Admin

PLN Alirkan Listrik 24 Jam ke Dusun Terpencil di Cengal, OKI

PLN Alirkan Listrik 24 Jam ke Dusun Terpencil di Cengal, OKI

OKI — Masyarakat Dusun I, Desa Sungai Jeruju, Kecamatan Cengal, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), kini dapat menikmati layanan listrik andal selama 24 jam melalui program Listrik Desa (Lisdes) yang dijalankan PT PLN (Persero).

Peresmian penyalaan listrik desa tersebut berlangsung pada Rabu (30/4) di Desa Sungai Jeruju. Acara ini dihadiri Anggota Komisi XII DPR RI Dewi Yustisiana, Wakil Bupati OKI Supriyanto, serta General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB), Diksi Erfan Umar.

General Manager PLN UID S2JB, Diksi Erfan Umar, menegaskan komitmen PLN dalam mendorong pemerataan akses listrik hingga ke pelosok. Menurut dia, keberhasilan elektrifikasi di wilayah terpencil ini merupakan hasil sinergi berbagai pihak, terutama dukungan Komisi XII DPR RI dan Pemerintah Kabupaten OKI.

“Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi berbagai pihak terkait, terutama dukungan dari DPR RI dan Pemerintah Kabupaten OKI,” ujar Diksi.

Ia mengakui, pembangunan jaringan listrik di wilayah pedesaan tidak lepas dari berbagai tantangan, mulai dari kondisi geografis berupa rawa dan sungai hingga kebutuhan biaya yang besar. Meski demikian, hal tersebut tidak menghalangi upaya PLN untuk menghadirkan listrik bagi masyarakat di daerah terpencil.

“Kami tetap berupaya memberikan yang terbaik agar masyarakat dapat segera menikmati listrik. Ini membutuhkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat,” kata dia.

Dalam pelaksanaannya, PLN telah membangun jaringan listrik sepanjang 6 kilometer di wilayah tersebut. Selain itu, total tiang listrik yang sudah terpancang namun belum terpasang kabel dan jaringan mencapai 17,4 kilometer yang tersebar di Dusun I dan Dusun VI. Dengan terbangunnya 6 kilometer jaringan tersebut, masih terdapat sisa sekitar 11,4 kilometer jaringan yang belum terpasang kabel dan siap untuk dikembangkan ke depan.

Wakil Bupati OKI, Supriyanto, menyatakan program Lisdes yang didorong oleh Anggota Komisi XII DPR RI, Dewi Yustisiana tersebut telah menghadirkan pemerataan energi, khususnya bagi masyarakat yang sebelumnya belum menikmati layanan listrik PLN.

Menurut Supriyanto, pemerintah daerah berkomitmen mendorong pemerataan pembangunan hingga ke wilayah terpencil. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada PLN atas upaya menghadirkan layanan kelistrikan bagi masyarakat.

“Komitmen kami bersama Bapak Bupati untuk menghadirkan pemerataan termasuk listrik yang merupakan kebutuhan dasar. Tanpa dukungan sarana kelistrikan, pergerakan ekonomi akan terhambat,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota Komisi XII DPR RI, Dewi Yustisiana, menekankan pentingnya pemerataan distribusi listrik, terutama bagi wilayah yang masih menunggu perluasan jaringan. Selain program listrik desa, kata dia, empat desa di wilayah perairan Kecamatan Cengal juga telah mendapatkan penerangan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang merupakan hasil aspirasi yang diperjuangkannya.

“Program listrik desa ini merupakan prioritas nasional. Meski ada keterbatasan anggaran, kami bersyukur masyarakat Sungai Jeruju akhirnya dapat merasakan manfaatnya. Selain itu, empat desa di wilayah perairan Cengal juga telah diterangi melalui PLTS dari aspirasi yang kami dorong,” kata Dewi.

Di tingkat masyarakat, kehadiran listrik disambut antusias. Salah satu warga Dusun I, Herman, mengaku layanan listrik PLN telah lama dinantikan. Sebelumnya, warga hanya mengandalkan genset dengan waktu operasi terbatas.

“Dulu listrik hanya menyala malam hari. Anak-anak belajar dengan penerangan seadanya. Sekarang mereka bisa belajar lebih baik, dan kegiatan ekonomi juga mulai berkembang,” ujar Herman.

Secara keseluruhan, Dusun I memiliki 329 kepala keluarga (KK). Sebelum program ini, sebanyak 230 KK telah menikmati listrik secara terbatas. Dengan adanya penyalaan jaringan baru yang menjangkau tambahan 99 KK, kini seluruh 329 KK di Dusun I telah teraliri listrik PLN secara penuh.

Ia berharap, kehadiran listrik 24 jam ini dapat membawa dampak signifikan bagi kehidupan warga, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan hingga berkembangnya aktivitas ekonomi masyarakat desa.

PLN Alirkan Listrik 24 Jam ke Dusun Terpencil di Cengal, OKI Read More »

Sambut May Day 2026, Buruh OKI Pilih Dialog Lewat Sarasehan

Sambut May Day 2026, Buruh OKI Pilih Dialog Lewat Sarasehan

OKI —Serikat pekerja di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) memilih memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 dengan dialog ketimbang demonstrasi. Dalam sarasehan di Ruang Rapat Bende Seguguk II, Kantor Bupati OKI, Kamis, 30 April 2026, mereka menyampaikan tujuh tuntutan terkait perbaikan sistem ketenagakerjaan.

Ketua DPC FSBPI OKI, Dodi, mengatakan tuntutan itu mencakup kebutuhan mendesak buruh, mulai dari pengesahan undang-undang ketenagakerjaan baru hingga pembentukan dewan pengupahan daerah. “Ini penting untuk kepastian dan perlindungan kerja bagi buruh di OKI,” ujarnya.

Selain mendorong pembentukan Dewan Pengupahan, buruh juga mendesak pemerintah pusat segera mengesahkan undang-undang ketenagakerjaan baru sesuai Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 168/2023. Mereka juga meminta Presiden Prabowo Subianto merealisasikan pembentukan Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional.

Tuntutan lain meliputi pembentukan Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit, penyusunan peraturan daerah untuk optimalisasi tenaga kerja lokal, pelibatan serikat pekerja dalam kebijakan ketenagakerjaan dan perencanaan pembangunan daerah, serta penguatan peran pengawas ketenagakerjaan dalam menangani perselisihan dan pelanggaran normatif.

Ketua PD FSP.PP-SPSI Sumatera Selatan, Cecep Wahyudin, menilai sarasehan tersebut mencerminkan terbukanya ruang komunikasi antara buruh dan pemerintah. “Koordinasi dan sinergi penting agar aspirasi ini ditindaklanjuti hingga ke pemerintah pusat,” katanya.

Kapolres OKI, Eko Rubiyanto, menyatakan kepolisian berkomitmen menjaga situasi tetap kondusif sekaligus membuka ruang komunikasi. “Kami siap menampung aspirasi dengan komunikasi yang baik, dengan tetap menjaga keamanan dan ketertiban,” ujarnya.

Bupati OKI, Muchendi Mahzareki, mengatakan pemerintah daerah siap menindaklanjuti aspirasi buruh dan memperkuat kolaborasi dengan serikat pekerja. Ia menilai tujuh tuntutan yang disampaikan bersifat konstruktif dan sejalan dengan upaya pemerintah daerah memperbaiki tata kelola ketenagakerjaan.

“Dialog seperti ini penting agar kebijakan yang diambil benar-benar berbasis kebutuhan di lapangan. Kami ingin memastikan pekerja lokal mendapat perlindungan dan kesempatan yang lebih baik,” kata Muchendi.

Ia menambahkan, pembentukan Dewan Pengupahan akan menjadi agenda prioritas pemerintah daerah. Selain itu, pemerintah juga akan mendorong penyusunan regulasi tenaga kerja lokal serta melibatkan serikat pekerja dalam proses perencanaan pembangunan.

“Kami menargetkan Dewan Pengupahan Kabupaten OKI mulai beroperasi pada 2027 agar penetapan UMK/UMSK lebih terstruktur dan memberi kepastian bagi pekerja. Pada saat yang sama, kami akan memperkuat pengawasan ketenagakerjaan dan membuka ruang partisipasi buruh dalam setiap perumusan kebijakan,” ujarnya.

Sambut May Day 2026, Buruh OKI Pilih Dialog Lewat Sarasehan Read More »

66 Peserta Magang ke Jepang Dipersiapkan Jadi SDM Global

66 Peserta Magang ke Jepang Dipersiapkan Jadi SDM Global

OKI — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mulai menyiapkan tenaga kerja berdaya saing global melalui Pelatihan Daerah (Pelatda) Tahap I Program Pemagangan ke Jepang Angkatan 2026/2027. Sebanyak 66 peserta mengikuti program yang dibuka pada Rabu (29/4) di Gedung Diklat BKPSDM Teluk Gelam.

Wakil Bupati OKI, Supriyanto, mengingatkan peserta agar menjaga nama baik selama mengikuti program, karena mereka tidak hanya membawa identitas pribadi, tetapi juga daerah hingga negara.

“Jaga nama baik keluarga, bukan hanya kabupaten dan provinsi. Di pundak kalian itu membawa nama Indonesia (NKRI),” kata Supriyanto.

Ia menegaskan, keberhasilan peserta tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga kedisiplinan dan sikap selama menjalani pelatihan.

“Manfaatkan pelatihan ini dengan sungguh-sungguh, karena dari sini akan terlihat siapa yang benar-benar siap melangkah ke tahap berikutnya,” ujarnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi OKI, Antonio Romadhon, menyebut pelatda menjadi tahap awal yang menentukan dalam proses seleksi menuju pemagangan ke Jepang.

“Pelatihan ini merupakan tahapan awal yang sangat menentukan untuk membentuk tenaga kerja yang disiplin, tangguh, dan berdaya saing global,” kata Antonio.

Menurutnya, pelatihan dirancang untuk memperkuat kesiapan peserta secara menyeluruh, mulai dari mental, fisik, hingga penguasaan dasar bahasa Jepang dan budaya kerja. Selain itu, pelatda juga menjadi ajang penyaringan untuk menentukan peserta yang akan melanjutkan ke tahap nasional.

“Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kesiapan mental dan fisik, membekali dasar bahasa Jepang dan budaya kerja, serta membentuk karakter disiplin dan etos kerja tinggi sebelum mengikuti seleksi tingkat nasional,” ujarnya.

Pelatda ini diikuti 66 peserta yang berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten OKI serta luar daerah di Sumatera Selatan. Kegiatan berlangsung selama 60 hari, terhitung sejak 23 April hingga 23 Juni 2026, dan dipusatkan di Gedung Diklat BKPSDM Teluk Gelam.

Program pemagangan ke Jepang menjadi salah satu jalur penyiapan tenaga kerja terampil yang diminati, sekaligus membuka peluang kerja di luar negeri bagi generasi muda daerah.

66 Peserta Magang ke Jepang Dipersiapkan Jadi SDM Global Read More »

OKI Canangkan Desa Cinta Statistik 2026, Perkuat Tata Kelola Data dari Tingkat Kelurahan

OKI Canangkan Desa Cinta Statistik 2026, Perkuat Tata Kelola Data dari Tingkat Kelurahan

KAYUAGUNG — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten OKI resmi mencanangkan Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2026 di Ruang Rapat Bende Seguguk I, Rabu (29/4/2026).

Pencanangan Desa Cantik 2026 menjadi langkah strategis dalam memperkuat tata kelola data statistik di tingkat desa dan kelurahan guna mendukung perencanaan pembangunan yang lebih akurat, akuntabel, dan tepat sasaran.

Sekretaris Daerah Kabupaten OKI, Asmar Wijaya, dalam sambutannya menegaskan bahwa Desa Cinta Statistik bukan sekadar predikat, melainkan upaya nyata membangun budaya data yang kuat di tingkat desa dan kelurahan.

“Terbangunnya Desa Cinta Statistik ini tidak hanya sebatas sebutan, tetapi harus menjadi langkah nyata dalam membangun tata kelola data yang baik di desa dan kelurahan,” ujar Asmar.

Ia berharap para agen statistik desa yang akan dibentuk nantinya mendapat pendampingan intensif dari petugas statistik Kabupaten OKI agar mampu mengelola data secara tepat, valid, dan berkelanjutan.

“Saya harap agen-agen statistik desa nanti akan mendapat pendampingan dari petugas statistik Kabupaten OKI, sehingga mampu menjadi ujung tombak pengelolaan data di wilayahnya masing-masing,” lanjutnya.

Asmar juga menegaskan bahwa kehadiran BPS bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait merupakan bentuk sinergi nyata dalam mewujudkan pemerintahan yang akuntabel dan transparan.

“Kehadiran BPS bersama OPD terkait adalah wujud kerja sama untuk mewujudkan pemerintahan yang akuntabel dan transparan. Saya harap OPD terkait dapat mendukung penuh kegiatan Desa Cinta Statistik ini,” tegasnya.

Menurutnya, program ini diharapkan mampu memberi manfaat luas bagi masyarakat melalui tersedianya data yang berkualitas untuk mendukung kebijakan pembangunan.

“Semoga pencanangan Desa Cantik ini memberikan manfaat seluas-luasnya kepada masyarakat,” tutup Asmar.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BPS Kabupaten OKI, Muhammad Dedy, menjelaskan bahwa Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) merupakan inisiatif bersama untuk meningkatkan kualitas pembangunan desa melalui pengelolaan data statistik yang akurat, mutakhir, dan transparan.

“Program Desa Cinta Statistik merupakan inisiatif bersama untuk meningkatkan kualitas desa melalui pengelolaan data statistik yang akurat dan transparan,” jelas Dedy.

Ia menyampaikan bahwa program Desa Cantik di Kabupaten OKI telah berjalan sejak tahun 2022 dan terus berkembang setiap tahun, baik dari sisi cakupan maupun lokus pelaksanaan.

“Desa Cantik di OKI sudah mulai dijalankan sejak tahun 2022, dan kini terus berkembang dengan penambahan lokus, termasuk tahun 2026 yang difokuskan pada tiga kelurahan di Kecamatan Kayuagung,” ujarnya.

Dedy merinci, pelaksanaan Desa Cantik di Kabupaten OKI dimulai pada tahun 2022 di Desa Sedyo Mulyo Kecamatan Mesuji Makmur, Desa Pangarayan Kecamatan Tanjung Lubuk, Desa Kijang Ulu Kecamatan Sirah Pulau Padang, dan Desa Kalideres Kecamatan Mesuji.

Kemudian pada tahun 2024 program ini dilaksanakan di Desa Celikah Kecamatan Kayuagung dan Desa Dabuk Rejo Kecamatan Lempuing. Selanjutnya pada tahun 2025, Desa Pedamaran I Kecamatan Pedamaran menjadi lokus pembinaan Desa Cantik.

Sementara pada tahun 2026, Program Desa Cantik difokuskan pada tiga kelurahan di Kecamatan Kayuagung, yakni Kelurahan Cinta Raja, Kelurahan Tanjung Rancing, dan Kelurahan Perigi.

Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten OKI bersama BPS berharap tercipta ekosistem data yang kuat di tingkat desa dan kelurahan, sehingga setiap kebijakan pembangunan dapat disusun berdasarkan data yang akurat, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan. Program Desa Cantik juga diharapkan menjadi fondasi penting dalam mendorong pembangunan desa yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing.

OKI Canangkan Desa Cinta Statistik 2026, Perkuat Tata Kelola Data dari Tingkat Kelurahan Read More »

Kejar KLA 2026, OKI Genjot Nilai Evaluasi Mandiri

Kejar KLA 2026, OKI Genjot Nilai Evaluasi Mandiri

OKI — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) memperkuat langkah menuju Kabupaten Layak Anak (KLA) Tahun 2026 dengan menargetkan peningkatan nilai Evaluasi Mandiri (EM) secara maksimal. Berdasarkan hasil sementara, nilai EM OKI tercatat masih 592,5 yang menjadi dasar perumusan strategi percepatan pemenuhan indikator di seluruh klaster penilaian.

Sekretaris Daerah OKI, Asmar Wijaya, mengatakan bahwa KLA bukan sekadar predikat, melainkan sistem pembangunan yang memastikan hak anak terpenuhi secara menyeluruh dan berkelanjutan.

“Kabupaten Layak Anak adalah sistem pembangunan yang menjamin pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak secara terencana dan berkelanjutan, melalui integrasi komitmen pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha,” kata Asmar. Selasa,(28/4).

Menurutnya, capaian nilai saat ini harus menjadi pijakan untuk evaluasi dan perbaikan lintas sektor. Pemerintah daerah menargetkan peningkatan signifikan agar OKI dapat kembali meraih penghargaan KLA dengan capaian lebih baik dari sebelumnya.

“Kita pernah meraih penghargaan KLA kategori Pratama tahun 2023. Tahun 2026 kita harus mampu meraih kembali penghargaan tersebut dengan capaian yang lebih tinggi,” ujarnya.

Evaluasi KLA mencakup lima klaster utama, yakni hak sipil dan kebebasan; lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif; kesehatan dasar dan kesejahteraan; pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya; serta perlindungan khusus. Seluruh klaster ini menjadi fokus penguatan melalui program terintegrasi lintas perangkat daerah.

Kepala DPPPA OKI, Hj. Arianti, menegaskan bahwa penguatan evaluasi dilakukan untuk memastikan setiap program daerah berdampak langsung pada kualitas hidup anak.

“Melalui penguatan evaluasi ini, kita ingin memastikan program daerah benar-benar mendukung keberlangsungan hidup, tumbuh kembang anak, serta perlindungan dari berbagai bentuk kekerasan,” kata Arianti.

Sementara itu, Kepala Bidang Tumbuh Kembang Anak DPPPA Provinsi Sumatera Selatan, Yunedi, menyampaikan bahwa pihak provinsi turut mendampingi proses penginputan data evaluasi guna memastikan akurasi dan kelengkapan indikator.

“Kami mendampingi operator dalam penginputan data evaluasi. Dengan kerja sama semua pihak, kami berharap seluruh klaster dapat terpenuhi dan OKI bisa meraih nilai maksimal menuju Kabupaten Layak Anak,” ujar Yunedi.

Dengan nilai EM yang terus difokuskan dan kolaborasi lintas sektor yang diperkuat, Pemerintah Kabupaten OKI optimistis dapat kembali masuk dalam peringkat KLA Pratama pada 2026, sekaligus mengukuhkan komitmen daerah dalam memenuhi hak-hak anak secara optimal.

Kejar KLA 2026, OKI Genjot Nilai Evaluasi Mandiri Read More »

Bentengi Anak di Dunia Digital, Diskominfo OKI Sosialisasikan PP Tunas

Bentengi Anak di Dunia Digital, Diskominfo OKI Sosialisasikan PP Tunas

OKI — Upaya membentengi anak di tengah derasnya arus digitalisasi terus diperkuat. Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menyosialisasikan PP Tunas sebagai langkah preventif untuk melindungi anak, khususnya di bawah usia 16 tahun, dari berbagai risiko di ruang digital yang kian kompleks, selasa (28/4).
.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Adi Yanto, mengingatkan situasi tersebut saat menjadi narasumber di hadapan siswa SMP Negeri 1 Kayuagung. Ia menyebut paparan internet sejak usia dini sebagai pisau bermata dua membuka ruang belajar sekaligus memperbesar risiko jika tanpa pendampingan.
.
“Anak-anak sekarang bisa mengakses apa saja. Di satu sisi itu memperkaya pengetahuan, tetapi di sisi lain, tanpa pendampingan, mereka rentan terpapar konten negatif seperti kekerasan, pornografi, hingga hoaks,” kata Adi.
.
Menurut dia, ancaman di ruang digital tidak berhenti pada paparan konten. Perundungan daring atau cyberbullying justru menjadi persoalan yang kian mengemuka, dengan dampak psikologis yang sering luput dari perhatian.
.
Adi juga menyoroti potensi eksploitasi anak di ruang digital yang semakin kompleks. Tanpa sistem perlindungan yang memadai, anak-anak berisiko menjadi sasaran penyalahgunaan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
.
“Orang tua dituntut tidak hanya mengawasi, tetapi juga aktif mendidik dan membangun komunikasi terbuka terkait penggunaan teknologi pendampingan aktif dan komunikasi terbuka sangat penting. Anak tidak boleh dibiarkan menjelajah dunia digital sendirian,” kata Adi.
.
Peran sekolah, lanjut dia, tak kalah penting. Selain memperkuat literasi digital, institusi pendidikan harus mampu menanamkan etika berinternet dan membangun karakter siswa. Sekolah juga dituntut responsif dalam mendeteksi serta menangani kasus perundungan, baik yang terjadi secara langsung maupun di ruang digital.
.
Di tingkat kebijakan, pemerintah didorong menghadirkan regulasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Pengawasan konten digital, penyediaan kanal pengaduan yang mudah diakses, serta sistem perlindungan anak yang responsif menjadi kebutuhan mendesak.
.
“Perlindungan anak tidak bisa dilakukan secara parsial. Harus ada kolaborasi antara orang tua, sekolah, dan pemerintah,” ujar Adi.
.
Sejumlah langkah konkret seperti pembatasan akses konten sesuai usia, pendampingan penggunaan gawai, serta edukasi keamanan digital dinilai perlu diperkuat secara simultan. Tanpa itu, upaya perlindungan berisiko berhenti sebagai formalitas.
.
Kepala SMP Negeri 1 Kayuagung. Neti Fatimah menilai sosialisasi tersebut relevan dengan kondisi siswa saat ini yang hidup dalam ekosistem digital. Ia menegaskan bahwa sekolah tidak hanya berfungsi sebagai ruang transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai penjaga nilai dan etika.
.
“Kami melihat isu ini sangat relevan dengan kondisi siswa saat ini. Sekolah tidak hanya bertugas mengajar, tetapi juga memastikan siswa memiliki pemahaman yang baik tentang penggunaan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab,” ujarnya.
.
Ia menambahkan, penguatan literasi digital terus dilakukan melalui pembinaan dan pengawasan di lingkungan sekolah, namun keterlibatan orang tua tetap menjadi kunci.
.
“Kami juga mengajak orang tua untuk terlibat aktif, karena pendidikan karakter, termasuk etika berinternet, tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah,” katanya..

Bentengi Anak di Dunia Digital, Diskominfo OKI Sosialisasikan PP Tunas Read More »

HUT Otda ke 30, Sinergi Pusat dan Daerah Wujudkan Asta Cita

HUT Otda ke 30, Sinergi Pusat dan Daerah Wujudkan Asta Cita

OKI — Momentum peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) untuk menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan Asta Cita, melalui pembangunan yang terintegrasi, efisien, dan berorientasi pada hasil, dalam upacara yang digelar di Lapangan Kantor Bupati OKI, Senin (27/4/2026).
.
Dalam amanatnya, Wakil Bupati OKI. Supriyanto mengatakan otonomi daerah ditegaskan bukan sekadar pelimpahan kewenangan dari pusat ke daerah, melainkan instrumen strategis untuk mempercepat pemerataan pembangunan, memperkuat pelayanan publik, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya di Kabupaten OKI.
.
“Selama tiga dekade terakhir, persoalan klasik berupa ketidaksinkronan antara perencanaan dan penganggaran nasional dengan daerah masih kerap muncul. Dampaknya nyata tumpang tindih program, duplikasi anggaran, hingga rendahnya efektivitas pembangunan,” katanya.
.
Untuk itu, pemerintah mendorong sejumlah langkah strategis. Mulai dari integrasi perencanaan dan penganggaran lintas level pemerintahan, reformasi birokrasi berbasis outcome yang ditopang digitalisasi terintegrasi, hingga penguatan kemandirian fiskal daerah.
.
Di sisi lain, Supriyanto menekankan urgensi fokus pada pelayanan dasar dan pengentasan ketimpangan. Akses terhadap pendidikan, kesehatan, air bersih, sanitasi, serta perlindungan sosial masih menunjukkan disparitas, terutama antara wilayah maju dan daerah tertinggal, terluar, dan terpencil.
.
“Penguatan stabilitas dan ketahanan daerah juga menjadi bagian dari agenda besar otonomi. Dalam konteks ini, daerah dituntut adaptif terhadap berbagai tantangan, termasuk tekanan ekonomi dan dinamika sosial,” ujar Supriyanto
.
Sesuai arahan Presiden RI kegiatan pemerintahan diharapkan tidak berlebihan dan tidak terjebak pada seremoni. Penggunaan sumber daya harus dioptimalkan dengan mengedepankan efektivitas dan manfaat langsung bagi masyarakat, sekaligus menghindari pemborosan yang tidak berdampak pada pelayanan publik.
.
“Tiga puluh tahun otonomi daerah, bagi OKI, bukan sekadar penanda waktu. Ia menjadi pengingat bahwa desentralisasi hanya akan bermakna jika diiringi tata kelola yang selaras, efisien, dan berpihak pada kebutuhan dasar masyarakat,” tutupnya.

HUT Otda ke 30, Sinergi Pusat dan Daerah Wujudkan Asta Cita Read More »

17 Siswa Terbaik OKI Siap Berlaga di KMNR Nasional

17 Siswa Terbaik OKI Siap Berlaga di KMNR Nasional

OKI — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mengutus 17 finalis Kompetisi Matematika Nalaria Realistik (KMNR) ke-21 tingkat nasional yang akan digelar di Universitas Terbuka Convention Center, Tangerang. Para finalis merupakan siswa SD dan SMP terbaik se-OKI yang lolos melalui seleksi ketat dari ratusan peserta.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki juga menyerahkan sertifikat penghargaan kepada 17 finalis yang lolos ke tingkat provinsi se-Indonesia. Selain itu, para finalis mendapat dukungan berupa tiket bus, tiket pesawat, hingga tiket rekreasi sebagai bentuk apresiasi dan motivasi.

“Sebagai bentuk apresiasi, kami menyerahkan sertifikat kepada para finalis serta memberikan dukungan transportasi dan rekreasi bagi para finalis agar semakin termotivasi meraih prestasi di tingkat nasional bahkan internasional,” ujarnya, Jum’at (24/4/26)

Ia juga menyampaikan apresiasi atas prestasi para siswa serta dukungan orang tua dalam proses pendidikan.

“Kami bangga atas capaian anak-anak. Terima kasih kepada para orang tua yang telah memberikan dukungan penuh, karena pendidikan menjadi langkah awal menuju jenjang yang lebih tinggi,” katanya.

Pemerintah daerah akan terus mendukung kegiatan positif yang berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Harapan kita, anak-anak ini menjadi bagian dari generasi emas 2045. Pemerintah akan terus mendukung kegiatan seperti ini,” pungkas Muchendi.

KMNR merupakan salah satu kompetisi matematika terbesar di Indonesia yang diselenggarakan oleh Klinik Pendidikan MIPA (KPM), dengan jumlah peserta mencapai sekitar 65.000 siswa dari seluruh Indonesia. Ajang ini juga menjadi bagian dari pembinaan menuju kompetisi tingkat internasional.

Kegiatan ini juga merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PT Prime Agri Resources (PT PAR) yang secara konsisten mendukung pengembangan dunia pendidikan.

Manager CSR PT Prime Agri Resources (PT PAR), Fajar Suryono menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung pendidikan melalui program tanggung jawab sosial.

“Siswa-siswa ini adalah yang unggul dan pilihan dari Kabupaten OKI. Pendidikan menjadi investasi jangka panjang untuk mencetak sumber daya manusia yang berkualitas,” kata Fajar.

Ia menambahkan, kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah daerah akan terus diperkuat agar pembinaan talenta muda berlangsung berkelanjutan.

“Kami berkomitmen melaksanakan program ini setiap tahun agar prestasi pendidikan OKI terus bersinar di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Relawan Literasi Masyarakat OKI, Adi Saputro, S.Pd., M.Pd., mengatakan capaian tersebut menunjukkan potensi besar pelajar OKI di bidang matematika.

“Dari sekitar 700 peserta di OKI, terseleksi 115 semifinalis hingga akhirnya 17 siswa terbaik melaju ke tingkat nasional. Ini menunjukkan potensi luar biasa anak-anak OKI,” ujar Adi.

17 Siswa Terbaik OKI Siap Berlaga di KMNR Nasional Read More »

217 Calon Haji OKI Berangkat, Bupati Pesan Jaga Kebersamaan

217 Calon Haji OKI Berangkat, Bupati Pesan Jaga Kebersamaan

OKI — Sebanyak 217 calon jemaah haji Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) resmi diberangkatkan, Jumat(24/4). Bupati OKI, H. Muchendi Mahzareki berpesan agar para jemaah menjaga kebersamaan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

“Panggilan ini adalah panggilan dari Allah SWT. Banyak yang mampu secara finansial, tetapi belum mendapatkan kesempatan. Karena itu, selain ikhtiar, kita harus meyakini bahwa ini adalah kehendak-Nya,” kata Muchendi.

Ia mengingatkan para jemaah untuk meluruskan niat dalam menjalankan ibadah haji semata-mata karena Allah SWT, serta memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya.

“Gunakan kesempatan yang baik ini untuk beribadah dengan niat yang tulus. Harapannya, seluruh rangkaian ibadah haji dapat dilalui dengan mudah dan para jemaah mampu menyelesaikan rukun-rukun haji dengan sempurna,” ujarnya.

Muchendi juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan dan kebersamaan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Menurut dia, kekompakan antarjemaah menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan selama pelaksanaan haji.

“Saling menjaga dan memperhatikan satu sama lain, jaga kekompakan. Karena lebih dari 200 orang ini akan bersama-sama dalam ibadah. Patuhi arahan petugas dan jaga nama baik daerah kita, Pemerintah Kabupaten OKI,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten OKI, Drs. H. Mutawali, M.Pd, menyebutkan bahwa total calon jemaah haji yang diberangkatkan tahun ini berjumlah 217 orang.

“Jumlah calon jemaah haji Kabupaten OKI tahun ini sebanyak 217 orang. Kami telah melakukan berbagai persiapan, baik administrasi maupun pembinaan manasik, agar jemaah siap secara fisik dan mental,” ujar Mutawali.

Ia juga mengimbau para jemaah untuk disiplin mengikuti arahan petugas selama pelaksanaan ibadah haji, demi kelancaran dan keselamatan bersama.

“Kami berharap seluruh jemaah dapat menjaga kesehatan, mengikuti prosedur yang telah ditetapkan, serta menjaga kebersamaan selama di Tanah Suci, sehingga seluruh rangkaian ibadah dapat berjalan lancar,” kata dia.

217 Calon Haji OKI Berangkat, Bupati Pesan Jaga Kebersamaan Read More »

TMMD 128 di OKI Sasar Infrastruktur dan Berdayakan Masyarakat Desa

TMMD 128 di OKI Sasar Infrastruktur dan Berdayakan Masyarakat Desa

OKI, — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) difokuskan pada pembangunan infrastruktur serta berdayakan masyarakat desa.
.
Kegiatan ini dipusatkan di Desa Pematang Sukatani, Kecamatan Mesuji Makmur, dan berlangsung selama satu bulan mulai 22 April 2026.
.
Program yang dilaksanakan Kodim 0402/OKI tersebut mencakup kegiatan fisik dan nonfisik dengan tujuan utama memperkuat konektivitas antarwilayah, serta mendorong pemerataan pembangunan hingga pelosok desa
.
Bupati Ogan Komering Ilir, H. Muchendi Mahzareki, secara resmi membuka pelaksanaan TMMD ke-128. Ia menegaskan bahwa program ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah bersama TNI dalam mempercepat pembangunan desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurut dia, pembangunan tidak hanya difokuskan di pusat-pusat pertumbuhan, tetapi juga harus menjangkau wilayah yang masih terbatas aksesnya.
.
“Melalui TMMD, kita ingin memastikan pembangunan dirasakan hingga ke desa. Tidak hanya infrastruktur, tetapi juga pemberdayaan masyarakat,” ujar Muchendi saat pembukaan kegiatan, Rabu (22/4/2026).
.
Ia menambahkan, kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci dalam mendorong percepatan pembangunan. Dengan keterlibatan bersama, diharapkan hasil kegiatan dapat lebih optimal dan berkelanjutan.
.
Komandan Kodim 0402/OKI, Letkol Inf. Gunawan Wibisono, menegaskan bahwa TMMD merupakan wujud nyata komitmen TNI dalam mendukung percepatan pembangunan di daerah sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
.
“TMMD ini bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga bagaimana TNI hadir bersama masyarakat untuk mendorong perubahan dan meningkatkan kesejahteraan warga. Kunci keberhasilan program ini ada pada partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
.
Gunawan menjelaskan, sasaran fisik TMMD ke-128 meliputi pembukaan dan pengerasan jalan sepanjang enam kilometer, pembangunan rumah tidak layak huni, perbaikan fasilitas umum, rehabilitasi musala, pembangunan MCK, pos kamling, serta pengeboran sumur untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
.
Selain itu, TMMD juga menyasar kegiatan nonfisik berupa penyuluhan wawasan kebangsaan, edukasi kesehatan, serta peningkatan kapasitas masyarakat. Program ini turut dilengkapi dengan bakti sosial, pelayanan kesehatan gratis, dan bazar UMKM guna mendukung penguatan ekonomi warga.
.
Warga Desa Pematang Sukatani menyambut positif pelaksanaan TMMD ke-128. Mereka menilai program tersebut membawa dampak langsung terhadap kebutuhan dasar dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Suyatno (45), warga setempat, mengatakan pembukaan jalan dan perbaikan infrastruktur sangat dinantikan karena selama ini akses menuju lahan pertanian dan pusat ekonomi masih terbatas, terutama saat musim hujan.
.
“Kalau jalan ini sudah bagus, kami lebih mudah membawa hasil panen ke pasar. Selama ini agak sulit kalau musim hujan,” ujarnya.

TMMD 128 di OKI Sasar Infrastruktur dan Berdayakan Masyarakat Desa Read More »

Scroll to Top