tersebut merupakan buah dari perjalanan hukum yang ditempuh tim JPN sejak tingkat Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi, hingga kasasi di Mahkamah Agung.
“Dengan terbitnya putusan kasasi, status kepemilikan Hutan Kota Kayuagung kini inkracht. Seluruh proses hukum telah tuntas dan mempertegas bahwa aset tersebut berada dalam kewenangan Pemkab OKI,” ujar Sumantri.
Ia menegaskan, perkara ini bukan semata pencapaian kelembagaan, tetapi bagian dari tugas negara dalam memastikan aset publik tidak berpindah tangan.
“Keberhasilan menyelamatkan aset senilai Rp 66 Miliar ini adalah bukti hadirnya negara. Nilai finansialnya besar, tetapi yang lebih penting, hutan kota ini merupakan ruang terbuka hijau vital, paru-paru kota bagi masyarakat Kayuagung,” jelasnya.
Sumatri juga menambahkan bahwa putusan MA telah membuka jalan bagi Pemkab OKI untuk melengkapi dokumen-dokumen kepemilikan yang berkaitan dengan objek sengketa.

“Dalam tugas dan fungsi bidang Datun, kejaksaan siap mendampingi proses pendaftaran objek sengketa agar administrasi aset daerah terjamin kuat,” katanya.
Apresiasi Bupati OKI dan Penguatan Tata Kelola Aset
Bupati OKI, H. Muchendi Mahzareki, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Kejaksaan Negeri OKI atas keberhasilan mengawal perkara hingga tingkat kasasi. Ia menilai kinerja JPN sebagai bentuk pengabdian nyata dalam menjaga kepentingan daerah.
“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kejari OKI dan tim Jaksa Pengacara Negara. Perjuangan yang tidak singkat ini menunjukkan komitmen kuat kejaksaan dalam membela aset dan kepentingan masyarakat OKI,” ujar Muchendi.
Muchendi menegaskan bahwa putusan MA ini menjadi momentum penting bagi Pemkab OKI untuk memperkuat tata kelola dan inventarisasi aset daerah.
.
“Tidak menutup kemungkinan akan muncul gugatan-gugatan lain terkait aset daerah seperti sekolah, tanah, dan bangunan pemerintah. Karena itu, tata kelola aset harus terus kita perkuat,” ucapnya.
.
Ia juga berharap kejaksaan terus memberikan pendampingan, terutama dalam pengamanan aset strategis serta fungsi kejaksaan sebagai jaksa pengacara negara.
.
“Pengawalan hukum yang berkelanjutan sangat penting agar aset-aset strategis OKI terlindungi dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” tegas Muchendi.

Kejari OKI Menang Kasasi di MA, Aset Hutan Kota Sah Milik Pemkab OKI Read More »

Pendampingan Kejari OKI Dongkrak Retribusi Pasar Rp 539 Juta

KAYUAGUNG – Retribusi kios pasar Kayuagung mencatat lonjakan signifikan setelah mendapatkan pendampingan hukum dari Kejaksaan Negeri (Kejari) OKI. Langkah kolaboratif ini menjadi upaya tegas pemerintah daerah dalam mengamankan aset dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kepala Dinas Perdagangan OKI, Sahrul, menyebutkan tingkat kepatuhan pedagang sebelumnya sangat rendah. Dari total 845 pemegang kios, hanya 94 pedagang yang membayar sewa. Setelah pembinaan dan pendampingan oleh Kejari, jumlah pedagang yang membayar meningkat tajam menjadi 385 pedagang atau naik 34,21 persen. Dari hasil ini, Pemkab OKI berhasil menambah PAD sebesar Rp539 juta.

“Tujuan kami memberi edukasi bahwa kewajiban sewa kios harus dipenuhi. Alhamdulillah, setelah pendampingan Kejari, progresnya sangat signifikan,” ujar Sahrul dalam rapat koordinasi penyelesaian tunggakan di Aula Kejari OKI, Senin (17/11).

Penanganan tunggakan dilakukan bertahap, dimulai dari pemanggilan pedagang untuk edukasi dan penagihan. Sebagai langkah awal penegakan, Pemkab OKI bersama Kejari akan menjatuhkan sanksi sosial berupa pemasangan stiker atau spanduk pada kios pedagang yang belum melunasi retribusi. Jika tidak ada penyelesaian setelah sanksi sosial diberikan, sanksi administratif sesuai Peraturan Bupati Nomor 38 Tahun 2024 akan diterapkan, mulai dari penghentian sementara aktivitas berdagang hingga pengosongan kios.

Sekretaris Daerah OKI, Asmar Wijaya, mengapresiasi sinergi yang telah mengatasi persoalan lama ini. “Progres ini sangat baik. Terima kasih kepada Kejari OKI. Pendampingan ini berhasil mengembalikan nilai aset kita, yang sebelumnya bahkan ada yang diakui sebagai milik pribadi,” ujarnya.

Sementara itu, Kajari OKI, Sumantri, menegaskan kesiapan jajarannya untuk terus mendampingi Pemkab OKI dalam penegakan aturan. “Kami siap memberikan sanksi sosial kepada pedagang yang menunggak. Ini langkah awal penting untuk memastikan aset daerah dikelola sesuai hukum,” tegasnya.

Kolaborasi Pemkab OKI dan Kejari ini menjadi langkah nyata dalam menertibkan pengelolaan aset pasar sekaligus memperkuat PAD melalui peningkatan kepatuhan retribusi.

Pendampingan Kejari OKI Dongkrak Retribusi Pasar Rp 539 Juta Read More »

Sinergi Pemkab OKI–Icon Plus Dorong Desa Perairan Mandiri Digital

OKI—Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, terus mempercepat pemerataan akses internet di desa-desa terpencil, khususnya wilayah perairan. Upaya ini menjadi fokus pembahasan dalam pertemuan strategis antara Dinas Komunikasi dan Informatika OKI dan PT PLN Icon Plus Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) di Palembang, Senin (17/11/2025).

Pertemuan tersebut menyoroti percepatan pengentasan blank spot di Kecamatan Air Sugihan, wilayah yang memiliki tantangan geografis dan keterbatasan infrastruktur telekomunikasi.

Plt. Kepala Diskominfo OKI, Adi Yanto, mengatakan pihaknya telah melakukan pemetaan kebutuhan jaringan dan potensi jalur infrastruktur sebagai dasar percepatan program. Salah satunya tersedianya jaringan Fiber Optic (FO) yang telah di bangun PT Icon Plus.

“Desa-desa di wilayah Air Sugihan perlu segera mendapatkan dukungan konektivitas agar dapat berkembang secara mandiri. Pemetaan yang telah kami lakukan PT Icon Plus telah membangun Jaringan FO dari Mariana ke Sungai Baung sepanjang 145 Km. Infrastruktur digital ini kami harap dapat mendapat dukungan itu,” ujar Adi.

Diskusi juga menekankan pemanfaatan konektivitas untuk memperkuat desa mandiri digital melalui pengembangan BUMDes, koperasi, UMKM, serta peningkatan layanan publik berbasis teknologi.

Skema kolaboratif dengan Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu solusi sebagai pengelola layanan internet tingkat desa.
.
“Kita harap dukungan pendanaan dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), cepat terealisasi. Sementara Icon Plus berperan sebagai penyedia layanan utama. Model kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan layanan internet berkelanjutan sekaligus memberdayakan masyarakat.” Jelas Adi.

PLN Icon Plus menyatakan dukungan penuh terhadap program tersebut. Manager Pemasaran dan Penjualan Enterprise Sumbagsel, Hizkia Jonath Polii, mengatakan akses internet yang merata menjadi fondasi bagi desa-desa untuk mencapai kemandirian digital. “Kami siap membuka konektivitas hingga ke titik-titik tersulit, agar masyarakat benar-benar merdeka sinyal,” kata Hizkia.

Hadirnya akses internet stabil diharapkan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat perairan.

Pertemuan ini akan ditindaklanjuti dengan sosialisasi kepada pemerintah desa dan pengurus Kopdes merah putih. Pemkab OKI optimistis, sinergi multipihak ini dapat mempercepat transformasi digital dan mengurangi kesenjangan akses teknologi di wilayah terpencil.

Sinergi Pemkab OKI–Icon Plus Dorong Desa Perairan Mandiri Digital Read More »

Operasi Zebra Musi 2025 Dimulai, Kesadaran Kolektif Kunci Tekan Kecelakaan

Kayuagung, OKI — personel Gabungan Polres Ogan Komering Ilir (OKI), Dishub dan Satpol PP mengikuti Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra Musi 2025 yang digelar di halaman Mapolsek Kayuagung, Senin (17/11/25). Apel ini menjadi momentum persiapan untuk pelaksanaan Operasi Zebra Musi 2025, yang berlangsung serentak di seluruh jajaran Polda Sumatera Selatan pada 17 hingga 30 November 2025.

Bertindak sebagai inspektur upacara, Kapolres OKI, AKBP Eko Rubiyanto, hadir untuk memimpin apel sekaligus memberikan arahan kepada seluruh personel. Dalam amanatnya, Kapolres menyampaikan bahwa operasi ini bukan semata penegakan hukum, melainkan upaya edukatif untuk meningkatkan kedisiplinan masyarakat berlalu lintas. “Keselamatan di jalan raya harus menjadi budaya, bukan sekadar kewajiban,” tegasnya di depan pasukan apel.

Kapolres menekankan beberapa pelanggaran prioritas yang akan ditargetkan selama operasi, di antaranya penggunaan ponsel saat berkendara, pengemudi di bawah umur, pengendara yang tidak memakai helm SNI, serta kendaraan yang melanggar muatan berlebih (ODOL). Menurutnya, penindakan akan dilakukan secara humanis tetapi tegas: “Kita lakukan tindakan preventif dan represif, namun tetap dengan pendekatan edukatif,” ujarnya.

Dalam konteks lokal, Kapolres juga mengingatkan bahwa operasional OKI akan mengikuti pedoman dari Polda Sumatera Selatan. Dia meminta seluruh anggota untuk menjaga profesionalisme dan memprioritaskan pelayanan kepada masyarakat. “Pastikan petugas selalu ramah, sigap memberikan imbauan, serta menegakkan hukum secara adil,” kata Eko Rubiyanto.

Tidak hanya itu, Kapolres juga mengimbau masyarakat OKI untuk ikut berperan aktif. Dia menyerukan agar para pengendara memastikan kelengkapan surat kendaraan seperti SIM dan STNK, memakai helm atau sabuk pengaman, dan selalu mematuhi rambu-rambu jalan. “Partisipasi masyarakat sangat penting agar operasi ini berhasil menekan angka kecelakaan,” ujarnya dalam apel.

Apel Gelar Pasukan di Mapolsek Kayuagung diakhiri dengan pembacaan do’a bersama untuk kelancaran tugas dan keselamatan seluruh anggota. Kapolres menyatakan harapannya bahwa Operasi Zebra Musi 2025 akan berjalan lancar, dan melalui operasi ini, Polres OKI mampu mewujudkan keamanan, ketertiban, dan keselamatan berlalu lintas di wilayah Kabupaten OKI.

Operasi Zebra Musi 2025 Dimulai, Kesadaran Kolektif Kunci Tekan Kecelakaan Read More »

Konektivitas Jadi Kendala, Sinergi Jadi Solusi

Jalan Poros di Kecamatan Air Sugihan Dibangun

Air Sugihan – Konektivitas antarwilayah di Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, masih menjadi tantangan utama bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir timur. Di tengah keterbatasan anggaran daerah, kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan desa menjadi kunci menjawab persoalan tersebut.

“Masyarakat OKI menghadapi tantangan besar dalam konektivitas antarwilayah, terutama di kawasan pesisir timur. Penguatan infrastruktur menjadi langkah mutlak untuk menumbuhkan simpul-simpul ekonomi baru,” ujar Bupati Ogan Komering Ilir, H. Muchendi Mahzareki, pada Rakor Forum CSR Kabupaten OKI, Pekan lalu.

Menurut Muchendi, pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri, terlebih di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang kini diterapkan.

“Peran swasta dan pemerintah desa sangat penting, terutama dalam pembangunan infrastruktur dasar. Sinergi inilah yang menjadi kunci,” katanya.

Bangun Jalan Poros Secara Bertahap
.
Pada tahun anggaran 2025, Pemerintah Kabupaten OKI membangun jalan poros sepanjang 4,5 kilometer di Kecamatan Air Sugihan. Pekerjaan meliputi pengecoran dan pengerasan jalan yang melintasi Desa Suka Mulya Dusun 1, Desa Pangkalan Damai, Desa Kerta Mukti, Rengas Abang, hingga poros kecamatan.

“Pembangunan kami lakukan bertahap, fokus pada jalan poros antar desa agar akses ekonomi dan sosial masyarakat semakin terbuka,” ujar Man Winardi, Kepala Dinas PUPR Kabupaten OKI.
.
Wilayah Air Sugihan, yang berjarak sekitar tiga jam perjalanan menggunakan speed boat dari Kota Palembang, menjadi prioritas perbaikan infrastruktur karena letaknya yang jauh dari Ibu Kota Kabupaten. Dukungan juga datang dari sektor swasta.
.
Perusahaan pulp dan kertas terbesar di daerah itu, PT OKI Pulp and Paper Mills, turut berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur di wilayah pesisir. Melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR), perusahaan tersebut membangun jalan cor beton sepanjang 1,3 kilometer di Desa Bukit Batu, Kecamatan Air Sugihan.
Jalan selebar delapan meter itu dibangun menggunakan konstruksi wiremesh dengan ketebalan cor 20 sentimeter.

Untuk proyek ini, OKI Pulp menggelontorkan dana CSR sebesar Rp3,4 miliar.

“Sebagai bentuk dukungan dan kepedulian perusahaan terhadap program priorotas Pemkab OKI dalam menyediakan infrastruktur jalan yang mantap,” Ujar Gadang Hartawan, Vice Direktur PT OKI Pulp and Paper.
.
Jalan yang diperbaiki menghubungkan Simpang Kades hingga Jembatan Penyeberangan Sungai Baung, yang selama ini menjadi jalur utama masyarakat untuk aktivitas ekonomi dan transportasi hasil pertanian. Kondisi jalan sebelumnya tidak layak dilalui, sehingga memperlambat arus logistik dan pergerakan ekonomi warga.

Bangun Desa dari Pendapatan Sendiri
.
Tak hanya pemerintah daerah dan swasta, pemerintah desa juga mengambil peran nyata. Desa Bukit Batu, Kecamatan Air Sugihan, memanfaatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) untuk membangun desanya.
.
Secara swadaya desa ini telah membangun 3 kantor sekaligus, yakni kantor BPD, kantor PKK dan Kantor desa. Tak berhenti di sana, Pemerintah Desa juga berencana membangun jalan desa sepanjang dua kilometer dengan kontruksi cor beton.
.
Kepala Desa Bukit Batu, Rumaidah, mengatakan pembangunan ini menjadi simbol kemandirian desa dalam membangun infrastruktur tanpa bergantung pada dana pemerintah.
.
“Kami bersyukur bisa membangun desa dari hasil PADes. Dana berasal dari pengelolaan aset desa dan sumber pendapatan sah lainnya. Ini bukti desa mampu mandiri,” ujar Rumaidah, Kamis (13/11/2025).
.
Rumaidah menegaskan, seluruh proses pembangunan dilakukan secara transparan dan partisipatif. Masyarakat ikut mengawasi jalannya proyek, sementara desa juga menggandeng Kejaksaan Negeri OKI dan Dinas PUPR OKI untuk memastikan pelaksanaan sesuai aturan.
.
“Agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, kami libatkan warga dan minta pendampingan dari kejaksaan serta Pemda. Ini penting untuk menjaga akuntabilitas,” katanya.
.
Dengan langkah ini, Desa Bukit Batu menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara pemerintah daerah, swasta, dan desa mampu menjawab tantangan konektivitas di wilayah pesisir OKI. Infrastruktur bukan sekadar jalan, tapi juga urat nadi bagi pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan di kawasan pantai timur Sumatera Selatan.

Keterangan Photo:

  1. Bupati OKI H, Muchendi saat berkunjung ke Kecamatan Air Sugihan OKI
  2. Pembangunan jalan cor beton oleh PT OKI Pulp
  3. Jalan Poros di Desa Rantau Karya Kecamatan Air Sugihan

Konektivitas Jadi Kendala, Sinergi Jadi Solusi Read More »

Tingkatkan Kompetensi, Ratusan Guru di OKI Ikuti Pembelajaran Mendalam

OKI — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) bersama Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Sumatera Selatan menggelar kegiatan Talkshow Berbagi Praktik Baik dan Pameran Hasil Belajar sekaligus penutupan Pelatihan Pembelajaran Mendalam selama 3 bulan.
.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas pendidik, menumbuhkan budaya kolaboratif antar guru dan memamerkan hasil inovasi pembelajaran yang telah diterapkan selama pelatihan. Pelatihan ini diikuti oleh ratusan guru dari berbagai jenjang pendidikan—SD, SMP, SMA, dan SMK di Kabupaten OKI.
.
“Guru adalah ujung tombak pembangunan manusia. Saya bisa berdiri di sini berkat keikhlasan guru-guru saya dulu yang mendidik tanpa pamrih. Semoga keikhlasan itu menjadi amal jariyah yang terus mengalir,” ungkap Wakil Bupati OKI, Supriyanto pada penutupan Pelatihan Pembelajaran Mendalam di GOR Biduk Kajang, Kayuagung. Rabu,(12/11).
.
Lebih lanjut, Supriyanto menegaskan bahwa pendidikan merupakan kunci utama dalam membangun sumber daya manusia unggul dan berdaya saing di era transformasi digital.
.
“Kegiatan ini sejalan dengan visi Kabupaten OKI, yakni mewujudkan masyarakat maju bersama di Bumi Bende Seguguk. Peningkatan kapasitas guru melalui pembelajaran mendalam adalah langkah nyata dalam mewujudkan SDM yang cerdas, kreatif, dan berakhlak mulia,” tambahnya.
.
Sementara itu, Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Sumatera Selatan, Dra. Ohorella Erma, M.Ikom. menjelaskan bahwa program Pembelajaran Mendalam merupakan bagian dari kebijakan transformasi pendidikan nasional yang berfokus pada peningkatan mutu guru.
.
“Kami di BGTK memiliki mandat untuk mengimplementasikan kebijakan pembinaan guru dan tenaga kependidikan. Melalui pembelajaran mendalam ini, guru tidak hanya belajar metode mengajar, tetapi juga mengembangkan karakter reflektif, berpikir kritis, dan kolaboratif,” ujarnya.
.
Menurut Kabid GTK Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Eka Diani, S.Kom., pelatihan tersebut akan dilanjutkan dengan pengembangan kompetensi di bidang coaching, bimbingan konseling, dan integrasi teknologi dalam pembelajaran.
.
“Kami terus mengawal fasilitator daerah sebanyak 560 orang di Sumsel agar mampu menularkan praktik baik di daerah masing-masing. Fokus kami bukan hanya pada peningkatan kompetensi akademik, tetapi juga pada penguatan pendidikan karakter,” jelas Eka.

Tingkatkan Kompetensi, Ratusan Guru di OKI Ikuti Pembelajaran Mendalam Read More »

OKI Selaraskan Program CSR dengan Prioritas Daerah

OKI—Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) atau Forum CSR Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menggelar Dialog Terbuka dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Tahun 2025, mengusung tema “Sinergi Pemerintahan Daerah dan Pelaku Usaha dalam Pembangunan Daerah yang Berpihak pada Masyarakat dan Lingkungan.”

.

Kegiatan ini menjadi momentum strategis memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha dalam mendukung pembangunan berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

.

Bupati OKI, H. Muchendi Mahzareki menegaskan pentingnya peran perusahaan melalui CSR menjadi penopang penting bagi program pembangunan daerah, terutama dalam menghadapi tantangan fiskal yang semakin kompleks.

.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, sinergi dengan dunia usaha adalah kunci agar pembangunan kita tepat sasaran dan berdampak langsung kepada masyarakat,” tegas Muchendi pada Dialog Terbuka dan Rakerda di Ruang Rapat Bende Seguguk I, Selasa(11/11).

.

Lebih lanjut, Muchendi juga mengingatkan agar setiap program CSR mendapat pendampingan dari dinas terkait, sehingga implementasinya sesuai kebutuhan daerah dan tidak tumpang tindih dengan program pemerintah.

.

“Melalui forum ini, kita menyatukan visi dan misi antara pemerintah dan pelaku usaha. Dengan arah yang sejalan, setiap program CSR dapat memperkuat prioritas pembangunan daerah dan menjawab kebutuhan riil masyarakat.” tambahnya.

.

Ketua Forum CSR OKI, Marhaili Sutomo menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal memperkuat koordinasi antara pemerintah dan pelaku usaha di OKI untuk diselaraskan dengan arah kebijakan pembangunan daerah.

.

“Kita ingin memastikan program CSR di OKI benar-benar selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) serta berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar Marhaili.

.

Marhaili juga menegaskan pentingnya transparansi dan koordinasi antarperusahaan agar setiap kegiatan CSR memiliki keberlanjutan dan kontribusi terhadap pencapaian tujuan pembangunan daerah.

.

“Forum ini bukan sekadar wadah komunikasi, tapi juga menjadi ruang sinergi agar setiap kegiatan dunia usaha memberi nilai tambah sosial, ekonomi, dan lingkungan bagi masyarakat OKI,” pungkasnya.

OKI Selaraskan Program CSR dengan Prioritas Daerah Read More »

Pembangunan Jalan Poros di OKI Percepat Mobilitas dan Dorong Ekonomi Warga

Pampangan—Pembangunan jalan poros di sejumlah wilayah di Kabupaten OKI kian dirasakan warga manfaatnya terutama mendukung mobilitas dan mendongkrak perekonomian. 

Manfaat itu dirasakan Warga di Kecamatan Pampangan dan Pangkalanlampam.  Jalan yang sebelumnya rusak dan berlubang kini sudah dalam kondisi mantap dan nyaman dilalui, memudahkan akses warga menuju pusat kota, hingga mengakses pelayanan publik.

.

“Sekarang jalannya sudah bagus, perjalanan ke Kayuagung maupun ke Kota Palembang jadi lebih cepat dan Kendaraan tidak rusak lagi,” kata Widya Kepala Desa Ulak Depati Kecamatan Pampangan, Senin, (10/11/25).

.

Ia mengaku, waktu tempuh yang dulu hampir dua jam kini bisa ditempuh kurang dari satu jam.

Jalan mantap juga sudah dirasakan warga Desa Jermun Kecamatan Pampangan. Desa yang berada di perbatasan OKI dan Banyuasin  itu kini juga merasakan manfaatnya.

“Kalau musim hujan, jalan becek dan kendaraan sering terjebak lumpur. Sekarang sudah ada pengerasan, mobilitas masyarakat bisa lancar menuju Kecamatan. Sangat membantu warga kami,” ujar Abusroni Kepala Desa Jermun.

Peningkatan ruas jalan poros Kabupaten di Kecamatan Sirah Pulau Padang-Pampangan-Pangkalanlampam hingga Tulung Selapan merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten OKI untuk memperkuat konektivitas antarwilayah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah pantai timur OKI itu.

Bupati OKI, H. Muchendi mengatakan penyediaan infrastruktur dasar  bagian dari visi membangun daerah karena memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.


“Infrastruktur yang baik adalah fondasi kemajuan. Pembangunan harus dirasakan semua lapisan masyarakat, dari desa hingga kota,” ujar Muchendi.

.

Menurut Muchendi, proyek peningkatan jalan Pampangan–Pangkalalam­pam hingga Kecamatan Tulung Selapan dilaksanakan secara bertahap dengan dukungan pemerintah provinsi dan pusat. 

.

“Kita ingin pemerataan pembangunan tidak hanya di kota, tetapi juga sampai ke pelosok desa dan wilayah pesisir,” katanya.

Selain pembangunan fisik, Muchendi juga menekankan penguatan infrastruktur sosial. 

Kepala desa menurutnya memiliki peran strategis dalam memastikan keberhasilan pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) di tingkat desa. 

.

“Untuk itu, kepala desa harus terus menguatkan koordinasi dengan pendamping PKH agar pelaksanaan program berjalan efektif dan tepat sasaran.” Terangnya.

Melalui koordinasi yang baik, akan menciptakan komunikasi dua arah yang produktif. Kepala desa dapat memberikan dukungan kebijakan maupun fasilitas yang dibutuhkan, sementara pendamping PKH memberikan data dan laporan lapangan yang akurat sebagai dasar pengambilan keputusan. Dengan demikian, pengelolaan program sosial di desa menurutnya menjadi lebih transparan, akuntabel, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Pembangunan Jalan Poros di OKI Percepat Mobilitas dan Dorong Ekonomi Warga Read More »

Wabup Supriyanto Ajak Teladani Tiga Nilai Kepahlawanan

Kayuagung,—Upacara peringatan Hari Pahlawan 2025 di halaman Kantor Bupati Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, berlangsung khidmat pada Senin (10/11). 

Di bawah langit pagi yang teduh, ratusan peserta dari unsur TNI, Polri, ASN, pelajar, dan organisasi masyarakat berdiri tegak mengikuti pengibaran bendera Merah Putih.

Wakil Bupati Ogan Komering Ilir, Supriyanto, SH, bertindak sebagai inspektur upacara dan membacakan amanat Menteri Sosial Republik Indonesia. 

Dalam amanatnya, Mensos menyampaikan tiga pesan utama yang patut diteladani dari para pahlawan, yakni kesabaran, ketulusan, dan pandangan jauh ke depan.


“Para pahlawan sabar menempuh ilmu, sabar menunggu momentum, dan sabar membangun kebersamaan. Dari kesabaran itulah lahir kemenangan,” kata Supriyanto.

Nilai ketulusan disebut sebagai hal yang melekat kuat pada diri para pejuang. Setelah kemerdekaan diraih, mereka tidak menuntut jabatan atau balasan, melainkan kembali mengabdi kepada rakyat. “Kehormatan sejati bukan pada posisi yang dimiliki, tetapi pada manfaat yang ditinggalkan,” ujarnya.

Pesan terakhir menegaskan pentingnya memiliki visi ke depan, sebagaimana para pahlawan yang berjuang bukan untuk diri sendiri, tetapi untuk generasi penerus. “Darah dan air mata mereka adalah doa yang tak pernah padam. Menyerah berarti meninggalkan amanah kemanusiaan,” lanjutnya.

Menurut Wabup Supriyanto, semangat perjuangan di masa kini harus diwujudkan dalam bentuk pengabdian, empati, dan kerja nyata, bukan lagi dengan senjata. “Semangatnya tetap sama, membela yang lemah dan memperjuangkan keadilan, serta memastikan tak ada satu pun anak bangsa tertinggal dari arus kemajuan,” ujarnya.

Ia juga menyinggung semangat Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menekankan ketahanan nasional, pemerataan pendidikan, dan pembangunan manusia unggul.

Menutup amanatnya, Supriyanto mengajak seluruh peserta upacara untuk menjaga semangat perjuangan para pahlawan agar tidak pernah padam.


“Sebagaimana para pahlawan telah memberikan segalanya untuk Indonesia, kini giliran kita melanjutkan perjuangan itu dengan bekerja, bergerak, dan memberi dampak,” katanya.

Dengan tema “Pahlawanku Teladanku: Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan”, peringatan Hari Pahlawan 2025 di Kabupaten Ogan Komering Ilir menjadi pengingat bahwa nilai-nilai kepahlawanan tetap relevan di tengah tantangan zaman. Dari Bumi Bende Seguguk, semangat perjuangan itu terus menyala untuk Indonesia.

Wabup Supriyanto Ajak Teladani Tiga Nilai Kepahlawanan Read More »

Scroll to Top