Admin

Sekolah Rakyat OKI Ditarget Beroperasi 13 Juli, Bupati Pastikan Kesiapan

Sekolah Rakyat OKI Ditarget Beroperasi 13 Juli, Bupati Pastikan Kesiapan

OKI — Sekolah Rakyat di Kecamatan Teluk Gelam, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), ditargetkan mulai beroperasi pada 13 Juli 2026. Menjelang dimulainya kegiatan belajar mengajar, Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki meninjau langsung progres pembangunan untuk memastikan seluruh fasilitas dan infrastruktur pendukung siap digunakan.
.
Peninjauan tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan Program Sekolah Rakyat, salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto di bidang pendidikan. Muchendi memastikan tidak hanya penyelesaian bangunan utama, tetapi juga kesiapan jaringan listrik, pasokan air bersih, hingga berbagai fasilitas penunjang lainnya.
.
“Hari ini kami datang untuk memastikan seluruh progres pembangunan berjalan sesuai rencana. Yang kami cek bukan hanya gedungnya, tetapi juga infrastruktur pendukung seperti listrik, air bersih, dan fasilitas lainnya. Harapan kami, semuanya sudah berfungsi dengan baik saat Sekolah Rakyat mulai beroperasi pada 13 Juli nanti,” kata Muchendi.
.
Pada tahap awal, Sekolah Rakyat Teluk Gelam akan menampung sekitar 300 peserta didik jenjang SD, SMP, dan SMA. Pemerintah Kabupaten OKI menargetkan kapasitas sekolah tersebut dapat berkembang hingga 900 siswa sesuai daya tampung yang telah dirancang.
.
Menurut Muchendi, program Sekolah Rakyat diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga yang masuk kelompok desil 1 dan desil 2 sebagai upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
.
“Sekolah Rakyat memberikan kesempatan yang sama bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan untuk memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas. Fasilitas yang tersedia, mulai dari ruang belajar, asrama, lapangan olahraga, hingga dapur, tidak kalah dengan sekolah berasrama lainnya. Seluruh pembiayaannya juga ditanggung negara,” ujarnya.
.
Sekolah Rakyat Teluk Gelam dibangun di atas lahan seluas sekitar sembilan hektare dengan konsep sekolah berasrama. Kawasan pendidikan tersebut dilengkapi ruang kelas, asrama, sarana olahraga, rumah ibadah, serta berbagai fasilitas penunjang untuk mendukung proses belajar dan pembentukan karakter peserta didik.
.
Perwakilan PT Waskita, Suwardi, mengatakan pihaknya berkomitmen menyelesaikan pembangunan sesuai target yang telah ditetapkan.
.
“Kami tetap berkomitmen menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal. Pada 13 Juli nanti kami akan menyerahkan bangunan yang siap digunakan untuk menampung 300 siswa pada tahap pertama,” kata Suwardi.
.
Ia menjelaskan, fasilitas yang akan diserahterimakan meliputi ruang kelas, empat unit asrama, satu dapur utama, dua ruang makan, masjid, serta fasilitas penunjang lainnya sehingga kegiatan belajar mengajar dapat langsung berlangsung.
.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten OKI Dwi M. Muzawal mengatakan pemerintah daerah juga menyiapkan masa transisi menuju operasional sekolah. Persiapan meliputi penetapan peserta didik, pembentukan tim transisi, dukungan tenaga pendidik, hingga sosialisasi kepada masyarakat.
.
“Kami memberikan dukungan penuh mulai dari penetapan siswa, sosialisasi kepada masyarakat, hingga mobilisasi guru dan siswa agar pelaksanaan Sekolah Rakyat berjalan sesuai rencana,” ujar Dwi.

Sekolah Rakyat OKI Ditarget Beroperasi 13 Juli, Bupati Pastikan Kesiapan Read More »

Gedung Baru Kejari OKI Jadi Simbol Pelayanan Hukum yang Profesional dan Humanis

Gedung Baru Kejari OKI Jadi Simbol Pelayanan Hukum yang Profesional dan Humanis

OKI — Peresmian gedung baru Kejaksaan Negeri (Kejari) Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi penanda penguatan komitmen Kejaksaan dalam menghadirkan pelayanan hukum yang semakin profesional, humanis, dan bermanfaat bagi masyarakat. Momentum tersebut juga diwarnai penguatan sinergi antara Kejaksaan, Pemerintah Kabupaten OKI, dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) dalam menyelamatkan aset milik daerah.
Peresmian gedung dilakukan dalam kunjungan kerja Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, Dr. Ketut Sumedana, S.H., M.H., yang dirangkaikan dengan penyerahan sertifikat aset milik Pemerintah Kabupaten OKI sebagai bagian dari upaya memperkuat kepastian hukum terhadap aset daerah.
Dalam sambutannya, Kajati Sumatera Selatan Ketut Sumedana menegaskan bahwa gedung baru bukan sekadar menghadirkan fasilitas yang lebih representatif, tetapi harus menjadi simbol meningkatnya kualitas pelayanan publik serta penegakan hukum yang berintegritas dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“Jangan sampai kantornya megah tetapi kinerjanya justru menurun. Gedung baru harus menjadi motivasi untuk meningkatkan integritas, disiplin, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Yang membanggakan bukan bangunannya, tetapi kinerja orang-orang di dalamnya,” tegas Ketut.
Ia menambahkan, Kejaksaan saat ini tidak hanya hadir sebagai institusi penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra pemerintah dalam mengawal pembangunan, mencegah persoalan hukum sejak dini, serta menyelamatkan aset negara dan daerah agar dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kepentingan masyarakat.
“Kalau ada aset pemerintah yang bermasalah, jangan dibiarkan berlarut-larut. Segera koordinasikan dengan bidang Perdata dan Tata Usaha Negara. Tugas kita bukan hanya menindak, tetapi juga menyelamatkan aset negara agar kembali memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Sebagai wujud kolaborasi tersebut, Kajati Sumatera Selatan bersama Kepala Kejaksaan Negeri OKI dan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten OKI menyerahkan secara simbolis sepuluh sertifikat aset milik Pemerintah Kabupaten OKI kepada Bupati OKI, H. Muchendi Mahzareki.
Pada kesempatan yang sama juga diserahkan lima sertifikat Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) kepada masyarakat. Kantor Pertanahan Kabupaten OKI turut memberikan piagam penghargaan kepada Kejari OKI atas peran aktif dalam pendampingan Program Strategis Nasional di bidang pertanahan.
Sebaliknya, Pemerintah Kabupaten OKI memberikan penghargaan kepada Kejari OKI atas dukungannya dalam penyelesaian berbagai persoalan pertanahan, termasuk keberhasilan mendampingi penertiban aset kendaraan dinas milik pemerintah daerah.
Bupati OKI, H. Muchendi Mahzareki, mengatakan pendampingan yang dilakukan Kejaksaan telah memberikan dampak nyata terhadap percepatan inventarisasi, pengamanan, dan sertifikasi aset milik pemerintah daerah.
“Sejak awal kami menjabat, pengamanan aset menjadi salah satu prioritas. Berkat komunikasi dan pendampingan Kejaksaan, berbagai aset pemerintah berhasil diinventarisasi, disertifikasi, hingga dikembalikan kepada pemerintah daerah. Sinergi ini akan terus kami perkuat agar seluruh aset memiliki kepastian hukum dan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat,” ujar Muchendi.
Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri OKI, I Gede Widhartama, S.H., M.H., menegaskan bahwa kehadiran gedung baru menjadi energi baru bagi seluruh jajaran untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat penegakan hukum yang profesional, humanis, dan berkeadilan.
“Fasilitas yang lebih baik harus diikuti peningkatan kapasitas aparatur. Kami berkomitmen menjaga kepercayaan masyarakat melalui pelayanan yang profesional, penegakan hukum yang berintegritas, serta pendampingan kepada pemerintah daerah dalam mengawal pembangunan dan penyelamatan aset negara,” kata I Gede.
Ia menjelaskan, Kejari OKI terus meningkatkan kinerja di bidang pidana umum, pidana khusus, intelijen, serta perdata dan tata usaha negara. Pendampingan kepada pemerintah daerah juga membuahkan hasil melalui penertiban ratusan kendaraan dinas dan percepatan sertifikasi aset pemerintah.
Peresmian gedung baru tersebut menjadi simbol transformasi Kejari OKI untuk menghadirkan institusi penegak hukum yang tidak hanya tegas dalam menjalankan kewenangannya, tetapi juga adaptif, kolaboratif, dan hadir memberikan solusi bagi masyarakat serta mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang akuntabel melalui penyelamatan aset daerah.

Gedung Baru Kejari OKI Jadi Simbol Pelayanan Hukum yang Profesional dan Humanis Read More »

Lompatan Prestasi, OKI Masuk Empat Besar MTQ Sumsel

Lompatan Prestasi, OKI Masuk Empat Besar MTQ Sumsel

OKI — Upaya pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan mulai membuahkan hasil. Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) berhasil menembus empat besar pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2026 setelah sebelumnya berada di peringkat kedelapan.
.
Pengumuman tersebut disampaikan pada malam penutupan MTQ XXXI Tingkat Provinsi Sumatera Selatan di Kabupaten Lahat, Senin (29/6). Dengan capaian itu, Kabupaten OKI menempati peringkat keempat dari 17 kabupaten/kota se-Sumatera Selatan.
.
Keberhasilan tersebut ditopang prestasi para peserta pada berbagai cabang lomba, di antaranya kaligrafi, fahmil Quran, syarhil Quran, murattal, tafsir bahasa Inggris, tahfiz 20 juz, tilawah anak, tilawah remaja, serta tilawah tunanetra.
.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten OKI, Dani Oktavian, mengatakan peningkatan prestasi itu merupakan hasil pembinaan yang dilakukan secara berkesinambungan melalui LPTQ dan Pemerintah Kabupaten OKI.
.
“Mereka telah menunjukkan kemampuan terbaiknya di berbagai cabang lomba. Pemerintah Kabupaten OKI akan terus memberikan dukungan dan pembinaan agar para kafilah mampu meraih prestasi yang lebih tinggi, termasuk pada ajang MTQ tingkat nasional,” ujarnya.
.
Sejak awal persiapan, Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki meminta agar pembinaan tidak hanya berorientasi pada keikutsertaan, melainkan pada peningkatan kualitas peserta. Karena itu, proses persiapan dilakukan melalui pemusatan latihan, evaluasi rutin, simulasi perlombaan, serta pendampingan hingga pelaksanaan MTQ.
.
Muchendi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus LPTQ, pelatih, pembina, pendamping, dan peserta yang telah membawa nama baik Kabupaten OKI.
“Saya meminta pembinaan tidak berhenti setelah MTQ selesai. Prestasi ini menjadi fondasi untuk membangun sistem pembinaan yang lebih kuat sehingga Kabupaten OKI mampu melahirkan qari dan qariah berprestasi di tingkat nasional,” kata Muchendi.
.
Pada MTQ XXXI Sumsel, Kabupaten OKI mengirimkan 55 orang yang terdiri atas peserta, pelatih, pendamping, dan tim pendukung untuk mengikuti seluruh cabang yang diperlombakan.

Lompatan Prestasi, OKI Masuk Empat Besar MTQ Sumsel Read More »

Dari Peringkat 8, OKI Kini Tembus Empat Besar MTQ Sumsel

Dari Peringkat 8, OKI Kini Tembus Empat Besar MTQ Sumsel

OKI — Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mencatat lonjakan prestasi pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2026. Dalam satu penyelenggaraan, posisi Kabupaten OKI melonjak dari peringkat kedelapan menjadi peringkat keempat dari 17 kabupaten/kota di Sumatera Selatan.
.
Hasil tersebut diumumkan pada malam penutupan MTQ XXXI Tingkat Provinsi Sumatera Selatan di Kabupaten Lahat, Senin (29/6). Peningkatan empat tingkat ini menjadi salah satu capaian terbaik Kabupaten OKI dalam beberapa tahun terakhir.
.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten OKI, Dani Oktavian, mengatakan peningkatan peringkat tersebut merupakan hasil dari pembinaan yang dilakukan secara terencana dan berkelanjutan terhadap seluruh peserta sebelum mengikuti MTQ tingkat provinsi.
.
Menurut Dani, kafilah OKI berhasil meraih prestasi pada sejumlah cabang lomba, yakni kaligrafi, fahmil Quran, syarhil Quran, murattal, tafsir bahasa Inggris, tahfiz 20 juz, tilawah anak, tilawah remaja, dan tilawah tunanetra.
.
“Mereka telah menunjukkan kemampuan terbaiknya di berbagai cabang lomba. Pemerintah Kabupaten OKI akan terus memberikan dukungan dan pembinaan agar para kafilah mampu meraih prestasi yang lebih tinggi, termasuk pada ajang MTQ tingkat nasional,” kata Dani.
.
Pada MTQ tahun ini, Kabupaten OKI mengirimkan 55 orang yang terdiri atas peserta, pelatih, pendamping, dan tim pendukung untuk mengikuti seluruh cabang yang diperlombakan.
.
Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki sebelumnya telah menginstruksikan agar proses pembinaan dilakukan secara lebih terstruktur, berjenjang, serta berorientasi pada peningkatan kualitas. Instruksi tersebut diwujudkan melalui pemusatan latihan, evaluasi berkala, simulasi perlombaan, hingga pendampingan selama MTQ berlangsung.
.
Muchendi mengapresiasi seluruh pengurus LPTQ, pelatih, pembina, pendamping, dan peserta yang telah bekerja keras mengharumkan nama Kabupaten OKI.
.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa pembinaan yang dilakukan dengan serius akan menghasilkan capaian yang membanggakan. Ke depan, pembinaan harus terus ditingkatkan agar prestasi ini dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan hingga tingkat nasional,” ujar Muchendi.

Dari Peringkat 8, OKI Kini Tembus Empat Besar MTQ Sumsel Read More »

OKI Tembus Empat Besar MTQ Sumsel, Muchendi Tegaskan Pembinaan Tak Boleh Berhenti.

OKI Tembus Empat Besar MTQ Sumsel, Muchendi Tegaskan Pembinaan Tak Boleh Berhenti

OKI — Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menorehkan capaian membanggakan pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2026 dengan menembus peringkat empat besar dari 17 kabupaten/kota. Pencapaian ini menjadi bukti bahwa pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan mulai menunjukkan hasil nyata.
.
Hasil tersebut diumumkan pada malam penutupan MTQ XXXI Tingkat Provinsi Sumatera Selatan di Kabupaten Lahat, Senin (29/6). Dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya di Sekayu, posisi Kabupaten OKI meningkat signifikan dari peringkat kedelapan menjadi peringkat keempat.
.
Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki menegaskan, capaian tersebut tidak boleh membuat seluruh pihak berpuas diri. Menurutnya, pembinaan terhadap qari dan qariah harus terus dilakukan secara konsisten agar prestasi dapat dipertahankan sekaligus ditingkatkan hingga tingkat nasional.
.
“Saya meminta pembinaan tidak berhenti setelah MTQ selesai. Prestasi ini harus menjadi awal untuk membangun sistem pembinaan yang lebih baik sehingga lahir qari dan qariah terbaik dari Kabupaten OKI yang mampu berprestasi hingga tingkat nasional. Alhamdulillah, kerja keras seluruh pengurus LPTQ, pelatih, pembina, pendamping, dan para peserta membuahkan hasil dengan naiknya peringkat OKI ke posisi empat besar,” kata Muchendi.
.
Sejak awal persiapan MTQ, Muchendi telah mengarahkan agar pembinaan dilakukan secara lebih terstruktur, berjenjang, dan berorientasi pada peningkatan kualitas, bukan sekadar keikutsertaan. Arahan tersebut ditindaklanjuti oleh Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) bersama Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda OKI melalui pemusatan latihan, evaluasi berkala, simulasi perlombaan, hingga pendampingan selama pelaksanaan MTQ.
.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda OKI, Dani Oktavian, mengatakan peningkatan peringkat tersebut merupakan buah dari proses pembinaan yang dilakukan secara berkesinambungan sebelum para peserta diberangkatkan ke tingkat provinsi.
.
Menurut Dani, kafilah OKI berhasil meraih prestasi di berbagai cabang, antara lain kaligrafi, fahmil Quran, syarhil Quran, murattal, tafsir bahasa Inggris, tahfiz 20 juz, tilawah anak, tilawah remaja, serta tilawah tunanetra.
.
“Mereka telah menunjukkan kemampuan terbaiknya di berbagai cabang lomba. Pemerintah Kabupaten OKI akan terus memberikan dukungan dan pembinaan agar para kafilah mampu meraih prestasi yang lebih tinggi, termasuk pada ajang MTQ tingkat nasional,” ujar Dani.
.
Pada MTQ XXXI Sumsel, Kabupaten OKI mengirimkan 55 orang yang terdiri atas peserta, pelatih, pendamping, dan tim pendukung untuk mengikuti seluruh cabang yang diperlombakan.

OKI Tembus Empat Besar MTQ Sumsel, Muchendi Tegaskan Pembinaan Tak Boleh Berhenti. Read More »

Bupati OKI Apresiasi Dedikasi Polri Jaga Keamanan dan Kawal Pembangunan

Bupati OKI Apresiasi Dedikasi Polri Jaga Keamanan dan Kawal Pembangunan

OKI — Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), H. Muchendi Mahzareki, mengapresiasi dedikasi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, mengawal pembangunan, serta menghadirkan pelayanan yang humanis.
.
Menurutnya, stabilitas keamanan yang terjaga menjadi fondasi penting bagi keberlangsungan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di tengah tantangan yang semakin kompleks.
.
Apresiasi tersebut disampaikan Muchendi saat memimpin upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di halaman Mapolres OKI, Rabu (1/7). Momentum Hari Bhayangkara, kata dia, menjadi pengingat atas peran strategis Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat sekaligus mitra pemerintah dalam menjaga stabilitas daerah.
.
Atas nama Pemerintah Kabupaten OKI, Muchendi menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh jajaran Polri yang terus menunjukkan komitmen dalam menciptakan situasi keamanan yang kondusif.
.
“Selamat Hari Bhayangkara ke-80 kepada seluruh keluarga besar Polri. Terima kasih atas dedikasi dan pengabdian yang selama ini diberikan dalam menjaga keamanan, mengawal pembangunan, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Muchendi.
.
Menurut Muchendi, tantangan yang dihadapi Polri saat ini tidak lagi terbatas pada persoalan keamanan konvensional. Perkembangan teknologi informasi, meningkatnya kejahatan siber, kejahatan lintas negara, hingga dinamika geopolitik global menuntut institusi kepolisian terus beradaptasi, meningkatkan profesionalisme, dan memperkuat kapasitas sumber daya manusianya.
.
Di sisi lain, ia menilai kontribusi Polri juga semakin nyata dalam mendukung berbagai program strategis nasional. Salah satunya melalui dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis dengan pembangunan 1.179 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari target nasional sebanyak 1.500 unit.
.
Polri juga berperan dalam mendukung upaya mewujudkan swasembada pangan melalui optimalisasi lahan jagung seluas 651.196 hektare yang meningkatkan produksi jagung nasional sekitar sembilan persen atau setara 1,36 juta ton.
.
Selain itu, institusi kepolisian turut mendukung penyediaan hunian bagi pegawai negeri di lingkungan Polri maupun masyarakat melalui pembangunan 10.905 unit rumah dari target 15.923 unit. Menurut Muchendi, situasi keamanan yang kondusif juga menjadi faktor penting dalam menciptakan iklim investasi yang sehat, sehingga mendukung pelaksanaan proyek strategis nasional, pengembangan kawasan industri, hilirisasi, hingga sektor energi.
.
Dalam aspek penegakan hukum, Muchendi berharap Polri terus memperkuat pemberantasan berbagai tindak kejahatan yang mengancam masa depan bangsa, seperti peredaran narkotika, penyelundupan, perjudian daring, serta tindak pidana yang mengakibatkan kebocoran keuangan negara.
.
“Peringatan Hari Bhayangkara bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum memperkuat komitmen Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Pemerintah Kabupaten OKI siap terus bersinergi dengan Polri dalam menjaga keamanan, memperkuat ketahanan daerah, serta mengawal percepatan pembangunan demi kesejahteraan masyarakat,” kata Muchendi.

Bupati OKI Apresiasi Dedikasi Polri Jaga Keamanan dan Kawal Pembangunan Read More »

Atlet Pelajar OKI Siap Berkompetisi pada O2SN Tingkat Provinsi Sumsel

Atlet Pelajar OKI Siap Berkompetisi pada O2SN Tingkat Provinsi Sumsel

OKI – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mengirim kontingen Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk mengikuti O2SN Tingkat Provinsi Sumatera Selatan yang berlangsung di Sekolah Olahraga Negeri Sriwijaya, Palembang.

Kontingen yang terdiri atas 36 orang, meliputi atlet dan official, akan mewakili Kabupaten OKI pada ajang olahraga pelajar tersebut. Sebelum bertolak ke Palembang, Sekretaris Daerah Kabupaten OKI, Ir. Asmar Wijaya, M.Si., memberikan motivasi kepada para atlet agar bertanding dengan penuh semangat, disiplin, dan sportivitas.

“Terpilih sebagai atlet O2SN bukanlah hadiah, melainkan hasil dari proses seleksi yang ketat. Karena itu, manfaatkan kesempatan ini untuk menunjukkan kemampuan terbaik yang kalian miliki,” kata Asmar, Selasa (30/6/26)

Menurut Asmar, ajang O2SN juga menjadi sarana membangun karakter pelajar melalui nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, kerja keras, dan sportivitas.

“Jaga nama baik Kabupaten Ogan Komering Ilir. Bertandinglah dengan percaya diri, hormati lawan, dan tampilkan kemampuan terbaik. Apa pun hasilnya nanti, jadikan pengalaman ini sebagai bekal untuk terus berkembang,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten OKI, Muhammad Refly, mengatakan atlet yang dikirim merupakan hasil seleksi O2SN tingkat kabupaten yang telah melalui proses pembinaan.

“Kontingen yang kami kirim merupakan atlet-atlet terbaik hasil seleksi tingkat kabupaten. Mereka telah dipersiapkan untuk bersaing di tingkat provinsi dan kami berharap mampu mengharumkan nama Kabupaten Ogan Komering Ilir,” kata Refly.

Kontingen jenjang SD diperkuat 10 atlet yang terdiri atas lima putra dan lima putri. Mereka akan berlaga pada cabang bulu tangkis, renang, pencak silat, atletik, dan senam dengan didampingi 10 official.

Sementara itu, jenjang SMP mengirim delapan atlet, masing-masing empat putra dan empat putri, yang akan bertanding pada cabang bulu tangkis, renang, pencak silat, dan atletik. Delapan official turut mendampingi para atlet. Cabang panjat tebing belum diikuti karena kesiapan atlet belum memenuhi persyaratan.

“Total kontingen yang mengikuti O2SN tingkat provinsi berjumlah 36 orang. Kami optimistis para atlet mampu memberikan penampilan terbaik dan membawa pulang prestasi untuk Kabupaten OKI,” ujar Refly.

Atlet Pelajar OKI Siap Berkompetisi pada O2SN Tingkat Provinsi Sumsel Read More »

Kadarkum Diperkuat, Perempuan OKI Didorong Lebih Aktif Berkontribusi

Kadarkum Diperkuat, Perempuan OKI Didorong Lebih Aktif Berkontribusi

OKI — Di tengah semakin kompleksnya persoalan sosial dan hukum, pemahaman terhadap hak menjadi bekal penting bagi perempuan untuk melindungi diri sekaligus mengambil peran dalam pembangunan.

Melalui Pelatihan Kepemimpinan Perempuan Melek Hukum dan Politik, Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) berupaya meningkatkan literasi hukum agar perempuan lebih percaya diri berpartisipasi dalam kehidupan sosial, politik, dan pengambilan kebijakan.

Pelatihan yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten OKI tersebut merupakan bagian dari kegiatan advokasi kebijakan dan pendampingan peningkatan partisipasi perempuan dalam bidang politik, hukum, sosial, dan ekonomi Tahun 2026. Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas perempuan agar mampu memahami hak dan kewajibannya serta berkontribusi lebih luas dalam pembangunan daerah.

Kepala DPPPA Kabupaten OKI, Hj. Arianti, S.STP., M.M., mengatakan perempuan memiliki peluang yang sama untuk menjadi pemimpin dan terlibat dalam proses pengambilan keputusan. Karena itu, peningkatan literasi hukum dan politik menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat peran perempuan di ruang publik.

“Perempuan memiliki potensi yang sama untuk menjadi pemimpin dan mengambil bagian dalam proses pembangunan. Melalui pelatihan ini kami ingin meningkatkan literasi hukum dan politik sehingga perempuan di OKI semakin percaya diri, memahami hak-haknya, serta mampu berpartisipasi aktif dalam kehidupan sosial, politik, dan pengambilan keputusan,” ujar Arianti, Senin (29/6/26)

Pelatihan menghadirkan Anggota DPRD Kabupaten OKI, Hj. Sandra Atika, dan dosen Fakultas Hukum Universitas Islam OKI (UNISKI), Hj. Azizah, sebagai narasumber.
Dalam paparannya, Sandra Atika menegaskan bahwa keterlibatan perempuan dalam politik tidak semata-mata untuk memenuhi kuota representasi. Lebih dari itu, kehadiran perempuan diperlukan agar aspirasi masyarakat, khususnya perempuan dan anak, dapat terakomodasi dalam setiap kebijakan publik.

“Politik adalah ruang pengabdian. Semakin banyak perempuan yang memahami proses politik dan berani terlibat, semakin besar peluang lahirnya kebijakan yang lebih inklusif dan berpihak pada kepentingan masyarakat,” kata Sandra.

Sementara itu, Hj. Azizah menekankan bahwa kesadaran hukum merupakan fondasi penting bagi perempuan untuk melindungi hak-haknya sekaligus menjalankan perannya sebagai warga negara yang aktif dan bertanggung jawab.
Menurutnya, perempuan yang melek hukum akan lebih mampu mengambil keputusan secara tepat, memahami hak dan kewajiban, serta terhindar dari berbagai bentuk pelanggaran maupun tindakan yang merugikan dirinya.

“Melek hukum membuat perempuan mengetahui hak dan kewajibannya, mampu mengambil keputusan secara tepat, serta tidak mudah menjadi korban maupun pelaku pelanggaran hukum. Pengetahuan hukum dan politik harus berjalan beriringan agar perempuan dapat berpartisipasi secara cerdas dan bertanggung jawab,” ujar Azizah.

Kadarkum Diperkuat, Perempuan OKI Didorong Lebih Aktif Berkontribusi Read More »

Ketangguhan Keluarga Kunci Hadapi Disrupsi Global

Ketangguhan Keluarga Kunci Hadapi Disrupsi Global

OKI – Ketangguhan keluarga menjadi fondasi utama dalam menghadapi berbagai tantangan global yang kian kompleks, mulai dari perubahan sosial, tekanan ekonomi, hingga ancaman di ruang digital. Karena itu, penguatan keluarga dinilai menjadi agenda strategis yang perlu terus diperkuat sebagai modal membangun masyarakat yang tangguh.
.
Pesan tersebut disampaikan Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) H. Muchendi Mahzareki melalui Sekretaris Daerah OKI Asmar Wijaya saat memimpin upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tingkat Kabupaten OKI Tahun 2026.
.
“Ketahanan keluarga bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak. Dari keluargalah lahir generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan mampu menghadapi tantangan masa depan,” ujar Asmar saat membacakan amanat Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN di Halaman Kantor Bupati OKI, (29/6).
.
Menurutnya, Indonesia tengah berada di ambang bonus demografi yang diproyeksikan menjadi modal besar menuju Indonesia Emas 2045. Namun, peluang tersebut hanya akan memberikan manfaat apabila diiringi peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak dari lingkungan keluarga.
.
“Pembangunan manusia dimulai melalui tiga pilar utama, yakni pemenuhan kesehatan keluarga dan percepatan pencegahan stunting, penguatan pendidikan karakter serta keterampilan abad ke-21, dan pembinaan kesehatan mental maupun spiritual sebagai bekal menghadapi dinamika kehidupan,” ujarnya.
.
Ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan ayah dalam proses pengasuhan. Peran ayah, katanya, tidak cukup hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga harus hadir secara fisik maupun emosional untuk membangun karakter, rasa aman, serta kesehatan mental anak.
.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, Asmar mengingatkan orang tua agar tidak menyerahkan sepenuhnya pendidikan anak kepada gawai. Penggunaan perangkat digital perlu diawasi melalui pembatasan waktu layar, komunikasi yang hangat di dalam keluarga, serta pemanfaatan teknologi untuk kegiatan yang produktif dan edukatif.
.
“Keluarga merupakan benteng pertama dalam mencegah berbagai persoalan sosial, mulai dari perundungan, tawuran, penyalahgunaan narkoba, seks bebas, hingga kenakalan remaja. Pengasuhan yang berkualitas, kasih sayang, serta penanaman nilai agama dan moral dinilai menjadi kunci membangun generasi yang tangguh,”pungkasnya.
.
Pada akhir rangkaian peringatan Harganas ke-33, Pemerintah Kabupaten OKI meluncurkan program SAPA PERAHU KAJANG (Strategi Pencegahan Remaja Nikah Usia Dini dan Pengaturan Kehamilan untuk Menurunkan Age Specific Fertility Rate/ASFR). Program ini merupakan inovasi daerah yang bertujuan menekan angka kelahiran pada remaja usia 15–19 tahun melalui perluasan jangkauan edukasi, penguatan pendampingan kepada remaja dan keluarga, serta kolaborasi lintas sektor.

Ketangguhan Keluarga Kunci Hadapi Disrupsi Global Read More »

Lentera Desa Permudah Warga Lempuing Mengakses Puluhan Layanan

Lentera Desa Permudah Warga Lempuing Mengakses Puluhan Layanan

OKI — Mengurus dokumen kependudukan, membayar pajak kendaraan, membuat kartu pencari kerja, hingga memperoleh layanan kesehatan kini dapat dilakukan lebih mudah dan dekat dari tempat tinggal warga. Melalui program Lentera Desa (Layanan Terpadu di Desa), Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menghadirkan puluhan layanan publik dan sosial dalam satu tempat di Kecamatan Lempuing, sehingga masyarakat tidak perlu lagi menempuh perjalanan ke Kayuagung untuk mengurus berbagai keperluan administrasi.**

Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi saat halaman Kantor Camat Lempuing dipadati warga yang datang untuk memanfaatkan berbagai layanan yang tersedia. Program yang digagas Pemerintah Kabupaten OKI tersebut menghadirkan beragam pelayanan pemerintahan dan sosial secara terpadu agar lebih mudah dijangkau masyarakat.

Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki mengatakan Lentera Desa merupakan upaya pemerintah mendekatkan pelayanan sekaligus memastikan masyarakat tetap mendapatkan layanan yang cepat, mudah, dan terjangkau.

“Tujuan utama program ini adalah mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Kami ingin pemerintah, mulai dari bupati, perangkat daerah, camat hingga kepala desa benar-benar hadir, bertemu, dan melayani masyarakat secara langsung,”kata Muchendi.

Menurut Muchendi, pelayanan publik harus tetap menjadi prioritas meskipun pemerintah daerah tengah melakukan efisiensi anggaran.

“Di tengah keterbatasan anggaran, pelayanan publik tidak boleh ikut terbatas. Justru saat seperti ini dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, desa, dunia usaha, dan masyarakat agar pembangunan tetap berjalan,” ujarnya.

Berbagai layanan yang tersedia dalam kegiatan tersebut meliputi perekaman KTP elektronik, penerbitan dan perubahan Kartu Keluarga, akta kelahiran, akta kematian, serta dokumen kependudukan lainnya. Masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan keluarga berencana (KB), donor darah, perizinan, pembuatan NPWP, pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pelayanan Samsat untuk pajak kendaraan bermotor tahunan, layanan Dinas Sosial, pembuatan kartu pencari kerja (AK-1), penerbitan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), perpustakaan keliling, pelayanan kesehatan hewan, hingga pendampingan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Camat Lempuing Jamhari mengatakan kehadiran Lentera Desa menjawab kebutuhan masyarakat akan pelayanan yang lebih mudah dijangkau. Selama ini, jarak menuju Kayuagung menjadi kendala bagi sebagian warga dalam mengurus berbagai kebutuhan administrasi.

“Lentera Desa sangat dinantikan masyarakat. Dengan hadirnya berbagai layanan di kecamatan, warga tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke Kayuagung. Berbagai kebutuhan administrasi dapat diselesaikan dalam satu tempat,”ujarnya.

Selain pelayanan publik, kegiatan juga dirangkai dengan sejumlah program sosial. Khitanan massal diikuti lebih dari 100 anak, sementara 31 peserta dari Desa Bumi Agung mengikuti wisuda Sekolah Lansia. Penanaman pohon turut dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

Suasana kegiatan semakin semarak dengan penyelenggaraan Lempuing Motor Show yang diikuti peserta dari delapan kategori komunitas pecinta motor. Kegiatan tersebut menjadi ruang kreativitas generasi muda sekaligus hiburan bagi masyarakat yang hadir.

Pada kesempatan yang sama, PT Niaga Utama Kencana menyerahkan hasil program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) berupa pembangunan jalan cor beton sepanjang 325 meter dengan lebar enam meter di Desa Tugu Agung kepada Pemerintah Kabupaten OKI. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas perekonomian desa.

Rizki (24), warga Desa Cahya Maju, mengaku terbantu dengan hadirnya berbagai layanan dalam satu lokasi.

“Biasanya kalau mengurus administrasi harus ke Kayuagung dan menghabiskan waktu seharian. Sekarang cukup datang ke Lentera Desa, semua layanan tersedia di sini. Sangat membantu masyarakat, terutama kami yang tinggal jauh dari ibu kota kabupaten,” katanya.

Hal serupa disampaikan Sulastri (56), warga Desa Bumi Agung. Ia menilai pelayanan administrasi kependudukan yang diterimanya berlangsung cepat dan mudah dipahami.

“Saya datang untuk mengurus administrasi kependudukan. Pelayanannya cepat, petugas juga memberikan penjelasan dengan baik. Semoga kegiatan seperti ini bisa rutin dilaksanakan karena sangat memudahkan masyarakat,” ujarnya.

Melalui program Lentera Desa, Pemerintah Kabupaten OKI terus berupaya memperluas jangkauan pelayanan publik hingga ke tingkat kecamatan dan desa, sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan yang lebih mudah, cepat, dan dekat dengan tempat tinggal mereka.

Lentera Desa Permudah Warga Lempuing Mengakses Puluhan Layanan Read More »

Scroll to Top