Bupati OKI Sampaikan LKPJ 2025, Kinerja Makro Tunjukkan Tren Positif

Bupati OKI Sampaikan LKPJ 2025, Kinerja Makro Tunjukkan Tren Positif

KAYUAGUNG — Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD sebagai bentuk kewajiban konstitusional kepala daerah sekaligus evaluasi penyelenggaraan pemerintahan selama satu tahun di Ruang Rapat Paripurna DPRD OKI, Senin, (30/3).
.
Rapat Paripurna dibuka oleh Ketua DPRD OKI, Farid Hadi Sasongko dan dihadiri oleh Forkopimda serta anggota DPRD OKI.
.
Bupati OKI, H. Muchendi Mahzareki, mengatakan LKPJ merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
.
“LKPJ ini bukan sekadar laporan, tetapi menjadi bahan evaluasi bersama untuk memperbaiki kualitas pembangunan ke depan,” ujarnya.
.
Kinerja Ekonomi dan Sosial Meningkat
.
Secara umum, capaian pembangunan Kabupaten OKI pada 2025 menunjukkan tren positif. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku tercatat mencapai Rp 5,23 triliun.
.
Sejumlah indikator makro juga mengalami perbaikan, di antaranya: Tingkat kemiskinan menurun menjadi 105,26, Tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 3,12 persen, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat menjadi 72,20
.
Di sektor pendidikan dan kesehatan, capaian juga menunjukkan perkembangan, tercermin dari meningkatnya angka partisipasi sekolah serta umur harapan hidup yang mencapai 74,47 tahun.
.
“Capaian ini adalah hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Muchendi.
.
Realisasi APBD 2025
.
Dari sisi keuangan daerah, pendapatan Kabupaten OKI ditargetkan sebesar Rp 3,12 triliun dengan realisasi Rp 2,68 triliun atau 86,02 persen.
.
Sementara itu, belanja daerah direncanakan Rp 3,16 triliun dan terealisasi Rp 2,59 triliun atau 82,17 persen.
.
Pendapatan daerah masih didominasi oleh transfer dari pemerintah pusat, sedangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terealisasi sekitar 60,31 persen.
.
Tantangan Kemandirian Fiskal
.
Bupati mengakui masih adanya tantangan dalam kemandirian fiskal daerah, terutama tingginya ketergantungan pada dana transfer pusat.
.
“Ini menjadi panggilan bagi kita semua untuk bekerja lebih keras, lebih cerdas, dan memperkuat kemandirian keuangan daerah,” ujarnya.
.
Pemerintah Kabupaten OKI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan DPRD dan seluruh pemangku kepentingan guna mewujudkan visi pembangunan daerah “Maju Bersama” menuju 2029.
.
“Dengan semangat kebersamaan, kami optimistis OKI mampu tumbuh lebih maju dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” kata Muchendi.

Bupati OKI Sampaikan LKPJ 2025, Kinerja Makro Tunjukkan Tren Positif Read More »

Bupati OKI Dorong ASN Muda Jadi Motor Penggerak Perubahan

Bupati OKI Dorong ASN Muda Jadi Motor Penggerak Perubahan

Dalam upaya mendorong transformasi birokrasi diperlukan sosok-sosok abdi muda yang bukan hanya cerdas secara akademik, tapi juga tangguh, inovatif, dan membawa semangat perubahan. Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Ogan Komering Ilir H. Muchendi saat melantik 30 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Formasi Tahun 2024 menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten OKI, Senin (30/3/26)

“Sebagai ASN yang sudah ditugaskan, saya harap saudara-saudara dapat membantu rekan kerja dan pimpinan. Kita membutuhkan ide-ide baru, saran, dan masukan untuk mendorong inovasi dan memberi warna baru di Pemkab OKI,” ujar Muchendi.

Ia juga menegaskan bahwa meskipun jumlah PNS yang dilantik tidak banyak, namun diharapkan mampu memberikan dampak besar bagi kemajuan daerah.

“Walaupun jumlahnya sedikit, dari yang sedikit ini harus bisa memberi warna baru yang banyak,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati Muchendi berharap para PNS yang baru dilantik dapat menjadi andalan di OPD masing-masing serta mampu mendukung berbagai program pembangunan daerah melalui gagasan dan kinerja yang progresif.

“Banyak yang harus kita kerjakan. Saya harap semuanya menjadi andalan di OPD masing-masing, membantu program pimpinan, menjadi pegawai yang baik, serta menjadi contoh di tengah masyarakat. Jaga nama baik Kabupaten OKI untuk membawa daerah ini lebih maju,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala BKPSDM OKI, H. Antonius Leonardo, dalam laporannya menyampaikan bahwa seluruh peserta pelantikan telah melalui proses sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Sebanyak 30 orang CPNS Formasi Tahun 2024 hari ini resmi dilantik menjadi PNS. Seluruh peserta telah memenuhi syarat karena telah melalui tahapan dan proses sesuai aturan yang berlaku,” jelas Antonius.

Bupati OKI Dorong ASN Muda Jadi Motor Penggerak Perubahan Read More »

Kinerja ASN Harus Berdampak, Tinggalkan Mentalitas “CEO Menyamar”

Kinerja ASN Harus Berdampak, Tinggalkan Mentalitas “CEO Menyamar”

OKI – Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), H. Muchendi Mahzareki, menegaskan bahwa kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta meninggalkan mentalitas “CEO menyamar”. Hal tersebut disampaikannya saat memimpin Apel Bulanan di Halaman Kantor Bupati, Senin (30/3).

Dalam arahannya, Muchendi mengapresiasi tingkat kehadiran ASN pada hari pertama kerja pasca libur Lebaran yang mencapai lebih dari 90 persen. Ia menilai hal tersebut sebagai indikator semangat kerja yang perlu terus dijaga.

“Saya sangat mengapresiasi ASN yang tetap semangat bekerja setelah libur Lebaran. Kedisiplinan ini harus terus dipertahankan, seiring dengan komitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Namun demikian, Muchendi juga menyoroti masih adanya oknum ASN yang menunjukkan perilaku tidak profesional, yang ia sebut sebagai “CEO menyamar”—yakni pegawai yang hadir hanya untuk absensi, tetapi tidak menjalankan tugas secara optimal karena mengurus kepentingan pribadi.

“Saya minta tidak ada lagi ASN yang menjadi ‘CEO menyamar’. Jadilah pegawai yang dapat diandalkan, mampu menyelesaikan tugas dengan baik, dan berkontribusi nyata bagi negara serta masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan pembangunan di Kabupaten OKI tidak dapat dicapai secara individual, melainkan melalui kerja sama dan sinergi seluruh jajaran ASN.

“Keberhasilan pembangunan adalah hasil kerja kolektif, bukan individu. Dengan kebersamaan, kita bisa mewujudkan cita-cita pembangunan daerah,” ungkapnya.

Selain itu, Muchendi juga mengingatkan pentingnya menjaga penampilan dan kerapian sebagai bagian dari kewibawaan ASN sebagai pelayan publik. Ia menekankan bahwa sikap profesional tidak hanya tercermin dari kinerja, tetapi juga dari cara berpakaian dan membawa diri di hadapan masyarakat.

“Penampilan itu penting. Sebagai pelayan publik, kita harus menunjukkan sikap yang rapi dan berwibawa agar masyarakat merasa dihormati dan percaya,” tutupnya.

Kinerja ASN Harus Berdampak, Tinggalkan Mentalitas “CEO Menyamar” Read More »

Bersama TP PKK, Pemkab OKI gagas sampah jadi Rupiah

Bersama TP PKK, Pemkab OKI gagas sampah jadi Rupiah

KAYUAGUNG, – Pemerintah Kabupaten dan Tim Penggerak PKK Ogan Komering Ilir (OKI) menggagas pendirian Bank Sampah PKK Lestari sebagai upaya mengubah sampah rumah tangga menjadi bernilai ekonomi, sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah.
.
Program ini diluncurkan di Aula PKK Kabupaten OKI, Jumat (27/3/2026).
.
Bank sampah menjadi sistem pengelolaan berbasis masyarakat dengan konsep menabung sampah yang telah dipilah.
Sampah bernilai ekonomis seperti plastik, kertas, dan logam akan ditimbang dan dicatat layaknya tabungan. Hasilnya, sampah tersebut dapat ditukar menjadi uang atau manfaat lainnya.
.
Bupati OKI Muchendi Mahzareki mengatakan, persoalan sampah saat ini menjadi tantangan serius yang harus dihadapi bersama, baik di tingkat daerah maupun nasional.
.
“Kita berada dalam kondisi darurat sampah. Karena itu, diperlukan gerakan bersama dari semua pihak untuk mengatasinya,” ujar Muchendi.
.
Ia menekankan pentingnya memulai gerakan dari lingkungan internal pemerintah dan organisasi agar dapat memberi contoh bagi masyarakat luas.
.
“Jika ingin gerakan ini berkembang besar, maka harus dimulai dari instansi dan organisasi. Dari situ akan menular ke masyarakat,” katanya.
.
Ketua Tim Penggerak PKK OKI Ike Muchendi menyampaikan bahwa Bank Sampah PKK Lestari terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat, tidak terbatas pada pengurus PKK saja.
.
“Kami ingin mengajak masyarakat menjadi nasabah bank sampah sekaligus berkontribusi menjaga lingkungan,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan penimbangan sampah secara rutin dapat menumbuhkan kesadaran kolektif sekaligus memperkuat semangat gotong royong.
.
“Kegiatan ini bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga memberi nilai tambah bagi ekonomi keluarga,” kata Ike.
.
Adapun Penukaran sampah dapat dilakukan di Kantor PKK Kabupaten OKI, setiap Selasa dan Kamis, pukul 10.00–12.00 WIB dan di Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten OKI, setiap Jumat, pukul 09.00–11.30 WIB.
.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup OKI Muktaqid menjelaskan bahwa program ini bertujuan mengubah pola lama pengelolaan sampah yang selama ini cenderung kumpul-angkut-buang.
.
“Melalui bank sampah, kita dorong perubahan menjadi kumpul, pilah, angkut, baru dibuang, sehingga beban tempat pembuangan akhir dapat berkurang,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten OKI berharap Bank Sampah PKK Lestari dapat menjadi percontohan bagi pembentukan bank sampah di berbagai tingkat, mulai dari organisasi perangkat daerah, sekolah, desa, hingga kecamatan.
.
Dengan demikian, pengelolaan sampah tidak hanya menekan volume limbah, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. Program ini juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan slogan “Cerdas Kelola Sampah, Keluarga Lestari”.

Bersama TP PKK, Pemkab OKI gagas sampah jadi Rupiah Read More »

Usai Cuti Lebaran, ASN OKI Kembali Jalankan Layanan Publik

Usai Cuti Lebaran, ASN OKI Kembali Jalankan Layanan Publik

KAYUAGUNG, — Tingkat kehadiran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mencapai 90,62 persen pada hari pertama masuk kerja setelah libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Rabu (25/3/2026).

.

Berdasarkan rekapitulasi absensi dari total 3.516 ASN yang tersebar di 34 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta dua rumah sakit daerah, yakni RSUD Kayuagung dan RSUD Tugu Jaya, sebanyak 2.924 pegawai tercatat hadir dan kembali menjalankan tugas pelayanan publik, Sementara itu, sebanyak 593 ASN atau 9,38 persen tidak hadir dengan berbagai keterangan. Rinciannya, 14 orang sakit, 9 orang izin, 98 orang cuti, dan 267 orang tanpa keterangan.

.

Inspektur Inspektorat Kabupaten OKI, H. Syafarudin, yang memimpin inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah OPD, mengatakan tingkat kehadiran ASN tahun ini menunjukkan tren positif.

“Alhamdulillah, kehadiran ASN di hari pertama kerja pasca Idul Fitri mencapai 90,62 persen. Ini menjadi indikator meningkatnya kesadaran dan komitmen ASN dalam menjalankan tugas pemerintahan,” ujarnya.

.

Ia menjelaskan, sidak dilakukan untuk memastikan kedisiplinan ASN serta memastikan pelayanan publik tetap berjalan normal setelah libur panjang. Dalam kegiatan tersebut, tim Inspektorat mengecek langsung kehadiran pegawai, kondisi kantor, hingga kesiapan layanan kepada masyarakat.

.

“Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan sebagian besar OPD telah aktif memberikan pelayanan sejak pagi hari. Ini tentu menjadi hal positif yang perlu dipertahankan,” katanya.

.

Meski demikian, Inspektorat memberikan perhatian khusus terhadap ASN yang tidak hadir tanpa keterangan. Ketidakhadiran tersebut dinilai sebagai pelanggaran disiplin yang akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

.

Pengawasan ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN, Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS, serta Surat Edaran Bupati OKI mengenai Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026.

“Kami akan melakukan verifikasi terhadap ASN yang tidak hadir tanpa keterangan. Jika terbukti melanggar, akan diberikan sanksi sesuai aturan disiplin ASN,” tegas Syafarudin.

.

Ia juga mengingatkan seluruh ASN agar menjadikan momentum pasca Idul Fitri sebagai titik awal untuk meningkatkan etos kerja, integritas, dan profesionalitas.

“Semangat Idul Fitri harus menjadi energi baru bagi ASN untuk bekerja lebih disiplin dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

.

Pemerintah Kabupaten OKI pun mengapresiasi ASN yang hadir tepat waktu pada hari pertama kerja. Tingkat kehadiran yang tinggi dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan pelayanan publik, terutama di sektor strategis seperti kesehatan dan administrasi pemerintahan.

Ke depan, Pemkab OKI berkomitmen terus memperkuat pengawasan dan pembinaan ASN guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik serta pelayanan publik yang optimal.

Usai Cuti Lebaran, ASN OKI Kembali Jalankan Layanan Publik Read More »

Midang: Tradisi Lebaran Kayuagung yang Bikin Rindu Pulang

Midang: Tradisi Lebaran Kayuagung yang Bikin Rindu Pulang

OKI–Di Kayuagung, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, Lebaran tak hanya tentang ketupat dan opor ayam, atau sekadar berkumpul di ruang tamu. Ada satu momen yang selalu dinanti ketika rindu kampung halaman terobati lewat arak-arakan panjang yang disebut Midang.
.
Midang merupakan tradisi arak-arakan khas masyarakat Kayuagung yang dilakukan dengan berjalan kaki sambil mengenakan busana adat dan diiringi musik tradisional. Bagi pendatang, Midang mungkin terlihat seperti karnaval. Namun bagi masyarakat setempat, tradisi ini adalah cara untuk saling menyapa, mempererat hubungan, sekaligus menjaga warisan budaya yang telah hidup turun-temurun.
.
Setiap tahun, tepat pada hari ketiga dan keempat Idul Fitri, Midang kembali digelar. Sebelas kelurahan ikut ambil bagian, menjadikan jalanan kota seperti panggung terbuka ramai, berwarna, dan dipenuhi langkah yang seirama.
.
Di sepanjang arak-arakan, para muda-mudi tampil dalam balutan busana adat kebesaran Kayuagung: Maju Setakatan, Maju Inti, Bengian Inti, hingga Manjau Kahwin. Kain songket yang berkilau, selendang yang menjuntai, hingga hiasan kepala yang sarat makna menjadi simbol kuat identitas budaya masyarakat Kayuagung.
.
Arak-arakan dimulai dari pembawa tanda kelurahan dan bendera merah putih, disusul anak-anak, lalu para bujang dan gadis, hingga iringan musik tanjidor yang menghidupkan suasana.
.
Secara umum, Midang terbagi menjadi dua bentuk: Midang Begorok yang hadir dalam hajatan seperti pernikahan atau khitanan, serta Midang Bebuke yang digelar saat Lebaran dan lebih dikenal luas oleh masyarakat.
.
Dalam adat pernikahan Kayuagung, Midang juga menjadi bagian penting dari rangkaian perkawinan mabang handak, yakni tahap ketika kesepakatan menuju pernikahan telah dicapai. Pada momen ini, calon pengantin diarak bersama bujang dan gadis dari kedua keluarga untuk diperkenalkan kepada masyarakat. Ini menjadi penegasan bahwa keduanya telah berada dalam ikatan yang dijaga oleh adat dan diakui secara sosial.
.
Pada Senin, 23 Maret 2026, kemeriahan itu terasa lebih istimewa. Tradisi Midang Morge Siwe (sembilan marga) digelar di pelataran Pantai Love, tepian Sungai Komering, dan dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, H. Edward Candra, serta Bupati OKI, H. Muchendi Mahzareki.
.
Di tengah arus mudik, masyarakat tumpah ruah mulai dari warga lokal hingga para perantau yang pulang kampung. Suasana menjadi bukan sekadar perayaan, tetapi juga ruang temu bagi kenangan lama.
.
Dalam sambutannya, Edward menegaskan bahwa Midang Morge Siwe bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan warisan budaya yang terus dijaga.
.
“Kita bersyukur kegiatan budaya kebanggaan Midang Morge Siwe dapat terus dilaksanakan dan menjadi warisan budaya tak benda Indonesia,” katanya.
.
Menurutnya, kekuatan tradisi ini terletak pada nilai yang dikandungnya.
.
“Di dalamnya ada nilai kebersamaan, gotong royong, dan penghormatan kepada leluhur,” tambahnya.
.
Ia juga mendorong agar tradisi ini terus dikembangkan.
.
“Kami mendorong agar kegiatan ini dikemas lebih menarik dan inovatif sehingga mampu menarik wisatawan luar kota maupun mancanegara. Ke depan, ini bisa menjadi agenda nasional bahkan internasional,” tegasnya.
.
Sementara itu, Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki menyebut Midang sebagai kebanggaan masyarakat Kayuagung.
.
“Kita sambut adat ini dengan kebanggaan karena sudah diakui pemerintah sebagai warisan budaya tak benda masyarakat Kayuagung,” ujarnya.
.
Ia juga menyoroti antusiasme masyarakat yang pulang kampung.
.
“Diharapkan kegiatan ini dapat mendorong kemajuan di bidang pariwisata, terutama ekonomi kreatif,” katanya.
.
Di tengah kemeriahan, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban.
.
“Selamat menggelar Midang Morge Siwe. Pesan kami, tetap jaga ketertiban dan keselamatan dalam merayakan,” pungkas Muchendi. “Mudah-mudahan semarak Lebaran ini menjadi lebih berkesan dan tetap tertib. Kita jaga bersama.”
.
Kini, Midang bukan hanya milik masyarakat Kayuagung. Ia telah menjadi ruang bersama tempat orang datang, melihat, dan memahami bahwa tradisi bisa tetap hidup di tengah perubahan zaman.
.
Lebih dari sekadar perayaan, Midang adalah cara masyarakat Kayuagung merawat ingatan dan bagi banyak orang, alasan untuk selalu pulang.

Midang: Tradisi Lebaran Kayuagung yang Bikin Rindu Pulang Read More »

Idul Fitri: Momen Mempererat Solidaritas Antara Pemerintah dan Warga

Idul Fitri: Momen Mempererat Solidaritas Antara Pemerintah dan Warga

KAYUAGUNG — Perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di Ogan Komering Ili lr jadi momentum untuk memperkuat solidaritas antar pemerintah, lembaga dan warga
Suasana tersebut tampak dalam pelaksanaan Salat Idulfitri di Masjid Agung Sholihin, dan open house di Pendopo Kabupatenan Kayuagung, Sabtu (21/3/2026).
.
Bupati OKI Muchendi Mahzareki bersama Wakil Bupati Supriyanto jadikan Momentum hari raya untuk mempererat kebersamaan serta memperkuat nilai persaudaraan.

Dalam sambutannya, Muchendi mengajak masyarakat menjadikan Idulfitri sebagai momen kembali kepada fitrah setelah menjalani ibadah Ramadan.

“Semoga seluruh amal ibadah kita diterima Allah SWT dan menjadikan kita pribadi yang lebih bertakwa,” ujarnya.

Usai pelaksanaan salat Id, kegiatan dilanjutkan dengan open house (gelar griya) di Rumah Dinas Pendopo Kabupatenan. Pemerintah Kabupaten OKI membuka kegiatan tersebut untuk masyarakat umum sebagai wujud keterbukaan dan kebersamaan di hari raya.

Bupati Muchendi bersama Wakil Bupati Supriyanto menyambut langsung warga yang hadir untuk bersilaturahmi dan saling bermaafan. Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya warga yang datang secara sukarela.

Pelaksanaan open house tahun ini mengedepankan kesederhanaan. Masyarakat diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk hadir selama kapasitas memungkinkan.

Siti (38), asal Desa Srigeni yang turut hadir, mengaku senang dapat bersilaturahmi langsung dengan pimpinan daerah.

“Saya sangat senang sekali, bisa lebaran lagi di pendopoan,” kata dia yang memang berniat untuk hadir di open house Bupati OKI.

Hal senada disampaikan Sarinah (35) yang berdomisili di Sukadana Kayuagung. Dia menaambahkan senang bisa menghadiri open house Bupati OKI.

Usai rangkaian open house, Bupati Muchendi bersama Wakil Bupati Supriyanto melanjutkan kegiatan dengan mengunjungi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) OKI.

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mempererat sinergi dan kebersamaan antarunsur pimpinan daerah.
Silaturahmi dengan Forkopimda menjadi penegas bahwa semangat Idulfitri tidak hanya dirasakan bersama masyarakat, tetapi juga antar-lembaga pemerintahan dalam menjaga stabilitas dan keharmonisan daerah.

Muchendi menegaskan bahwa Idulfitri merupakan momentum penting untuk memperkuat persatuan di semua lini.

“OKI adalah rumah besar kita bersama. Kebersamaan ini harus terus kita jaga, baik dengan masyarakat maupun antarunsur pimpinan daerah,” katanya.

Ia berharap semangat kebersamaan yang terbangun dalam momen Idulfitri dapat menjadi energi positif dalam mendukung pembangunan daerah ke depan.

“Semangat ini harus terus kita jaga untuk mewujudkan OKI yang lebih harmonis, sejahtera, dan penuh kepedulian,” ujarnya.

Idul Fitri: Momen Mempererat Solidaritas Antara Pemerintah dan Warga Read More »

Takbir Bergema, Pawai Keliling Semarakkan Malam Lebaran di Kayuagung

Takbir Bergema, Pawai Keliling Semarakkan Malam Lebaran di Kayuagung

KAYUAGUNG — Suasana malam Idul Fitri 1447 Hijriah di Kota Kayuagung berlangsung semarak. Lantunan takbir menggema di sepanjang jalan, mengiringi pawai takbir keliling yang digelar pada Jumat malam (1 Syawal/20 Maret).

Ratusan warga berjalan kaki memadati rute pawai sejak awal hingga akhir kegiatan. Antusiasme masyarakat tampak tinggi, menciptakan suasana khidmat sekaligus meriah dalam menyambut hari kemenangan umat Islam.

Pawai takbir keliling ini diikuti langsung oleh Bupati OKI, H. Muchendi serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hingga santri. Selain itu, turut ambil bagian Dewan Masjid Indonesia (DMI) OKI, Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) OKI, serta masyarakat dari berbagai kelurahan dan Desa di Kayuagung.

Peserta pawai berjalan kaki mengelilingi jalan utama kota, diiringi tabuhan bedug yang dibawa menggunakan mobil pick up. Gema takbir, tahmid, dan tahlil terdengar bersahut-sahutan, memperkuat nuansa religius di malam takbiran.

Kegiatan dimulai dari Pendopo Kabupaten OKI dan berakhir di kawasan Taman Segitiga Emas Kayuagung.

Bupati OKI, H. Muchendi Mahzareki, menyampaikan bahwa malam takbiran merupakan momentum kemenangan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadan.

“Malam ini adalah malam kemenangan bagi kita semua. Mari kita rayakan dengan penuh rasa syukur melalui lantunan takbir, tahmid, dan tahlil,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat menjadikan Idul Fitri sebagai momentum mempererat kebersamaan dan menjaga nilai persatuan.

“Melalui perayaan ini, mari kita perkuat silaturahmi dan semangat kebersamaan yang telah terbangun selama Ramadan,” kata Muchendi.

Pawai takbir keliling berlangsung tertib dan lancar. Kegiatan ini tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga mencerminkan kekompakan serta kebersamaan masyarakat dalam menyambut Idul Fitri.

Takbir Bergema, Pawai Keliling Semarakkan Malam Lebaran di Kayuagung Read More »

Disbunnak OKI Gencarkan Operasi Pasar, Redam Lonjakan Harga Daging Jelang Lebaran

Disbunnak OKI Gencarkan Operasi Pasar, Redam Lonjakan Harga Daging Jelang Lebaran

KAYUAGUNG —Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan menggencarkan intervensi pasar guna menekan kenaikan harga daging sapi menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah lonjakan permintaan jelang Idul Fitri 1447 H.

Pasar murah yang digelar jadi instrumen utama pengendalian harga. Dalam kegiatan tersebut, daging sapi dijual seharga Rp150.000 per kilogram, lebih rendah dibandingkan harga di pasar yang tembus Rp 180.000/Kilogram tergantung jenis dan kualitas daging.

Selain daging sapi, Pemkab juga menyediakan komoditas lain seperti ayam dan telur dengan harga terjangkau.
.
“Upaya ini diharapkan mampu menjadi penyeimbang harga di pasar tradisional sekaligus memberikan alternatif bagi masyarakat.” Ujar Kadisbunnak OKI, Dedy Kurniawan melalui Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Sadi Purwanto di Pasar Kayuagung, Kamis, (19/3).

Intervensi ini jelas Sadi dilakukan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran serta keterbatasan pasokan sapi dari luar daerah, khususnya dari Lampung, yang sebagian distribusinya dialihkan ke wilayah lain.

Selain operasi pasar, Pemkab OKI juga melakukan monitoring harga untuk memastikan kondisi harga di lapangan.
.
“Hasil pemantauan menunjukkan bahwa kenaikan harga masih dalam batas wajar dan dipengaruhi faktor musiman, seperti meningkatnya permintaan dan biaya distribusi.” Jelasnya.

Pedagang daging sapi di Pasar Kayuagung Haji Yanto menyatakan kenaikan harga yang terjadi jelang Idul Fitri tahun ini masih dalam tahap terkendali. Haji Yanto, yang telah berjualan selama puluhan tahun, mengatakan harga di Pasar Kayuagung masih kompetitif dibandingkan daerah lain.
.
“Kenaikan memang ada menjelang Lebaran, tapi masih wajar karena harga beli sapi dari peternak juga naik,” ujarnya.
.
Ia menjelaskan, keterbatasan pasokan dari Lampung membuat pedagang harus membeli sapi dengan harga lebih tinggi, termasuk menanggung biaya transportasi. Hal ini berdampak pada harga jual daging di tingkat pasar.

Senada, pedagang lainnya, Haji Jahri, menyebut perbedaan harga daging di pasaran dipengaruhi kualitas dan jenis daging sapi.

“Harus jelas jenis daging apa yang dibandingkan. Beda bagian, beda kualitas, tentu beda harga,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kualitas daging juga ditentukan oleh pakan, baik konsentrat seperti ampas tahu, dedak, bungkil kelapa, dan onggok, maupun hijauan berupa rumput. Selain itu, perbedaan harga antarwilayah turut dipengaruhi jenis sapi, lokasi pembelian, biaya transportasi, serta pola pemeliharaan.

Jahri menambahkan, kebutuhan konsumen juga berbeda. Rumah tangga cenderung memilih daging bersih, sementara pedagang bakso mengutamakan daging berlemak.

Meski harga mengalami kenaikan, aktivitas jual beli tetap ramai menjelang hari raya. Dengan kombinasi intervensi pasar, pengawasan harga, serta pelibatan pelaku usaha dalam memberikan informasi yang berimbang, Pemkab OKI berupaya meredam gejolak harga sekaligus menjaga kestabilan pasokan bahan pangan strategis menjelang hari raya.

Disbunnak OKI Gencarkan Operasi Pasar, Redam Lonjakan Harga Daging Jelang Lebaran Read More »

Program Berkah Pegawai OKI Bantu Ribuan Warga

Program Berkah Pegawai OKI Bantu Ribuan Warga

KAYUAGUNG — Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menyalurkan ribuan kantong beras hasil sedekah aparatur sipil negara (ASN) kepada masyarakat dhuafa. Program bertajuk Berkah Pegawai ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam membantu warga sekaligus menjaga stabilitas harga bahan pokok.

Sebanyak 3.074 kantong beras dengan nilai mencapai Rp209,4 juta berhasil dihimpun dari infaq dan sedekah ASN Pemkab OKI, Kementerian Agama OKI, serta karyawan Bank Sumsel Babel Cabang Kayuagung. Bantuan tersebut kemudian disalurkan kepada 2.625 penerima manfaat di wilayah Kayuagung, termasuk 60 penyandang disabilitas dan 111 tenaga kebersihan.

Bupati OKI, H. Muchendi Mahzareki, mengatakan bahwa program ini mencerminkan kepedulian ASN terhadap masyarakat yang membutuhkan, terutama menjelang hari besar keagamaan.

“Sedekah ASN yang terkumpul hingga ribuan kantong beras ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat, khususnya menjelang Idul Fitri,” ujarnya saat penyaluran bantuan di Pendopo Rumah Dinas Bupati OKI, Selasa (17/3).

Menurut Muchendi, program tersebut juga menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.

Selain penyaluran bantuan sosial, Pemkab OKI turut menggelar Operasi Pasar Murah melalui program PERJAKA. Kegiatan ini telah dilaksanakan dua kali, masing-masing pada 12 Februari dan 17 Maret 2026.
Ketua Harian Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) OKI, Asmar Wijaya, menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan upaya konkret dalam mengendalikan inflasi, terutama menjelang hari besar keagamaan.

“Program Berkah Pegawai ini sejalan dengan Gerakan Pangan Murah serta menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas harga bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan,” katanya.

Dalam operasi pasar murah tersebut, sejumlah kebutuhan pokok dijual dengan harga terjangkau berkat subsidi dari Bank Sumsel Babel Cabang Kayuagung.

Komoditas yang disediakan antara lain beras SPHP dan beras Kajang, minyak goreng, bawang merah, cabai merah, telur ayam ras, daging ayam, hingga daging sapi.

Pemkab OKI mencatat, sepanjang tahun ini operasi pasar murah telah digelar dua kali. Sementara itu, layanan pasar murah keliling melalui OKI Mart Mobile telah menjangkau 19 titik dengan total 3.000 paket terjual.

Melalui rangkaian program tersebut, pemerintah daerah berharap dapat menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terjangkau menjelang Idul Fitri.

Program Berkah Pegawai OKI Bantu Ribuan Warga Read More »

Scroll to Top