OKI Dominasi Anugerah Nakes Teladan se Sumsel

OKI- -Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mendominasi pemilihan tanaga kesehatan teladan tingkat Provinsi Sumsel tahun 2025. Sebanyak tujuh Tenaga Kesehatan Kabupaten OKI berhasil meraih juara Tenaga Kesehatan Teladan di tingkat Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), tiga di antaranya yaitu Dokter dr. Maya Alvionita dokter Puskesmas Makarti Mulya, Nur Rahmi, A. Md, Keb Bidan Puskesmas Pangarayan dan Helen Fiker Juru Imunisasi Puskesmas Sungai Menang berhasil meraih juara satu dan siap maju ke tingkat nasional mewakili Provinsi Sumsel.
.
Kepala Dinas Kesehatan OKI, H. Iwan Setiawan mengatakan kompetisi nakes teladan merupakan upaya menemukan sebuah inovasi dalam peningkatan layanan kesehatan.
.
“Penghargaan ini merupakan apresiasi atas inovasi peningkatan layanan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan dalam pelayanan praktik pasien sehari-hari. Alhamdulilah ada 6 kategori yang dimenangkan dua diantaranya akan mewakili Sumsel ditingkat nasional,” Ujar Iwan, Rabu, (17/12).
.
Penerima Penghargaan Tenaga Medis, Tenaga Kesehatan, dan Koordinator Imunisasi Teladan Tingkat Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2025 asal Kabupaten OKI antara lain;

  1. Dokter dr. Maya Alvionita Puskesmas Makarti Mulya
  2. Dokter gigi drg. Bebbi Arisya Kesumaputri, M.Kes Puskesmas Kuta Raya
  3. Bidan Nur Rahmi, A. Md, Keb Puskesmas Pangarayan
  4. Ahli kesehatan Niken Tri Gusti, SKM Puskesmas Kerta Mukti Air Sugihan
  5. Tenaga Gizi Inez Jannah Anduscos, A.Md.GZ Puskesmas Pangkalamlam
  6. Tenaga Laboratorium Medik Nyimas Rustinah, Amd. AK Puskesmas Sugihwaras
  7. Helen Filker Juru Imunisasi Puskesmas Sungai Menang

Penghargaan diserahkan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, H. Edward Candra, di Auditorium Graha Bina Praja, Selasa (16/12/2025) kemarin.

Penganugerahan ini, ujar Edwar merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan kepada para tenaga kesehatan yang telah menunjukkan dedikasi, integritas, serta kinerja terbaik dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Tenaga medis dan tenaga kesehatan adalah ujung tombak pelayanan publik di bidang kesehatan. Di tengah dinamika saat ini, dengan munculnya penyakit menular dan permasalahan kesehatan yang semakin kompleks, peran tenaga kesehatan menjadi sangat vital,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan, bahwa, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus berfokus pada peningkatan sistem pelayanan kesehatan, baik dari sisi mutu layanan, keselamatan pasien, digitalisasi pelayanan, maupun penguatan sumber daya manusia di bidang kesehatan.

Terpisah Bupati OKI, H. Muchendi mengapresiasi atas diraihnya penghargaan Tenaga Kesehatan Teladan oleh tenaga Nakes di Kabupaten OKI. Mereka dinilai mampu mengikuti kebutuhan zaman dengan inovasi yang diciptakan.
.
“Selamat dan sukses kepada nakes OKI yang telah mendapatkan penghargaan. Mudah-mudahan keteladanan Bapak/Ibu akan menginspirasi nakes lainnya di OKI dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya

Penghargaan ini, dikatakan Bupati Muchendi juga menjadi salah satu bentuk nyata birokrasi yang berdampak. Ia juga mendorong para nakes untuk terus mengembangkan inovasi sesuai dengan perkembangan teknologi dan pengetahuan yang terus bergerak maju.

OKI Dominasi Anugerah Nakes Teladan se Sumsel Read More »

Pemkab OKI Terima Lima Sertifikat Warisan Budaya Tak Benda

OKI—Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir, menerima lima sertifikat warisan budaya tak benda (WBTB) dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia sekaligus menambah daftar warisan budaya OKI yang telah diakui secara nasional.

“Lima objek pemajuan kebudayaan OKI yang berhasil mendapat apresiasi WBTB Indonesia tahun 2025, yakni Bahasa Kayu Agung, Legenda Petori Buwok Handak dan Langkuse, Tari Lilin Bepinggan, Tari Cang Cang dan Adat Perkawinan Suku Penesak Pedamaran,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten OKI, Ahmadin Ilyas.

Apresiasi dari Kementerian Kebudayaan tersebut, kata dia, diterima pada acara malam Apresiasi WBTB di Jakarta, Selasa (16/12).

Terpisah, Bupati OKI, H. Muchendi menyebut piagam ini sebagai bentuk pengakuan negara terhadap kekayaan budaya lokal masyarakat OKI.

“Pengakuan ini menegaskan nilai kearifan masyarakat OKI yang kaya akan tradisi Islami, seni lisan, serta tata adat yang sarat makna,” ujar Muchendi.

Menurutnya, masyarakat OKI terutama masyarakat di Kayuagung dan Suku Penesak di Pedamaran dikenal masih memegang teguh literasi budaya leluhur, terutama dalam prosesi adat perkawinan yang memiliki tuturan panjang dan penuh filosofi adat. Nilai-nilai tersebut dinilai layak dilestarikan dan diwariskan lintas generasi.

Muchendi juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para penggiat budaya serta jajaran pemerintah daerah yang telah berperan aktif dalam proses pengusulan hingga penetapan WBTB tersebut.

“Terima kasih kepada para pemangku adat yang menjadi benteng pelestarian adat budaya diharapkan semakin aktif menjaga dan mengembangkan nilai-nilai budaya daerah,” tambahnya.

Dengan penetapan WBTB 2025 ini, diharapkan masyarakat OKI semakin termotivasi untuk menjaga keunikan dan kekayaan budaya lokalnya.

Pemkab OKI Terima Lima Sertifikat Warisan Budaya Tak Benda Read More »

Dari Teluk Gelam ke Podium SEA Games Thailand: Perjalanan Indra Hadinata dan Jejak Legacy Ishak Mekki

OKI–Danau Teluk Gelam pagi itu tenang. Dua puluh satu tahun lalu, seorang bocah berusia delapan tahun berdiri di tepi air, matanya terpaku pada speedboat yang melaju kencang, menarik atlet ski air yang meliuk di atas permukaan danau. Bocah itu bernama Indra Hadinata. Ia belum tahu, hari itu akan menjadi awal dari perjalanan panjangnya sebagai atlet nasional.
.
September 2004, PON XVI digelar di Sumatera Selatan. Danau Teluk Gelam, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), menjadi salah satu venue cabang olahraga dayung dan ski air. Keputusan menjadikan Teluk Gelam sebagai arena pertandingan tak lepas dari perjuangan Ishak Mekki, sosok yang kala itu menjabat Bupati OKI dan berperan besar membawa PON ke Danau Teluk Gelam OKI.
.
“Waktu itu saya coba main ski air. Ternyata asyik,” kenang Indra, sambil tersenyum, saat ditemui di Rumah Makan Sederhana, Kayuagung, Minggu (14/12/2025) dilansir dsri KR Sumsel.
.
Dari sekadar coba-coba, Indra jatuh cinta. Ia terus kembali ke danau, belajar menjaga keseimbangan di atas papan, jatuh, bangkit, dan jatuh lagi. Tahun demi tahun berlalu, dan bocah Teluk Gelam itu tumbuh menjadi atlet.
.
Puncaknya datang di SEA Games 2025 Thailand. Indra Hadinata menyumbangkan medali emas untuk Indonesia di cabang olahraga water ski nomor slalom team. Emas itu bukan sekadar kemenangan personal, melainkan juga jejak panjang dari sebuah kebijakan olahraga yang ditanam dua dekade lalu.
.
“Ini salah satu hasil dari PON 2004 yang dulu diperjuangkan Pak Ishak Mekki, sampai Teluk Gelam jadi tuan rumah,” ujarnya.
.
Kepulangan Indra ke kampung halaman disambut pengurus KONI OKI. Mereka mengantarnya hingga ke rumah di Desa Mulya Guna, Kecamatan Teluk Gelam. Meski terlihat masih menahan nyeri akibat cedera di kaki, Indra tetap melayani wawancara dengan nada tenang dan sopan.
.
Ini bukan SEA Games pertamanya. Ia sudah empat kali membawa panji Merah Putih antara lain; SEA Games 2011 di Indonesia, membawa pulang perunggu, SEA Games 2015 di Singapura, meraih perak. Dan kini, SEA Games 2025 Thailand, emas akhirnya digenggam.
.
Indra optimistis masa depan water ski di OKI belum berakhir. Ia menaruh harapan pada kepemimpinan baru daerah.
.
“Kalau dulu Pak Ishak Mekki, sekarang saya yakin Pak Muchendi bisa menghidupkan lagi Danau Teluk Gelam,” katanya.
.
Menurut Indra, tanpa fasilitas latihan yang memadai pun, OKI sudah memiliki tiga atlet ski air. “Kalau danau ini aktif lagi, saya yakin akan lahir lebih banyak atlet,” ujarnya.
.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada KONI OKI, KONI Sumatera Selatan, serta pemerintah pusat. “Terima kasih juga untuk Presiden RI Prabowo Subianto,” ucapnya.
.
Ketua KONI OKI Agus Hasan, didampingi Sekretaris Iskandar Fuad, menyebut prestasi Indra sebagai kebanggaan bersama.
.
“Ini bukan hanya prestasi OKI, tapi sudah skala internasional, atas nama bangsa Indonesia,” katanya.
.
Di tengah euforia itu, kabar baik datang dari pemerintah. Presiden Prabowo Subianto memastikan bonus Rp1 miliarbagi setiap atlet peraih emas SEA Games 2025. Pesan tersebut disampaikan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir dalam keterangan pers, Minggu (14/12) pagi.
.
Bonus itu, kata Erick, adalah bentuk penghormatan negara bagi para atlet yang telah mengharumkan nama Indonesia.
.
Bagi Indra Hadinata, emas SEA Games 2025 bukan hanya tentang podium. Ia adalah penanda bahwa sebuah danau, sebuah kebijakan olahraga, dan sebuah mimpi masa kecil, bisa bertemu di satu garis finis.

Dari Teluk Gelam ke Podium SEA Games Thailand: Perjalanan Indra Hadinata dan Jejak Legacy Ishak Mekki Read More »

OKI Jadi Prioritas Pembangunan, Gubernur Kucurkan Rp371 Miliar

OKI– Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, meninjau Desa Benawa di Kecamatan Teluk Gelam, Ogan Komering Ilir (OKI), Jumat, 12 Desember. Dalam lawatan yang berlangsung di balai desa itu, Deru memastikan bahwa OKI tetap menjadi salah satu wilayah prioritas pemerintah provinsi dalam penyaluran bantuan infrastruktur.

Kabupaten OKI salah satu kabupaten yang kita prioritaskan, termasuk di Desa Benawa ini, kata Deru di hadapan warga. Ia menyebut kedekatannya dengan masyarakat OKI membuatnya hampir setiap pekan menyempatkan diri datang ke wilayah tersebut. “Saya sering ke OKI karena saya sayang Bupatinya, sudah seperti anak saya sendiri. Anggaran terbesar tahun ini justru ke OKI, bukan ke daerah saya,” ujarnya.

Deru menyoroti percepatan pembangunan di OKI, terutama pembenahan ruas Mesuji–Pampangan yang sebelumnya dikenal rawan dan buruk kondisinya. “Dulu orang enggan lewat, bahkan takut kalau ada yang hendak melahirkan di jalan. Sekarang jauh lebih baik,” katanya. Dari 15 kilometer program pembangunan jalan di kawasan itu, tersisa satu kilometer yang segera diselesaikan pemerintah provinsi.

Dalam kunjungannya, Deru juga merespons kebutuhan mendesak warga Benawa terkait akses penyeberangan. Pemprov Sumsel bersama Pemerintah Kabupaten OKI, ujar dia, tengah merancang pembangunan jembatan gantung. “Minimal nanti masyarakat tidak lagi bergantung pada perahu,”kata Deru.

Bupati OKI, H. Muchendi Mahzareki, yang turut mendampingi kunjungan tersebut, menyampaikan apresiasi atas sokongan anggaran dari pemerintah provinsi. “Total bantuan Pemprov kepada Kabupaten OKI mencapai Rp371 miliar. Tanjung Lubuk dan Teluk Gelam termasuk yang terbesar mendapat alokasi,”ujar Muchendi.

Adapun Kepala Desa Benawa, Mudani, menyampaikan terima kasih atas perbaikan jalan yang mulai dirasakan warga. Ia berharap pembangunan jembatan yang dijanjikan pemerintah dapat segera terwujud. “Desa kami belum memiliki jembatan. Harapan kami program dari pusat, provinsi, atau kabupaten bisa segera terealisasi, katanya.

OKI Jadi Prioritas Pembangunan, Gubernur Kucurkan Rp371 Miliar Read More »

Muchendi Jemput Dukungan Pusat untuk Akselerasi Program Prioritas

Jakarta—Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) H. Muchendi Mahzareki menemui Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Prof. Rachmat Pambudy, di Jakarta, Kamis, (11/12).

Dalam pertemuan itu, Muchendi membawa usulan program pembangunan prioritas agar singkron dengan pemerintah pusat di tahun 2026 mendatang
.
Mengawali paparannya Muchendi memastikan dukungan penuh Pemkab OKI terhadap program prioritas Presiden Prabowo, mulai dari Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis (CKG), sekolah rakyat, hingga penguatan 326 Kopdes Merah Putih. Namun, ia menggarisbawahi bahwa infrastruktur yang belum mantap kerap menghambat pelaksanaan agenda nasional tersebut.

“Wilayah kami terluas di Sumatera, penduduk 800 ribu jiwa, dan ekonomi ditopang pertanian, perkebunan, serta perikanan. Dengan potensi itu, dukungan pusat sangat menentukan percepatan pembangunan,” kata Muchendi.
.
Beberapa usulan prioritas yang ia sampaikan antara lain pengembangan kawasan perikanan Pantai Timur melalui pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, penyediaan listrik, hingga dermaga pengumpan. Untuk kawasan perkotaan Kayuagung, ia mendorong pembangunan jalan lingkar, pengolahan sampah terpadu, serta jaringan gas perkotaan.
.
Di sektor pangan, Muchendi mengajukan program listrik masuk sawah, pompanisasi, padi apung, dan pelestarian kerbau rawa Pampangan. Ia juga menyoroti perlunya pembentukan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sungai Baung Air Sugihan, yang didukung keberadaan PT OKI Pulp & Paper Mills. Usulan berupa pembangunan pasar, pelabuhan sungai, jalan poros, storage air bersih, dan normalisasi kanal.

Pemkab OKI turut mengajukan pengembangan agrowisata Teluk Gelam dan penambahan RSUD Tipe D di Pampangan untuk meningkatkan mendekatkan akses layanan kesehatan kepada masyarakat.

Menteri Rachmat Pambudy merespons positif seluruh usulan tersebut. Ia menyatakan akan mengoordinasikan dukungan lintas kementerian agar pembangunan OKI dapat masuk dalam penganggaran mulai 2026.
.
“OKI punya peluang besar untuk maju jika potensinya difokuskan dan disinkronkan dengan program pusat,” ujar Pambudy. Ia juga menyinggung penurunan transfer ke daerah (TKD), yang menuntut pemerintah daerah lebih agresif meningkatkan PAD dan menggandeng dunia usaha, termasuk lewat skema KPBU.
.
Menurut Pambudy, dengan potensi besar dan kepemimpinan yang aktif menjemput dukungan pusat, OKI memiliki peluang kuat melakukan lompatan pembangunan.

Muchendi Jemput Dukungan Pusat untuk Akselerasi Program Prioritas Read More »

Empat Desa di OKI Masuk 20 Besar Beres Award 2025

Palembang — Empat desa di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) berhasil masuk nominasi 20 besar Beres Award (Bersih, Elok, dan Sejahtera) 2025, penghargaan yang diberikan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk mendorong percepatan penanganan kawasan kumuh dan peningkatan kualitas pendataan permukiman.

Acara penganugerahan digelar di Hotel Swarna Dwipa, Palembang, Selasa (9/12/2025), dan dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, H. Edward Candra, serta jajaran pejabat kabupaten/kota, termasuk Sekda OKI, Asmar Wijaya, Asisten I, dan Kepala Dinas Perkim OKI.
.
Tahun ini, kegiatan mengusung tema “Dengan BERES AWARD Tahun 2025 mari kita lakukan percepatan implementasi dukungan program 3 juta dan pengentasan kawasan kumuh di Provinsi Sumsel.”

Penghargaan untuk Memacu Penataan Permukiman

Dalam sambutannya, Edward Candra menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk motivasi dan apresiasi kepada pihak-pihak yang telah berperan aktif, berinovasi, dan berdedikasi dalam pengembangan kawasan permukiman di Sumatera Selatan.

“Pembangunan perumahan dan permukiman tidak hanya berfokus pada kerusakan rumah, tetapi juga pada fasilitas di permukiman, kualitas hidup masyarakat, pemerataan pembangunan, dan keadilan bagi seluruh masyarakat,” ujar Edward Candra.
.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Sumatera Selatan, Ir. H. Novian Aswardani, ST., MM., IPM., ASEAN.Eng, melaporkan bahwa Sumsel masih menghadapi tantangan besar dalam penataan permukiman. Luasan kawasan kumuh mencapai sekitar 6.000 hektar, sementara backlog kepemilikan rumah mencapai 348.051 unit, dan backlog Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tercatat sebanyak 495.204 unit.
.
Meski demikian, penanganan RTLH menunjukkan progres signifikan.
“Hingga November 2025, sudah ditangani sebanyak 4.325 unit rumah dari target 2.500 unit, yang didanai dari berbagai sumber,” ungkap Novian.
.
OKI Raih 20 Besar dari 2.850 Desa/Kelurahan
.
Dari total 2.850 desa/kelurahan di Sumsel, empat desa dari OKI berhasil mencapai posisi 20 besar kategori pendataan 7 indikator kumuh, yaitu Desa Sirah Pulau Padang, Desa Terate, Desa Terusan Menang, dan Desa Pampangan.
.
Menurut Dinas Perkim OKI, capaian ini merupakan hasil dari kegiatan sosialisasi dan penguatan kapasitas pendataan kawasan kumuh yang dilaksanakan pada 20 November 2025, untuk memastikan desa/kelurahan mampu melakukan pendataan sesuai standar indikator provinsi.
.
Komitmen OKI dalam Penataan Permukiman
.
Pemerintah Kabupaten OKI menilai keberhasilan ini mencerminkan komitmen daerah dalam mendukung percepatan penataan permukiman dan penanggulangan kawasan kumuh. Pemkab berharap, raihan nominasi ini membuka peluang lebih besar untuk mendapatkan dukungan anggaran maupun intervensi fisik dari pemerintah provinsi dan pusat.

Empat Desa di OKI Masuk 20 Besar Beres Award 2025 Read More »

Naikkan Indikator MCP, Pemkab OKI Perkuat Upaya Pencegahan Korupsi

​OKI – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) terus memperkuat komitmennya dalam upaya pencegahan korupsi dengan fokus utama pada perbaikan indikator Monitoring Centre for Prevention (MCP). Berdasarkan data terbaru per 5 Desember 2025, Pemkab OKI berhasil mencatatkan nilai capaian MCP sebesar 81.5, menempatkannya di Peringkat 85 dalam lingkup nasional, dan menjadi tertinggi ke dua se Sumsel hingga batas melengkapi dokumen dan verifikasi KPP.
.
​Pencapaian total nilai 81.5 ini menunjukkan progres signifikan dari delapan area intervensi MCP, yang meliputi Perencanaan, Anggaran, PBJ (Pengadaan Barang/Jasa), Yanblik (Pelayanan Publik), M-ASN (Manajemen ASN), BMD (Manajemen Aset Daerah), OPD (Optimalisasi Pendapatan Daerah), dan APIP (Aparat Pengawasan Intern Pemerintah).
.
​Area dengan capaian tertinggi adalah Perencanaan (95.1%) dan OPD (91.3%). Sementara itu, indikator APIP mencatatkan nilai 72.7% dengan 82 dari 84 dokumen telah diunggah.
.
​”Angka 81.5 ini adalah hasil kerja keras kita bersama dalam memastikan bahwa tata kelola pemerintahan berjalan secara transparan dan akuntabel. Kami tak akan berpuas diri. Target kami bukan hanya angka, tapi terwujudnya pemerintahan yang bersih dan bebas dari praktik korupsi,” ujar Bupati OKI, H. Muchendi Mahzareki pada Puncak Hakordia di Ruang Rapat Bende Seguguk II Kantor Bupati OKI, Selasa(9/12).
.
Selain itu, Muchendi menyampaikan komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas diperkuat melalui platform pengaduan masyarakat ‘Lapor Bupati’.
.
“Platform ini menjadi sarana partisipasi publik yang mendorong keterbukaan dan memudahkan masyarakat melaporkan dugaan penyimpangan,” tambahnya.
.


​Ketua Pelaksana/Ketua Satgas MCSP KPK Kab. OKI, Ir. Asmar Wijaya dalam laporanya upaya pencegahan, Pemkab OKI memberikan penekanan khusus pada penguatan peran APIP melalui Inspektorat Daerah sebagai garda terdepan pengawasan internal.
.
​”Penguatan APIP adalah kunci. Dengan APIP yang kuat dan independen, pengawasan internal kita menjadi lebih efektif, dan deteksi dini terhadap potensi penyimpangan bisa dilakukan lebih cepat,” jelas Asmar.
.
​Lebih lanjut, Asmar memberikan apresiasi atas capaian OKI namun juga mengingatkan agar Pemkab OKI terus melakukan perbaikan pada area yang masih perlu dioptimalkan, seperti Anggaran (77.1%) dan BMD (59.7%).
.
​”Kami mengapresiasi progres ini. Namun, perbaikan berkelanjutan pada area Manajemen Aset Daerah (BMD) dan Anggaran harus menjadi fokus agar seluruh aspek tata kelola mencapai standar maksimal. Komitmen politik Pemkab OKI sangat menentukan keberhasilan upaya pencegahan ini,” tutupnya.

Naikkan Indikator MCP, Pemkab OKI Perkuat Upaya Pencegahan Korupsi Read More »

OKI Raih TPID Award, Insentif Fiskal Menanti

Jakarta — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, meraih penghargaan sebagai Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Berkinerja Terbaik ke dua Tahun 2025 di wilayah Sumatera. Penghargaan tersebut diumumkan pada Rakor Pusat dan Daerah terhadap pengendalian inflasi di Jakarta, (8/12/2025).

Bupati OKI, H. Muchendi melalui Sekretaris Daerah Kabupaten OKI, H. Asmar Wijaya, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menjelaskan bahwa penilaian tersebut dilaksanakan sepanjang 2024 hingga 2025, melalui arahan Bupati dan Wakil Bupati OKI, pengendalian inflasi daerah dapat dijaga dalam kondisi stabil dan berada pada rentang ideal.

.

“Alhamdulillah, sepanjang tahun 2024 hingga 2025 pengendalian inflasi di Kabupaten OKI berjalan baik. Kita selalu berada pada rentang ideal,” ujar Asmar.

.

Dalam penilaian TPID Award, Kabupaten OKI juga menunjukkan kinerja yang menonjol pada seluruh aspek penilaian proses, output, dan outcome. Konsistensi pada tiga aspek tersebut menempatkan OKI sebagai salah satu daerah dengan performa terbaik dalam pengendalian inflasi di seluruh Pulau Sumatera.

Selain indikator capaian inflasi, penilaian TPID juga memperhitungkan kualitas kolaborasi antar pemangku kepentingan. Menurut Asmar, Kabupaten OKI dinilai unggul karena seluruh pihak menjalankan perannya secara efektif dan saling mendukung.

.

“Yang dinilai bukan hanya aspek teknis pengendalian inflasi, tetapi juga kekuatan kolaborasi. Pemerintah daerah, TNI, Polri, dunia usaha, masyarakat, hingga berbagai lembaga terkait bergerak bersama. Sinergi inilah yang membuat kinerja TPID OKI diapresiasi sebagai salah satu yang terbaik,”jelasnya.

.

Dalam proses penilaian, Bank Indonesia membagi wilayah ke dalam beberapa zona Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi. Kabupaten OKI berhasil menjadi yang terbaik kedua untuk kategori kabupaten/kota di Regional Sumatera.

Sebelumnya pada pertemuan tahunan Bank Indonesia (PTBI) dan Rakornas TPID, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa pemerintah pusat tengah mempertimbangkan pemberian insentif fiskal kepada daerah peraih TPID Awards 2025. (Penilaian tahun 2024). 

Jumlah insentif yang disiapkan pemerintah pusat mencapai Rp 786 miliar.

.

“Kami berharap daerah yang meraih TPID Awards 2025 dapat memperoleh insentif fiskal sebagai apresiasi pemerintah pusat,” ujar Airlangga.

.

Ia menambahkan bahwa koordinasi dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah dilakukan terkait kesiapan anggaran.

.

“Pak Menteri Keuangan sudah saya mintai persetujuan. Dananya tersedia, sekitar Rp 786 miliar yang akan dialokasikan sebagai insentif,” tambahnya.

.

Insentif fiskal tersebut merupakan bentuk penghargaan pemerintah pusat atas komitmen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga serta mendorong digitalisasi pelayanan publik melalui berbagai inovasi TPID.

.

“Ini merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap pemerintah daerah yang telah menjaga stabilitas harga dan memperkuat digitalisasi,” tutur Airlangga.

OKI Raih TPID Award, Insentif Fiskal Menanti Read More »

Dorong Kepatuhan, Kios Penunggak Retribusi Ditempeli Stiker

OKI—Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir bersama Kejaksaan Negeri OKI memperketat penertiban aset daerah sekaligus menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD).
.
Langkah terbaru dilakukan dengan menempelkan stiker pada kios pedagang yang menunggak retribusi di Pasar Rakyat Kayuagung, Rabu, 3 Desember 2025. Pemasangan stiker itu menjadi penanda bahwa pemerintah serius membenahi tata kelola pasar yang selama ini dianggap longgar.
.
Sekretaris Daerah OKI, H. Asmar Wijaya, yang hadir mewakili Bupati, menegaskan bahwa pemerintah daerah tak bisa sendirian memastikan ketertiban pengelolaan aset.
.
“Pemda tidak bisa bekerja sendiri,” ujarnya. Penertiban ini, kata Asmar, bukan bentuk intimidasi, melainkan pengingat bahwa pemanfaatan aset daerah wajib diikuti kepatuhan membayar retribusi.
.
Asmar menyebut dukungan aparat penegak hukum terbukti efektif. Sebagaimana sebelumnya, kerja sama Pemkab dan Kejari berhasil menertibkan kendaraan dinas. Pola yang sama kini diterapkan di sektor pasar dengan dasar Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2023.
.
“Sinergi yang telah kita bangun ini harus terus kita tingkatkan,” katanya.
.
Dari laporan perkembangan retribusi pasar, hasilnya memang terasa. Dari 845 pemilik kios, sebelumnya hanya 94 pedagang yang rutin membayar sewa. Setelah pendampingan hukum oleh Kejari OKI, jumlah pedagang patuh melonjak menjadi 385 pedagang, naik sekitar 34,21 persen, dengan tambahan PAD mencapai Rp 539 juta.
.
Kepala Kejaksaan Negeri OKI, H. Sumantri, menjelaskan bahwa pendampingan dilakukan melalui fungsi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun). Kejaksaan, ujar dia, bertugas memastikan aset negara, termasuk pasar daerah, dikelola dengan benar sehingga tak menimbulkan potensi kerugian.
.
“Fungsi Datun terus mendampingi pemanfaatan aset negara berupa pasar yang berpotensi menimbulkan kerugian negara,” tutur Sumantri.
.
Ia mencatat jumlah kios di Pasar Kayuagung meningkat dari 741 unit pada 2024 menjadi 845 unit pada 2025. Namun, tunggakan retribusi masih tinggi, sekitar Rp 2,2 miliar, dengan potensi penerimaan Rp 1,2 miliar.
.
“Kami berkomitmen bukan hanya sebagai penegak hukum, tapi juga mitra strategis pemerintah mencegah kerugian negara,” katanya.
.
Menurut Sumantri, pendampingan ini bukan semata penegakan hukum, melainkan memastikan pemanfaatan aset daerah berjalan tertib dan berdampak nyata pada peningkatan PAD. Komunikasi dengan Pemkab OKI, ujarnya, akan terus dibuka agar setiap langkah penertiban efektif.
.
Pemasangan stiker sebagai penanda penunggak retribusi di Pasar Kayuagung menjadi simbol komitmen bersama Pemkab dan Kejari OKI dalam menata pasar, mengamankan aset daerah, serta menguatkan pendapatan daerah.
.
“Terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin. Semoga terus ditingkatkan,” kata Sumantri menutup pernyataannya.

Dorong Kepatuhan, Kios Penunggak Retribusi Ditempeli Stiker Read More »

Cek Perbaikan Jalan di OKI, Gubernur Sumsel Apresiasi Kontribusi Pembayar Pajak

OKI — Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru, didampingi Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) H. Muchendi, meninjau progres perbaikan ruas jalan Sp Padang–Pampangan–Tulung Selapan, Selasa (2/12).

Kunjungan itu sekaligus menjadi ajang memastikan kualitas pekerjaan serta menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang taat membayar pajak.
“Saya berterima kasih kepada masyarakat Sumsel yang taat membayar pajak. Dari pajak rakyat inilah pembangunan jalan seperti ini bisa dilaksanakan. Setiap rupiah dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk infrastruktur dan layanan publik,” ujar Herman Deru saat berada di Desa Keman, Kecamatan Pampangan.

Pemprov Sumsel, kata Deru, mengalokasikan bantuan keuangan sebesar Rp 371 miliar untuk Kabupaten OKI. Dana tersebut berasal dari penerimaan daerah, termasuk pajak kendaraan bermotor.
“Luas Kabupaten OKI lebih besar dari Timor Leste, wajar jika membutuhkan dukungan maksimal. Apalagi bupatinya terus bergerak membangun di tengah berbagai keterbatasan,” ujarnya.

Deru juga mengimbau masyarakat ikut menjaga infrastruktur yang telah dibangun. Ia meminta kendaraan bertonase besar mematuhi aturan muatan guna menjaga keawetan jalan serta keselamatan pengguna.

“Jalan ini harus kita jaga bersama. Patuhi batas tonase agar hasil pembangunan dapat dinikmati lebih lama,” kata Deru.

Bupati OKI H. Muchendi menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah provinsi. Ia menyebut perbaikan jalan poros yang melintasi empat kecamatan—Sp Padang, Pampangan, Pangkalan Lampam, hingga Tulung Selapan—sudah lama dinantikan masyarakat.

“Terima kasih kepada Pak Gubernur dan anggota DPRD Sumsel dari dapil OKI yang terus mengawal. Jalan mantap ini menjadi impian warga sejak lama. Tanpa bantuan provinsi, sulit mewujudkannya Kami berharap dukungan ini terus berlanjut,” ujar Muchendi.

Muchendi menjelaskan bahwa perbaikan tujuh ruas jalan di jalur tersebut menelan anggaran sekitar Rp 66 miliar.

Warga Desa Keman, Daud, menyambut gembira perbaikan jalan itu. “Jalan ini merupakan urat nadi aktivitas warga. Kami berterima kasih atas perhatian pemerintah,” katanya.

Cek Perbaikan Jalan di OKI, Gubernur Sumsel Apresiasi Kontribusi Pembayar Pajak Read More »

Scroll to Top