
OKI—Dalam kegiatan rangkaian peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-32 Tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) gelar Rakor Strategi Implementasi Mewujudkan Keluarga Berkualitas, hal ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali peran sentral keluarga dalam pembangunan daerah dan nasional dengan tema nasional tahun ini adalah “Dari Keluarga, untuk Indonesia Maju.”
.
“Peringatan ini menjadi kesempatan bagi kita untuk memperkuat kembali fungsi keluarga dalam pembangunan. Keluarga yang kuat adalah pondasi utama dalam menciptakan masyarakat yang sejahtera dan berdaya saing,” ujar Wakil Bupati OKI, Supriyanto, SH pada Rakor strategi Mewujudkan Keluarga Berkualitas dalam rangka Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-32 Tahun 2025 di Balai Kecamatan Mesuji Raya. Senin,(23/06/25).
.
Dalam sambutannya, Supriyanto menekankan lima poin penting yang perlu menjadi perhatian bersama.
.
“Pertama, peningkatan kualitas pendidikan dalam keluarga. Kedua, pencegahan stunting sebagai masalah serius yang harus ditangani bersama. Ketiga, penguatan ketahanan keluarga. Keempat, peningkatan peran perempuan dalam keluarga. Dan kelima, peningkatan kesadaran tentang kesehatan reproduksi,” jelasnya.
.
Pemerintah Kabupaten OKI juga telah meluncurkan berbagai program strategis untuk penguatan keluarga, termasuk pelatihan keterampilan, bantuan sosial bagi keluarga miskin, serta program kesehatan ibu dan anak.
.
“Kami berkomitmen mendukung seluruh program strategis ini. Dengan kolaborasi, kita yakin dapat menciptakan keluarga berkualitas yang menjadi tulang punggung kemajuan OKI.” tutupnya.
.
Sementara itu, Kepala DPPKB OKI melalui Plt.Sekretaris Dinas Resy Syamtarina,.SKM.M.Si menyampaikan apresiasi atas partisipasi semua pihak yang mendukung suksesnya peringatan Harganas tahun ini.
.
“Keluarga merupakan media sosialisasi yang penting, karena keluarga adalah kelompok sosial pertama tempat individu belajar dan berintegrasi. Acara ini mengingatkan kita akan pentingnya peran keluarga dalam memperkuat struktur sosial,” ujarnya.
.
Adapun rangkaian kegiatan yang dilaksanakan meliputi pelayanan Keluarga Berencana, mini lokakarya evaluasi pendampingan keluarga berisiko stunting, rapat koordinasi strategi penanganan stunting, serta verifikasi dan validasi data keluarga berisiko.
.
“Kami juga mengembangkan inovasi seperti Garasi (Gerakan Ayah Teladan Indonesia), untuk menekankan peran aktif ayah dalam pengasuhan anak. Ini menjadi langkah penting dalam perubahan paradigma peran keluarga.” ungkapnya.
.
Terkait kondisi stunting, Resy mengungkapkan keprihatinannya atas lonjakan angka stunting di OKI.
.
“Pada tahun 2022, angka stunting berada di 15,1%. Namun pada 2023, angka ini meningkat drastis menjadi 32,5%. Sebagai bentuk respons, kami meluncurkan program Duta Canting Kencana bagi siswa SMA sebagai edukator sebaya dalam pencegahan stunting,” ujarnya.



