Admin

TMMD ke-128 Rampungkan Infrastruktur Dasar, Perkuat Ketahanan Pangan

TMMD ke-128 Rampungkan Infrastruktur Dasar, Perkuat Ketahanan Pangan

OKI— Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 0402/OKI resmi ditutup setelah selama satu bulan membangun berbagai infrastruktur dasar dan program ketahanan pangan di Desa Pematang Sukatani, Kecamatan Mesuji Makmur, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Kamis (21/5). Melalui kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, akses jalan desa, fasilitas air bersih, hingga hunian warga berhasil diperbaiki untuk menunjang aktivitas dan perekonomian masyarakat desa.

Sasaran fisik TMMD meliputi pembangunan jalan sepanjang enam kilometer, rehabilitasi lima unit rumah tidak layak huni (RTLH), pembangunan lima unit mandi cuci kakus (MCK), rehabilitasi mushala, pembangunan lima unit sumur bor, hingga program ketahanan pangan melalui penanaman jagung seluas 1,5 hektare.

Selain pembangunan fisik, Satgas TMMD juga melaksanakan berbagai kegiatan nonfisik berupa penyuluhan kesehatan, wawasan kebangsaan, pertanian, dan pemberdayaan masyarakat desa.

Bupati OKI Muchendi Mahzareki mengatakan, program TMMD membantu pemerintah daerah mempercepat pemerataan pembangunan, terutama di wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses infrastruktur.

“Selama satu bulan terakhir, kita melihat bagaimana sinergi TNI, pemerintah, dan masyarakat mampu menghadirkan perubahan nyata di desa. Jalan yang sebelumnya sulit dilalui kini terbuka, fasilitas dasar masyarakat diperbaiki, dan kebutuhan air bersih mulai terpenuhi,” ujar Muchendi.

Menurut dia, hasil pembangunan tersebut diharapkan dapat mendorong aktivitas ekonomi masyarakat karena akses distribusi hasil pertanian dan mobilitas warga menjadi lebih mudah.

“Pembangunan melalui TMMD bukan hanya menghadirkan infrastruktur, tetapi juga membuka harapan baru bagi masyarakat desa,” katanya.

Pangdam II/Sriwijaya Ujang Darwis menilai TMMD bukan sekadar program pembangunan, melainkan ruang kebersamaan antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menyelesaikan persoalan dasar di desa.

“Apa yang dibangun hari ini diharapkan mampu mempercepat aktivitas ekonomi warga dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujar Ujang.

Ia mengatakan, pelaksanaan TMMD di Desa Pematang Sukatani menunjukkan semangat gotong royong masih menjadi kekuatan penting dalam pembangunan wilayah pedesaan.

Sementara itu, Dansatgas TMMD ke-128 Kodim 0402/OKI Gunawan Wibisono memastikan seluruh sasaran fisik dan nonfisik berhasil diselesaikan tepat waktu menjelang penutupan kegiatan.

“Kami berharap seluruh fasilitas yang telah dibangun dapat dijaga dan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat dalam jangka panjang,” ujarnya.

TMMD ke-128 Rampungkan Infrastruktur Dasar, Perkuat Ketahanan Pangan Read More »

Jelang Idul Adha, Pemkab OKI Gelar Gerakan Pangan Murah untuk Redam Gejolak Harga

Jelang Idul Adha, Pemkab OKI Gelar Gerakan Pangan Murah untuk Redam Gejolak Harga

OKI — Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menggelar Gerakan Pangan Murah sebagai langkah menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat. Kegiatan itu berlangsung di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DKPTPH) Kabupaten OKI,(21/5).
.
Program tersebut tidak sekadar menjadi agenda pasar murah musiman. Pemerintah daerah mencoba membangun pola kolaborasi lintas sektor untuk mengantisipasi potensi tekanan harga yang lazim muncul menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
.
Pelaksana Harian Sekretaris Daerah OKI, Alamsyah, mengatakan Gerakan Pangan Murah merupakan hasil kerja sama Pemerintah Kabupaten OKI dengan Perum Bulog Wilayah Sumatera Selatan–Bangka Belitung, Perusahaan Daerah Bende Seguguk, serta didukung pelaku usaha mikro, petani, dan pedagang pasar.
.
“Keterlibatan berbagai pihak itu menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengendalian pangan yang tidak hanya bergantung pada pemerintah, ” kata Alamsyah.
.
Menurut dia, Sinergi antara pemerintah, BUMN, BUMD, swasta, hingga masyarakat menjadi kunci dalam menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan, khususnya di Kabupaten OKI dan secara lebih luas di Sumatera Selatan.
.
“Momentum menjelang Idul Adha selalu diikuti kenaikan permintaan sejumlah komoditas strategis. Karena itu, intervensi pasar melalui Gerakan Pangan Murah dipandang perlu agar daya beli masyarakat tetap terjaga,” ujarnya.
.
Sementara itu, Kepala Dinas KPTPH Kabupaten OKI, Sahrul, menjelaskan kegiatan ini difokuskan pada penyediaan dan penyaluran pangan pokok maupun komoditas pangan lainnya sesuai kebutuhan daerah.
.
“Kita laksanakan kegiatan Pangan murah ini untuk memastikan ketersediaan bahan pangan sekaligus menahan laju kenaikan harga menjelang perayaan Idul Adha,” jelasnya.
.
Dalam kegiatan itu, sejumlah komoditas dijual di bawah harga pasar. Beras dipasarkan seharga Rp50 ribu per karung, minyak goreng Minyakita Rp11 ribu per liter, telur ayam Rp22 ribu per kilogram, cabai merah Rp45 ribu per kilogram, bawang merah Rp40 ribu per kilogram, dan bawang putih Rp25 ribu per kilogram.
.
Dia mengatakan Skema penjualan dengan harga lebih rendah tersebut menjadi instrumen pemerintah Kabuoaten OKI untuk memperpendek jarak antara pasokan dan akses masyarakat terhadap kebutuhan pangan pokok.
.
“Gerakan Pangan Murah menjadi upaya pemerintah daerah Kabupaten Ogan Komering Ilir menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, dan stabilitas ekonomi rumah tangga masyarakat menjelang hari Raya Idul Adha,” pungkasnya.

Jelang Idul Adha, Pemkab OKI Gelar Gerakan Pangan Murah untuk Redam Gejolak Harga Read More »

Hadapi El Nino, OKI Jadi Lokus Utama Percepatan Tanam Padi Sumsel, Target 111 Ribu Hektare

Hadapi El Nino, OKI Jadi Lokus Utama Percepatan Tanam Padi Sumsel, Target 111 Ribu Hektare

OKI,–Menghadapi potensi El Nino pada 2026, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menetapkan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) sebagai lokus utama percepatan tanam padi dengan target 111 ribu hektare. Program ini menjadi bagian dari strategi menjaga produksi pangan di tengah ancaman musim kemarau ekstrem yang diperkirakan menekan sektor pertanian.

Pencanangan gerakan tanam dipusatkan di Desa Cahya Bumi, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Selasa (19/5/2026).

“Gerakan percepatan tanam ini menjadi langkah antisipasi menghadapi potensi kemarau panjang akibat El Nino sekaligus upaya menjaga produksi pangan Sumatera Selatan tetap tinggi,” kata Gubernur, Herman Deru.

Deru menilai target tersebut masih realistis dicapai meski potensi kemarau panjang mengancam. Menurut dia, curah hujan di sejumlah wilayah Sumsel masih cukup tinggi sehingga percepatan tanam dapat terus dilakukan secara masif.

Sementara itu, Danrem 044/Garuda Dempo Brigjen TNI Khabib Mahfud menyebut luas baku sawah di Sumatera Selatan mencapai sekitar 519 ribu hektare. Sekitar 73 persen di antaranya merupakan lahan rawa lebak dan pasang surut yang masih berpotensi besar mendukung peningkatan produksi pangan.

“Gerakan tanam padi masih sangat memungkinkan karena luas baku sawah di Sumatera Selatan mencapai sekitar 519 ribu hektare. Sebanyak 73 persen merupakan lahan rawa lebak dan pasang surut,” ujarnya.

Bupati OKI Muchendi Mahzareki mengatakan pihaknya optimistis target percepatan tanam dapat tercapai apabila sarana dan prasarana pertanian terpenuhi. Dukungan tersebut mencakup penyediaan benih, pupuk, serta alat dan mesin pertanian untuk kegiatan prapanen maupun pascapanen.

Menurut dia, hal itu juga diharapkan dapat meningkatkan indeks pertanaman dari IP 100 menjadi IP 200 bahkan IP 300.

“Kami optimistis target tersebut dapat dicapai apabila dukungan sarana produksi pertanian tersedia dengan baik. Dukungan itu juga diharapkan mampu meningkatkan indeks pertanaman dari IP 100 menjadi IP 200 bahkan IP 300,” kata Muchendi.

Ia menjelaskan, luas baku sawah di Kabupaten OKI mencapai 105.436 hektare, dengan sekitar 30 persen di antaranya merupakan lahan rawa lebak yang selama ini belum tergarap optimal akibat genangan air dengan kedalaman dua hingga empat meter.

Menurut dia, kondisi kemarau akibat El Nino justru dapat membuka peluang perluasan areal tanam di kawasan tersebut.

Melalui gerakan percepatan tanam ini, Pemerintah Kabupaten OKI menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan produksi pangan di Sumatera Selatan.

Hadapi El Nino, OKI Jadi Lokus Utama Percepatan Tanam Padi Sumsel, Target 111 Ribu Hektare Read More »

PKK Mitra Strategis Pembangunan Berbasis Keluarga

PKK Mitra Strategis Pembangunan Berbasis Keluarga

OKI — PKK telah menjadi mitra pemerintah yang mampu menjangkau masyarakat secara langsung hingga ke tingkat desa. Dalam konteks itu, peran Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dinilai semakin penting sebagai bagian dari pembangunan daerah berbasis keluarga dan masyarakat.
.
Melalui pendekatan partisipatif, gerakan PKK dinilai telah berkontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mulai dari penguatan ketahanan keluarga, peningkatan layanan kesehatan dasar, hingga pemberdayaan ekonomi rumah tangga di tingkat akar rumput.
.
Hal tersebut mengemuka dalam kunjungan kerja TP PKK Provinsi Sumatera Selatan ke Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Selasa (12/5), dalam rangka monitoring pelaksanaan program PKK sekaligus penguatan sinergi pembangunan keluarga di daerah.
.
Ketua TP PKK Provinsi Sumsel, Hj. Feby Herman Deru, mengatakan PKK memiliki posisi strategis karena hadir paling dekat dengan masyarakat dan menjadi perpanjangan tangan berbagai program pemerintah di tingkat keluarga.
.
Menurut dia, keberhasilan pembangunan daerah sangat ditentukan oleh kuatnya ketahanan keluarga sebagai unit terkecil masyarakat.
.
“PKK hadir paling dekat dengan masyarakat. Karena itu keberadaan kader menjadi penting dalam memastikan program-program pembangunan keluarga benar-benar sampai dan dirasakan manfaatnya,” ujar Feby.
.
Ia menambahkan, hasil Rakernas X PKK 2025 menjadi pedoman kerja organisasi hingga lima tahun ke depan, dengan penekanan pada penguatan keluarga dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
.
Di Kabupaten OKI, peran PKK dinilai semakin krusial mengingat tantangan geografis wilayah yang luas. Ketua TP PKK OKI, Hj. Ike Muchendi, mengatakan kondisi tersebut membuat kader PKK tidak hanya berperan dalam pembinaan keluarga, tetapi juga menjadi penghubung layanan sosial bagi masyarakat di wilayah terpencil.
.
“Wilayah kami luas dan tidak semua desa mudah dijangkau. Namun kami berupaya agar program PKK tetap hadir dan memberi manfaat bagi masyarakat,” katanya.
.
Menurut dia, TP PKK OKI selama ini menjalankan berbagai program sosial dan pemberdayaan keluarga melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan kader di tingkat kecamatan hingga desa.
.
Program tersebut meliputi bantuan rumah tidak layak huni melalui Rumah Layak Untukmu, bantuan BPJS kesehatan dan ketenagakerjaan, pemberian makanan bergizi, hingga pendampingan pasien bibir sumbing dan kelainan mata untuk memperoleh layanan medis lanjutan.
.
Bupati OKI, H. Muchendi Mahzareki, menilai PKK memiliki peran penting dalam memastikan program pemerintah dapat menjangkau masyarakat hingga tingkat keluarga.
.
Menurut dia, pembangunan daerah tidak dapat berjalan optimal tanpa penguatan keluarga sebagai fondasi utama.
.
“Program pemerintah daerah harus sampai pada skala terkecil, yakni keluarga. Dalam konteks ini, saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran TP PKK, mulai dari tingkat kabupaten hingga desa,” ujar Muchendi.
.
Ia menilai PKK merupakan gerakan sosial yang tumbuh dari bawah dengan orientasi utama pada pemberdayaan keluarga sebagai unit paling strategis dalam pembangunan.
.
Dalam kunjungan tersebut, TP PKK Sumsel juga meninjau Sekretariat TP PKK OKI, kebun PKK OKI, meresmikan Rumah Dilan dan Dekranasda OKI, serta mengunjungi sentra kerajinan purun di Kecamatan Pedamaran sebagai bagian dari penguatan ekonomi keluarga dan UMKM lokal.

PKK Mitra Strategis Pembangunan Berbasis Keluarga Read More »

Galeri Dekranasda OKI, Ruang Baru Menikmati Wastra dan Kriya Lokal

Galeri Dekranasda OKI, Ruang Baru Menikmati Wastra dan Kriya Lokal

OKI—Deretan kain songket dengan warna-warna hangat tergantung rapi di dalam ruangan. Anyaman purun khas Pedamaran tampil dalam bentuk tas modern, wadah dekoratif, hingga perlengkapan rumah tangga bernilai seni. Di sudut lain, gerabah khas Kayuagung dipajang sebagai hiasan elegan dengan sentuhan tradisional yang tetap terasa kuat.
.
Suasana itu kini dapat ditemui di Galeri Dekranasda dan Warung PKK Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang resmi diluncurkan Ketua TP PKK Sumatera Selatan sekaligus Ketua Dekranasda Sumsel, Hj. Feby Deru, di Jalan Merdeka, Kayuagung, Selasa (12/5).
.
Hadirnya galeri tersebut menjadi ruang baru bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat kekayaan wastra dan kriya khas OKI dalam tampilan yang lebih modern, tanpa meninggalkan identitas budaya lokal.
.
Ketua Dekranasda OKI, Ike Muchendi, mengatakan galeri ini dihadirkan sebagai wadah representatif bagi para perajin dan pelaku UMKM untuk menampilkan karya terbaik mereka. Mulai dari produk fesyen, kriya kreatif, hingga kuliner khas daerah.
.
“UMKM adalah tulang punggung ekonomi keluarga. Melalui galeri ini, kami ingin memberi ruang agar para perajin bisa terus berkembang dan memiliki daya saing yang lebih luas,” ujar Ike.
.
Ia menilai keberadaan galeri tidak sekadar menjadi tempat memajang produk, tetapi juga bagian dari upaya menjaga warisan budaya melalui karya-karya kreatif masyarakat.
.
Di dalam galeri, pengunjung dapat menemukan beragam produk unggulan khas OKI. Ada Batik Biduk Kajang Sehaluan dengan motif yang terinspirasi dari budaya sungai masyarakat setempat. Ada pula kain songket Bidak Cukit yang dikreasikan menjadi gaun dan produk fesyen modern.
.
Produk olahan purun khas Pedamaran juga menjadi salah satu daya tarik utama. Di tangan para perajin, tanaman rawa itu berubah menjadi tas, sandal, dompet, hingga dekorasi rumah dengan tampilan yang lebih kekinian.
.
Tidak hanya itu, gerabah khas Kayuagung tampil lebih artistik sebagai elemen dekorasi bernilai tinggi. Sementara kriya kayu berbentuk perahu kajang menghadirkan sentuhan budaya pesisir dan sungai yang lekat dengan kehidupan masyarakat OKI.
.
Produk-produk tersebut tidak hanya menawarkan fungsi, tetapi juga membawa cerita tentang budaya dan kehidupan masyarakat lokal. Karena itu, galeri ini diharapkan dapat menjadi tujuan bagi wisatawan maupun tamu dari luar daerah yang ingin membawa pulang cendera mata bernuansa khas OKI.
.
Keindahan hasil karya para perajin itu turut menarik perhatian Feby Deru. Ia tampak beberapa kali berhenti untuk mengamati detail anyaman dan produk fesyen yang dipamerkan.
.
“Semua produknya sangat menarik dan rapi. Ini membuktikan kreativitas masyarakat OKI luar biasa,” ujar Feby.
.
Ia juga menyempatkan diri berbincang dengan para pengerajin yang turut dihadirkan. Eeby Deru ingin mengetahui proses produksi hingga tantangan yang mereka hadapi sehari-hari.
.
“Dalam sehari bisa menghasilkan berapa anyaman, Bu? Hasilnya bagus-bagus sekali,” katanya sambil memberi semangat kepada para perajin.
.
Menurut Feby, produk UMKM lokal memiliki peluang besar untuk berkembang jika diiringi peningkatan desain, kualitas, dan akses pasar.
.
“Tugas kami membantu dari hulu hingga hilir. Desain harus semakin menarik, kualitas dijaga, dan pasar diperluas,” ujarnya.
.
Bupati OKI H. Muchendi menilai kehadiran Galeri Dekranasda menjadi langkah penting untuk mendekatkan produk UMKM dengan masyarakat. Dengan lokasi yang lebih representatif dan mudah dijangkau, masyarakat dapat mengenal produk lokal dalam suasana yang lebih akrab dan santai.
.
“Galeri ini bukan hanya tempat memamerkan produk, tetapi juga ruang bagi UMKM untuk tumbuh dan berkembang. Kita ingin produk lokal OKI semakin dikenal dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” kata Muchendi.
.
Keberadaan galeri Dekranasda OKI di ruang publik juga memberi kesempatan bagi pengunjung untuk menikmati kekayaan kriya dan wastra OKI tanpa harus menunggu pameran atau agenda khusus.
.
Galeri ini diharapkan menjadi jendela kecil yang memperkenalkan wajah budaya OKI melalui karya-karya kreatif masyarakatnya hangat, dekat, dan penuh cerita lokal.

Galeri Dekranasda OKI, Ruang Baru Menikmati Wastra dan Kriya Lokal Read More »

Lewat Aksi Bergizi, OKI Sasar Remaja Terapkan Pola Hidup Sehat

Lewat Aksi Bergizi, OKI Sasar Remaja Terapkan Pola Hidup Sehat

OKI — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) melalui Dinas Kesehatan menggelar kegiatan Aksi Bergizi di SMP Negeri 6 Kayuagung, Kamis (7/5) sebagai upaya mencegah anemia dan stunting melalui pembiasaan pola hidup sehat sejak usia remaja.

Kegiatan yang diikuti para siswa siswi diawali dengan senam sehat bersama di halaman sekolah, dilanjutkan dengan sarapan bergizi dengan menu seimbang serta meminum tablet tambah darah (TTD) bersama yang didampingi petugas kesehatan.

Selain aktivitas fisik dan konsumsi gizi seimbang, siswa juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya pola makan sehat, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta pencegahan anemia pada remaja.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten OKI, Ike Muchendi, mengatakan pembiasaan hidup sehat di lingkungan sekolah menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda.

“Anak-anak harus dibiasakan memahami pentingnya sarapan sehat, rutin berolahraga, dan menjaga asupan gizi sejak usia remaja. Ini menjadi fondasi untuk menciptakan generasi yang sehat dan produktif,” kata Ike.

Menurutnya, pencegahan stunting tidak hanya dilakukan pada balita, tetapi juga perlu dimulai sejak remaja, terutama remaja putri yang kelak menjadi calon ibu.

“Remaja putri perlu mendapat perhatian khusus karena anemia dapat berdampak pada kesehatan reproduksi dan meningkatkan risiko stunting pada anak di masa mendatang,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten OKI, Muhammad Lubis, mengatakan anemia pada remaja masih menjadi tantangan kesehatan yang perlu ditangani secara berkelanjutan melalui edukasi dan intervensi rutin di sekolah.

“Melalui Aksi Bergizi, kami ingin membangun kesadaran siswa bahwa menjaga kesehatan bukan hanya dilakukan saat sakit, tetapi harus menjadi kebiasaan sehari-hari,” kata Lubis.

Ia menambahkan, konsumsi tablet tambah darah secara rutin menjadi salah satu langkah efektif untuk menekan prevalensi anemia pada remaja putri.

“Jika anemia dapat dicegah sejak remaja, maka risiko stunting pada generasi berikutnya juga dapat ditekan. Karena itu, kegiatan ini akan terus diperluas di sekolah-sekolah,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten OKI berharap kegiatan tersebut mampu membentuk budaya hidup sehat di lingkungan sekolah sekaligus meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya gizi seimbang, aktivitas fisik, dan kebersihan diri guna menciptakan generasi yang sehat, aktif, dan berdaya saing.

Lewat Aksi Bergizi, OKI Sasar Remaja Terapkan Pola Hidup Sehat Read More »

Diskominfo OKI-UIGM Jajaki Kerja Sama Penguatan Pemerintahan Digital

Diskominfo OKI-UIGM Jajaki Kerja Sama Penguatan Pemerintahan Digital

OKI — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir melalui Dinas Komunikasi dan Informatika menjajaki kerja sama dengan Universitas Indo Global Mandiri (UIGM) Palembang untuk memperkuat implementasi pemerintahan digital di daerah itu.

Kerja sama tersebut mencakup pengembangan layanan publik berbasis teknologi informasi, penguatan keamanan siber, pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), pengembangan sumber daya manusia digital, hingga penerapan Internet of Things (IoT).

Kepala Dinas Kominfo OKI, Adi Yanto, mengatakan transformasi digital menjadi kebutuhan utama pemerintah daerah dalam meningkatkan efektivitas birokrasi dan kualitas pelayanan publik.

“Layanan publik digital merupakan bagian dari program prioritas daerah sebagaimana tertuang dalam visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati OKI,” kata Adi saat kunjungan ke kampus UIGM di Palembang, Rabu, 7 Mei 2026.

Menurut Adi, pengembangan pemerintahan digital di OKI tidak hanya berfokus pada pembangunan aplikasi, tetapi juga integrasi layanan, tata kelola data, keamanan sistem, serta peningkatan kapasitas aparatur pemerintahan.

Pemerintah daerah, kata dia, juga tengah berupaya meningkatkan capaian Indeks Pemerintahan Digital Indonesia (Pemdi) sebagai indikator nasional transformasi digital birokrasi.

“Pemerintahan digital harus mampu menghadirkan layanan yang cepat, terintegrasi, aman, dan mudah diakses masyarakat,” ujarnya.

Adi menilai kolaborasi dengan perguruan tinggi diperlukan untuk memperkuat dukungan akademik dan teknis dalam proses transformasi digital tersebut.

“Sinergi pemerintah daerah dengan sivitas akademika dan para ahli teknologi menjadi salah satu kunci mewujudkan OKI Smart City,” kata dia.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Administrasi dan Keuangan UIGM, Herri Setiawan, mengatakan kampus siap mendukung pengembangan pemerintahan digital di Kabupaten OKI melalui pendampingan teknis dan penguatan riset.

“Kami siap memberikan arahan dan pendampingan agar pelayanan publik berbasis aplikasi berjalan lebih efektif dan efisien,” kata Herri.

Ia mengatakan kerja sama dengan pemerintah daerah juga menjadi bagian dari penguatan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, terutama di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Turut hadir dalam pertemuan itu Prof. Ir. Darius Antoni, S.Kom., M.M., PhD (kepala lembaga Penelitian dan PKM UIGM), Ricky Maulana Fadjri, S.Kom., M.Sc., PhD (Kepala Lembaga Teknologi Informasi UIGM), Dr. Gasim, S.Kom., M.Si (Ketua Program Studi Magister Ilmu Komputer), Ferdiansyah, M.Kom., Ph.D.CEH (Kepala Bagian Kerja sama & dosen fasilkom UIGM, Tasmi, S.Si., M.Kom (Ketua Program Studi Sistem Komputer), Dhamayanti, S.Kom., M.T.I.(ketua Program Studi Sistem Informasi) dan Dr. Endah Dewi Purnamasari, S.E.,M.M (Kepala Lembaga Penjamin Mutu)

Diskominfo OKI-UIGM Jajaki Kerja Sama Penguatan Pemerintahan Digital Read More »

Bupati OKI Ajak SMSI Kawal Akurasi Informasi dan Redam Hoaks

Bupati OKI Ajak SMSI Kawal Akurasi Informasi dan Redam Hoaks

OKI — Bupati OKI, Muchendi Mahzareki, mengajak Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Ogan Komering Ilir untuk mengawal akurasi informasi sekaligus meredam penyebaran hoaks di daerah. Ajakan itu disampaikan saat pelantikan pengurus SMSI OKI periode 2026–2029, di Pendopo Kabupatenan, Kayuagung, (5/5)
Bupati OKI, Muchendi Mahzareki, menekankan bahwa pemerintah membutuhkan media yang tidak hanya cepat, tetapi juga akurat. Menurut dia, kualitas informasi menjadi penentu dalam membaca kondisi riil masyarakat.

“Informasi yang akurat menjadi dasar kami dalam mengambil kebijakan. Dari media yang kredibel, kami bisa memahami situasi di lapangan secara lebih utuh,” ujar Muchendi.

Ia menilai tantangan utama saat ini adalah maraknya informasi yang beredar tanpa verifikasi. Dalam kondisi itu, media dituntut tidak sekadar menyampaikan, tetapi juga menyaring.

“Peran media hari ini bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi memastikan kebenarannya. Di situlah pentingnya akurasi untuk meredam hoaks,” katanya.

Ketua SMSI OKI, Andi Oktarius, mengatakan organisasinya akan fokus memperkuat standar jurnalistik di kalangan media siber. Ia menegaskan, kecepatan publikasi tidak boleh mengorbankan prinsip verifikasi.

“SMSI hadir untuk menjaga agar informasi tetap akurat dan berimbang. Verifikasi menjadi kunci agar media tidak ikut memperluas disinformasi,” ujar Andi.

Menurut dia, SMSI juga berupaya menjaga keseimbangan antara fungsi kontrol sosial dan tanggung jawab publik. Media, kata dia, tetap harus kritis, namun berpijak pada fakta.

Pelantikan ini menjadi titik awal penguatan kolaborasi antara media dan pemerintah daerah. Di satu sisi, SMSI diharapkan menjadi mitra strategis dalam penyebaran informasi pembangunan. Di sisi lain, independensi tetap dijaga sebagai bagian dari peran pers dalam mengawasi jalannya pemerintahan.

Bupati OKI Ajak SMSI Kawal Akurasi Informasi dan Redam Hoaks Read More »

Gebrak Rutalahu, Upaya Kolaborasi Tuntaskan Rumah Tak Layak Huni

Gebrak Rutalahu, Upaya Kolaborasi Tuntaskan Rumah Tak Layak Huni

OKI — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir mulai mengakselerasi penanganan rumah tidak layak huni melalui Program Gebrak Rutalahu (Gerakan Bersama Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni) Provinsi Sumatera Selatan 2026. Skema yang ditawarkan tak lagi bertumpu pada anggaran pemerintah semata, melainkan mengandalkan kolaborasi lintas sektor.

Peluncuran program itu diikuti secara virtual pada Selasa, 5 Mei 2026. Di tingkat daerah, pemerintah kabupaten langsung bergerak dengan peletakan batu pertama di Kelurahan Perigi, Kecamatan Kayuagung—menandai dimulainya intervensi berbasis gotong royong.

Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki menyebut persoalan rumah tidak layak huni masih menjadi tantangan besar. Data pemerintah daerah mencatat jumlahnya melampaui 21 ribu unit. “Jika hanya mengandalkan APBD, jelas tidak cukup. Karena itu, pendekatannya harus kolaboratif,” kata Muchendi.

Ia menekankan, keterlibatan sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) menjadi salah satu penopang utama. Selain itu, pemerintah juga menggandeng TNI, Polri, organisasi kemasyarakatan, PKK, hingga Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). “Ini bukan sekadar program, tapi gerakan bersama,” ujarnya.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman OKI, Beni Akbari, mengatakan pemerintah akan berperan sebagai orkestrator—mengatur perencanaan, memastikan standar pembangunan, sekaligus mengawasi pelaksanaan di lapangan. “Kita ingin setiap intervensi tepat sasaran, tidak hanya memperbaiki rumah, tapi juga meningkatkan kualitas hidup penghuninya,” kata dia.

Model kolaborasi ini diharapkan mempercepat penurunan angka rumah tidak layak huni yang selama ini berjalan lambat akibat keterbatasan fiskal. Pemerintah daerah juga membuka ruang partisipasi masyarakat sekitar untuk terlibat langsung dalam proses pembangunan.

Di Kelurahan Perigi, Abdullah, salah satu penerima manfaat, mengaku program tersebut memberi harapan baru bagi keluarganya. “Selama ini rumah kami jauh dari layak. Dengan bantuan ini, kami berharap bisa segera tinggal dengan lebih aman dan nyaman,” katanya.

Melalui Gebrak Rutalahu, Pemkab OKI menempatkan gotong royong sebagai strategi utama menggabungkan sumber daya pemerintah, swasta, dan masyarakat untuk mengejar ketertinggalan dalam pemenuhan hunian layak di wilayahnya.

Gebrak Rutalahu, Upaya Kolaborasi Tuntaskan Rumah Tak Layak Huni Read More »

Puluhan Tahun Menunggu, Warga Terusan Sialang Akhirnya Kantongi Sertifikat Tanah

Puluhan Tahun Menunggu, Warga Terusan Sialang Akhirnya Kantongi Sertifikat Tanah

OKI — Setelah hampir tiga dekade menempati dan mengelola lahan di kawasan Hutan Sialang, warga Dusun Terusan Sialang, Desa Muara Burnai II, Kecamatan Lempuing Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), akhirnya memperoleh kepastian hukum atas tanah yang mereka garap.
Kawasan yang mulai dihuni sejak sekitar 1996 itu sebelumnya merupakan bagian dari kawasan hutan. Para pendatang yang berasal dari Kabupaten OKU Timur hingga Provinsi Lampung tersebut kemudian menetap dan menggantungkan hidup dari lahan yang mereka buka secara bertahap.
Kepastian tersebut datang seiring penyerahan 1.000 sertifikat tanah dengan total luas 133,76 hektare yang seluruhnya berada di Desa Muara Burnai II. Sertifikat ini merupakan bagian dari program redistribusi tanah pemerintah.
Bupati OKI, H. Muchendi, menyebut penerbitan sertifikat tersebut merupakan hasil dari proses panjang alih status lahan yang telah berlangsung lintas kepemimpinan, sejak tahap inisiasi hingga akhirnya terealisasi.
“Sertifikat yang diterima hari ini merupakan hasil dari perjalanan panjang dan diharapkan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga,” kata Muchendi saat penyerahan, Senin (4/5/2026).
Muchendi juga menegaskan bahwa program redistribusi tanah tidak hanya memberikan kepastian hukum, tetapi juga membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat, terutama di sektor pertanian dan usaha produktif.
“Ini bukan sekadar dokumen administratif, melainkan bukti hak yang sah. Sertifikat ini memberi rasa aman, meningkatkan nilai ekonomi tanah, sekaligus membuka akses terhadap permodalan,” jelasnya.
Lahan yang dibagikan kepada warga tersebut berasal dari pelepasan kawasan hutan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor SK.420/MENLHK/SETJEN/PLA.2/5/2023 tertanggal 2 Mei 2023, dengan total luas 2.246 hektare.
Dalam keputusan tersebut, kawasan yang dilepaskan mencakup sejumlah hutan produksi di beberapa wilayah, antara lain Simpang Heran Beyuku, Terusan Sialang, Mesuji III, Mesuji IV, Way Hitam Mesuji, serta hutan produksi yang dapat dikonversi di Cengal.
Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten OKI, Ahmad Syahabuddin, mengatakan bahwa redistribusi tanah ini merupakan bagian dari Program Strategis Nasional (PSN) yang dijalankan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional sejak 2024.
“Program ini bertujuan mengurangi ketimpangan penguasaan tanah sekaligus mendorong keadilan agraria dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, anggota DPR RI Komisi II, Ishak Mekki, yang turut hadir dalam kesempatan tersebut, menegaskan bahwa Reforma Agraria menjadi kunci dalam upaya pemutusan rantai kemiskinan.
Menurutnya, kemiskinan tidak dapat diselesaikan hanya melalui bantuan sosial.
“Kemiskinan tidak bisa dientaskan dengan Bansos. Kemiskinan hanya bisa diatasi dengan memberikan akses legal. Dan akses legal yang paling vital adalah terhadap tanah,” tegasnya.
Ishak juga menekankan pentingnya implementasi Satu Data Indonesia di sektor pertanahan, yang dimulai dari pemetaan wilayah secara detail oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN), termasuk kejelasan luas dan status tanah di OKI.
Integrasi data tersebut dinilai akan mempermudah deteksi konflik agraria yang selama ini kerap berlarut. Ia juga mengingatkan bahwa sertifikat tanah memiliki fungsi penting sebagai aset ekonomi yang dapat menjadi akses permodalan melalui lembaga keuangan formal.
Namun demikian, ia mengimbau masyarakat agar berhati-hati dalam memanfaatkan akses tersebut.
“Jangan sampai sertifikat yang sudah diperoleh justru menjadi beban karena bunga tinggi. Gunakan lembaga resmi seperti bank atau koperasi,” katanya.

Puluhan Tahun Menunggu, Warga Terusan Sialang Akhirnya Kantongi Sertifikat Tanah Read More »

Scroll to Top