Muchendi

Didukung Pemkab, PWI OKI Gelar UKW Perdana untuk Perkuat Profesionalisme Pers

OKI — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) perdana sebagai upaya memperkuat kualitas, integritas, dan profesionalisme pers di tengah perkembangan ekosistem media digital. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten OKI.

UKW yang berlangsung selama dua hari tersebut diikuti oleh 22 wartawan dari berbagai media. Para peserta mengikuti uji kompetensi dalam tiga jenjang, yakni empat orang tingkat utama, 12 orang tingkat madya, dan enam orang tingkat muda.

Bupati OKI, H. Muchendi Mahzareki, menyambut baik pelaksanaan UKW ini. Menurut dia, keberadaan wartawan yang kompeten dan berintegritas sangat dibutuhkan untuk menciptakan iklim informasi yang sehat dan mendukung pembangunan daerah.

“Pemerintah membutuhkan mitra pers yang profesional. UKW ini sejalan dengan komitmen kita bersama untuk menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab bagi masyarakat,” kata Muchendi saat membuka kegiatan di Aula Dinesty Land Kayuagung, Senin, 22 Desember.

Ketua PWI OKI, Idham Syarif, mengatakan UKW merupakan langkah strategis dalam menetapkan standar profesionalisme wartawan. Ia menegaskan bahwa UKW bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk pengakuan terhadap kompetensi insan pers.

“UKW menjadi tolok ukur kualitas wartawan. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan wartawan di OKI memiliki kapasitas dan kompetensi yang diakui secara nasional,” ujar Idham.

Sementara itu, Wakil Ketua PWI Sumatera Selatan Bidang Kesejahteraan, Afdal Azmi Jambak, SH, menilai UKW berperan penting dalam menjaga marwah profesi wartawan sekaligus meminimalisir penyalahgunaan profesi.

“Tujuan utama UKW adalah memastikan masyarakat mendapatkan informasi dari wartawan yang kompeten. Wartawan yang lulus UKW berarti telah memahami Kode Etik Jurnalistik serta memiliki keterampilan teknis yang memadai,” kata Afdal.

Melalui pelaksanaan UKW perdana ini, PWI OKI berharap kualitas jurnalisme lokal semakin meningkat dan kepercayaan publik terhadap pers di Kabupaten OKI terus menguat.

Didukung Pemkab, PWI OKI Gelar UKW Perdana untuk Perkuat Profesionalisme Pers Read More »

Pimpin Mabicab OKI, Muchendi Dorong Pramuka Aktif di Mitigasi Bencana dan Sosial

OKI — Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), H. Muchendi Mahzareki, resmi memimpin Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kabupaten OKI masa bakti 2025–2030. Pelantikan kepengurusan Mabicab berlangsung di Aula Dinesty Land Kayuagung, Senin (22/12/2025), dan dilakukan oleh Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Provinsi Sumatera Selatan, Reza Fahlevi.

Pelantikan tersebut sekaligus menandai dimulainya kepengurusan baru Mabicab Gerakan Pramuka Kabupaten OKI, bersama Wakil Ketua Mabicab dan anggota Mabicab lainnya. Momentum ini diharapkan memperkuat peran Gerakan Pramuka sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam pembinaan generasi muda.

Dalam sambutannya, Muchendi menegaskan pentingnya keterlibatan aktif Pramuka dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan, khususnya di bidang mitigasi bencana dan sosial. Menurut dia, Pramuka memiliki jaringan hingga ke tingkat kecamatan dan desa yang dapat dioptimalkan dalam mendukung kesiapsiagaan dan respons kebencanaan.

“Pramuka harus hadir dan berperan nyata di tengah masyarakat, terutama dalam kegiatan sosial dan mitigasi bencana. Kepedulian terhadap lingkungan dan kemanusiaan harus menjadi bagian dari jati diri Pramuka,” kata Muchendi.

Ia juga mendorong seluruh unsur pemerintah daerah, mulai dari tingkat kabupaten hingga kecamatan, untuk aktif mendukung dan melibatkan Gerakan Pramuka dalam setiap kegiatan strategis daerah. Sinergi lintas sektor dinilai penting agar kegiatan kepramukaan dapat berjalan berkelanjutan dan berdampak luas.

Sementara itu, Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Sumatera Selatan, Reza Fahlevi, berharap kepengurusan Mabicab OKI periode 2025–2030 mampu menghadirkan inovasi kegiatan yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan generasi muda.

“Pramuka harus terus bertransformasi agar tetap diminati. Dengan kegiatan yang kreatif dan kontekstual, Pramuka dapat menjadi wadah pembentukan karakter yang berdisiplin, berjiwa sosial, dan berwawasan kebangsaan,” ujar Reza.

Gerakan Pramuka Kabupaten OKI memiliki catatan sejarah membanggakan. Sekitar 15 tahun lalu, OKI pernah menjadi tuan rumah Jambore Nasional Pramuka di kawasan Teluk Gelam yang mendapat perhatian luas di tingkat nasional. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi modal dalam mengembangkan kegiatan kepramukaan yang lebih progresif ke depan.

Pimpin Mabicab OKI, Muchendi Dorong Pramuka Aktif di Mitigasi Bencana dan Sosial Read More »

Gen Z di OKI Ambil Peran, Bersih-Bersih Sungai Demi Lingkungan Lestari

KAYUAGUNG – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) bersama organisasi kepemudaan peduli lingkungan Green Generation Kabupaten OKI menggelar aksi gotong royong pembersihan sungai di wilayah Kecamatan Kayuagung, Jumat (19/12).

Kegiatan ini melibatkan sekitar 70 pemuda yang merupakan anggota Green Generation OKI. Aksi dimulai dari bantaran Sungai Komering di Kelurahan Mangun Jaya dan berakhir di **Sungai Janda, Kelurahan Paku, sebagai bentuk kepedulian generasi muda terhadap kelestarian lingkungan.

Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki menegaskan bahwa keterlibatan Generasi Z dalam aksi lingkungan menjadi langkah penting untuk mengubah pola pikir masyarakat, khususnya dalam pengelolaan sampah dan kebersihan sungai.

“Generasi Z memiliki peran strategis sebagai agen perubahan. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan komunitas pemuda seperti Green Generation harus terus diperkuat agar kesadaran menjaga lingkungan tumbuh secara berkelanjutan,” ujar Muchendi.

Ia juga mendorong agar gerakan peduli lingkungan tidak hanya berhenti pada aksi bersih-bersih, tetapi dilanjutkan dengan edukasi sejak dini, terutama di lingkungan sekolah.

“Sasaran ke depan adalah sekolah-sekolah, mulai dari SD, SMP hingga SMA. Jika sejak dini anak-anak dibiasakan peduli lingkungan dan memahami pentingnya memilah sampah, maka kebiasaan baik ini akan terbawa hingga dewasa,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Green Generation Kabupaten OKI, Deskia (Kia), menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja utama organisasi sebagai bukti bahwa pemuda tidak hanya menyuarakan kepedulian, tetapi juga melakukan aksi nyata.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Gen Z mampu mengambil peran langsung dalam menjaga lingkungan. Sungai merupakan sumber kehidupan masyarakat, sehingga kebersihannya menjadi tanggung jawab bersama,” kata Kia.

Ia berharap aksi bersih-bersih sungai ini dapat menjadi pemicu tumbuhnya kesadaran masyarakat yang lebih luas serta menjadi awal dari gerakan berkelanjutan demi menjaga sungai tetap bersih dan lingkungan tetap lestari di Kabupaten OKI.

“Semoga kegiatan ini membawa manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat serta menjadi langkah awal gerakan hijau yang berkelanjutan,” tutupnya.

Gen Z di OKI Ambil Peran, Bersih-Bersih Sungai Demi Lingkungan Lestari Read More »

Operasi Lilin Musi 2025, OKI Fokus Amankan Nataru dan Antisipasi Dampak Cuaca Ekstrim

OKI – Kepolisian Resort Ogan Komering Ilir bersama Pemkab OKI dan instansi terkait menggelar Operasi Lilin Musi 2025 untuk mengamankan perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta mengantisipasi potensi bencana meteorologi akibat cuaca ekstrem.

Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki yang mempin apel gelar pasukan Operasi Lilin Musi 2025 di halaman Mapolres OKI, Jumat, 19 Desember 2024. Dalam amanatnya, menekankan perlunya kesiapsiagaan lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Sumatera Selatan diperkirakan mengalami curah hujan tinggi yang berpotensi memicu banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah rawan di Kabupaten OKI.

“Situasi ini menuntut kesiapsiagaan ekstra, baik dalam pengamanan, pelayanan publik, maupun penanganan cepat apabila terjadi gangguan di lapangan,” kata Muchendi.

Ia menyebut Kabupaten OKI merupakan jalur perlintasan strategis di Sumatera Selatan, termasuk Jalur Lintas Timur dan akses penghubung antarprovinsi. Karena itu, pengamanan arus lalu lintas menjadi salah satu fokus utama selama Operasi Lilin Musi berlangsung.

Muchendi meminta petugas memperketat pengawasan di titik rawan kemacetan dan kecelakaan, terutama saat puncak arus libur Nataru.

Selain pengamanan, Muchendi mengingatkan seluruh personel agar menjaga kesehatan dan memperkuat koordinasi lintas sektor.
.
“Keberhasilan pengamanan Nataru bergantung pada soliditas dan sinergi seluruh pihak,” ujarnya.

Di akhir amanat, Muchendi mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap kondisi cuaca, mematuhi aturan lalu lintas, serta menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama selama perayaan Natal dan Tahun Baru.

Operasi Lilin Musi 2025, OKI Fokus Amankan Nataru dan Antisipasi Dampak Cuaca Ekstrim Read More »

Petani Sawit OKI Manfaatkan 778 Hektare Lahan PSR untuk Tanam Padi Gogo

OKI—Petani sawit di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, memanfaatkan lahan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) untuk pengembangan padi gogo sebagai sumber pangan alternatif. Sebanyak 778 hektare lahan PSR digarap oleh 12 Koperasi Unit Desa (KUD) yang tersebar di Kecamatan Mesuji Raya, Pedamaran Timur, dan Pedamaran. Para petani tersebut merupakan mitra binaan PT Sampoerna Agro.

Pemanfaatan lahan PSR ini ditandai dengan kegiatan tanam perdana padi gogo di Kebun KUD Bina Sejahtera, Desa Kerta Mukti, Kecamatan Mesuji Raya, Kamis (17/12).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati OKI H. Muchendi.

“Penanaman padi gogo hari ini membuktikan bahwa program PSR tidak hanya berfokus pada peremajaan kelapa sawit, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi petani melalui pola tumpang sari yang produktif,” ujar Muchendi.

Menurut Muchendi, sistem intercropping antara padi gogo dan kelapa sawit menjadi solusi produktif bagi petani sawit sekaligus mendukung program pemerintah dalam meningkatkan produksi pangan nasional.

Hal senada disampaikan perwakilan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Doris Monica. Ia menjelaskan bahwa tumpang sari padi gogo dapat dilakukan pada tanaman perkebunan, termasuk kelapa sawit yang berusia di bawah dua tahun.

“Ini merupakan salah satu strategi optimasi lahan untuk meningkatkan luas tanam padi dengan memanfaatkan lahan perkebunan, khususnya di Kabupaten OKI,” kata Doris.

Ia menambahkan, selain pengembangan padi dan kelapa sawit, pemerintah juga mendorong perluasan perkebunan tebu guna memenuhi kebutuhan nasional.

“Arahan Menteri Pertanian adalah mewujudkan swasembada gula sebagai bagian dari upaya swasembada pangan,” ujarnya.

Hasil Penilaian Fisik Kebun PSR

Pada kesempatan yang sama, Bupati Muchendi juga menyerahkan hasil penilaian fisik kebun sawit rakyat dalam rangka pendanaan melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Sebanyak 9.168 hektare lahan sawit rakyat di Kecamatan Mesuji Raya, Mesuji, dan Lempuing Jaya dinyatakan memenuhi syarat teknis untuk menerima program PSR.

Kepala Dinas Perkebunan OKI, Dedy Kurniawan menjelaskan, penilaian fisik dilakukan untuk mengevaluasi dan mengukur keberhasilan program peremajaan sawit.

“Penilaian meliputi kondisi kesehatan tanaman, pertumbuhan, hingga produktivitas. Hasil penilaian ini menjadi dasar penting dalam pendanaan BPDPKS agar dana digunakan secara efektif dan tepat sasaran,” kata Dedy.

Kembangkan Pupuk Organik
.
Selain pengembangan padi gogo, KUD Bina Sejahtera Desa Kerta Mukti juga membagikan praktik baik pengelolaan kebun sawit melalui penggunaan pupuk organik. Inovasi ini dinilai mampu mempercepat masa panen dan meningkatkan ukuran tandan buah segar (TBS).

Ketua KUD Bina Sejahtera, H. Azhar, mengatakan pupuk organik tersebut diproduksi secara mandiri dengan memanfaatkan limbah sawit dan kotoran ternak. Unit pengolahan pupuk bahkan telah menjadi usaha tersendiri di bawah naungan koperasi.

“Bahan bakunya berasal dari tandan kosong, solid, limbah cair pabrik sawit, serta kotoran ternak yang difermentasi selama tujuh hari menggunakan QRR dan dolomit,” ujar Azhar, yang merupakan pensiunan penyuluh pertanian lapangan (PPL).

Menurut Azhar, penggunaan pupuk organik mampu menekan biaya produksi hingga 50 persen. Selain meningkatkan pendapatan petani, unit pengolahan pupuk tersebut juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Masyarakat yang memiliki ternak kami beli kotorannya Rp10.000 per karung. Bahkan air leri atau air cucian beras juga bernilai ekonomis sebagai bahan pupuk cair,” katanya.

Azhar berharap pemerintah dapat memberikan pendampingan, khususnya dalam pengurusan izin produksi pupuk organik, agar produk tersebut dapat dimanfaatkan lebih luas oleh petani sawit di daerah lain.

Petani Sawit OKI Manfaatkan 778 Hektare Lahan PSR untuk Tanam Padi Gogo Read More »

Hadapi Nataru, OKI Optimalkan OKI Mart dan Gencar Operasi Pangan Murah

​OKI – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) melakukan langkah cepat dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Hari Natal dan Tahun Baru (Nataru), melalui rangkaian kegiatan operasi pangan murah, penguatan infrastruktur retail lokal OKI Mart dan High Level Meeting (HLM) TPID dan TP2DD. Kamis,(18/12).

Sebagai langkah intervensi langsung, Pemkab OKI mengaktifkan Operasi Pangan Murah (OPM) dan Gerakan Pangan Murah (GPM) selama 8 hari efektif (16–30 Desember 2025) dengan menyalurkan komoditas seperti 10 ton beras, 2.000 liter minyak goreng, serta ratusan kilogram cabai, bawang, dan daging ayam.

​Bupati OKI, H. Muchendi Mahzareki menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah peningkatan permintaan barang konsumsi.

“Pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan agar masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan aman, nyaman dan harga yang sesuai,” ujar Muchendi.

​Dalam kesempatan yang sama, dilakukan peninjauan kesiapan OKI Mart sebagai instrumen stabilitas harga. Untuk memperkuat kelembagaan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Selatan, Bambang Pramono menyerahkan bantuan sarana prasarana berupa 3 unit box freezer, 6 unit pallet beras, dan 15 unit rak display.

​”Bantuan sarana ini untuk memastikan stok pangan, terutama komoditas volatile food seperti daging dan beras, tersimpan dengan baik dan tertata,” ungkap Bambang.

Lebih lanjut, ia menyampaikan apresiasi atas langkah konkret dan inovatif yang dilakukan Pemkab OKI.

“Sinergi yang kuat menjadi kunci keberhasilan pengendalian inflasi. Langkah Pemkab OKI melalui pasar murah, penguatan OKI Mart, serta koordinasi regional merupakan contoh baik dalam menjaga stabilitas harga dan mendukung daya beli masyarakat,” ungkapnya.

​Kegiatan ditutup dengan High Level Meeting (HLM) guna menyinkronkan kebijakan pusat dan daerah. Ketua TPID OKI, Ir. Asmar Wijaya dalam laporannya menjelaskan bahwa pengendalian inflasi dilakukan melalui koordinasi lintas sektor yang intensif dan berbasis data.

“TPID OKI secara aktif memantau pergerakan harga komoditas strategis, khususnya kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang memiliki pengaruh besar terhadap inflasi. Dengan intervensi yang tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat lokasi, kami optimistis tekanan inflasi Nataru dapat diminimalkan,” pungkasnya.

Hadapi Nataru, OKI Optimalkan OKI Mart dan Gencar Operasi Pangan Murah Read More »

OKI Jadi Prioritas Pembangunan, Gubernur Kucurkan Rp371 Miliar

OKI– Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, meninjau Desa Benawa di Kecamatan Teluk Gelam, Ogan Komering Ilir (OKI), Jumat, 12 Desember. Dalam lawatan yang berlangsung di balai desa itu, Deru memastikan bahwa OKI tetap menjadi salah satu wilayah prioritas pemerintah provinsi dalam penyaluran bantuan infrastruktur.

Kabupaten OKI salah satu kabupaten yang kita prioritaskan, termasuk di Desa Benawa ini, kata Deru di hadapan warga. Ia menyebut kedekatannya dengan masyarakat OKI membuatnya hampir setiap pekan menyempatkan diri datang ke wilayah tersebut. “Saya sering ke OKI karena saya sayang Bupatinya, sudah seperti anak saya sendiri. Anggaran terbesar tahun ini justru ke OKI, bukan ke daerah saya,” ujarnya.

Deru menyoroti percepatan pembangunan di OKI, terutama pembenahan ruas Mesuji–Pampangan yang sebelumnya dikenal rawan dan buruk kondisinya. “Dulu orang enggan lewat, bahkan takut kalau ada yang hendak melahirkan di jalan. Sekarang jauh lebih baik,” katanya. Dari 15 kilometer program pembangunan jalan di kawasan itu, tersisa satu kilometer yang segera diselesaikan pemerintah provinsi.

Dalam kunjungannya, Deru juga merespons kebutuhan mendesak warga Benawa terkait akses penyeberangan. Pemprov Sumsel bersama Pemerintah Kabupaten OKI, ujar dia, tengah merancang pembangunan jembatan gantung. “Minimal nanti masyarakat tidak lagi bergantung pada perahu,”kata Deru.

Bupati OKI, H. Muchendi Mahzareki, yang turut mendampingi kunjungan tersebut, menyampaikan apresiasi atas sokongan anggaran dari pemerintah provinsi. “Total bantuan Pemprov kepada Kabupaten OKI mencapai Rp371 miliar. Tanjung Lubuk dan Teluk Gelam termasuk yang terbesar mendapat alokasi,”ujar Muchendi.

Adapun Kepala Desa Benawa, Mudani, menyampaikan terima kasih atas perbaikan jalan yang mulai dirasakan warga. Ia berharap pembangunan jembatan yang dijanjikan pemerintah dapat segera terwujud. “Desa kami belum memiliki jembatan. Harapan kami program dari pusat, provinsi, atau kabupaten bisa segera terealisasi, katanya.

OKI Jadi Prioritas Pembangunan, Gubernur Kucurkan Rp371 Miliar Read More »

Muchendi Jemput Dukungan Pusat untuk Akselerasi Program Prioritas

Jakarta—Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) H. Muchendi Mahzareki menemui Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Prof. Rachmat Pambudy, di Jakarta, Kamis, (11/12).

Dalam pertemuan itu, Muchendi membawa usulan program pembangunan prioritas agar singkron dengan pemerintah pusat di tahun 2026 mendatang
.
Mengawali paparannya Muchendi memastikan dukungan penuh Pemkab OKI terhadap program prioritas Presiden Prabowo, mulai dari Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis (CKG), sekolah rakyat, hingga penguatan 326 Kopdes Merah Putih. Namun, ia menggarisbawahi bahwa infrastruktur yang belum mantap kerap menghambat pelaksanaan agenda nasional tersebut.

“Wilayah kami terluas di Sumatera, penduduk 800 ribu jiwa, dan ekonomi ditopang pertanian, perkebunan, serta perikanan. Dengan potensi itu, dukungan pusat sangat menentukan percepatan pembangunan,” kata Muchendi.
.
Beberapa usulan prioritas yang ia sampaikan antara lain pengembangan kawasan perikanan Pantai Timur melalui pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, penyediaan listrik, hingga dermaga pengumpan. Untuk kawasan perkotaan Kayuagung, ia mendorong pembangunan jalan lingkar, pengolahan sampah terpadu, serta jaringan gas perkotaan.
.
Di sektor pangan, Muchendi mengajukan program listrik masuk sawah, pompanisasi, padi apung, dan pelestarian kerbau rawa Pampangan. Ia juga menyoroti perlunya pembentukan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sungai Baung Air Sugihan, yang didukung keberadaan PT OKI Pulp & Paper Mills. Usulan berupa pembangunan pasar, pelabuhan sungai, jalan poros, storage air bersih, dan normalisasi kanal.

Pemkab OKI turut mengajukan pengembangan agrowisata Teluk Gelam dan penambahan RSUD Tipe D di Pampangan untuk meningkatkan mendekatkan akses layanan kesehatan kepada masyarakat.

Menteri Rachmat Pambudy merespons positif seluruh usulan tersebut. Ia menyatakan akan mengoordinasikan dukungan lintas kementerian agar pembangunan OKI dapat masuk dalam penganggaran mulai 2026.
.
“OKI punya peluang besar untuk maju jika potensinya difokuskan dan disinkronkan dengan program pusat,” ujar Pambudy. Ia juga menyinggung penurunan transfer ke daerah (TKD), yang menuntut pemerintah daerah lebih agresif meningkatkan PAD dan menggandeng dunia usaha, termasuk lewat skema KPBU.
.
Menurut Pambudy, dengan potensi besar dan kepemimpinan yang aktif menjemput dukungan pusat, OKI memiliki peluang kuat melakukan lompatan pembangunan.

Muchendi Jemput Dukungan Pusat untuk Akselerasi Program Prioritas Read More »

Scroll to Top