Tingkatkan Kompetensi, Ratusan Guru di OKI Ikuti Pembelajaran Mendalam

OKI — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) bersama Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Sumatera Selatan menggelar kegiatan Talkshow Berbagi Praktik Baik dan Pameran Hasil Belajar sekaligus penutupan Pelatihan Pembelajaran Mendalam selama 3 bulan.
.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas pendidik, menumbuhkan budaya kolaboratif antar guru dan memamerkan hasil inovasi pembelajaran yang telah diterapkan selama pelatihan. Pelatihan ini diikuti oleh ratusan guru dari berbagai jenjang pendidikan—SD, SMP, SMA, dan SMK di Kabupaten OKI.
.
“Guru adalah ujung tombak pembangunan manusia. Saya bisa berdiri di sini berkat keikhlasan guru-guru saya dulu yang mendidik tanpa pamrih. Semoga keikhlasan itu menjadi amal jariyah yang terus mengalir,” ungkap Wakil Bupati OKI, Supriyanto pada penutupan Pelatihan Pembelajaran Mendalam di GOR Biduk Kajang, Kayuagung. Rabu,(12/11).
.
Lebih lanjut, Supriyanto menegaskan bahwa pendidikan merupakan kunci utama dalam membangun sumber daya manusia unggul dan berdaya saing di era transformasi digital.
.
“Kegiatan ini sejalan dengan visi Kabupaten OKI, yakni mewujudkan masyarakat maju bersama di Bumi Bende Seguguk. Peningkatan kapasitas guru melalui pembelajaran mendalam adalah langkah nyata dalam mewujudkan SDM yang cerdas, kreatif, dan berakhlak mulia,” tambahnya.
.
Sementara itu, Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Sumatera Selatan, Dra. Ohorella Erma, M.Ikom. menjelaskan bahwa program Pembelajaran Mendalam merupakan bagian dari kebijakan transformasi pendidikan nasional yang berfokus pada peningkatan mutu guru.
.
“Kami di BGTK memiliki mandat untuk mengimplementasikan kebijakan pembinaan guru dan tenaga kependidikan. Melalui pembelajaran mendalam ini, guru tidak hanya belajar metode mengajar, tetapi juga mengembangkan karakter reflektif, berpikir kritis, dan kolaboratif,” ujarnya.
.
Menurut Kabid GTK Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Eka Diani, S.Kom., pelatihan tersebut akan dilanjutkan dengan pengembangan kompetensi di bidang coaching, bimbingan konseling, dan integrasi teknologi dalam pembelajaran.
.
“Kami terus mengawal fasilitator daerah sebanyak 560 orang di Sumsel agar mampu menularkan praktik baik di daerah masing-masing. Fokus kami bukan hanya pada peningkatan kompetensi akademik, tetapi juga pada penguatan pendidikan karakter,” jelas Eka.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top